Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Perencanaan Solar Cell Rooftop di Gedung Teknologi Informasi Komputer Politeknik Negeri Lhokseumawe Hasannuddin, Teuku; Zulfadli, Teuku; Yassir, Yassir; Syahputra, Rudi
Jurnal Litek : Jurnal Listrik Telekomunikasi Elektronika Vol. 22 No. 1 (2025): Jurnal Litek, March 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/litek.v22i1.63

Abstract

Gedung Teknologi Informasi Komputer (TIK) Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) merupakan gedung baru yang mulai difungsikan untuk proses belajar mengajar Jurusan Teknologi Informasi Komputer pada awal tahun 2023. Ketinggian gedung TIK PNL tiga lantai  13,5 meter dan luas area atap 1800 m2. Untuk saat ini gedung TIK belum memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sehingga untuk kebutuhan energi listrik gedung tersebut dilayani melalui trafo 20 kV/380V yang terpasang didepan gedung tersebut. Penelitian ini merupakan perencanaan PLTS di TIK PNL yang bertujuan untuk menyuplai energi listrik menngantikan sumber energi listrik dari PLN. Penelitian ini dimulai dengan mengidentifikasi beban listrik maksimum yang terpasang pada gedung TIK PNL Identifikasi beban listrik dibagi dalam tiga katagori yaitu beban sistem penerangan, kotak kontak dan sistem pendingin. Data beban llistrik maksimum tersebut digunakan untuk menghitung jumlah dan spesifikasi teknis dari solar cell dengan memasukkan variabel luas area atap dari gedung TIK. Hasil yang diperoleh dari hitungan tersebut memasukkan variabel data radiasi sinar matahari sehingga diperoleh hasil keluaran daya maksimum dari PLTS sebesar 300 kW dengan radiasi matahari 809 watt/m2 dan luas area yang digunakan 1135 m2.
Inovasi Fuel Cell Berbasis Air Bersih dapat menjadi Solusi untuk Memenuhi Kebutuhan Energi Zulfikar, Zulfikar; Finawan, Aidi; Yassir, Yassir; Abdullah, Hasyimi; Subhan, Subhan
Jurnal Litek : Jurnal Listrik Telekomunikasi Elektronika Vol. 22 No. 1 (2025): Jurnal Litek, March 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/litek.v22i1.65

Abstract

Inovasi fuel cell berbasis air bersih menawarkan potensi besar sebagai sumber energi listrik alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Teknologi ini memanfaatkan proses elektrolisis untuk memisahkan air menjadi hidrogen dan oksigen, kemudian memanfaatkan reaksi kimia antara kedua elemen tersebut untuk menghasilkan energi listrik, dari hasil pengujian menunjukkan bahwa proses pemisahan dan penyatuan hidrogen dan oksigen merupakan siklus energi yang efisien. Dari data yang diberikan, terlihat adanya tren peningkatan jumlah H2 seiring dengan peningkatan waktu. Secara umum, terlihat bahwa semakin lama waktu berjalan, jumlah oksigen cenderung meningkat walaupun perubahan sangat sedikit. Ketika hidrogen dan oksigen bersatu kembali di dalam fuel cell, mereka membentuk air dan melepaskan energi dalam bentuk listrik. Energi yang dilepaskan dalam reaksi fuel cell ini jauh lebih besar daripada energi yang dibutuhkan untuk memisahkan hidrogen dan oksigen di elektrolizer. Perbedaan energi ini menunjukkan bahwa proses pemisahan dan penyatuan hidrogen dan oksigen merupakan siklus energi yang efisien. Energi yang dibutuhkan untuk memisahkannya relatif kecil, sementara energi yang dihasilkan saat bersatu kembali lebih besar.
Pengujian Daya Balik pada Sinkronisasi Generator dengan Sumber Daya Sangat Besar (Infinite Bus) secara Otomatis menggunakan Multifunction Relay Tipe GCP-30 di Laboratorium Sistem Proteksi dan Distribusi Jurusan Teknik Elektro Yaman, Yaman; Hasanuddin, Teuku; Yassir, Yassir; Fahlevi, Reza Tri
Jurnal Litek : Jurnal Listrik Telekomunikasi Elektronika Vol. 19 No. 1 (2022): Jurnal Litek, March 2022
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.747 KB) | DOI: 10.30811/litek.v19i1.22

Abstract

Daya balik atau motoring adalah peristiwa berubahnya fungsi generator listrik menjadi motor listrik pada saat sinkronisasi generator. Perubahan ini diakibatkan oleh berbaliknya arah aliran daya. Pengamanan generator dari gangguan daya balik biasanya menggunakan reverse power relay, dengan proses sinkronisasi dilakukan secara manual menggunakan synchronoscope. Multifunction Relay tipe GCP-30 adalah alat yang dapat melakukan kedua hal tersebut secara bersamaan. Alat ini berfungsi untuk menyinkronisasi generator secara manual atau otomatis, yang dilengkapi dengan pengaman, termasuk gangguan dari daya balik. Pengujian dilakukan untuk mengetahui pengaruh daya balik terhadap perubahan parameter torsi, arus medan eksitasi generator, dan jumlah beban yang dilayani. Hasil dari pengujian torsi diperoleh bahwa perubahan torsi akan mengubah pembagian beban, yang akan mengakibatkan timbulnya daya balik yang berlebih. Multifunction Relay tipe GCP-30 akan trip pada saat daya balik bernilai -67 W jika di set -8%. Hasil dari pengujian perubahan arus medan eksitasi generator adalah tidak adanya daya balik, tetapi generator akan berubah menjadi beban reaktif. Daya reaktif bernilai -441 VAR pada saat arus eksitasi bernilai 0 A. Adapun hasil dari pengujian perubahan beban adalah bertambah atau berkurangnya daya akan ditanggung oleh sumber daya yang lebih besar, yaitu daya dari sistem.
Analisis Pemilihan Nilai Sampel Band Transisi pada Filter Digital FIR Lowpass yang dirancang dengan Metode Frekuensi Sampling Hayati, Raisah; Ikhwanul, Ikhwanul; Yassir, Yassir; Taufik, Taufik
Jurnal Litek : Jurnal Listrik Telekomunikasi Elektronika Vol. 19 No. 2 (2022): Jurnal Litek, September 2022
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1374.093 KB) | DOI: 10.30811/litek.v19i2.14

Abstract

Secara umum sistem komunikasi terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mengirim informasi dari pemancar ke penerima, dalam pemrosesan pengiriman sinyal informasi dari pemancar ke penerima sering munculnya interferensi yang mengakibatkan gangguan pada sinyal informasi. Sinyal interferensi tersebut dapat dihilangkan dengan menggunakan filter digital. Filter digital dibagi menjadi dua, yaitu filter digital FIR (Finite Impulse Response) dan Filter digital IIR (Infinite Impulse Response). Untuk menghilangkan sinyal interferensi tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan filter digital FIR. Pada filter digital FIR sendiri terdapat beberapa metode perancangan, salah satunya adalah metode frekuensi sampling. Dalam metode frekuensi  itu sendiri terdiri dari dua metode desain, yaitu metode desain naif dan metode desain optimum. Unjuk kerja metode frekuensi sampling sangat bergantung pada jenis metode desain yang digunakan. Berdasarkan hasil pengujian filter yang dirancang menggunakan metode frekuensi sampling dengan menggunakan metode desain naif nilai attenuasi stopband-nya lebih besar dibandingkan menggunakan metode desain optimum. Pada metode desain optimum yang di uji menggunakan dua sampel pada band transisi menghasilkan attenuasi stopband yang lebih bagus dibandingkan menggunakan satu sampel pada band transisi. Hasil pengujian nilai S/I penggunaan metode desain naif menghasilkan nilai S/I yang paling besar yaitu 6.0334 dB, dan nilai S/I yang paling kecil diperoleh pada saat penggunaan satu sampel pada pita band transisi yaitu 6.0320 dB. Dari nilai S/I tersebut dapat dilihat bahwa nilai paling besar diperoleh pada saat ripple pada passband tidak memotong sinyal informasi dan interferensi yang tersisa sedikit.
Pemberdayaan IRT VCO-Cocok melalui Energi Surya dan Pemanfaatan Limbah Menjadi Nata de Coco dalam Kerangka Green Economy Gunawan, Gunawan; Yassir, Yassir; Rahmawati, Cut Aja; Rahmawati, Rahmawati
Jurnal Vokasi Vol 10, No 1 (2026): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v10i1.8408

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan untuk memberdayakan IRT VCO-Cocok di Lhokseumawe melalui penerapan energi surya dan pemanfaatan limbah air kelapa dalam kerangka green economy. Kegiatan bertujuan meningkatkan efisiensi energi serta menghasilkan nilai tambah produk melalui diversifikasi usaha berbasis ekonomi sirkular. Metode pelaksanaan mencakup survei kebutuhan, instalasi PLTS 550 Wp, pelatihan manajemen energi, transfer teknologi fermentasi nata de coco, serta pendampingan operasional kepada mitra. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan PLTS mampu menyuplai energi bagi mesin parut dan peras kelapa, sehingga menurunkan konsumsi listrik PLN, menghemat biaya operasional, dan mengurangi emisi karbon sekitar ±340 kg CO₂-eq per tahun. Pada aspek produksi, pemanfaatan 5 liter air kelapa menjadi 3 kg nata de coco per siklus produksi terbukti layak secara ekonomi, dengan ROI ±374% per tahun dan waktu balik modal sekitar 98 hari. Selain itu, program ini meningkatkan kapasitas mitra lebih dari 80% pada aspek manajemen energi, produksi, dan praktik usaha berkelanjutan. Dengan demikian, integrasi energi surya dan pengolahan limbah menjadi nata de coco efektif dalam meningkatkan kemandirian, efisiensi, dan daya saing usaha, sekaligus mendukung implementasi green economy dan tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat UMKM.