Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Resiliensi Mahasiswa Broken Home dalam Menghadapi Dampak Perceraian Orang Tua Marchelia Nugra Pradana Putri; Denok Setiawati
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana resiliensi mahasiswa broken home dalam menghadapi dampak perceraian orang tua. Perceraian orang tua dapat memberikan pengaruh terhadap kondisi psikologis anak, terutama ketika anak sudah memasuki masa dewasa awal dan menjalani kehidupan sebagai mahasiswa. Kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai perasaan seperti sedih, kecewa, marah, bingung, dan kehilangan rasa nyaman dalam keluarga. Meskipun demikian, mahasiswa yang mengalami perceraian orang tua tidak selalu larut dalam keadaan negatif, karena sebagian dari mereka mampu beradaptasi dan membangun kekuatan diri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tujuan menggali pengalaman mahasiswa secara lebih mendalam. Pengumpulan data dapat dilakukan melalui wawancara kepada mahasiswa yang berasal dari keluarga bercerai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi mahasiswa terbentuk melalui proses yang tidak singkat. Mahasiswa perlu menerima keadaan, mengelola tekanan emosional, serta mencari cara untuk tetap menjalani kehidupan dengan baik. Strategi yang digunakan antara lain melakukan kegiatan positif, menyalurkan emosi melalui hobi, menulis jurnal, berolahraga, dan mencari dukungan dari orang terdekat. Selain faktor dari dalam diri, dukungan sosial juga memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa menghadapi dampak perceraian orang tua. Dukungan dari keluarga, teman, maupun pasangan dapat membuat mahasiswa merasa lebih dihargai, didengar, dan tidak sendirian. Dengan demikian, resiliensi menjadi salah satu faktor utama yang membantu mahasiswa broken home untuk bangkit dari pengalaman sulit dan tetap berkembang secara positif dalam kehidupan akademik maupun sosial.
Applying the Theory of Confidence in Correctional Guidance and Counseling: A Case Study on Self-Confidence and Reintegration in Indonesia Maulana Riqfi Zaein; Denok Setiawati; Evi Winingsih
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 03 (2026): July 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i03.8938

Abstract

Self-confidence is an important aspect of Guidance and Counseling services for Correctional Facility Inmates, supporting the guidance and preparation for social reintegration. Good self-confidence supports decision-making, relationship building, and adaptation, while low self-confidence triggers anxiety and pessimism about the future. This study aims to explore the application of the Theory of Confidence to improve inmates' self-confidence at the Gresik Class IIB Detention Center. The research used a qualitative approach with a single instrumental case study design. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document reviews, then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and SaldaƱa through the stages of data condensation, presentation, and conclusion verification. The results of this study indicate that applying the Theory of Confidence plays a significant role in social reintegration, thereby reducing the risk of recidivism. Supporting factors include positive reinforcement through motivation and feedback, opportunities for self-actualization through religious programs, skills training, involvement in work activities, and social support in a conducive foster care environment. Meanwhile, inhibiting factors include fear, shame, difficulty adapting, social stigma, lack of family support, and excessive guilt. This study provides evidence-based recommendations for policymakers and practitioners on designing humane rehabilitation programs to strengthen social reintegration readiness and minimize the risk of recidivism. Keywords: correctional inmates, guidance and counseling, theory of confidence, self-confidence, social reintegration