Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PELATIHAN KONSELING KARIER CAREER INFORMATION PROCESSING (CIP) BAGI GURU BK SMP KOTA MOJOKERTO Denok Setiawati; Budi Purwoko; Mochamad Nursalim; Titin Indah Pratiwi
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling : Teori dan Praktik) Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling : Teori dan Praktik)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v3n1.p35-39

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkankan kompetensi akademik dan kompetensi profesional guru Bimbingan dan Konseling tingkat SMP di Kota Mojokerto. Target yang adalah meningkatkanya pemahaman serta keterampilan memberikan layanan bimbingan dan konseling di bidang karier terutama dalam hal mendampingi siswa dalam program perencanaan individual. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode pengumpulan datanya adalah teknik wawancara dan angket terbuka. Subyek penelitian adalah 44 guru BK. Adapun teknik  analisis data yang digunakan adalah teknik prosentase. Kompetesi yang dilatihkan adalah softskills berupa pelayanan di bidang karier yag berorientasi pada pendekatan CIP..Metode yang digunakan dalam PKM adalah pelatihan kepada guru Bimbingan dan Konseling dalam waktu tertentu dengan menggunakan siklus Communication, Analysis, synthesis, Valuing, dan Execution (CASVE)  berfungsi sebagai suatu basis untuk membantu para konseli dengan pengambilan keputusan.  Hasil pelatihan dengan menggunakan instrument angket terbuka menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru Bimbingan dan Konseling sebesar 91%. Sedangkan untuk pelaksanaan pelatihan, pelatihan ini mendapatkan skor rata-rata 3,36 atau 84% atau masuk kategori sangat berguna dan 3,24 atau 81% memenuhi kriteria kepatutan. Sedangkan untuk peningkatan ketrampilan communication meningkat 88,24%,  Analysis 85,29 %, synthesis 91,18%, Valuing 91,18%, dan Execution 94,12%. 
The Role of Self-Efficacy in Preparing for Social Reintegration of Prisoners: A Qualitative Case Study at the Gresik Class IIB Detention Center Yovityo Azitya Kurnianto; Denok Setiawati; Evi Winingsih
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 04 (2026): October 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Faculty Teacher and Training, Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i04.9003

Abstract

Social reintegration remains a complex challenge for prisoners because successful transition after release requires not only practical competencies but also psychological readiness and confidence in managing social and occupational demands. This study examined the role of self-efficacy in preparing prisoners for social reintegration at the Gresik Class IIB Detention Center, Indonesia. A qualitative instrumental case study design was employed involving five prisoners, two correctional officers, and one security staff member selected through purposive sampling. Data were collected through semi-structured in-depth interviews, participant observation, and document review, and were analyzed using the interactive model of data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The findings indicate that self-efficacy developed gradually through mastery experiences, peer support, recognition and encouragement from correctional officers, and family encouragement. Successful participation in rehabilitation and vocational activities provided concrete experiences of competence, while supportive interpersonal relationships reinforced confidence and future-oriented motivation. However, anticipated stigma, uncertainty about employment, and concerns regarding social acceptance created anxiety and contributed to fluctuations in reintegration readiness. The study concludes that self-efficacy functions as an important psychological resource linking rehabilitation experiences and social support with prisoners’ perceived readiness for reintegration. Correctional rehabilitation should therefore integrate competency development with sustained opportunities for mastery, supportive relationships, institutional recognition, family engagement, and preparation for anticipated post-release social barriers. Keywords: self-efficacy, social reintegration, community-led socialization, self-confidence, readiness for release
PENGEMBANGAN E-MODUL BIMBINGAN BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR DI MADRASAH ALIYAH NURUL IMAN GONGGANG PONCOL KABUPATEN MAGETAN Eka Juwita Haryani; Denok Setiawati; Najlatun Naqiyah
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i4.13845

Abstract

Self-regulated learning (SRL) is an essential competence for new students in dealing with academic demands at higher educational levels. The preliminary study at MA Poncol Magetan revealed that 73% of new students exhibited low to moderate levels of self-regulated learning, underscoring the urgency for intervention. This study aimed to develop a guidance e-module integrated with the local value of gotong royong to enhance students' self-regulated learning. The research employed a research and development (R&D) approach using the ADDIE model with a one-group pretest-posttest design. Participant selection utilized purposive sampling for the limited trial involving 10 students and cluster random sampling for the field trial comprising 34 students. Material, media, and design expert validations indicated a highly valid category with an average score of 87.22%. Practicality evaluations yielded 86.50% from student responses in the very practical category and 88.20% from Guidance and Counseling teachers in the highly feasible category. The effectiveness test demonstrated a significant increase in the mean self-regulated learning score from 41.50 in the pretest to 57.30 in the posttest ( ) alongside an N-gain score of 0.52 categorized as moderate. In conclusion, the guidance e-module integrated with gotong royong values is proven to be valid, practical, and effective in enhancing student self-regulated learning. ABSTRAK Kemandirian belajar atau self-regulated learning (SRL) menjadi kompetensi esensial bagi siswa baru dalam menghadapi tuntutan akademik pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Rendahnya kemandirian belajar siswa baru Madrasah Aliyah Poncol Magetan sebesar 73% pada kategori rendah hingga sedang menjadi urgensi pengembangan intervensi layanan bimbingan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan e-modul bimbingan belajar berbasis nilai gotong royong untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa. Metode penelitian menggunakan research and development (R&D) model ADDIE dengan desain one group pretest-posttest. Pemilihan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling untuk uji coba terbatas sebanyak 10 siswa serta cluster random sampling untuk uji coba lapangan sebanyak 34 siswa. Hasil validasi ahli materi, media, dan desain menunjukkan kategori sangat valid dengan rerata persentase 87,22%. Uji kepraktisan memperoleh skor 86,50% dari respons siswa berkategori sangat praktis dan 88,20% dari guru Bimbingan dan Konseling berkategori sangat layak. Uji efektivitas membuktikan adanya peningkatan signifikan skor kemandirian belajar dari rerata pretest 41,50 menjadi posttest 57,30 dengan nilai signifikansi 0,000 ( ) serta perolehan N-gain sebesar 0,52 dalam kategori sedang. Dengan demikian, e-modul bimbingan belajar berbasis nilai gotong royong terbukti valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa.    
PENGEMBANGAN E-MODUL SELF-EFFICACY KARIER UNTUK MENINGKATKAN KESIAPAN KERJA SISWA SMK Dian Isdwiyanti; Najlatun Naqiyah; Denok Setiawati
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i4.13847

Abstract

Work readiness among vocational high school students is fundamentally determined not only by specialized vocational competencies, but also by internal psychological determinants, particularly career self-efficacy. Needs assessment data revealed that twelfth-grade vocational students at SMK Negeri 1 Sidoarjo required structural interventions to identify personal occupational potential, formulate career trajectories, and overcome transitional workplace barriers. This research aims to develop a Career Self-Efficacy Guidance E-Module to systematically evaluate its empirical validity, operational practicality, and instructional effectiveness in accelerating student work readiness. The study employed a Research and Development (R&D) framework utilizing the ADDIE instructional model, which encompasses five consecutive stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The empirical implementation sample comprised 32 twelfth-grade students selected via a purposive sampling technique based on their low career readiness scores from baseline assessments. Data collection utilized expert evaluation rating scales, user practicality instruments, and standardized pretest-posttest measurement batteries. The evaluation findings confirmed that the e-module attained a very good standard across multidisciplinary experts with an aggregated score of 4.81 and demonstrated superior user practicality. The inferential paired sample t-test yielded a statistically significant difference between baseline and post-intervention evaluations (p<.05), substantiating that the guidance media successfully improves vocational work readiness. ABSTRAK Kesiapan kerja siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak hanya dipengaruhi oleh kompetensi keahlian teknis, melainkan juga aspek psikologis berupa keyakinan terhadap kemampuan diri dalam menghadapi dinamika dunia industri. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa sebagian siswa kelas XII SMK Negeri 1 Sidoarjo masih membutuhkan penguatan self-efficacy karier dalam mengenali potensi diri, menetapkan pilihan karier, serta mengatasi hambatan transisi kerja. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media intervensi bimbingan konseling berupa E-Modul Bimbingan Self-Efficacy Karier untuk menguji tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitas produk dalam meningkatkan kesiapan kerja siswa. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model prosedural ADDIE yang meliputi tahapan analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Sampel uji coba terbatas berjumlah 32 siswa kelas XII yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan skor terendah pada asesmen kebutuhan awal. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar validasi ahli, angket kepraktisan siswa, serta tes kesiapan kerja pada tahap pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul memperoleh kategori sangat baik dari para validator ahli dengan rata-rata skor 4,81 serta dinilai sangat praktis saat diimplementasikan kepada siswa. Uji efektivitas melalui paired sample t-test membuktikan adanya perbedaan yang signifikan antara skor sebelum dan sesudah perlakuan (p<0,05), sehingga media ini terbukti efektif meningkatkan kesiapan kerja siswa kejuruan.    
PENGEMBANGAN KONSELING REALITA BERBASIS NILAI KARAKTER STRENGTHS AND VIRTUES UNTUK MEREDUKSI PERILAKU BULLYING DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Wiwik Wilujeng; Mochammad Nursalim; Denok Setiawati
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i4.13849

Abstract

Bullying remains a prevalent disruptive behavior among junior high school students, severely impairing their psychological, relational, and academic functioning. This study aims to develop a reality counseling guidebook integrated with strengths and virtues character values to reduce bullying behavior among junior high school students, as well as to determine its feasibility and empirical effectiveness. The study implemented a Research and Development (R&D) framework utilizing the Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation (ADDIE) model. The trial participants comprised one subject-matter expert, one educational media expert, two guidance and counseling practitioners, and eight students identified as bullying perpetrators at SMP Negeri 55 Surabaya selected via purposive sampling. Data collection was carried out using expert validation instruments, practitioner acceptability rating scales, and a bullying behavior questionnaire administered across pretest and posttest stages. The validation results demonstrated high acceptability, yielding scores of 98.3% from the content expert, 90.4% from the media expert, and 93.75% from counseling practitioners, all categorized within the very good criteria. A paired sample t-test generated a significance value of 0.000 (p < 0.05), verifying that the reality counseling guidebook successfully reduced students' bullying tendencies. Consequently, this intervention module serves as a viable, systematic therapeutic guideline for guidance and counseling practitioners in mitigating school-based peer aggression. ABSTRAK Perilaku perundungan (bullying) masih marak terjadi di kalangan peserta didik jenjang sekolah menengah pertama serta membawa dampak negatif terhadap kondisi psikologis, sosial, dan akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku panduan konseling realita berbasis nilai karakter kebajikan dan kekuatan (strengths and virtues) guna mereduksi perilaku bullying pada peserta didik di sekolah menengah pertama, serta menguji tingkat kelayakan dan efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menerapkan model Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation (ADDIE). Subjek uji coba terdiri atas satu orang ahli materi bimbingan dan konseling, satu orang ahli media pembelajaran, dua orang guru bimbingan dan konseling, serta delapan orang siswa teridentifikasi pelaku bullying di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 55 Surabaya yang dipilih menggunakan teknik penarikan sampel bertujuan (purposive sampling). Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen lembar validasi ahli, angket keterpakaian pengguna, serta kuesioner perilaku bullying yang diberikan pada tahap sebelum uji coba (pretest) dan sesudah uji coba (posttest). Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan produk mencapai skor 98,3% dari ahli materi, 90,4% dari ahli media, dan 93,75% dari guru bimbingan dan konseling yang seluruhnya berada pada rentang kategori sangat baik. Hasil uji beda berpasangan (paired sample t-test) menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) yang membuktikan bahwa panduan yang dikembangkan efektif menurunkan frekuensi perilaku bullying secara signifikan.