Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Disrupsi Dunia Pendidikan Penerbangan Indonesia ChatGPT Dampak dan Manfaatnya Terhadap Dunia Pendidikan Agung Wahyu Wicaksono; Darmawanta Sembiring
SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia Vol. 3 No. 2 (2023): SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia
Publisher : Akademi Penerbang Indonesia Banyuwagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52074/skyhawk.v3i2.135

Abstract

Perkembangan industri 4.0 dan juga perkembangan teknologi informasi mengharuskan sistem Pendidikan kita harus berubah. Teknologi informasi seperti pisau bermata dua yang bisa memberikan manfaat ataupun petaka jika dilihat dari sudut pandang dunia Pendidikan. Perkembangan terbaru saat ini terkait teknologi informasi yang memberikan dampak yang besar terhadap dunia Pendidikan adalah kemunculan artificial intelligence (kecerdasan buatan) bernama ChatGPT. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dampak ChatGPT pada dunia Pendidikan terutama Pendidikan vokasi penerbangan dibawah BPSDM Perhubungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisa statistik dekristif. Jenis data yang digunakan adalah data primer berupa hasil persepsi taruna penerbangan dan data sekunder berupa hasil penelitian terhadahulu. 314 responden dari total 3141 taruna telah mengisi keusioner yang diberikan dari bulan februari s.d maret 2022. Teknik sampling yang digunakan adalah non probability sampling dengan teknik snowball. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 31,5% dari taruna penerbangan mengetahui terkait aplikasi ChatGPT dan 16,9% diantaranya pernah menggunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Aplikasi ChatGPT menjadi bermanfaat diterapkan sebagai alat bantu Pendidikan berupa literasi dengan menerapkan tigal langkah korektif berupa perubahan pola pengusahan dan pengembangan karakater, peningkatan literasi dan yang ketiga adalah pelaksanaan ujian secara mixing (campuran) dari tulis, oral dan juga praktek.
Penetapan Daerah Keamanan Terbatas Studi Kasus Bandara Banyuwangi Agung Wahyu Wicaksono; Fajar Alam Tonrariola; Hadi Prayitno
SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024): SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia
Publisher : Akademi Penerbang Indonesia Banyuwagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52074/skyhawk.v4i1.136

Abstract

Daerah Keamanan Terbatas (Security Restricted Area) di bandara berperan dalam mencegah akses tidak sah dan aktivitas kriminal di sekitar bandara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi desain Daerah Keamanan Terbatas dan pengendalian akses (Access Control) di Bandara Banyuwangi yang dioperasikan oleh Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipan, wawancara dengan pihak terkait, dan analisis dokumen terkait regulasi dan standar keamanan bandara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) atau pengelola bandara bertanggung jawab atas keamanan di sisi udara, namun melalui Memorandum of Understanding, tanggung jawab tersebut didelegasikan kepada Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Ditemukan kelemahan dalam pengendalian akses dan pengamanan di sisi udara yang dioperasikan oleh Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi, termasuk kurangnya penjagaan pada beberapa pintu akses dan belum adanya pemetaan Daerah Keamanan Terbatas. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk memperbaiki pengendalian akses dan pengamanan di Bandara Banyuwangi yang dapat meningkatkan keamanan operasional udara dan reputasi bandara.
Penerbangan Balon Udara di Indonesia Layak atau Tidak? Telaah Pengembangan Program API Banyuwangi Agung Wahyu Wicaksono; Andri Yagi Nur Idaman; Satria Leksmana Putra; Daniel D. Rumani
SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024): SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia
Publisher : Akademi Penerbang Indonesia Banyuwagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52074/skyhawk.v4i1.228

Abstract

Balon Udara merupakan salah satu jenis pesawat yang ada didunia termasuk dalam kategori lebih ringan dari udara (lighter than air). Balon udara tidak lagi menjadi alat angkut manusia utama konvensional, akan tetapi lebih banyak digunakan untuk keperluan penelitian dan pengembangan teknlogi seperti untuk membaca cuaca dan juga untuk pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu potensi penerbangan balon udara di Indonesia apakah layak untuk dikembangkan oleh API Banyuwangi baik dalam program komersial maupun pelatihan dengan mencari lokasi yang tepat yang dikaji dalam berbagai analisa. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan teoritis berdasarkan studi pustaka yang melibatkan beberapa unsur untuk memilih lokasi yang tepat untuk pengembangan pelatihan dan penerbangan komersial balon udara, memperkirakan aspek keuangan dengan besaran investasi yang digunakan untuk menghitung rencana pendapatan dan nilai uang di masa depan. Hasil analisa menunjukkan bahwa pulau Komodo dan pulau moyo menjadi alternatif terbaik dalam proses pengembangan balon udara dengan diperkuat dengan analisa SWOT dan juga NOISE akan tetapi peneltian ini masih belum menggabungkan dengan kategori cuaca dan/atau iklim yang mana akhir-akhir ini cepat berubah.
PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN SAAT PANDEMI DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEPUASAN KERJA DAN KINERJA Wicaksono , Agung Wahyu; Fadah, Isti; Wihadanto, Ake
Jurnal Penelitian Manajemen Terapan (PENATARAN) Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Manajemen STIE Kesuma Negara Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan protokol kesehatan efektif dalam pencehagan wabah tetapi membawa efek yang kurang bagi perusahaan karena terjadi penurunan permintaan barang / jasa. Protokol kesehatan menjadi salah satu metode yang digunakan Pemerintah Indonesia agar masyarakat/pegawai tetap dapat melaksanakan aktivitas dan bekerja meskipun dalam kondisi penuh keterbatasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kasualitas yang terjadi antara protokol kesehatan dengan kepuasan kerja dan kinerja pegawai selama pandemi Covid-19. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan analisis SEM-PLS dengan alat bantu SmartPLS. Total populasi sebanyaj 125 orang dan telah dilakukan pengambilan sampel sebanyak 96 orang dengan metode stratified proportionate sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa protokol kesehatan sebagai variabel eksogen memiliki hubungan kasualitas terhadap kepuasan kerja dan kinerja pegawai, sedangkan kepuasan kerja juga mampu memberikan mediasi secara partial terhadap hubungan protokol kesehatan dan kinerja pegawai. Besar pengaruh protokol kesehatan terhadap kepusan kerja adalah sebesar 42.1% sedangkan besar pengaruh protokol kesehatan dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai adalah sebesar 71.4%. Kata Kunci: Kepuasan Kerja, Kinerja, Protokol kesehatan
Quiet Quitter, Myth or Fact? Measuring Employee Engagement on Aviation Education Andi Frianto Peranginangin; Agung Wahyu Wicaksono
JKBM (JURNAL KONSEP BISNIS DAN MANAJEMEN) Vol. 10 No. 1 (2023): JKBM (JURNAL KONSEP BISNIS DAN MANAJEMEN) NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jkbm.v10i1.10296

Abstract

Organizational achievement of its vision and mission is supported by the level of employee engagement in the process. Employee engagement is directly proportional to employee performance, where em-ployees who perform well will always involve themselves with their work and duties. This study aims to measure employee engagement which is influenced by employee well-being, work environment, and, job design at the Air Transportation Human Resources Development Center which consists of 9 schools in Indonesia. Mixed methods were chosen in this study to provide a complete picture of employee engage-ment. The quantitative method uses SEM-PLS analysis with the SmartPLS3 tool which is strengthened by the results of collecting perceptions with open questions using qualitative methods. The results of the study show that employee well-being and job design influence employee engagement while the work environment fails to influence employee engagement. This study also proves that employee well-being can mediate the relationship between job design and work environment with employee engagement. The most dominant indicators of employee engagement are professionalism, comfort for employee well-being, and co-workers for the work environment while work design is dominated by work identity and ability variations.
MENGELOLA MANAJEMEN RISIKO MELALUI IDENTIFIKASI PROSES BISNIS DI BIDANG PENERBANGAN Wicaksono, Agung Wahyu; Peranginangin, Andi Frianto; Sonhaji, Imam
Jurnal Penelitian Vol. 9 No. 3 (2024): Jurnal Penelitian September 2024
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46491/jp.v8i4.1199

Abstract

Manajemen risiko merupakan metode yang digunakan untuk mengendalikan risiko yang penuh ketidakpastian, berdampak besar dan selalu mengancam. Tata kelola risiko sendiri terdiri dari identifikasi risiko, penilaian risiko, evaluasi risiko dan manajemen risiko. Manajemen risiko dapat dikembangkan dengan menggabungkan kerangka kerjanya dengan manajemen proses bisnis sehingga memudahkan dalam melakukan identifikasi risiko yang ada dalam setiap kegiatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan konsep pendekatan manajemen risiko melalui manajemen proses bisnis. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan dua jenis sumber data, yaitu data primer dan data sekunder. Alat bantu yang digunakan adalah mindmap dari aplikasi mind manager. Pelaksanaan penelitian dilakukan di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi selama sembilan bulan yang dimulai sejak bulan januari hingga sepetember 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kerangka kerja manajemen tersebut dapat dikembangkan bersamaan dan digunakan bersamaan dengan tujuan akhir adalah tata kelola risiko yang baik untuk mencapai tujuan organisasi. Pengembangan kedua kerangkan kerja ini dapat menambah nilai, memberi nilai dan menciptakan nilai baru selain menjaga nilai yang sudah ada.
Holding Point and Holding Pattern Feasibility Test for Training and Initial Approach Procedure Zepa, Giga Valtian; Fajril, Almeyda Iftitach; Wicaksono, Agung Wahyu
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 4 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v4i1.13406

Abstract

Holding pattern is an aircraft maneuver to remain in the air within a certain period to delay movement. This research aims to ascertain whether the creation of certain holding points used specificially for holding patterns exercises. This research uses the Research & Development (RnD) method which involves the process of planning, technical design, and feasibility test using Cessna 172Sp aircrafts. The results showed that the holding point could be carried out at the coordinates of the holding point coordinates 8°20'59"S 114°08'48.8"E which was then named point "MEYDA". The feasibility test results show that two holding patterns can be used, namely Model 1 (inbound 150° and outbound 330°) and Model 2 (inbound 080° and outbound 260°).
Apakah Aktivitas Ketarunaan Mempengaruhi Performa Terbang Malam? Wicaksono, Agung Wahyu; Arif Fathurrohman, Satrio; Rachman, M. Arief
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 16 No 03 (2023): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/langitbiru.v16i03.877

Abstract

Night flying training is one of the training stages that pilot cadets must take. Night flying training is full of risks because apart from dark conditions, pilot cadets also carry out activities all day long, and the possibility of fatigue and tiredness is greater. This research aims to measure the night flying performance of pilot cadets by using cadet activities as the independent variable. Fatigue is also used as an intervening variable in this research so that it can provide a complete image of night flying performance. This research uses quantitative methods with SEM-PLS analysis using the SmartPLS3 application. The research results showed that cadet activity had an influence on night flying performance while fatigue had no influence on night flying performance. Meanwhile, cadet activities do not have an influence on fatigue of pilot cadets
Safety Risk Assessment on Aircraft Marshaling Case Study at Indonesian Civil Pilot Academy of Banyuwangi Wicaksono, Agung Wahyu; Patompo, Putri Annatasah; Globalisasi, Safitri Era
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 18 No 2 (2025): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/langitbiru.v18i2.1264

Abstract

Aviation is subject to risks that emerge from all activities correlated with flight operations. Indonesian Aviation Academy Banyuwangi as an educational institution that participating in such activities, it is susceptible to various risks, ranging from the minor to the major risks. The marshaling activity is one of the crucial flight activities conducted by cadets of the Indonesian Civil Pilot Academy of Banyuwangi. This activity can be hazardous if not conducted properly and in compliance with the procedures. This research aims to determine the risks of marshaling activities at the Indonesian Civil Pilot Academy of Banyuwangi and propose effective mitigation strategies. The qualitative methodology was chosen in this research utilizing three stages of data collection techniques: observation, literature study, and interviews. The research results show that three primary risks occur in marshaling activities at the Indonesian Civil Pilot Academy of Banyuwangi, in particular, not using earplugs, not using safety vests and unclear parking markings. These three risks attributed to a lack of accountability, the absence of standard operating procedures, and insufficient provision of necessary equipment by the organization.
Efektivitas Metode Simulasi Total Physical Response pada Praktik Terbang Pre Solo Agung Wahyu Wicaksono; Stephen Huibert Daniel Agu; Arya Yuda Prawira
SKY EAST: Education of Aviation Science and Technology Vol. 3 No. 1 (2025): SKY EAST: Education of Aviation Science and Technology (January-June 2025)
Publisher : Politeknik Penerbangan Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61510/skyeast.v3i1.45

Abstract

Pilot training is a complex and demanding process, especially in the pre-solo phase where student pilots must master various technical and non-technical skills before being allowed to fly solo. One potential method to use is the Total Physical Response (TPR) method, which at the Indonesian Civil Pilot Academy of Banyuwangi is often referred to as "dryswim". This study uses a qualitative research method with a phenomenological analysis approach to explore how student pilots experience and perceive the use of the Total Physical Response (TPR) method during the pre-solo phase. The total population is 71 student pilots who have passed the pre-solo phase. The sample / informants in this study will be selected purposively with the main criteria being student pilots who most often use the Total Physical Response (TPR) or dryswim method during their training. The respondents / informants selected were 8 people from each class. The results of the study stated that many student pilots felt that Total Physical Response was effective and practical, especially if done consistently, and this was very helpful for those who still had difficulty in various aspects of flight such as landing and memorizing circuit procedures. In addition, Total Physical Response helps the body get used to the movements that are in accordance with the procedure, so that the brain can focus more on other aspects, increase self-confidence, and make flying smoother and more efficient.