Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DALAM PEMBANGUNAN SUATU STUDI DI DESA TAJAU MADA KECAMATAN SEBERUANG KABUPATEN KAPUAS HULU Maria Feny Fistriyanti; Rusdiono Rusdiono; Rasidar Rasidar
PublikA Jurnal Ilmu Administrasi Negara (e-Journal) Vol 11, No 4 (2022): PUBLIKA, EDISI DESEMBER 2022
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v11i4.3012

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terkait kepemimpinan kepala desa dalam pembangunan di Desa Tajau Mada Kecamatan Seberuang Kabupaten Kapuas Hulu. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan desain penelitian analisis deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori kepemimpinan dari Hersey dan Blanchard (dalam Thoha 2010,63) yang dikaji kedalam tiga indikatoryaitu : (1) pengarahan, masyarakat belum diarahkan dalam pelaksanaan program pembangunan, (2) koordinasi dan komunikasi, belum adanya koordinasi dan komunikasi yang baik antara kepala desa dan masyarakat dalam program perencanaan pembangunan desa dan (3) pengambilan keputusan, pengambilan keputusan dalam program pembangunan belum berdasarkan kebutuhan bersama. Saran yang penulis berikan yang menjadi urgensi dalam penelitian ini adalah kepala desa dalam mengoptimalkan perannya harusdapatmemberikan pengarahan yang baik kepada masyarakat tentang pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan, kepala desa harus dapat meningkatkan mitra hubungan yang baik dengan perangkat desa maupun masyarakat, bekerjasama, saling diskusi menyatukan usulanmaupun pendapat dengan masyarakat, bersikap adil dan terbuka tentang program pembangunan yang ada di desa.Kata Kunci :Kepemimpinan, Kepala Desa, Pembangunan
PENGEMBANGAN OBJEK WISATA MANGROVE MENUJU DESA EKOWISATA DI DESA SUNGAI KUPAH KECAMATAN SUNGAI KAKAP Jamilah Jamilah; Isdairi Isdairi; Rasidar Rasidar
PublikA Jurnal Ilmu Administrasi Negara (e-Journal) Vol 11, No 4 (2022): PUBLIKA, EDISI DESEMBER 2022
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v11i4.3000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang Pengembangan Objek Wisata Mangrove Desa Sungai Kupah menuju Desa Ekowisata. Masalah yang diteliti berupa kurangnya atraksi/aktivitas di Objek Wisata Mangrove, kurangnya sarana, prasarana dan kurangnya manajemen di Mangrove Sungai Kupah oleh Pemerintah serta dukungan dari Pemerintah. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan desain penelitian analisis deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori Swartbrooke (dalam Haryani,2007) yang terdiri dari : 1) Karakteristik Objek Wisata. Dalam mengembangkan Objek Wisata Mangrove di Desa Sungai Kupah masih kurang menarik dan perlu dikembangkan lagi agar wisatawan ketagihan untuk kembali lagi ke Objek wisata Mangrove; 2) Aksesbilitas. Akses jalan menuju Mangrove Desa Sungai Kupah menjadi hal yang sering kali dikeluhkan oleh pengunjung dikarenakan masih jelek dan dapat membahayakan pengunjung; 3) Pengelolaan Objek Wisata. Pengelolaan Objek Wisata Mangrove seperti promosi, informasi mengenai objek wisata, sarana akomodasi serta rute wisata masih tidak ada. Kurangnya penglolaan objek wisata tersebut menyebabkan Objek Wisata Mangrove Desa Sungai Kupah kurang dikenali oleh Masyarakat luas.Kata kunci: Ekowisata, Objek Wisata, Pengembangan.
Implementasi Kebijakan Pemungutan Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan Di Kecamatan Subah Kabupaten Sambas Rasidar Rasidar
Proyeksi: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 27, No 2 (2022): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/proyeksi.v27i2.3400

Abstract

Penelitian ini didasarkan atas adanya kondisi belum tercapainya tujuan implementasi kebijakan peralihan BPHTB di Kecamatan Subah Kabupaten Sambas secara efektif, hal ini terlihat antara lain, belum mendorong Pemerintah kabupaten Sambas untuk meningkatkan penerimaan BPHTB, target yang telah ditetapkan belum tercapai. Metode penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, data yang digunakan dalam penelitian ini data primer maupun sekunder yang diperoleh dari semua pihak yang terkait dalam implementasi kebijakan peralihan BPHTB. Hasil penelitian belum efektifnya implementasi kebijakan BPHTB di Kabupaten Sambas disebabkan antara lain belum adanya pengorganisasian implementasi kebijakan dengan baik, hal ini dapat diketahui bahwa kebijakan tersebut belum dibuat SOP pelaksana kebijakan, koordinasi antar implementor belum berjalan, belum adanya kebijakan turunan sehingga standar pelayanan terutama aparat desa masih menggunakan standar pelayanan yang berbeda-beda. Dengan adanya perbedaan interpretasi atau kurangnya pemahaman karena belum adanya petunjuk pelaksanaan yang jelas untuk melaksanakan kebijakan, sehingga para pelaksana kebijakan menganggap bahwa pencapaian tujuan kebijakan pengelolaan BPHTB berada sepenuhnya di BKD. Belum dibuatnya peraturan-peraturan yang berkaitan dengan operasional kegiatan yang jelas sehingga masing-masing instansi belum termotivasi untuk mengoptimalkan pengelolaan BPHTB terutama dalam pendataan objek/ subjek pajak. Dengan kondisi tersebut maka perlu dibentuk tim koordinasi yang bersifat tetap yang dapat mengkoordinir semua implementor dengan baik agar tujuan kebijakan dapat dicapai secara efektif dan efisien.
The effectiveness of village financial management in the implementation of accounting systems and procedures in Paloh District, Sambas Regency Pudjianto, S.Y; Rasidar, Rasidar; Chainar, Chainar; Purnama, Desca; Marini, Marini
Research Horizon Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : LifeSciFi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54518/rh.3.6.2023.179

Abstract

This research is based on the condition that the implementation of village financial management has not been maximized, which is reflected in poor financial administration and financial statements made not on time. The objectives of this study are 1. evaluate the effectiveness of the implementation of village financial management systems and procedures using the calculation of effectiveness ratio and efficiency ratio. 2. See what factors cause village financial management to not be optimal in Paloh District. The results showed that village financial management in eight villages in Paloh District was in accordance with the provisions of village financial management guidelines, and most villages reported that village budget realization could be said to be good because they were in the criteria of effective and efficient.
Pengelolaan Arsip Dalam Rangka Menunjang Tertib Administrasi Di Kantor Camat Paloh Kabupaten Sambas rasidar, rasidar
Proyeksi: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 28, No 2 (2023): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/proyeksi.v28i2.3432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan arsip di Kantor Camat Paloh dimulai dari penciptaan arsip, penyimpanan, pemakaian, peeliharaan dan penyusutan, kendala-kendala yang dihadapi serta upaya untuk menangani kendala sehingga bisa digunkan untuk menunjang tertib adminstrasi di Kantor Camat Paloh Kabupaten Sambas. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik Analisa data yang digunakan reduksi data, penyaijian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan pengelolaan arsip yang baik sangat perlu dilakukan agar data yang disajikan bisa lebih akurat dan tepat. Proses pengelolaan arsip yang dilakukan Kantor Camat Paloh sudah mengikuti Peraturan Bupati Nomor 50 Tahun 2019 hanya saja masih ada beberapa kendala yang dihadapi antara lain sarana dan prasarana untuk pengarsipan dan tidak adanya staf khsusus yang menangani kearsipan sehingga pengarsipan dilakukan di masing-masing seksi. Saran yang diberikan untuk peneltian ini antara lain sarana dan prasarana yang ada dipelihara dan dirawat sehingga arsip dapat terjaga dan terhindar dari kerusakan. Selain itu . agar staf atau pegawai di Kantor Kecamatan Paloh dapat mengelola arsip dengan baik hendaknya para pengelola arsip tersebut diikutsertakan dalam kursus-kursus atau diklat-diklat kearsipan dan penggunaan teknologi canggih. Kata Kunci : pengelolaan arsip, administrasi, Kantor Camat Paloh
Sosialisasi Tentang Pencegahan Gizi Buruk dalam Upaya Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak Anwar, Hairil; Hardilina; Rasidar; Apriyanto, Dhidik; Marini
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): January 2024
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jpm.v4i3.1576

Abstract

Central Village, Mempawah Hilir District, Mempawah Regency, still has malnutrition sufferers. There are 24 malnourished children in the region. This is the concern of the Mempawah Regency government in dealing with malnutrition sufferers, Kelurahan Tengah is an urban area close to the decision-making centre. Several problems trigger malnutrition in Central Village, including mothers who have children rarely go to Posyandu to weigh children, so children under five who experience weight loss are not immediately anticipated, then non-health factors in the form of poverty, social, cultural, education, and infrastructure, and health factors in the form of poor community nutrition knowledge. The purpose of this community service is to educate mothers who have children under five knowledge about the importance of nutritious food intake for toddlers to become healthy and smart children, as well as knowledge about supplementary feeding (PMT) as an effort to overcome malnutrition such as (MP-ASI) and PMT Recovery of Malnutrition with local specialities.  PKM partners are families (mothers who have children under five/mothers who have children under five who suffer from malnutrition). The method of implementing PKM is in the form of lectures, and discussions. PKM results show that most partners (90%) understand the material presented in socialisation activities. Most partners can answer questions about knowledge about nutrition and complementary feeding (MP-ASI) as well as supplementary feeding (PMT) post-malnutrition recovery to meet balanced nutrition for children under five.
The Role of National Narcotics Regency in the Drug Abuse Prevention Program in Mempawah Regency Chainar, Chainar; Purnama, Desca Thea; Marini, Marini; Rasidar, Rasidar; Darmawan, Deni
Research Horizon Vol. 4 No. 5 (2024): Research Horizon - October 2024
Publisher : LifeSciFi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54518/rh.4.5.2024.366

Abstract

Drug abuse is a serious problem that threatens the younger generation, including teenagers, in Mempawah Regency. The District National Narcotics Agency (Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota or BNNK) has an essential role in the prevention and eradication of drug abuse and illicit circulation (P4GN) program. This study aims to describe the role of BNNK in the P4GN program in Mempawah Regency. This study uses a qualitative method with descriptive analysis, a technique for determining purposive sampling informants according to the criteria; the informants in this study consist of representatives of adolescents, the government, schools and BNNK officers. Data collection techniques include observation, interviews, documentation, and data validation techniques using triangulation. The results of the research show that BNNK Mempawah has carried out and carried out its role as the implementing officer of the P4GN program, among its roles in conducting education and counseling about the dangers of drugs, early detection through random urine tests and rehabilitation as well as strict law enforcement. The researcher also gave several recommendations so that the role of BNNK is more optimal, and the recommendations are to increase Penta helix cooperation between agencies (government, private sector, academics, community and media), increase budget and human resource development, utilize technology and anti-stigma campaigns.
SISTEM PENGELOLAAN ARSIP AKTIF DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KOTA SINGKAWANG Martinus, Martinus; Rasidar, Rasidar; Sihaloho, Nahot Tua Parlindungan
Proyeksi: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 29, No 1 (2024): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/proyeksi.v29i1.3448

Abstract

Penelitian ini berjudul “Sistem Pengelolaan Arsip Aktif di Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kota Singkawang”. Dengan melihat perkembangan teknologi saat ini, semakin menuntut betapa pentingnya informasi bagi setiap organisasi atau lembaga baik itu di instansi Pemerintahan bahkan di swasta sekalipun. Oleh karena itu keseluruhan kegiatan organisasi membutuhkaan informasi sebagai pendukung proses kerja administrasi serta pelaksanaan fungsi manajemen. Salah satu sumber informasi yang dapat menunjang proses kegiatan administrasi adalah arsip. Adapun tehnik pengumpulan data yang diperlukan seperti : Observasi, wawancara, dan Dokumentasi. Sedangkan masalah penelitiannya adalah: hambatan-hambatan atau kendala apa saja yang ditemui dalam sistem pengelolaan arsip aktif. Adapun analisa data yang digunakan dalam penelitian ini, data Reduction, Display, dan verification. Oleh karena itu tujuan dari permasalahan ini adalah untuk mengetahui atau mendeskripsikan bagaimana sistem pengelolaan arsip aktif di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Singkawang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Sistem pengelolaan arsip aktif di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Singkawang menunjukkan bahwa dimana dalam penciptaan arsip, pemeliharaan arsip dan penyusutan arsip masih belum optimal, hal ini terbukti dari hasil penelitian dilapangan yang telah dilakukan menunjukkan segala aspek sistem pengelolaan arsip dari proses permulaan surat masuk maupun surat keluar proses pencatatan hingga penyusutan masih belum berjalan secara optimal. Hal ini jelas tidak mengacu pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 Tentang Kearsipan, dan juga pada Peraturan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 453 Tahun 2005 tentang tata kelola arsip. Kata Kunci: Aktif; Arsip; Sistem Pengelolaan
Management of APB DESA in Community Empowerment in Sejegi Village, East Mempawah District, Mempawah Regency Anwar, Hairil; Chainar, Chainar; Rasidar, Rasidar; Desca Thea Purnama; marini, marini
International Journal of Education, Vocational and Social Science Vol. 2 No. 04 (2023): November, International Journal of Education, vocational and Social Science (I
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijevss.v2i04.607

Abstract

The purpose of this study is to describe the Management of APBDesa (Village Fund Allocation) in Community Empowerment in Sejegi Village, East Mempawah District, Mempawah Regency. This type of description research uses qualitative methods and data collection techniques through observation, interviews and documentation. Informants are determined by purposive techniques, consisting of the Village Secretary, BPD Chairman, Kadus, and the people of Sejegi Village. Research analysis according to Miles and Huberman includes data reduction, data display, and verification/conclusion. The results of the study illustrate; That APBDesa (Village Fund Allocation) management is quite transparent, and the 2022 budget plan and realization have been published to the public. Accountability of the APBD Accountability Report is late, and LPJ is incompletely submitted by the Head of the District to BPD which has implications for the performance assessment of the Kades. Participation in the planning and implementation of APBDesa management has involved the community through MUSDUS (Dusun Meeting) and MUSDES (Village Meeting), and involvement in village development projects. The effectiveness in planning the APBDesa (Village Fund Allocation) has not been effective, the small budget allocated for the field of community empowerment, the field of development, and the field of community development, and the construction of Village Offices are not on target. The efficiency of ADD implementation has not been efficient, the field of village government administration has received a larger allocation than the field of empowerment and the occurrence of budget wastage. Community empowerment has not been optimal, due to low community awareness and leadership factors of the village head, lack of budget and programs, and the absence of Village BUM as a village economic institution.
Optimalisasi Manajemen Program 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) : Intervensi Gizi Melalui Edukasi Berbasis Komunitas di Wilayah Pedesaan Rasidar, Rasidar; Anwar, Hairil; Marini, Marini; Aprianto, Didik; Hardilina, Hardilina
Welfare : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Welfare : June 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/welfare.v3i2.2294

Abstract

Malnutrition is still a serious challenge in rural areas of Indonesia, including in Penibung Village, Mempawah Hilir District. The impacts include physical growth, cognitive development, and overall quality of life. This Community Service (PKM) activity aims to increase public understanding and awareness of the importance of balanced nutrition through interactive education based on the Participatory Action Research (PAR) approach. The activity was carried out using a participatory counseling method involving housewives and integrated health post cadres. The material includes an introduction to macro and micro nutrition, the short and long-term impacts of malnutrition, and the importance of fulfilling nutrition in the first 1,000 days of life (HPK). The evaluation showed an increase in participant knowledge by 35% based on the post-test results, as well as the emergence of behavioral changes in managing family diets. These results indicate that dialogic and visual-based counseling is effective in building nutritional awareness at the community level and is worthy of being replicated sustainably.