Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Archives Management in Support Official Administration in Toho Subdistrict Head Office, Mempawah Regency Martinus Martinus; Nahot Tua Parlindungan Sihaloho; Dina Nur Shadrina
Ilomata International Journal of Social Science Vol 3 No 1 (2022): January 2022
Publisher : Yayasan Ilomata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.879 KB) | DOI: 10.52728/ijss.v3i1.391

Abstract

This study aims to analyze and describe the management of archives in support of administrative order at the Toho sub-district office, Toho district, Mempawah regency. This problem was chosen to look at the issues that exist in the management of archives or archives that exist, especially in the Toho District office of Mempawah Regency, especially those related to the problem of managing letters and arranging archives at the Toho Sub-district office because there are phenomena that indicate where in the management, mail or control. And the arrangement of the archives is still not done well; in other words, it has not been done as desired, or there are still some obstacles, especially those related to archive problems. Therefore, the archive is essential in supporting the orderly administration in the office so that there are no archiving problems that will make the paperwork in the office not recorded neatly or adequately. The results of this study indicate that the management, control, and arrangement of archives or archives at the Toho sub-district office are still not carried out properly, so an understanding of adequate archival equipment procedures is needed so that activities in archives management can be carried out as well as possible. This must be guided by the Governor's Regulation No. 453 of 2005 concerning reasonable and correct archival procedures.
EVALUASI PROGRAM PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN DANAU NON-PRODUKTIF MENJADI TAMBAK IKAN Arifin Arifin; Riadi Budiman; Martinus Martinus
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6643

Abstract

Abstrak: Desa Mandor di Kabupaten Landak memiliki beberapa danau yang tidak dimanfaatkan secara ekonomi. Tujuan pelaksanaan pengabdian yaitu memanfaatkan salah satu danau menjadi tambak ikan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Metode pelaksanaan melalui sosialisasi, serta pelaksanaan kegiatan berbasis masyarakat. Mitra dalam pelaksanaan pengabdian ini berjumlah 3 kelompok dengan masing-masing kelompok dua kepala keluarga. Terdapat dua penilaian yang dilakukan yaitu penilaian selama pembuatan tambak dan tahap perdana pembudidayaan ikan. Penilaian selanjutnya adalah mengevaluasi pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan. Hasil pelaksanaan program pada tahap pembuatan tambak serta budidaya ikan sangat berhasil. Keberhasilan pelaksanaan dan pembudidayaan ikan dapat ditetapkan 100%. Indikator keberhasilan dinilai dari ketercapaian target jumlah pembuatan tambak, keterserapatan dana, serta keberhasilan pembudiyaan ikan perdana. Prospek keberlanjutan program sangat baik karena program yang dijalankan bisa bertahan dengan efektif selama lima tahun. Permasalahan keberlanjutan program berbenturan dengan kewenangan pengelolaan danau atas Pemerintah Kabupaten bukan pada Pemerintah Desa. Masalah ini menjadi salah satu penyebab menurunya semangat mitra dalam pengelolaan tambak ikan lebih lanjut.Abstract: Mandor Village in Landak Regency has several lakes that did not use economically. The purpose of implementing the service is to use one of the lakes as a fish pond in an effort to empower the community's economy. The method of implementation is through socialization, as well as the implementation of community-based activities. Partners in the implementation of this service are village communities living around the lake. Partners were divided into three groups with two Family Heads in each group. There are two assessments carried out, namely the assessment during the construction of the pond and the initial stage of fish farming. The next assessment is to evaluate the implementation of the activities that have been carried out. The results of the program implementation at the stage of making ponds and fish farming were very successful. The success of the implementation and cultivation of fish can be determined 100%. Indicators of success are assessed from the achievement of the target for the number of ponds, the availability of funds, and the success of the initial fish farming. The prospects for the sustainability of the program are very good because the programs that are implemented can last effectively for five years. The problem of program sustainability conflicts with the authority of lake management on the Regency Government, not with the Village Government. This problem is one of the causes of the declining spirit of partners in the further management of fish ponds.
Why are the younger generation anti-political?: critical discourse analysis on political education for beginners Saherimiko Saherimiko; Ira Patriani; Nahot Tua Parlindungan Sihaloho; Martinus Martinus; Herri Junius Nge
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1100900

Abstract

There are numerous ways for the younger generation to participate in politics, but there are evidence that they are unwilling to join (anti-politics). This study tries to expose two things: (1) the causes of this trend, and (2) remedies to support smooth political circulation in Indonesia as a democratic country. This study accomplishes this purpose by employing Fairclough's Critical Discourse Analysis (CDA). Data acquired from the controversial documentary Sexy Killer's netnography on YouTube. This study highlights several significant findings, particularly the ambivalence and conflict between reality and ideals in today's youth and society. They are skeptical of the earnestness and dedication of government leaders elected through a democratic political process. At the same time, people expect government personnel to carry out their responsibilities. The implications of this study's findings are a criticism of the political education model, which has so far prioritized practical factors above theoretical aspects (content, composition, and proportion).
Model of Human Resource Management Based on Strengthening The Role of Women in Economics and Politics Ventje Jeffry Kuhuparuw; Isdairi; Hardilina; Martinus; Syarifah Nurma Afhiani; Elyta Elyta
Asian Journal of Management, Entrepreneurship and Social Science Vol. 3 No. 02 (2023): May, Asian Journal of Management, Entrepreneurship and Social Science
Publisher : Cita Konsultindo Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was written to reconstruct a human resource management paradigm centered on enhancing women's economic and political roles. The library research method was used to construct this article, with a qualitative approach to data collection relevant to the research object. This paper covers the role of women in economic and political spheres, as well as the barriers they face. One of the impediments to women's empowerment is the patriarchal nature of Indonesian culture. Several recommendations for strengthening human resources based on increasing women's economic and political participation include: (1) education and training; (2) access to resources; (3) legal protection; (4) political participation; (5) funding; (6) cooperation; (7) networking and coalitions; (8) community sensitization; and (9) monitoring and evaluation.
SISTEM PENGELOLAAN ARSIP AKTIF DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KOTA SINGKAWANG Martinus, Martinus; Rasidar, Rasidar; Sihaloho, Nahot Tua Parlindungan
Proyeksi: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 29, No 1 (2024): PROYEKSI, Jurnal Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/proyeksi.v29i1.3448

Abstract

Penelitian ini berjudul “Sistem Pengelolaan Arsip Aktif di Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kota Singkawang”. Dengan melihat perkembangan teknologi saat ini, semakin menuntut betapa pentingnya informasi bagi setiap organisasi atau lembaga baik itu di instansi Pemerintahan bahkan di swasta sekalipun. Oleh karena itu keseluruhan kegiatan organisasi membutuhkaan informasi sebagai pendukung proses kerja administrasi serta pelaksanaan fungsi manajemen. Salah satu sumber informasi yang dapat menunjang proses kegiatan administrasi adalah arsip. Adapun tehnik pengumpulan data yang diperlukan seperti : Observasi, wawancara, dan Dokumentasi. Sedangkan masalah penelitiannya adalah: hambatan-hambatan atau kendala apa saja yang ditemui dalam sistem pengelolaan arsip aktif. Adapun analisa data yang digunakan dalam penelitian ini, data Reduction, Display, dan verification. Oleh karena itu tujuan dari permasalahan ini adalah untuk mengetahui atau mendeskripsikan bagaimana sistem pengelolaan arsip aktif di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Singkawang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Sistem pengelolaan arsip aktif di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Singkawang menunjukkan bahwa dimana dalam penciptaan arsip, pemeliharaan arsip dan penyusutan arsip masih belum optimal, hal ini terbukti dari hasil penelitian dilapangan yang telah dilakukan menunjukkan segala aspek sistem pengelolaan arsip dari proses permulaan surat masuk maupun surat keluar proses pencatatan hingga penyusutan masih belum berjalan secara optimal. Hal ini jelas tidak mengacu pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 Tentang Kearsipan, dan juga pada Peraturan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 453 Tahun 2005 tentang tata kelola arsip. Kata Kunci: Aktif; Arsip; Sistem Pengelolaan
KINERJA APARATURSIPILNEGARADALAMPENERBITAN KARTUIDENTITASANAK DIDINASKEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATENSANGGAU TAHUN2020 Ergo, Stevanus Julius; Sujendra, Bima; Martinus, Martinus
GOVERNANCE, Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 13, No 2 (2024): GOVERNANCE, EDISI JUNI 2024
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/gov.v13i2.4305

Abstract

Stevanus Julius Ergo. Kinerja Aparatur Sipil Negara Dalam Meningkatkan PenerbitanKartuIdentitasAnakdiDinasKependudukanDanPencatatanSipilDiKabupatenSanggauTahun 2020. Skripsi. Program Studi Ilmu Administrasi Publik. Fakultas Ilmu Sosial danIlmuPolitikUniversitasTanjungpura.Pontianak.2022.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa Kinerja Aparatur SipilNegaraDalamMeningkatkanPenerbitanKartuIdentitasAnakdiDinasKependudukandanPencatatan Sipil Kabupaten Sanggau, yang belum berjalan optimal dalam meningkatkanpenerbitanKartuIdentitasAnak.Dalampenelitianinimenggunakanpendekatankualitatif.Hasil penelitian berdasarkan teori Agus Dharma (2019:355), menunjukkan bahwa: 1)Kuantitas, kinerja aparatur dinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten Sanggaumasih belum seperti yang diharapkan. Penyebab pekerjaan yang tidak dapat diselesaikandengan cepat adalah a) faktor intermal, seperti kurangnya kepuasan kerja dari aparatur,sehingga menghambat selesainya pekerjaan. b) faktor eksternal, dimana masyarakat yangdatang tidak bisa menunggu dengan sabar dan harus selesai hari itu juga, sedangkanpekerjaanyangdilaksanakantidakhanyasatusaja.2)Kualitasaparaturdinaskependudukan dan pencatatan sipil kabupaten Sanggau masih harus ditingkatkan lagi,karena masih banyak aparat yang tidak taat terhadap peraturan yang telah ditetapkan olehdinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten Sanggau, terutama jam masuk danpulang kantor. Serta masih ada aparat yang belum memahami pekerjaan dan bidangnya,sehinggadalam prosespelayanan administrasi cukupmemakan waktuyang lama. 3)Ketepatanwaktu,masihharusditingkatkan,karenamasihadakendalayangditemuidalamketepatan penyelesaian tugasnya. Aparatur dinas yang kurang memiliki inisiatif untukmenyelesaikanpekerjaannyatepatwaktudankurangkesadaranterhadaptanggungjawabnya, serta tidak bisamemanfaatkan waktu dengan seefisen mungkin agarlebihmengerjakanpekerjaan dengan tepatsesuaitargetdan tidakmenunda-nundawaktudalam  menyelesaikan pekerjaannya. Saran yang direkomendasikan adalah dinas kependudukandanpencatatansipilkabupatenSanggauharusmeningkatkankepuasankerjadanmenciptakanlingkungankerjayangnyaman,sertamencukupisaranadanprasaranapenunjangpekerjaanagarkuantitaskerjaaparaturdinasdapatberjalansepertiyangdiharapkan. KataKunci:Aparatur,DinasKependudukandanPencatatanSipil, Kinerja.
PERAN BADAN PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH DALAM PELAKSANAAN PEMUNGUTAN PAJAK RESTORAN DI KABUPATEN LANDAK CANNO, NINDRIA BONYU; Eka, Agus; Martinus, Martinus
GOVERNANCE, Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 13, No 3 (2024): GOVERNANCE, EDISI SEPTEMBER 2024
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/gov.v13i3.4316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Peran Badan Pajak dan Retribusi Daerah dalam pelaksanaanpemungutanpajak restoran di Kabupaten Landak. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodekualitatifdeskriptif. Penelitian ini menggunakanteoriperan pemerintah menurut Arif (Dalam Nurdin 2014) yang terdiridari: 1) Regulator, kesimpulannya adalah sudahmempunyaiperaturan yang sudahmencakupkeseluruhan mengenai syarat dan kewajibanwajibpajak restoran yang terdapat di Perda; 2) Dinamisator, kesimpulannya adalah Badan Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Landak melakukansosialisasi dengan kegiatanpenyuluhansecara langsung maupunmelalui media sosial salah satunyainstagram dan melaluispanduk; 3) Fasilitator, kesimpulannya adalah Badan Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Landak telahmenyediakansarana dan prasarana yang cukup memadaisertasumberdayamanusia yang masih kurang: 4) Katalisator, kesimpulannya adalah Badan Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Landak terusmelakukangebrakanterbarudengenmemperkenalkansistemterbaru untuk melapor dan membayarpajaksecaraelektronik dengan maksud untuk mempermudahmasyarakat. Dengan hasil penelitian ini diharapkanperan Badan Pajak dan Retribusi Daerah dapat melaksanakanperannya baik itu secara regulator, dinamisator, fasilitatormaupunkatalisatormenjadilebih baik lagi darisebelumnya. Untuk itu Badan Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Landak disarankan untuk dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. KataKunci:Peran Pemerintah, Pemungutan, Pajak Restoran.
Case study of the promotion policy culture in the preservation of the dayak bidayuh nibakng religious tradition in the Borderlands Siding district, Bengkayang Regency Yulius Yohanes; Martinus Martinus; Messy Cosella; Julia Magdalena Wuysang
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 3 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020244569

Abstract

The Nibakng tradition is a vital cultural heritage that embodies local wisdom and is closely tied to the community's identity. However, with the rapid advancement of globalization and modernization, the tradition faces the risk of disappearing. This study aims to analyze cultural promotion policies and their role in preserving the Nibakng religious practice, which is embraced by the Dayak Bidayuh community in the border region of Siding District, Bengkayang Regency, West Kalimantan Province. A qualitative approach was employed, using in-depth interviews with local communities, traditional leaders, and policymakers, alongside document analysis of cultural promotion policies. The findings revealed that while these policies have contributed to the preservation of Nibakng, several obstacles remain, such as limited budget allocation, insufficient focus on involving younger generations, and challenges in local implementation. The study concludes that cultural promotion policies can help strengthen local cultural identity if they are supported by collaboration among local governments, traditional institutions, and communities. This research emphasizes the need for more comprehensive policy improvements, greater youth involvement, and enhanced cross-border cooperation with neighboring countries to ensure the sustainability of the Nibakng tradition, ultimately fortifying national identity in the border region.
IMPLEMENTASI PROGRAM KARTU IDENTITAS ANAK DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN SAMBAS Azhari, Azhari; Erdi, Erdi; Martinus, Martinus
PublikA Jurnal Ilmu Administrasi Negara (e-Journal) Vol 13, No 1 (2024): PUBLIKA EDISI MARET 2024
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v13i1.3197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalis proses implementasi program Kartu Identitas Anak di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sambas. Permasalahan dalam proses implementasi Kartu Identitas Anak ini yaitu sering terjadinya keterlambatan dalam pencetakan Kartu Identitas Anak yang mengakibatkan timbulnya keluhan dari masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triangulasi, yaitu teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Dalam penelitian ini menggunakan teori O’Jones (dalam Widodo, 2018 : 90-94) yang membahas tiga tahapan dalam proses implementasi yaitu: 1) Tahap Pengorganisaian, kesimpulan dari aspek ini adalah penetapan manajemen pelaksana dan penetapan jadwal kegiatan belum optimal. Pada penetapan manajemen pelaksana belum dilakukannya kerjasama untuk pemanfaatan Kartu Identitas Anak sedangkan pada penetapan jadwal kegiatan, adanya ketidaksesuaian jadwal pelaksanaan 2) Tahap interpretasi, kesimpulannya dari aspek ini terdapat kekurangan yaitu adanya kesalahan interpretasi oleh masyarakat terkait manfaat Kartu Identitas Anak dan belum menyeluruhnya sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sambas. 3) Tahap aplikasi, kesimpulan dari aspek ini adalah masih belum optimal, dimana pelayanan yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sambas masih tidak sesuai dengan pengaplikasian SOP yang telah ditetapkan sebelumnya. Saran yang direkomendasikan oleh peneliti adalah agar implementor dapat melakukan koordinasi antar stakeholder pemanfaatan Kartu Identitas Anak, selain itu juga lebih memaksimalkan sosialisasi kepada masyarakat terkait manfaat kartu tersebut baik secara langung maupun tidak langsung.  Untuk implementor harus mentaati SOP yang telah dibuat agar tidak adanya keterlambatan pencetakan.               Kata kunci: Proses, Implementasi, Program
STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN PARIWISATA PANCUR AJI YANG BERDAYA SAING DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN SANGGAU Ramadhan, Syahrul; Martoyo, Martoyo; Martinus, Martinus
PublikA Jurnal Ilmu Administrasi Negara (e-Journal) Vol 12, No 2 (2023): PUBLIKA EDISI JUNI 2023
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v12i2.3105

Abstract

This study aimed to discover the development strategy of a competitive and environmentally friendly tourism area which was located in Sanggau Regency, namely Pancur Aji Tourism. This research used a descriptive study with a qualitative approach. This study used Suwantoro Gamal’s theory (1997) which consisted of attraction, tourism activity, accommodation, infrastructure, and institutional elements. The results showed that the tourism activity as the attraction and to impress the tourist was still inadequate, the development carried out was quite good in terms of tourist facilities and infrastructure as well as tourist service facilities but there was still no transportation service, and the infrastructure and institutional elements were quite good but still not optimal due to lack of access to the entrance of the tourist attractions and the cooperation between The Culture and Tourism Department of Sanggau Regency had not been maximized yet. The researcher suggests that The Culture and Tourism Department should strive for optimal development so that it can be realized and materialized that the Pancur Aji tourist attraction becomes better, can compete, and becomes superior. Keywords: Strategy, Development, Tourism