Sri Maryuni
Untan

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengembangan Objek Wisata “Cinta Mangrove Park” Di Desa Sungai Bakau Besar Laut Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah E1011161022 Adriel Jonah Abdinta Kotte; Sri Maryuni; Indah Sulisdiani
PublikA Jurnal Ilmu Administrasi Negara (e-Journal) Vol 9, No 2 (2020): PUBLIKA, EDISI JUNI 2020
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v9i2.2768

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya pengembangan Objek Wisata “Cinta MangrovePark” yang ada di Desa Sungai Bakau Besar Laut Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah.Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan desainpenelitian analisis deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori pengembangan pariwisata dari Yoeti(2016:48-49) yang dikaji kedalam enam indikator yaitu: 1) wisatawan (tourist), jumlah kunjunganwisatawan semakin menurun dalam beberapa tahun terakhir, serta masih didominasi oleh wisatawanlokal yang berasal dari daerah sekitar Kabupaten Mempawah, 2) transportasi, sudah cukup memadai,namun aksebilitas menuju objek wisata yang masih kurang baik 3) fasilitas pelayanan, sarana danprasarana pariwisata yang masih kurang dalam menunjang kegiatan pariwisata, 4) informasi danpromosi yang diberikan belum efektif untuk mendatangkan wisatawan, 5) atraksi wisata yang belumsepenuhnya dimanfaatkan guna menarik minat wisatawan untuk berkunjung, dan 6) kelembagaanpariwisata yakni terkait hubungan kerjasama dalam pengembangan Objek Wisata “Cinta MangrovePark” antara pemerintah, swasta dan masyarakat setempat masih belum terjalin dengan baik.Beberapa saran yang penulis berikan yang menjadi urgensi dalam penelitian ini adalah agarPemerintah Kabupaten Mempawah dan Pengelola Objek Wisata “Cinta Mangrove Park” lebihmemperhatikan pengelolaan dan pengembangan pada obyek wisata yang sangat potensial secarakhusus Objek Wisata “Cinta Mangrove Park”, meningkatkan kerjasama dengan pihak-pihak terkait,lebih memanfaatkan teknologi sebagai media promosi, serta memperbaiki sarana dan prasarana yangdimiliki untuk menunjang aktivitas pariwisata yang ada di Objek Wisata “Cinta Mangrove Park” gunadapat terlaksananya pengembangan Objek Wisata “Cinta Mangrove Park” secara optimal.
PERAN DINAS PARIWISATA PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA SINGKAWANG DALAM PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA MANGROVE SETAPUK BESAR KOTA SINGKAWANG E1011161105 Pandu Pranoto; Sri Maryuni; Joko Triyono
PublikA Jurnal Ilmu Administrasi Negara (e-Journal) Vol 9, No 2 (2020): PUBLIKA, EDISI JUNI 2020
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v9i2.2784

Abstract

Tujuanpenelitianiniadalahuntukmengetahui pelaksanaan Peran Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Kota Singkawang Dalam Pengembangan Destinasi Wisata Mangrove Setapuk Singkawang. Penelitianinimenggunakanmetodepenelitiandeskriptifmelaluiteknikpengumpulan data dengancaraobservasi, wawancaradandokumentasimelaluipendekatankualitatif. Teori yang digunakandalampenelitianiniyaituteoridari Pitana dan Gayatri (2005,95) yang didasarkan pada variabel-variabel yang mempengaruhi suatu pemerintah daerah yang memiliki peran untuk mengembangkan potensi pariwisata daerah yaitu: 1).Motivator,pelaksanaan peran dinas pariwisata pemudadan olahraga sebagai motivator masih belum maksimal dikarenakan tidak memiliki jadwal pastidalam memberikan motivasi. 2).Fasilitator.pelaksanaan peran dinas pariwisata pemuda dan olahraga sebagai fasilitator belum maksimal destinasi wisata mangrove setapuk masih memiliki akses jalan yang kurang memadai akses jalan tersebut hanya dapat dilalui kendaraan roda dua, dan terdapat jembatan yang sudah rusak yang harus di perbaiki. 3).Dinamisator, pelaksanaan peran dinas pariwisata pemuda dan olahraga sebagai dinamisator dirasa cukup baik dapat dilihat dari dinas pariwisata singkawang dan dinas pariwisata provinsi saling mendukung dalam pembangunan wisata yangada di singkawang. Adapun saran yang direkomendasi oleh peneliti adalah diharapkan bagi dinas pariwisata pemuda dan olahraga kota singkawang dapat berperan aktif dalam memberikan motivasi bagi masyarakat sekitar destinasi wisata mangrove setapuk besar, selain itu diharapkan juga dapat melakukan kerjasama dengan pihak luar dalam memfasilitasi wisata mangrove setapuk besar agar lebih baik lagi
PELAYANAN PLN (PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA) PERSERO DALAM PROGRAM LISTRIK MASUK DESA DI DESA SENAKIN KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK E1012151004 Darwin Candra; Sri Maryuni; Ira Patriani
PublikA Jurnal Ilmu Administrasi Negara (e-Journal) Vol 9, No 1 (2020): PUBLIKA, EDISI MARET 2020
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v9i1.2754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pelayanan PLN Kalimantan Barat dalam pelayanan program listrik masuk desa di Desa Senakin Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak. adapun fokus penelitian ini adalah pelayanan PLN Kalimantan Barat dalam program listrik masuk desa di Desa Senakin Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak, yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih terdapat dua dusun di Desa Senakin yang belum teraliri listrik. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Pelayanan PLN Kalimantan Barat memiliki fasilitas yang memadai dan pemerintah pusat memiliki anggaran DAK bidang energi pedesaan. memiliki peralatan yang baik dan mumpuni, serta tim yang terampil dan memiliki kualitas dalam proses pemasangan listrik dan terjalinnya komunikasi antara masyarakat dengan pihak PLN. Memiliki standar pelayanan atau jasa yang dijanjikan serta kehandalan pihak PLN yang memiliki kesadaran dan keinginan untuk membantu masyarakat. (2) Kendala yang dialami pihak PLN adalah masalah letak geografis wilayah yang berbukit sehingga menyulitkan untuk pembangunan, ditambah lagi kebijakan pembangunan listrik di desa merupakan kebijakan atau wewenang pemerintah dan PLN pusat..
PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP DISIPLIN KERJA PEGAWAI KANTOR KECAMATAN JONGKONG KABUPATEN KAPUAS HULU E1011161074 Cici Parlina; Sri Maryuni; Hairil Anwar
PublikA Jurnal Ilmu Administrasi Negara (e-Journal) Vol 10, No 1 (2021): PUBLIKA, EDISI MARET 2021
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v10i1.2821

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi kerja danlingkungan kerja terhadap disiplin kerja pegawai Kantor Kecamatan Jongkong KabupatenKapuas Hulu. Permasalahan dalam penelitian ini mengenai kurangnya disiplin kerja pegawaidi Kantor Camat Jongkong Kabupaten Kapuas Hulu. Penelitian ini menggunakan metodepenelitian kuantitatif yang dilakukan dengan uji statistik korelasi ganda, analisis regresiberganda, dan determinasi (R Square). Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teoridari Tohardi (2002, 397) antara lain punishment and reward (hukum dan penghargaan), sikapadil dan tegas, motivasi, keteladanan pimpinan, lingkungan yang kondusif, dan ergonomis(lingkungan fisik yang aman dan nyaman). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapatkoefisien korelasi (R) antara motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap disiplin kerjapegawai adalah sebesar 0,571 dengan arah hubungan positif dan menunjukkan hubungan yangsedang.
IMPLEMENTASI PROGRAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) DI DESA LINTAH TAUM KECAMATAN TANAH PINOH BARAT KABUPATEN MELAWI E1012161074 Susanti; Sri Maryuni; Dewi Utami
PublikA Jurnal Ilmu Administrasi Negara (e-Journal) Vol 9, No 4 (2020): PUBLIKA, EDISI DESEMBER 2020
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v9i4.2803

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses implementasi pendidikan anak usia dini  di Desa Lintah Taum Kecamatan Tanak Pinoh Barat Kabupaten Melawi. Masalah dalam penelitian ini yaitu: 1. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang program PAUD. 2. Ada 35% Anak yang belum mengikuti program PAUD. 3. Sumber Daya Manusia (SDM) Guru kurang mendukung. 4. Belum ada sarana dan prasarana pendidikan yang memadai.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriftif dengan pendekatan  kualitatif.  Dalam penelitian ini menggunakan teori Purwanto dan Dyah Ratih Sulistyastuti (2015:74-78) tentang suatu proses implementasi kebijakan yang terdiri dari : 1) Sosialisasi. Kesimpulannya adalah Kegiatan sosialisai dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara lansung dan tidak lansung. Kegiatan sosialisasi secara lansung melalui ceramah, forum warga dan kegiatan sosialisasi secara tidak langsung melalui papan pengumuman, TV, radio, surat kabar atau website. di Desa Lintah Taum kegiatan sosialisasi dilakukan hanya dengan sosialisasi secara langsung yaitu forum warga. 2) Penyaluran. Layanan Program PAUD di salurkan secara gratis dengan menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD) namun dana tersebut masih kecil. 3) Pemanfaatan. Setelah kelompok sasaran menerima penyaluran dana maka tahapan berikutnya adalah memanfaatkan bantuan tersebut untuk menunjang kehidupan kelompok sasaran.
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NO 1 TAHUN 2010 TENTANG KETERTIBAN UMUM (Studi pada Pedagang Kaki Lima di Waterfront Kota Pontianak) E1011161088 Ahmad Hamdan Bastomi; Sri Maryuni; Rasidar Rasidar
PublikA Jurnal Ilmu Administrasi Negara (e-Journal) Vol 9, No 2 (2020): PUBLIKA, EDISI JUNI 2020
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v9i2.2781

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengungkapkan faktor-faktor yangmempengaruhi keberhasilan Implementasi Peraturan Daerah No 1 Tahun 2010 TentangKetertiban Umum (Studi pada Pedagang Kaki Lima di Waterfront Kota Pontianak).Permasalahan dalam penelitian ini yaitu masih banyak para pedagang kaki lima yangberjualan di atas area Waterfront. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Deskriptifmelalui teknik pengumpulan data dengan cara Observasi, Wawancara dan Dokumentasimelalui Pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori dariMazmanian dan Sabatier (2006) yang didasarkan pada variabel-variabel yang mempengaruhiimplementasi kebijakan yaitu: karakteristik masalah, karakteristik kebijakan dan lingkungankebijakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebijakan ini belum berjalan dengan baikkarena masih banyak pedagang kaki lima yang berjualan di atas Waterfront, kurang tegasnyapetugas terkait dalam menerapkan aturan tersebut. Selain itu, kondisi sosial ekonomimasyarakat juga dapat mempengaruhi implementasi kebijakan ini. Saran dari peneliti yaituDinas dan Kelurahan harus terus memberikan sosialisasi kepada para pedagang kaki limadalam setiap waktu dan kesempatan, memberikan sanksi yang tegas agar dapat menimbulkanefek jera, meningkatkan pengawasan dilapangan secara berkala dan menyediakan lokasi yangstrategis untuk pedagang kaki lima agar tertib dalam berjualan.
PEMENUHAN HAK PENYANDANG DISABILITAS SEBAGAI WUJUD DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLEH PEMERINTAH KOTA PONTIANAK (Studi Kasus Pada Tuna Rungu Di Kota Pontianak) E1011131051 Stellamanda Wulandari; Sri Maryuni; Martinus Martinus
PublikA Jurnal Ilmu Administrasi Negara (e-Journal) Vol 9, No 3 (2020): PUBLIKA, EDISI SEPTEMBER 2020
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v9i3.2797

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis Peraturan Daerah Kota Pontianak Nomor 13 Tahun 2013 tentang perlindungan dan pemberdayaan penyandang disabilitas di Kota Pontianak Pasal 20 tentang kesempatan kerja dengan memberikan masukan kepada  Pemerintah Kota Pontianak yaitu BKD Provinsi Kalimantan Barat selaku penyelenggara penerimaan CPNS di Kota Pontianak dalam memberdayakan penyandang disabilitas khusus tuna rungu. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan desain penelitian analisis deskriptif.Penelitian ini menggunakan teori Randy R. Wrihatnolo dan Riant Nugroho Dwidjowojoto (dalam Manajemen Pemberdayaan. Sebuah Pengantar dan Panduan Untuk Pemberdayaan Masyarakat tahun 2007) yang terdiri dari tiga tahap, yaitu: 1) Tahap Penyadaran, kesimpulannya adalah target sasaran adalah masyarakat yang kurang mampu yang harus diberikan pemahaman bahwa mereka mempunyai hak untuk menjadi berada atau mampu. SDM (Sumber Daya Manusia) dari Penyandang Disabilitas lainnya selain tuna daksa ringan sendiri belum mampu untuk bersaing. Tuna daksa ringan lebih unggul daripada Penyandang Disabilitas lainnya karena terletak pada aksesbilitas saja; 2) Tahap Pengkapasitasan, kesimpulannya adalah bertujuan untuk memampukan penyandang disabilitas yang kurang mampu sehingga mereka memiliki keterampilan untuk mengelola peluang yang akan diberikan dengan memberikan pelatihan-pelatihan sesuai dengan kebutuhan penyandang disabilitas tersebut; 3) Tahap Pendayaan, kesimpulannya adalah terutama penyandang disabilitas diberikan peluang yang disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki melalui partisipasi aktif dan berkelanjutan yang ditempuh dengan memberikan peran yang lebih besar secara bertahap, sesuai dengan kapasitas dan kapabilitasnya.
PENGARUH KOMUNIKASI TERHADAP KEBERHASILAN IMPLEMENTASI PROGRAM PEMUTAKHIRAN KARTU KELUARGA DI DESA SARANG BURUNG DANAU KECAMATAN JAWAI KABUPATEN SAMBAS Monika Luinski; Sri Maryuni; Dhidik Apriyanto
PublikA Jurnal Ilmu Administrasi Negara (e-Journal) Vol 10, No 4 (2021): PUBLIKA, EDISI DESEMBER 2021
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v10i4.2912

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui komunikasi, keberhasilan implementasi program pemutakhiran kartu keluarga, dan perngaruh komunikasi terhadap keberhasilan implementasi program pemutakhiran kartu keluarga di Desa Sarang Burung Danau Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi yaitu seluruh kepala keluarga yang ada di Desa Sarang Burung Danau yang berjumlah 1442 kepala keluarga serta sampel sebanyak 94 kepala keluarga. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif dengan menggunakan persentase, rata-rata (mean), standar deviasi dan analisis statistik inferensial dengan uji normalitas data, uji korelasi product moment dan analisis regres linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) mayoritas respon masyarakat terkait komunikasi yang diterapkan di Desa Sarang Burung Danau adalah kategori sangat setuju sebanyak 45.7 persen 2) mayoritas respon masyarakat terkair varibel keberhasilan implementasi program pemutakhira kartu keluarga pada Desa Sarang Burung Danau adalah kategori sangat setuju sebanyak 70.2 persen) hasil analisis menunjukkan bahwa komunikasi memiliki pengaruh positif dan signifikant terhadap keberhasilan implementasi program pemutakhiran kartu keluarga. Persamaannya adalah Y = 4,293 + (0,376)X. variabel X adalah komunikasi dan variabel Y adalah keberhasilan implamentasi program pemutakhiran kartu keluarga. Setelah data diolah, dihasilan nilai (r) sebesar 0,764 menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat. Kontribusi pengaruh komunikasi terhadap keberhasilan implementasi program pemutakhiran kartu keluarga sebesar 58,3 %, sisanya 41,7% dipengaruhi oleh faktor lain. Uji hipotesis menunjukkan terdapat pengaruh komunikasi terhadap keberhasilan implementasi pogram pemutakhiran kartu keluarga di Desa Sarang Burung Danau Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas dengan taraf signifikan 0,000. Kata Kunci : Implementasi, Kebijakan, Program.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KOTA LAYAK ANAK DI KOTA PONTIANAK Yofie Pranata; Sri Maryuni; Rasidar Rasidar
PublikA Jurnal Ilmu Administrasi Negara (e-Journal) Vol 11, No 2 (2022): PUBLIKA, EDISI JUNI 2022
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v11i2.2951

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi kebijakan Kota Layak Anak. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori implementasi kebijakan yang dikemukakan oleh Edward III (1980), dengan empat variabel yaitu : 1) Komunikasi; Penyampaian informasi kebijakan Kota Layak Anak kepada Dinas DP2KBP3A dimulai dari Kementerian PPPA melalui Pemerintah Daerah, yang kemudian memberikan tugas kepada Dinas DP2KBP3A sebagai Satgas Pelaksana Kota Layak Anak. Namun, kebijakan Kota Layak Anak adalah semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berbagi tanggung jawab. 2) Sumber Daya; Dukungan SDM dalam penerapan kebijakan Kota Layak Anak saling berkesinambungan dari satu layanan ke layanan lainnya. Evaluasi pelaksanaan Kota Layak Anak akan dilakukan ke berbagai instansi terkait sehingga kinerja pelayanan yang satu dengan pelayanan yang lain akan saling terkait. 3) Disposisi; Kemauan, keinginan, dan kecenderungan Dinas DP2KBP3A untuk menjalankan kebijakan Kota Layak Anak secara sungguh-sungguh dilandasi oleh komitmen Kepala Daerah untuk mewujudkan cita-cita tersebut. 4) Struktur Birokrasi; Struktur birokrasi Dinas DP2KBP3A dalam mengimplementasikan kebijakan Kota Layak Anak dinilai sudah berjalan cukup efektif. Kesesuaian jumlah pegawai yang tugas pokok dan fungsinya diatur sedemikian rupa dalam Peraturan Walikota Pontianak Nomor 60 Tahun 2016. Saran yang diberikan peneliti adalah agar pelayanan DP2KBP3A dan seluruh OPD di Kota Pontianak dapat melaksanakan dan mewujudkan Kota Layak Anak secara lebih optimal dan penegakan sanksi yang tegas bagi pelaku tindak pidana terhadap pelaku tindak pidana anak menjauhkan anak-anak Kota Pontianak dari berbagai bentuk kekerasan.Kata Kunci : Implementasi, Kebijakan, Kota Layak Anak
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PUBLIK TERHADAP MAKANAN DAN MINUMAN DI KOTA PONTIANAK Putu Annisa Saraswati; Sri Maryuni; Abdul Rahim
PublikA Jurnal Ilmu Administrasi Negara (e-Journal) Vol 11, No 1 (2022): PUBLIKA, EDISI MARET 2022
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v11i1.2923

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel yang mempengaruhi implementasi kebijakan perlindungan konsumen atas peredaran produk pangan tanpa izin edar oleh BBPOM Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, teori yang digunakan adalah teori implementasi dari Van Metter dan Van Horn dalam (Winarno, 2014:159) dengan hasil penelitian ini menunjukkan,1) Ukuran-ukuran dan tujuan kebijakan implementasi perlindungan konsumen sudah tercapai dan dipahami oleh implementor, 2) Sumber-sumber kebijakan, sumber daya manusia dari BBPOM Kota Pontianak, dan Dinkes Provinsi Kalimantan Barat masih kekurangan personil, 3) Agen pelaksana sudah menajalankan tugasnya sesuai dengan standar operasional prosedur yang sudah menjadi produser kerja, 4) Komunikasi antar organisasi dan kegiatan pelaksanaan, yang terjalin antar sesama agen pelaksana sudah berjalan baik, komunikasi yang terjalin antara agen pelaksana dengan masyarakat masih belum sepenuhnya behasil, 5) Kecenderungan pelaksana, implementasi yang dilakukan lembaga yang terlibat menunjukkanpemahaman dan pengetahuan yang dimilki sudah cukup bisa menjalankan kebijakan tersebut, 6) Kondisi ekonomi dan sosial pada masyarakat masih belum mendukung terhadap kebijakan, sedangkan kondisi politik pada masyarakat sudah cukup baikterhadap sebuah kabijakan. Kesimpulan dari penelitian ini, BBPOM sebagai lembaga pemerintah telah aktif namun komunikasi yang terjalin masih kurang efektif karena karena ketidaktahuan konsumen dan pelaku usaha terkait hak dan kewajibannya.Kata Kunci: Implementasi, Kebijakan, Perlindungan Konsumen