Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL HUTAN TROPIS

POTENSI TINGKAT PERTUMBUHAN TANAMAN AREN (Arenga pinnata MERR.) DI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH KALIMANTAN SELATAN Dina Naemah; Damaris Payung; Fauzi Karni
Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2022): JURNAL HUTAN TROPIS VOL 10 NO 1 EDISI MARET 2022
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.45 KB) | DOI: 10.20527/jht.v10i1.13086

Abstract

Arenga pinnata is a plant that has potential for the community as a source of income that can improve the welfare of the community because most of them get a source of income from processing this plant. Almost all parts of the sugar palm plant can be utilized, from the roots to the male flower bunches that can produce sap.Plant structure is the organization of individuals in space and composition is the arrangement of forest stands that includes the number of species or the number of individuals. Composition means also studying the distribution of a plant species based on density, frequency and dominance value. Vegetation structure is the result of spatial planning by stand components or plant communities in a community both vertically and horizontally. The purpose of this study was to determine the potential distribution of sugar palm growth rates in one of the districts in South Kalimantan, Hulu Sungai Tengah. The analysis was carried out by calculating the significant value index (INP) based on the values of Density, Frequency and Dominance. Data were collected using the plotted path method. The results showed that the density of sugar palm seedlings was very large, with an average of 13,055 seedlings/Ha (INP: 200%), the average pole density was 217 stems/Ha and the tree level averaged 90 trees/Ha. The number of panicles, which is the part that is used as raw material for making brown sugar, amounts to an average of 90 panicles/ha.
UJI DAYA KECAMBAH BENIH SENGON (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen) DI GREEN HOUSE Damaris Payung; Eva Prihatiningtyas; Syafaatul Hasanatun Nisa
Jurnal Hutan Tropis Vol 13, No 2 (2012): Jurnal Hutan Tropis Borneo Volume 13 No 2 Edisi September 2012
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.239 KB) | DOI: 10.20527/jht.v13i2.1529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman dalam air mendidih selama 1 menit, perendaman dalam air mendidih selama 5 menit dan perendaman dalam air dingin selama 24 jam terhadap perkecambahan benih sengon serta mengetahui daya kecambah benih sengon. Sedangkan manfaat dari penelitian ini yaitu untuk memberikan informasi dalam penanganan dan perkecambahan benih sengon yang optimal sehingga bisa menjadi salah satu cara alternatif pengecambahan benih sengon yang efektif dan ekonomis. Parameter yang diamati dan dihitung dalam penelitian ini adalah daya kecambah tiap perlakuan, kecepatan berkecambah tiap perlakuan dan nilai perkecambahan tiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase perkecambahan benih sengon paling baik yaitu pada benih sengon yang diberikan perlakuan pendahuluan dengan perendaman dalam air dingin selama 24 jam dengan persentase sebesar 99,25% dan paling rendah yaitu pada benih yang tidak diberi perlakuan pendahuluan dengan persentase sebesar 79%.  Kecepatan berkecambah benih sengon tertinggi adalah pada perlakuan perendaman air mendidih selama 5 menit yaitu sebesar 9,64 /hari dan yang paling rendah terdapat pada benih sengon yang diberikan perlakuan perendaman air dingin selama 24 jam dengan rata-rata 4,70/hari. Nilai perkecambahan tertinggi terdapat pada benih yang diberikan perlakuan perendaman air mendidih selama 1 menit dengan rata-rata 0,17%/hari dan yang paling rendah terdapat pada benih yang tidak diberikan pelakuan dengan  rata-rata 0,04 %/hariKata kunci: Perkecambahan, Sengon