Kurdiansyah
Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGARUH MASA KERJA OPERATOR DI PT INDEXIM UTAMA KALIMANTAN TENGAH TERHADAP PRODUKTIVITAS PENEBANGAN Kurdiansyah Kurdiansyah
Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Hutan Tropis Volume 7 No 2 Edisi Juli 2019
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v7i2.7312

Abstract

The purpose of this study was to determine the work productivity of loggers operators in PT. Indexim Utama Kalimantan Tengah. The object observed in this study is the chainsaw operator with a working time of 1, 6 and 10 years. Analysis of the data used was a Randomized Block Design (RBD) with 3 replications to determine the effect of treatment, namely the operator's service life on logging productivity. The results showed operator A, the average time taken to cut trees was 24 minutes 10 seconds with an average volume of 30.10 m3 per hour. In operator B the average time spent cutting trees is 22 minutes 33 seconds with an average volume of 43.63 m3 per hour. Whereas in operator C the average time spent cutting trees is 44 minutes 16 seconds with an average volume of 19.29 m3 per hour.  The results of analysis of variance showed that working time did not significantly affect logging productivity
PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI PENGGERGAJIAN DAN STIK ES KRIM PADA PEMBUATAN MINIATUR RUMAH ADAT BANJAR “GAJAH MANYUSU” Rizky Pratama; Kurdiansyah Kurdiansyah; Adi Rahmadi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i5.6706

Abstract

Making a miniature design of the Banjar traditional house “Gajah Manyusu” using raw materials from sawn wood waste and Analyzing production costs in the manufacture of miniature of Banjar traditional house “Gajah Manyusu”. Data analysis on the manufacture of banjar traditional houses miniature includes several stages of economic analysis, namely calculating the total cost of raw materials, calculating manufacturing costs, return on investment, analysis of production costs, analysis of revenue and income, analysis of the revenue-cost ratio (revenue-cost ratio). Analysis of the percentage use of waste in miniature, Analysis of the percentage of use of waste in miniature. The manufacture of Banjar traditional house miniature “Gajah Manyusu” mostly comes from sawn cut waste material from the Banjarbaru forestry faculty workshop and the costs incurred for its manufacture are quite cheap. The waste raw materials include sawn pieces and pieces of plywood which are then used as floor and roof frameworks in miniature buildings, while the walls use duplex paper as raw material, which makes building walls much easier. The tools used in the manufacture of miniatures have a relatively long service life depending on the quality of the tools used so that the depreciation costs are relatively small. This miniature of Banjar traditional house Gajah Manyusu is rectangular in shape, one of the characteristics of this traditional house is that the roof is in the form of a stump or nose shield that covers the entire building, then over time there are additional platforms on the right and left of the building for the roof itself does not use a stump roof, but an arch roof.Membuat rancangan miniatur rumah adat Banjar Gajah Mayusu dengan menggunakan bahan baku dari limbah kayu gergajian dan Menganilisis biaya produksi pada pembuatan miniatur rumah adat Banjar Gajah Manyusu. Menghitung total biaya bahan baku, menghitung biaya pembuatan, Pengembalian investasi, Analisis biaya produksi, analisis penerimaan dan pendapatan, analisis rasio penerimaan-biaya (revenue-cost ratio).Pembuatan miniatur rumah adat banjar gajah manyusu ini sebagian besarnya berasal dari bahan limbah potongan gergajian yang berasal dari workshop fakultas kehutanan banjarbaru dan biaya yang dikeluarkan untuk pembuatannya terbilang cukup murah. Bahan baku limbah tersebut antara lain potongan bekas gergajian dan potongan plwood yang kemudian dimanfaatkan sebagai kerangka lantai dan atap pada bangunan miniatur, sedangkan pada dinding menggunakan bahan baku kertas duplex yang mana dengan menggunakan bahan tersebut pembuatan bangunan dinding jauh lebih mudah. Alat yang digunakan pada pembuatan miniatur memiliki umur pakai yang relatif lama tergantung dengan kualitas alat yang digunakan sehingga biaya penyusutan relatif kecil. Miniatur rumah adat banjar gajah manyusu ini berbentuk persegi panjang, salah satu ciri khas pada rumah adat ini yaitu pada atapnya berbentuk perisai buntung atau hidung bapicik yang menutupi hingga seluruh bangunan, kemudian selang berjalannya waktu terjadi penambahan anjung pada bagian kanan dan kiri bangunan untuk bagian atap sendiri tidak menggunakan atap perisai buntung melainkan atap sengkuap.
PRODUKTIVITAS DAN RENDEMEN ASAP CAIR DARI KAYU KARET (Hevea brasiliensis) MENGGUNAKAN DUA METODE DESTILASI Edward Parulian; Kurdiansyah Kurdiansyah; Yuniarti Yuniarti
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i4.6144

Abstract

The manufacture of this liquid smoke uses Two Distillation Methods. The purpose of this research is to know the productivity and yield.The results showed that the total productivity of rubber liquid smoke in Manggala Agni Daops Banjar with the electric distillation method was 1.999 (kg/hour) and the total productivity with the manual distillation method was 1.744 (kg/hour) with an average productivity of the electric distillation method 0.999 (kg). /hour) and manual distillation method 0.872 (kg/hour). The total yield of liquid rubber smoke in Manggala Agni Daops Banjar with the electric distillation method was 25,438% and the total yield with the manual distillation method was 22,764% with an average yield of the electric distillation method 8,479% and the manual distillation method 7,588%.Pembuatan asap cair ini menggunakan Dua Metode Destilasi. Tujuan dari penelitian yaitu mengetahui produktivitas dan rendemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jumlah produktivitas asap cair karet di Manggala Agni Daops Banjar dengan metode destilasi listrik sebesar 1,999 (kg/jam) dan Jumlah produktivitas dengan metode destilasi manual sebesar 1,744 (kg/jam) dengan rata-rata produktivitas metode destilasi listrik 0,999 (kg/jam) dan metode destilasi manual 0.872 (kg/jam). Jumlah rendemen asap cair karet di Manggala Agni Daops Banjar dengan metode destilasi listrik sebesar 25,438 % dan dan Jumlah rendemen dengan metode destilasi manual sebesar 22,764% dengan rata-rata rendemen metode destilasi listrik 8,479 % dan metode destilasi manual 7,588 %
SKRINING FITOKIMIA DAN PENENTUAN NILAI SPF LOTION EKSTRAK ETANOL 96% DAUN TANJUNG (Mimusops elengi Linn.) Kurdiansyah Kurdiansyah; Dyera Forestryana; Aditya Noviadi
Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 3 (2022): Jurnal Hutan Tropis Volume 10 Nomer 3 Edisi November 2022
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v10i3.14968

Abstract

Pemaparan sinar ultraviolet dari matahari dapat menimbulkan efek seperti eritema, pigmentasi, fotosensitivitas serta penuaan dini. Daun tanjung (Mimusops elengi Linn.) diketahui memiliki khasiat sebagai antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 10,6 ppm, sehingga dapat dikembangkan menjadi sediaan lotion tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan skrining fitokimia dan menentukan nilai sun protecting factor dari sediaan. Skrining fitokimia dilakukan secara kualitatif terhadap senyawa metabolite skunder dan penentuan nilai SPF secara in Vitro menggunakan Spektofotomer UV Vis.  Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak daun Tanjung mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, steroid dan tannin. Nilai SPF optimal diperoleh pada formula 6 dengan konsentrasi ekstrak daun tanjung sebesar 0,5 g dan dihasilkan nilai SPF sebesar 24,5455 yang termasuk ke dalam katagori proteksi ultra. Sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh variasi konsentrasi ekstrak etanol 96% daun tanjung yang digunakan terhadap efektivitas tabir surya.
Peningkatan Iptek Pengolahan Minyak Kelapa di Desa Pingaran Ilir Ahmad Jauhari; Ahmad Yamani; Yuniarti Yuniarti; Badaruddin Badaruddin; Dina Naemah; Kurdiansyah Kurdiansyah
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 2, No 1 (2023): June
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v2i1.7422

Abstract

Pengolahan jengkol di Desa Pingaran Ilir menghasilkan produk minyak berupa minyak kelapa dari pengolahan bumbu lalaan dari santan kelapa. Minyak dikemas warga dengan plastik seadanya atau dengan botol bekas kemasan air mineral. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan Iptek warga Desa Pingaran Ilir dalam mengolah minyak kelapa. Metode yang dilakukan yaitu persiapan, penyuluhan dan pelatihan serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa warga Desa Pingaran Ilir telah meningkat pengetahuannya mengenai pengolahan minyak kelapa tradisional sebesar 80%, peningkatan teknik pengemasan foodgrade dan menarik sebesar 85%, dan peningkatan teknik pemasaran sebesar 80%.
EFEKTIVITAS BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia) SEBAGAI PENGAWET KAYU JABON (Arthocephalus cadamba) DAN KEMIRI (Aleurites moluccana) TERHADAP SERANGAN RAYAP TANAH (Coptotermes travians Homgren) Anggy Widya Firdaus; Kurdiansyah Kurdiansyah; Trisnu Satriadi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 3 Edisi Juni 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i3.9218

Abstract

Efforts prevent damage to wood are very important in order to improve quality and service life. One way that can be used is by means of wood preservation technology. This study uses noni (Morinda citrifolia) fruit as a natural presevative. The purpose of this study was to analyze the concentration of preservatives that were well absorbed by Jabon (Arthocephalus cadamba) wood and Kemiri (Aleurites moluccana) wood to resist subterranean termites. This study used Jabon wood and Kemiri wood without preservation and wich had been treated with preservation of 100 grams/liter, 200 grams/liter and 300 grams/liter. Analysis of the value of absorption and retention values were influenced by the addition of noni fruit preservatives on Jabon and Kemiri wood. The percentage of weight loss was influenced by the type of wood where Jabon had better resistance than Kemiri woodUpaya mencegah kerusakan pada kayu sangat penting dalam rangka meningkatkan kualitas dan umur pakai. Salah satu metode yang dapat digunakan ialah dengan cara teknologi pengawetan kayu. Penelitian menggunakan buah mengkudu (Morinda citrifolia) sebagai bahan pengawet alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa konsentrasi bahan pengawet yang baik diserap oleh kayu Jabon (Arthocephalus cadamba) dan kayu Kemiri (Aleurites moluccana) untuk menahan serangan rayap tanah.  Penelitian ini menggunakan kayu Jabon dan kayu Kemiri tanpa pengawetan dan yang telah diberi perlakuan pengawetan 100 gram/liter, 200 gram/liter dan 300 gram/liter.  Analisis nilai absobsi, retensi dan kehilangan berat dilakukan menggunakan perhitungan Rancangan Acak Lengkap (RAL).   Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nilai absorbs dan retensi dipangeruhi oleh penambahan bahan pengawet ekstrak buah mengkudu pada Kayu Jabon dan Kemiri,  Persentase kehilangan berat dipengaruhi oleh Jenis kayu dimana Jabon memiliki ketahanan yang lebih baik dibanding dengan kayu Kemiri.
PENGAWETAN KAYU MERANTI MERAH (Shorea leprosula) DARI MICROORGANISME LAUT PERUSAK KAYU Adelia Wahyu Tri Utami; Wiwin Tyas Istikowati; Kurdiansyah Kurdiansyah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i4.9986

Abstract

The purpose of this study was to analyze the effect of preservative concentration on wood preservation by using marine borers and wood destroying microorganisms and to analyze the characteristics of damage to Meranti wood by marine borer organisms and wood destroying microorganisms. The benefits obtained from this study are expected to determine the severity of an attack from marine borers and can determine the optimal concentration level to prevent wood borer attacks. The method used is a completely randomized design.The results of the study showed an average absorption of 0.62 kg/m3 – 1.24 kg/m3, the average actual retention value was 0.59 kg/m3 - 1.22 kg/m3, and the theoretical retention value was 0.03 kg. /m3 - 0.18 kg/m3. The weight loss was 11.64% - 50.58% and the attack intensity was 1.61%-39.72%. The preservative used is a mixture of boric acid and borax preservatives. The use of preservatives at this concentration is not recommended, further research is needed. The results of the analysis of variance showed that the different concentrations of treatment were significantly different and the immersion time used was not significantly different in the attack test process against wood destroying microorganisms in the seaTujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh konsentrasi bahan pengawet terhadap pengawetan kayu dengan uji penggerek laut (Marine borers) dan mikroorganisme perusak kayu dan untuk menganalisis karakteristik kerusakan kayu meranti oleh orgenisme penggerek laut dan mikroorganisme perusak kayu. Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini diharapkan dapat mengetahui tingkat keparahan serangan dari penggerek laut dan dapat menentukan tingkat konsentrasi yang optimal untuk mencegah terjadinya penyerangan penggerek kayu. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap. Hasil dari penelitian menunjukan rata-rata absorsi 0,62 kg/m3 – 1,24 kg/m3, nilai rata-rata retensi actual 0,59 kg/m3 - 1,22 kg/m3, dan nilai retensi teoritis 0,03 kg/m3 - 0,18 kg/m3. Adapun kehilangan berat 11,64% - 50,58% dan intensitas serangan 1,61%-39,72%. Bahan pengawet yang digunakan adalah campuran bahan pengawet asam borat dan boraks. Penggunaan bahan pengawet pada konsentrasi ini tidak disarankan perlu dilakukan penelitian lanjutan. Hasil analisi ragam menunjukan bahwa perlakuan berbeda konsentrasi berbeda nyata dan lama perendaman yang digunakan tidak berbeda nyata dalam proses uji serangan kepada microorganism perusak kayu dilaut.
SIFAT FISIKA DAN MEKANIKA PAPAN PARTIKEL DARI CAMPURAN SERBUK KAYU AKASIA (Acacia auriculiformis) DAN SERBUK KULIT BATANG SAGU (Metroxylon sagu) Muhammad Hidayatullah Misin; Kurdiansyah Kurdiansyah; Violet Violet
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i5.10660

Abstract

Boards made from lignocellulosic materials or wood particles are particle boards by mixing adhesives and then pressing them by heating. Particle board is wildely used for raw material for decoration, construction, and furniture, so it needs good quality to ensure its strength. The purpose of the study was to analyze particle board for physical and mechanical properties from a mixture of acacia (Acacia auriculiformis) sawdust and pieces of sago (Metroxylon sagus) bark swadust using SNI 03-2105-2006 standards. The study used a CDR or completely randomized design using 5 tretments and 3 replications with has total of tests 15 samples. The research results for physical properties include water content with a value of 9.35 - 10.21%, density with a value of 0.63 - 0.86 gr/cm3, and thickness swelling with a value of 11.37 - 16.83%, from all treatments fulfilled the standartds. The results from research on mechanical properties of testing at the Forest Product Technology Lab showed that the MoE with the highest value was in treatment C with a value obtained of 429,713 kgf/cm2 and the MoR obtained with the highest value in treatment C of 6.524 kgf/cm2 where all treatments in the MoE and MoR tests were still not met the standards, while the results from the Banjarbaru Research Institute for Standardization and Industrial Services (BARISTAN) Lab obtained the MoE with the highest value in treatment C, namely 5,478.605 kgf/cm2 where none met the standard and the MoR was only treatment C and treatment D which met the standard.Papan yang terbuat dari bahan berlignoselulosa atau partikel kayu merupakan papan partikel dengan mencampurkan bahan perekat yang ditekan menggunakan pemanas. Kegunaan papan partikel untuk bahan baku dekorasi, kontruksi, dan furniture sehingga perlu kualitas yang bagus sehingga menjamin kekuatannya. Tujuan penelitian dilakukan untuk menganalisis sifat fisika dan mekanika papan partikel campuran serbuk Akasia (Acacia auriculiformis) dan potongan limbah Kayu Sagu (Metroxylon sagus) dengan menggunakan standar SNI 03-2105-2006. Analisis data yaitu rancangan acak lengkap atau RAL menggunakan 5 perlakuan serta 3 ulangan dengan jumlah uji seluruhnya 15 sampel. Hasil penelitian untuk sifat fisika meliputi kadar air dengan nilai 9,35 – 10,21 %, kerapatan dengan nilai 0,63 – 0,86 gr/cm3 dan pengembangan tebal dengan nilai 11,37 – 16,83 %, dari semua perlakuan memenuhi standar. Hasil penelitian sifat mekanika dari pengujian di Lab Teknologi Hasil Hutan bahwa nilai MoE tertinggi pada perlakuan C yaitu 429.713 kgf/cm2 dan nilai MoR tertinggi diperoleh di perlakuan C yaitu 6,524 kgf/cm2 dimana semua perlakuan pada uji MoE dan MoR masih belum memenuhi standar, sedangkan hasil dari Lab Balai riset Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru (BARISTAN) mendapatkan MoE dengan nilai tertinggi pada perlakuan C yaitu 5.478,605 kgf/cm2 dimana tidak ada yang memenuhi standar dan MoR hanya perlakuan C dan perlakuan D yang memenuhi standar.
PULPING SODA DENGAN PERLAKUAN VARIASI LAMA WAKTU PEMASAKAN DAN BERBAGAI KONSENTRASI KAOLIN TERHADAP KARAKTERISTIK KERTAS PELEPAH PISANG KEPOK (Musa paradisiaca) Muhammad Nur Aminullah; Budi Sutiya; Kurdiansyah Kurdiansyah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i6.11022

Abstract

Research tokprocess banana midrib waste so that it can be reused is carried out by processing banana midrib into pulp and paper. The pulp processing is carried out chemically using the pulping soda method using a cooking solution in the form of NaOH with a concentration of 10%. This study aims to analyze the effect of cooking time and various additions of kaolin fillers on the mechanical properties of banana kepok (Musa paradisiaca) midrib paper. The results obtained from pulping related to the yield test with a long cooking time of 1 hour; 1.5 hours; and 2 hours obtained an average yield of 20.97%, 24.56%, and 24.92% respectively. The results of the paper mechanical test were the highest average tearing index which was 18.84 mN m2/g, the highest average bursting index which was 2.57 kPa m2/g, and the highest average tensile index which was 11.67 N m/g.Penelitian untuk mengolah limbah pelepah pisang agar dapat dimanfaatkan kembali dilakukan dengan mengolah pelepah pisang menjadi puIp dan kertas. Proses pengolahan pulp dilakukan secara kimia dengan metode pulping soda dengan menggunakan larutan pemasak berupa NaOH dengan konsentrasi 10%. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh lama waktu pemasakan dan berbagai penambahan bahan pengisi kaolin terhadap sifat mekanik kertas pelepah pisang kepok (Musa paradisiaca). Hasil yang diperoleh dari pembuatan pulp terkait uji rendemen dengan perlakuan lama waktu pemasakan 1 jam; 1,5 jam; dan 2 jam didapatkan rerata rendemen secara berturut sebesar 20,97%, 24,56% dan 24,92%. Hasil uji mekanik kertas berupa rerata indeks sobek tertinggi sebesar 18,84 mN m2/g, rerata indeks jebol / retak tertinggi sebesar 2,57 kPa m2/g, dan rerata indeks tarik tertinggi sebesar 11,67 N m/g. Perlakuan uji karakteristik mekanik kertas yang paling optimal terdapat pada perlakuan Iama pemasakan 1ljam dengan tanpa penambahan kaolin
KARAKTERISTIK BATA RINGAN DARI LIMBAH SEKAM PADI (Oryza sativa) DAN SERBUK KAYU AKASIA (Acacia mangium) Characteristics of Lightweight Bricks Made from Rice Husk Waste (Oryza sativa) and Acacia Wood Dust (Acacia mangium) Primananda Maulana Monoarfa; Kurdiansyah Kurdiansyah; Violet Violet
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i4.10582

Abstract

ABSTRACT. The increasing demand for housing today causes the need for building materials to increase as well. So far, various studies have been carried out but there is still no alternative to efficient construction techniques and the provision of building materials in large quantities and economically without damaging the environment. One solution to fulfil the increasing need for building materials and the abundance of rice husk waste in agricultural areas is to utilise rice husk waste and sawdust into lightweight brick products so that the need for bricks for housing construction can be available in large quantities. The purpose of this research is to analyse the characteristics of lightweight bricks made from rice husk and acacia sawdust waste by testing drying shrinkage, density, water absorption, and compressive strength and to analyse the composition of the mixture of materials that can produce lightweight bricks in accordance with the standard testing parameters.  The research utilized a Completely Randomized Design (CRD) with three treatments, each repeated five times, resulting in a total of 15 test samples. The research findings indicate that the lightweight bricks produced had the lowest drying shrinkage in treatment C (25.02%) and the highest in treatment B (28.94%), possibly due to suboptimal drying during the brick molding process. The highest density was observed in treatment C (0.79 g/cm3), and the lowest in treatment B (0.76 g/cm3). The highest compressive strength was recorded in treatment C (0.56 N/mm2), whereas the lowest was in treatment A (0.41 N/mm2). Furthermore, the lowest water absorption was found in treatment B (73.52%), while the highest was in treatment A (81.35%). None of the lightweight bricks in the study met the standards for drying shrinkage, density, compressive strength, or water absorption with standards (SNI, 03-6825-2002)ABSTRAK. Makin meningkatnya kebutuhan perumahan saat ini menyebabkan kebutuhan akan bahan bangunan semakin meningkat pula. Selama ini berbagai penelitian sudah dilakukan tetapi masih belum ditemukan alternatif teknik konstruksi yang efisien serta penyediaan bahan bangunan dalam jumlah besar dan ekonomis tanpa merusak lingkungan. Salah satu solusi pemenuhan kebutuhan bahan bangunan yang semakin meningkat dan melimpahnya limbah sekam padi di areal pertanian adalah dengan memanfaatkan limbah sekam padi dan serbuk gergajian kayu menjadi produk bata ringan sehingga kebutuhan akan bata untuk konstruksi perumahan dapat tersedia dalam jumlah besar. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis karateristik bata ringan yang terbuat dari sekam padi dan limbah serbuk kayu akasia dengan pengujian susut pengeringan, kerapatan, serap air, dan kuat tekan serta menganalisi komposisi campuran bahan yang dapat menghasilkan bata ringan sesuai dengan standar parameter pengujian. Metode menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan jumlah percobaan sebanyak 3 perlakuan dengan 5 kali ulangan sehingga jumlah percobaan sebanyak 15 contoh uji. Hasil dari penelitian ini yaitu bata ringan yang dibuat memiliki karakteristik susut pengeringan terendah pada perlakuan C (25.02 %) dan tertinggi pada perlakuan B (28.94 %) dikarenakan kurang maksimalnya penjemuran saat pencetakan bata ringan, kerapatan tertinggi terdapat pada perlakuan C (0.79 g/cm3) dan terendah pada perlakuan B (0.76 g/cm3), kuat tekan tertinggi pada perlakuan C (0.56 N/mm2) dan terendah pada perlakuan A (0.41 N/mm2), serta serapan air terendah pada perlakuan B (73.52 %) dan tertinggi pada perlakuan A (81.35 %), serta bata ringan yang diberi perlakuan tidak ada yang memenuhi standar baik pada susut pengeringan, kerapatan, kuat tekan, maupun pada serapan air dengan menggunakan standar (SNI, 03-6825-2002)