Claim Missing Document
Check
Articles

Found 114 Documents
Search
Journal : Department of Naval Architecture

Studi Perbandingan Mesin Outboard Honda GX200 Bahan Bakar Bensin Premium dan Bahan Bakar Elpiji yang Dimodifikasi dengan Konverter Gas pada Kapal Nelayan Tradisional Tanjung Mas Nono, Ferdinand Gerald Bogar; Yudo, Hartono; Budiarto, Untung
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1207.963 KB)

Abstract

Permasalahan energi bagi kelangsungan hidup manusia merupakan masalah pelik yang harus ditanggapi semua negara dunia dewasa ini. Tidak tersedianya cadangan minyak dalam jumlah besar untuk jangka waktu yang panjang memaksa setiap elemen masyarakat berinovasi menyikapinya. Di Indonesia, melalui Perpres No. 126 tahun 2015 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga Elpiji untuk Kapal Perikanan bagi Nelayan Kecil, merupakan bukti nyata usaha pemerintah dalam merespon masalah kelangkaan yang terjadi. Pengunaan BBG Elpiji sebagai pengganti BBM Premium merupakan salah satu usaha intensifikasi untuk mengurangi angka ketergantungan nelayan pada BBM Premium. Di samping harganya yang murah, pembakaran yang dihasilkan BBG Elpiji jauh lebih baik dibandingkan BBM Premium sehingga bisa menekan biaya operasional tanpa mengurangi jumlah hasil tangkapan. Penelitian ini melalui 2 tahap pengujian, yakni pengujian tanpa beban yang dilakukan di Laboratorium BBPI Semarang dan pengujian dengan beban yang dilakukan kolam pelabuhan Tanjung Mas Semarang dengan menggunakan mesin outboard Yamaha MZ200 6,5 PK. Beban yang dimaksud adalah tahanan kapal uji serta 3 buah propeller uji sebagai variabel terikat. Hasil dari penelitian ini adalah pada pengujian tanpa beban, untuk RPM tinggi (3200) konsumsi BBM Premium jauh lebih tinggi dibandingan BBG Elpiji yakni 0,511 Kg/Jam untuk BBM Premium dan 0,373 Kg/Jam untuk BBG Elpiji. Propeller yang dianjurkan bagi nelayan adalah tipe 4-5 di mana propeller tipe ini terbukti lebih ekonomis saat menggunakan BBG Elpiji dengan selisih mencapai Rp.3.866,00 selama 4 jam pemakaian mesin.
Studi Perancangan Senta Sisi (Side Stringer) dengan Mempertimbangkan Jarak Antar Senta Sisi (Side Stringer) dan Dimensi Profil pada Kapal General Cargo 6000 DWT Pangestu, Naufal; Yudo, Hartono; Iqbal, Muhammad
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan konstruksi kapal merupakan hal terpenting dalam sebuah fase perancangan kapal tersebut. Karena perencanaan konstruksi memberikan data perhitungan kekuatan struktur konstruksi kapal yang merupakan aspek teknis yang dapat berpengaruh terhadap keselamatan kapal pada berbagai kondisi gelombang saat operasional kapal tersebut berjalan. Salah satu bagian terpenting dalam sebuah konstruksi kapal adalah lambung. Pada bagian ini terdapat penegar yang mendukung kekuatan memanjang suatu kapal yaitu senta sisi. Dalam peraturan klasifikasi, terutama BKI tidak ditemukan peraturan secara jelas tentang pemasangan serta jumlah senta sisi dalam perancangan. Dari permasalahan tersebut, maka dilakukan percobaan dengan melakukan perubahan jumlah senta sisi  agar didapatkan desain konstruksi yang efisien dari segi teknis dan ekonomisnya. Variasi dalam penelitian ini yaitu mengurangi dan menambah jumlah senta sisi, dari dua menjadi satu senta sisi kemudian dari dua menjadi tiga senta sisi dan variasi profil yang digunakan berdasarkan perhitungan modulusnya.. Kemudian membandingkan hasil tegangan maksimum yang diperoleh pada tiap kondisi pada perairan Atlantik Utara. Permodelan dan analisa kekuatan dilakukan dengan menggunakan finite element software. Dari aspek teknis dengan semua variasi yang dilakukan, didapatkan tegangan maksimal yang memenuhi standar BKI. Kemudian pertimbangan dari aspek ekonomis, dipilihlah desain konstruksi satu senta sisi dengan ukuran profil T 400 x 7 + FP 270 x 8 dengan hasil tegangan maksimal 22,7 N/mm2 pada kondisi flat, 141 N/mm2 pada kondisi sagging dan 132 N/mm2 pada kondisi hogging.
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN STERN FLAP PADA PERFORMA KAPAL CEPAT 60 M Sinaga, Ebin Ezer; Manik, Parlindungan; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 1 (2020): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Regulasi dari International Maritime Organization (IMO) tentang efisiensi energi menyebabkan design kapal harus memiliki hambatan sekecil mungkin agar konsumsi bahan bakar juga rendah. Beberapa modifikasi bentuk lambung kapal telah dikembangkan agar performa kapal dapat ditingkatkan menjadi lebih baik sehingga dalam penggunaannya lebih efisien.  Stern flap merupakan modifikasi bentuk lambung berupa penambahan appendage pada bagian transom bawah kapal. Aplikasi penggunaan stern flap dapat memperbaiki olah gerak kapal yang terlalu berat di belakang sehingga menyebabkan kapal memiliki kecenderungan trim buritan, meningkatkan kerja hidrodinamik dan  mengurangi hambatan yang bekerja saat kapal beroperasi. Penelitian ini menganalisa pengaruh penambahan appendage pada buritan berupa stern flap terhadap performa kapal cepat dengan menggunakan program computer berbasis Computation Fluid Dynamic (CFD. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan hasil analisa model asli yaitu  tanpa penambahan flap  dengan variasi penambahan flap pada buritan kapal. Berdasarkan hasil analisa, didapatkan peningkatan performa  kapal untuk setiap variasi stern flap dibandingkan dengan model asli. Model flap V dengan panjang flap 2% LPP dan Trailling Edge Down (TED) angle sebesar 90 merupakan variasi paling bagus. Nilai hambatan total pada setiap kecepatannya mengalami penurunan yang lebih baik dibanding model lain. Hambatan total kapal diperkecil hingga 5,53 %.
KOMPARASI DESAIN DAN ANALISA PERFORMA MANUVER PADA DAUN KEMUDI KOVENSIONAL DENGAN DAUN KEMUDI EKOR IKAN MENGGUNAKAN METODE CFD (COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC) Ginting, Afriandi; Yudo, Hartono; Budiarto, Untung
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1211.016 KB)

Abstract

Permodelan pada kemudi merupakan hal yang penting dilakukan untuk menciptakan kemudi yang memiliki tingkat responsibilitas bermanuver yang baik. Saat ini telah ditemukan inovasi desain kemudi baru yang dinilai mampu meningkatkan kemampuan olah gerak kapal, yaitu kemudi ekor ikan. Kemudi ekor ikan ini dilatarbelakangi atas dasar bentuk kemudi yang telah ada (berbentuk persegi panjang maupun trapesium), baik kemudi gantung maupun duduk. Seperti diketahui, kemudi pada kapal seperti sebuah ekor ikan, kita tahu bahwa ikan mempunyai kapabilitas manuver sangat baik, dan oleh karena itulah inovasi kemudi ekor ikan ini di kembangkan. Pemilihan bentuk ekor ikan yang digunakan juga berdasarkan pada prinsip aliran pada belakang propeller yang disimpulkan bahwa kecepatan aliran pada daerah atas baling-baling adalah yang paling besar dan akan menurun mendekati nol pada boss baling-baling. Bentuk ekor ikan yang digunakan ialah berbentuk forked dan lunate dan membandingkan dengan kemudi konvensioanal dengan variasi sudut 00, 100, -100, 350, -350. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya belok serta nilai bermanuver pada masing-masing rudder. Peneliti menggunakan software Ansys Fluent 14 untuk mengetahui gaya belok pada rudder dan perhitungan manual untuk menentukan manuver. . Berdasarkan hasil analisa, didapatkan bahwa nilai gaya angkat tertinggi didapat pada kemudi ekor ikan bentuk lunate, sebesar 13,61 KN pada sudut 00, 68,47 KN pada sudut 100, 61,36 KN pada sudut -100, 209 KN pada sudut 350 dan 214,83 KN pada sudut -350. Nilai manuver yang baik juga didapat pada kemudi lunate dimana nilai dari Turning Diameter (STD) pada sudut 350 ialah 122,33m , nilai Tactical diameter (TD) 128,98 m, nilai Advance 118,54 m dan nilai Transfer sebesar 86,30 m sehingga dengan hasil ini, kemudi ekor ikan jenis Lunate merupakan kemudi yang paling baik digunakan karna memiliki gaya belok dan kemampuan manuver optimal dibandingkan kemudi konvensional maupun kemudi ekor ikan bentuk forked.
KAJIAN TEKNIS & EKONOMIS PERUBAHAN KAPAL IKAN ALAT TANGKAP CANTRANG MENJADI ALAT TANGKAP GILL NETT DITINJAU DARI SISTEM PENGGERAK KAPAL (STUDI KASUS KM. ROJOKOYOSAMUDRO 70 GT) Radhiya, Rabbi; Yudo, Hartono; Kiryanto, Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 2 (2016): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.543 KB)

Abstract

Tipe/jenis dan spesifikasi dari kapal ikan, erat kaitannya dengan jenis alat penangkap ikan yang dipergunakan dan teknik/metoda penangkapan ikan yang dilakukan, sesuai dengan jenis ikan yang akan ditangkap (target species). Berdasarkan jenis alat penangkap ikan yang dipergunakan, terdapat beberapa tipe kapal ikan, diantaranya  kapal pukat tarik (trawler) dan kapal jaring insang (gill netter). Perbedaan tipe menunjukkan karakteristik yang berbeda. terbitnya peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 tentang pelarangan penggunaan alat tangkap pukat hela (trawl) dan pukat tarik membuat para pemilik kapal dengan alat tangkap tersebut harus mengganti alat tangkapnya dalam tugas akhir ini melakukan analisa perubahan kapal ikan alat tangkap cantrang menjadi alat tangkap gill nett sehingga perlu dilakukanya analisa terhadap stabilitas , hambatan dan kecepatan serta system penggerak kapal. Hambatan yang terjadi pada saat kapal berkecepatan 5 knot adalah sebesar 3,3 kN , dan stabilitas dari kapal cantrang maupun Gill Nett sudah memenuhi ketentuan yang terdapat pada International Maritime Organisation (IMO). Berdasarkan hasil pengukuran, diameter propeller yang digunakan melebihi diameter yang seharusnya didapatkan melalui perhitungan yaitu tidak melebihi 1,2 m sehingga perlu adanya pergantian propeller dengan ukuran yang sesuai dengan ketentuan. Berdasarkan hal tersebut disarankan propeller baru dengan tipe B4-55 dengan Ae/Ao 1,2 dapat mengahasilkan  sebesar 72% untuk kecepatan 5 knot pada putaran 166 Rpm. Biaya perubahan yang direncanakan akibat pergantian alat adalah sebesar Rp.705.000.000,-.
Analisa Kekuatan Struktur Chain Stopper Pada Spread Mooring Terhadap Kapal Floating Storage And Offloading (FSO) Di Perairan Lepas Pantai Natuna Indonesia Fabya, Daryl; Zakki, Ahmad Fauzan; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1146.641 KB)

Abstract

Floating Storage and Offloading (FSO) adalah fasilitas terapung untuk produksi dan penyimpanan sementara minyak dan gas bumi berbentuk kapal yang secara permanen ditambatkan di lokasi operasi. Chain Stopper merupakan peralatan mooring system yang digunakan untuk mengunci dan menahan mooring line tension agar rantai mooring tidak terulur sehingga kapal FSO dapat tertambat dengan stabil. Tugas akhir ini melakukan analisa kekuatan chain stopper terhadap mooring line tension maksimum untuk kondisi intact dan damage. Analisa kekuatan chain stopper menggunakan software berbasis analisa struktur. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap chain stopper pada FSO Barakuda, dapat diambil kesimpulan bahwa tegangan maksimum struktur chain stopper saat intact condition adalah sebesar 173,35 MPa dengan pembebanan total sebesar 4,16 x106 N dari gaya tarik mooring line terbesar pada saat intact condition, sedangkan tegangan maksimum struktur chain stopper saat damage condition adalah sebesar 245,46 MPa dengan pembebanan total sebesar 5,89 x106 N dari gaya tarik mooring line terbesar pada saat damage condition. Dengan nilai safety factor untuk intact dan damage condition masing-masing adalah sebesar 2,048 dan 1,446 yang menunjukkan bahwa chain stopper aman untuk beroperasi.
STUDI PERANCANGAN SISTEM PENGGADINGAN KONSTRUKSI RUANG MUAT KAPAL SUPER CONTAINER 18.000 TEUS (MALACCA-MAX) Harahap, Amhar Wahyudi; Zakki, Ahmad Fauzan; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 4 (2015): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1137.347 KB)

Abstract

Malacca-Max adalah sebuah jenis kapal super container yang digagas oleh Marco Scholtens, dengan muatan 18.000 teus yang dirancang melalui selat malaka dengan sarat maksimal 21 m. Dalam membangun suatu konstruksi kapal, sistem penggadingan (framing system) adalah salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam  membangun  suatu  kapal. Persoalan utama dalam sistem penggadingan ialah membuat suatu konstruksi yang kokoh dan kuat dengan berat konstruksi yang seringan-ringannya. Secara khusus penelitian ini bertujuan merancang sistem penggadingan pada ruang muat kapal super container 18.000 teus (malacca-max), dimana model kontruksi dibuat dalam 2 rules (BKI dan ABS). Sistem scantling pada kedua model mengacu pada konstruksi midship section malacca-max yang sudah ada, Maersk Triple E Class. Hasil dari perancangan sistem penggadingannya, desain konstruksinya tidak jauh berbeda, perbedaannya terletak pada ukuran pelat dan profilnya saja. Untuk mengetahui desain sistem penggadingan pada kedua model cukup memenuhi dalam segi kekuatan struktur, maka kedua model dianalisa menggunakan software berbasis metode element hingga. Hasil analisa didapat nilai tegangan kedua model masih memenuhi, tidak melebihi batas nilai izin. Keunggulan dari model yang sudah dibuat, model BKI mempunyai nilai tegangan lebih kecil, sedangkan model ABS lebih efisien dalam penggunaan pelat dan profil. Kondisi terkritis pada kedua model terletak pada kondisi muatan penuh gelombang hogging trochoidal. 
ANALISA KEKUATAN PERCABANGAN PIPA T JOINT Dh/Db = 1 TANPA PLAT PENGUAT DENGAN VARIASI SUDUT AKIBAT BEBAN MOMEN YANG BEKERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Alghifari, Azzaky; Yudo, Hartono; Amiruddin, Wilma
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.607 KB)

Abstract

Pipa T Joint merupakan komponen berbentuk sambungan, dipakai untuk menggabungkan beberapa jalur pipa kearah satu pipa atau sebaliknya dari satu pipa ke beberapa pipa pembagi. Kekuatan struktur pada pipa T joint sangat penting dalam industri. Salah satu kegagalan struktur yang sering terjadi pada pipa T joint adalah buckling atau tekuk. Penyebab terjadinya buckling bisa bermacammacam, salah satunya adalah kondisi pembebanan. Pada penelitian ini sudut dari pipa T joint di variasikan menjadi 90°, 60°, 45° dengan menggunakan momen bending pada kondisi yang berbedabeda. Buckling dianalisa menggunakan metode elemen hinga dengan mempertimbangkan sifat material pada pipa, yaitu elastis dan elasto-plastis, serta deformasi yang terjadi pada setiap sudut percabangan pipa. . Untuk analisa elasto-plastis, momen buckling berkisar 1.94 x 106 Nm. Semakin kecil sudut percabangan suatu pipa maka semakin kecil pula deformasi yang terjadi pada pipa tersebut. Tetapi, dengan semakin besar nilai deformasi, momen buckling yang terjadi semakin kecil dan yang akhirnya akan konstan.
STUDI ANALISA KONTRUKSI DECK KAPAL ACCOMMODATION WORK BARGE PADA FR 0-12 AKIBAT PENAMBAHAN CRANE BERBASIS FEM Pujikuncoro, Farobi Tetuko; Zakki, Ahmad Fauzan; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1075.12 KB)

Abstract

Accommodation Work Barge digunakan sebagai tempat akomodasi bagi perkerja offshore dan umumnya memiliki fasilitas bongkar muat sendiri seperti crane, namun dikarenakan kebutuhan yang sangat tinggi sehingga AWB tersebut harus dilakukan penambahan pedestal crane untuk menggantikan crawler crane yang biasa dipakai.Sehingga kapal tersebut memiliki nilai efisiensi yang bertambah. Dalam kaitannya dengan penambahan crane tersebut, maka perlu diadakan analisa pengaruh penambahan pedestal crane terhadap kekuatan deck  yang dibebani oleh crane dengan variasi sudut elevasi dan pembebanan. Hal ini pula yang mendasari penulis melakukan analisa kekuatan terhadap deck yang mengalami pembebanan crane. Untuk membantu penulis dalam menganalisa kekuatan kontruksi akibat penambahan pedestal crane pada AWB, penulis menggunakan alat bantu software yang berbasis metode elemen hingga. Hasil analisa menggunakan software Msc. Patran dan Msc. Nastran menunjukkan hasil tegangan maksimum  sebesar 69,9 Mpa di maindeck pertemuan antara bracket depan dan longitudinal bulkhead. Berdasarkan pengecekan terhadap tegangan izin struktur, hasil analisa menunjukkan bahwa sistem tersebut dinyatakan kuat menahan beban maksimum operasional crane.
Analisa kekuatan pipa hollow berbentuk segitiga yang diberi beban momen bending Prasetya, Angga Adi; Yudo, Hartono; Amirudin, Wilma
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konstruksi dengan pipa hollow segitiga membutuhkan dua kekuatan, yaitu kekuatan dari desain konstruksinya dan kekuatan material pipa itu sendiri. Salah satu kegagalan struktur yang sering terjadi pada pipa segitiga adalah buckling atau tekuk.. Penyebab terjadinya buckling bisa bermacam-macam, salah satunya adalah kondisi pembebanan. Penelitian ini akan membahas tentang perubahan Cross-Sectional Oval Deformation (CSOD) pipa segitiga divariasikan menjadi 36 macam dengan model principle a=b=c ;a= 50, 100 ; a/t = 50, 100, 200; l/a = 25, 50, 100 menggunakan momen bending dengan yield stress 215 MPa dan elastic modulus 200 GPa. Buckling dianalisa menggunakan metode elemen hingga dengan menggunakan software MSC Patran sebagai pembuatan model dan analisa buckling menggunakan software MSC Marc Mentat. Hasil penelitian menunjukkan nilai Cross-Sectional Oval Deformation (CSOD) pipa segitiga arah bending keatas sebesar 0.0101 mm dengan moment buckling sebesar 1.75 x 101 dan nilai CSOD pipa segitiga arah bending kebawah sebesar 0.0078 mm dengan moment buckling sebesar 1.34 x 101. Kesimpulan dari penelitian ini adalah nilai CSOD dan moment buckling pada pipa segitiga arah bending keatas lebih besar dari pada pipa segitiga arah bending kebawah, dan semakin besar nilai a dan L/a maka nilai CSOD dan moment buckling yang terjadi juga semakin besar.
Co-Authors A.F. Zakki Abdi Wira Etua Sihombing Abdurrachman Fiqri Achmad F.R. Prabowo Achmad Nurochman Ade Purnawan Adietya, Berlian Arswendo Afriandi Ginting, Afriandi Agung Putra Agung Surana Dwi Yoga Ahmad Fauzan Ahmad Fauzan Zakki Akbar, Ilham Fathony Alexander Martua Napitupulu Alfikri Hidayat, Alfikri Alifviar, Muhamad Riza Amhar Wahyudi Harahap, Amhar Wahyudi Aminuddin, Rahmat Ridlo Amirudin, Wilma Andi Haris Muhammad Andi Trimulyono Andreas Geraldine A Andromeda, Trias Angga Pradipta Anggita Firda Renatasari Anggoro Prabu Dewanto Arfan Abdul Ghofur Ari Wibawa Budi Santosa Ary Ramadhan Asmara, I Putu Sindhu Astarry Nugroho Azzaky Alghifari, Azzaky Berlian Arswendo Adietya Bintang Nurcahyo Candra, Ronaldo David Chandra Dennis Oscha Cholik Dewa Anjar Nyawa Dhawala, Pakavy Aqshall Dwi Putra Naya, Radityo Habil Egar Haneshananta Sihombing Egar Haneshananta Sihombing Eko Sasmito Hadi Fabya, Daryl Fahrudin, Hasim Try Faiq Fachri Assaify Fakhrian, Muhamad Zaki Farobi Tetuko Pujikuncoro, Farobi Tetuko Fauzan Zakki, Ahmad Febby Ari Saputro Frastiana Ramadhan Basri Good Rindo Guna Satriananta, Mahendra Hadi, Eko Sasmito Hanung Bayu Setiawan Hanzallahh, Muhammad Thareq Fajri Harry Pratama, Muhammad Herman Josef Emerald Hidayat, Nur Fajar Huda, Muhammad Hafid I Made Andrean Nanda Setiawan Ighel Bryantama Putra Ihsan Aldi Prasetyo Ilham Abror Ilham Chaerul Rizqi Siregar Imam Cahyadi Imam Handhika, Imam Imam Pujo Mulyanto Imam Pujo Mulyatno Irianto, Prasetya Tomi Irvan Putera Samudera Jatmiko, Arif Budi Jaya Permana Karen Octa Angelica Khaeru Roziqin Kiryanto Kiryanto Luukfandi Lukfandi M Yaqut Zaki Aji M. Haris Fikri Sulthoni M. Harris Nubly M. Nafis Setiawan Maharani, Heslina Fifani Mahardika Adi Dewantara Mahendra Guna Satriananta Mahendra Guna Satriananta Maulana Dicky Almanda Mawahib, M Zaenal Mizyal Laudany, Mohammad Rabith Mochamad Arif Rachman Mohammad Budi Hermawan Moriko Syahruddin Mu'afifah, Fajriyatul Muhamad Hizrian Hutama Muhammad Akbar Ferbian Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Jordi Muhammad Rifqy Muhammad Wahyu Prihantoro Muhammad, Bakhtiar Nadhila Shabrina Riyanto Nono, Ferdinand Gerald Bogar Nuriman, Fadli Nyawa, Dewa Anjar Ocid Mursid Pangestu, Naufal Pani Prima Tambunan Parlindungan Manik Prasetya, Angga Adi Prasetyo, Catur Fatwa Prasetyo, Emut Andi Pratama, Rezky Naufal Pujiyanto pujiyanto Putra Nur Hidayat, Wahyu Rabbi Radhiya, Rabbi Rachmat Hidayat Raden Mas Firmansyah Bagas Pradipta Relinton B Manalu Reyanld Daniel Nicholas Manurung Rezky Naufal Pratama Richad Yunanto Riki Agustian, Riki Rinanggara, Yozar Rindo, Good Riyanto, Nadhila Shabrina Rizki Aziz Radyantama Rizki Rizcola Rohmat Bagus Sucipto Samuel Samuel Sangga Dwiki Tavarel Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Sarjito Jokosiworo Septaji Indrasahputra Seto Yuwantoro Siahaan, Fredits A Sinaga, Ebin Ezer Slamet Haryo Samudro Sukanto Jatmiko Surya Ari Wardana Tanellia Soraya N Tri Admono Ucok Maruli Silalahi Untung Budiarto Veriyanto Veriyanto Vicky Bhaskara Sardi Wahid, Rakhmat Aizzat Wijaya, Stefanus Victorino Candra Wilma Amiruddin Yolanda Adhi Pratama, Yolanda Adhi Yudha Adhitiya Wardhana Yudya Saddita Rokhim Yuli Prastyo