Claim Missing Document
Check
Articles

Found 114 Documents
Search
Journal : Department of Naval Architecture

Efek Post Weld Heat Treatment Dengan Variasi Temperature Terhadap Mechanical Properties Pada Sambungan Pipa Offshore API X52 Dennis Oscha Cholik; Sarjito Jokosisworo; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akibat perkembangan ekonomi, kebutuhan gas alam pun menjadi hal yang tidak bisa dihindari. Pengelasan Shield Metal Arc Welding (SMAW) menjadi sangat diperlukan karena dinilai sangat efisien untuk pengelasan pipa gas alam yang ukuran dan jenisnya bervariasi. Dari efek pengelasan, beberapa zona terkena efek panas seperti Heat Affected Zone (HAZ). Struktur mikro dan sifat mekanik dari HAZ cenderung menurun kualitasnya. Perubahan tersebut dikarenakan efek panas dari pengelasan. Dalam penelitian ini pengaruh dari Post  Weld Heat Treatment (PWHT) terhadap sifat struktur mikro dan sifat mekanik sambungan pipa offshore SMAW API X52 telah di teliti. Sambungan SMAW diberi perlakuan  PWHT dengan waktu tahan 30 menit dan variasi temperatur dari 400ºC sampai 800ºC. Berdasarkan hasil penelitian, perubahan terjadi baik dari sifat struktur mikro maupun sifat mekanik. PWHT menyebabkan perubahan struktur mikro yang brittle menjadi struktur mikro yang ductile dengan hal tersebut ketangguhan dari material juga meningkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PWHT dengan temperatur 800 ºC merupakan temperatur yang optimum dari sisi ketangguhan retak pada sambungan pipa offshore API X52.
Studi Analisa Struktur Lambung Semi Submersible Heavy Lift Vessel 30.000 Ton Menggunakan Finite Element Method Egar Haneshananta Sihombing; Ahmad Fauzan Zakki; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.774 KB)

Abstract

Kemajuan di bidang perkapalan sangatlah pesat, salah satu aspek yang paling disoroti adalah kekuatan dan ketahanan kapal. Hal ini mencakup kekuatan dan ketahanan pada saat berlayar ataupun berlabuh. Direct Strength Analysis adalah salah satu cara yang tepat untuk mengetahui kekuatan suatu struktur. Mengetahui komponeN-komponen yang paling kritis dan perlu mendapat perhatian lebih. Penelitian ini menganalisa kekuatan strutur lambung semi-submersible heavy lift vessel yang diberikan tekanan hirostatik saat kapal mengalami semi-submerged draught maksimum menggunakan FEM(Finite Elmemnt Method). Dalam proses analisa menggunakan software Msc.Nastran Patran, kami mendapatkan hasil tekanan hidrostatik sebesar 133.598,5 Pa.Untuk beban muatan sebesar 20.000 ton,terjadi deformasi sebesar 11,9 cm dan tegangan maksimu sebesar 100 N/mm2 . Untuk beban muatan sebesar 25.000 ton, terjadi deformasi sebesar 11,9 cm,tegangan maksimum sebesar 128 N/mm2. Dan saat kapal diberi muatan sebesar 30.000 ton,deformasi sebesar 12,4 cm dan tegangan maksimum sebesar 218 N/mm2. Tegangan maksimal yang diterima oleh kapal tersebut masih berada dibawah nilai tegangn ijin menurut ketentuan DNV yaitu sebesar 235 N/mm2. 
Analisa Kekuatan Deck Dengan Penambahan Crawler Crane Pada Kapal Tongkang 460 DWT Rachmat Hidayat; Hartono Yudo; Ahmad Fauzan Zakki
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini telah banyak inovasi dan modifikasi yang dilakukan pada kapal unutk memenuhi kebutuhan-kebutuhan khusus. Seperti modifikasi tongkang dengan penambahan crawler crane untuk membantu crane barge saat proses pemindahan batu bara ke bulk carrier ship. Modifikasi tongkang tersebut mengakibatkan beban yang diterima deck menjadi berubah dengan adanya penambahan berat dari crawler crane dan batu bara yang akan dipindahkan. Maka diperlukan analisa pengaruh crawler crane terhadap kekuatan deck tongkang untuk mengetahui keamanan saat crawler crane beroperasi. Permodelan dan analisa kekuatan dilakukan dengan menggunakan finite element software. Hasil analisa menggunakan software MSC. Patran dan Nastran menunjukkan hasil tegangan maksimum terjadi pada kondisi 3 arah boom ke portside dengan nilai 38,4 MPa dan tegangan minimum terjadi pada kondisi 8 arah boom ke forepeak dengan nilai 22,2 MPa. Hasil analisa menunjukkan bahwa semua kondisi memenuhi safety factor menurut standar BKI sehingga dapat disimpulkan kekuatan struktur deck tongkang aman dan kuat menahan beban selama proses operasional crawler crane.
Analisis Kekuatan Pipa Elbow 90° dengan Variasi D/t pada Pipeline, Akibat Beban Momen Bending Anggita Firda Renatasari; Hartono Yudo; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.883 KB)

Abstract

Pipa elbow 90° memiliki peran penting dalam suatu sistem perpipaan yaitu digunakan sebagai sambungan pipa dan  membelokkan arah aliran pipa, salah satu kegagalan struktur yang terjadi pada sambungan pipa elbow 90° yaitu buckling atau tekuk yang diakibatkan oleh variasi kondisi pembebanan. Pada penelitian ini variasi model  pipa elbow 90° berdasarkan perbandingan diameter dan tebal pipanya (D/t) yaitu 29,45 ; 53.31 dan 79,96 dengan variasi kondisi pembebanan inplane, outplane, dan ­in-outplane. Analisis buckling yang dilakukan menggunakan metode elemen hingga dengan mempertimbangkan nilai momen dan deformasi oval yang terjadi pada tiap variasi kondisi pembebanan. Berdasarkan hasil penelitian dengan variasi D/t dan kondisi pembebanan, maka ditemukan bahwa semakin besar nilai D/t pada pipa elbow 90° maka nilai modulus penampang semakin naik sehingga momen yang terjadi semakin besar dengan yield stress tetap pada setiap variasi kondisi pembebanani yaitu D/t 79,96 dengan nilai momen sebelum buckling sebesar 4,5 x 106 Nm pada kondisi pembebanan outplane, namun dengan semakin besarnya nilai D/t pipa elbow 90° maka semakin kecil nilai deformasi oval yang terjadi pada tiap variasi kondisi pembebanan.
Analisa Teknik Penggunaan Serat Pandan Wangi Dan Serat Ampas Tebu Dengan Filler Serbuk Gergaji Kayu Bahan Komposit Pembuatan Kulit Kapal Di Tinjau Dari Kekuatan Lentur Dan Tekan Alexander Martua Napitupulu; Hartono Yudo; Sarjito Jokosiworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.677 KB)

Abstract

Pemanfaatan serat pandan wangi sebagai serat penguat material komposit akan mempunyai arti yang sangat penting yaitu dari segi pemanfaaatan yang belum dioptimalkan dari segi ekonomi dan pemanfaatan hasil olahannya. Serat ampas tebu (baggase) merupakan limbah organik yang banyak dihasilkan di pabrik-pabrik pengolahan gula tebu di Indonesia. Material kapal kayu yang digunakan baik untuk konstruksi, non konstruksi maupun untuk keperluan lain diperlukan.pemilihan jenis kayu yang tepat. Pada penelitian ini menggunakan metode hand lay up dengan arah orientasi serat lurus, fraksi volume 60% matriks polyester dan 40% serat pandan wangi, komposit serat kayu gergaji dan serat tebu. serat pandan wangi, komposit serat kayu gergaji dan serat tebu dengan volume 10%S.Tebu,10%S.Kayu,40%S.Pandan mempunyai Nilai rata-rata kuat tekan per variasi sebesar 41,70 N/mm2 dan memiliki nilai tertinggi sebesar 42,07 N/mm² dan mempunyai rata-rata nilai modulus elastisitas sebesar 3143,10 N/mm2,nilai uji impact tertinggi volume 10% S.Tebu,10%S.Kayu,40%S.Pandan mempunyai energi impak rata-rata sebesar 6,30 joule dengan nilai tertinggi sebesar 10,8 joule. volume 20%S.Tebu,20%S.Kayu,20% S.Pandan mempunyai keuletan rata-rata sebesar 0,038 J/mm². semakin panjang serat maka kekakuan kayu komposit semakin naik. Menaikkan kekakuan berarti modulus flexure meningkat. Pemakaian filler serbuk kayu gergaji 10% berfungsi membatasi pergerakan matrik polyester ketika komposit diberikan bending atau impak sehingga regangannya kecil.
ANALISA BUCKLING TIANG MAST CRANE AKIBAT BEBAN LENTUR MENGGUNAKAN SOFTWARE BERBASIS METODE ELEMEN HINGGA Tanellia Soraya N; Hartono Yudo; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 2 (2016): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.813 KB)

Abstract

Crane merupakan mesin bantu yang digunakan untuk mengangkat dan memindahkan barang-barang berat yang tidak mampu diangkat dan dipindahkan oleh manusia. Kekuatan struktur pada tiang crane sangat penting dalam suatu industri. Dan salah satu kegagalan struktur yang sering terjadi pada tiang adalah buckling atau tekuk. Dan sudah diketahui bahwa momen buckling yang terjadi dapat dikurangi dengan menambahkan tinggi pada tiang. Penyebab terjadinya buckling bisa bermacam-macam, salah satunya adalah kondisi pembebanan. Pada penelitian ini, tinggi tiang divariasikan menjadi 4 macam dengan menggunakan momen bending. Buckling dianalisa menggunakan metode elemen hingga dengan mempertimbangkan sifat material pada tiang, yaitu elastis dan elasto-plastis, serta deformasi yang terjadi pada setiap tiang. Untuk analisa elasto-plastis, momen buckling berkisar 8.3 x 107 Nm. Semakin tinggi tiang yang di mana semakin besar nilai L/D, maka semakin besar terjadinya deformasi. Tetapi, dengan semakin besar nilai deformasi, momen buckling yang terjadi semakin kecil dan yang akhirnya akan konstan. Sama halnya dengan safety factor, semakin tinggi tiang nilai SF akan berkurang dan akhirnya konstan. Pada penelitian ini didapatkan nilai SF sebesar 9.89.
ANALISA KELELAHAN RANTAI JANGKAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Muhamad Hizrian Hutama; Hartono Yudo; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1031.751 KB)

Abstract

Jangkar didesain untuk membatasi gerak kapal pada saat waktu labuh di pelabuhan ataupun di laut lepas, agar kapal tetap pada kedudukannya meskipun mendapatkan gaya dari luar (angin,arus,gelombang) maupun gaya dari dalam (muatan) yang terjadi secara berulang ulang pada saat anchoring maupun saat proses loading-offloading muatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kelelahan rantai yang menghubungkan antara jangkar dan kapal dengan 4 variasi beban lingkungan yang diakibatkan oleh heaving serta beban internal kapal dan beban hidrostatik sehingga didapatkan nilai fatigue life dari rantai tersebut dengan  Finite Element Method (FEM). Analisa yang digunakan adalah analisa beban dinamis yang merupakan beban maksimal, beban minimal, beban rata-rata dan beban amplitudo. Berdasarkan beban tersebut didapatkan stress maksimal sebesar 681 Mpa, stress minimal 89,9 Mpa, stress rata-rata 385 Mpa dan stress amplitudo sebesar 298 Mpa, yield strength material yang dipakai sebesar 760 Mpa.  Dalam proses analisa penelitian ini menggunakan  software MSC Nastran Patran untuk mendapatkan tegangan dari variasi beban dan MSC Fatigue untuk mendapatkan siklus terpendek dari 4 variasi tegangan dinamis tersebut, didapatkan hasil life cycle paling kritis sebanyak 7,24x103 cycle.
Analisa Teknis Penggunaan Serat Pelepah Siwalan (Borassus Flabellifer ) sebagai Alternatif Material Komponen Kapal Ditinjau Dari Kekuatan Tekuk Dan Impak Muhammad Wahyu Prihantoro; Hartono Yudo; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 3 (2017): JULI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.795 KB)

Abstract

Serat pelepah Siwalan (Borassus Flabellifer) merupakan penguat komposit alami yang memiliki struktur serat yang kontinyu kuat, tidak membahayakan kesehatan, murah, tersedia melimpah karena belum temanfaatkan dengan baik serta dapat mengurangi polusi lingkungan. Dari pertimbangan diatas maka penelitian ini dilakukan pembuatan material komposit berpenguat serat alami yaitu serat pelepah siwalan untuk mengetahui kekuatan tekuk dan impak dan mengetahui pengaruh variasi arah serat terhadap kekuatan tekuk dan impak dari material komposit berpenguat serat pelepah siwalan. Pembuatan komposit serat pelepah siwalan pada penelitian ini menggunakan metode hand layup dengan arah orientasi serat lurus, fraksi volume 60% matriks polyester dan 40% serat pelepah siwalan. Hasil pengujian komposit berpenguat serat pelepah siwalan didapatkan nilai uji bending tertinggi dimiliki oleh komposit dengan variasi arah sudut 0° dengan nilai rata – rata 47,239 N/mm² dan memiliki nilai tertinggi sebesar 57,43 N/mm² dan rata-rata nilai modulus elastisitas 2422,96 N/mm2, nilai uji impact tertinggi pada sudut 0° mempunyai energi impak rata-rata sebesar komposit serat siwalan dengan variasi sudut 0 ° mempunyai keuletan rata-rata sebesar 0,0077 J/mm² dengan nilai tertinggi sebesar 0,0090 J/mm² dan berdasarkan hasil pengujian bending dan impak yang didapat, semakin kecil sudut arah serat maka semakin besar kekuatan yang mempengaruhi hasil pengujian. Hasil pengujian menunjukan bahwa kekuatan tarik, modulus elastisitas dan kekuatan uji bending tertinggi dari komposit berpenguat serat pelepah siwalan belum dapat memenuhi ketentuan peraturan kekuatan tarik dan modulus elastisitas dari BKI yang mempunyai nilai modulus elastisitas 6860 N/mm² dan kekuatan bending 150 N/mm².
STUDI KARAKTERISTIK BUCKLING PADA KOLOM CRANE KAPAL FLOATING LOADING FACILITY (FLF) BERBASIS FINITE ELEMENT METHOD (FEM) Ihsan Aldi Prasetyo; Ahmad Fauzan Zakki; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.767 KB)

Abstract

Floating Loading Facility (FLF) digunakan untuk pemindahan muatan curah seperti batu bara dari kapal tongkang ke kapal bulk carrier. Peralatan utama dan paling penting pada Floating Loading Facility (FLF) adalah crane. Spesifikasi crane yang dibutuhkan harus sesuai dengan beban yang akan diangkut, dalam hal ini bagian kolom crane adalah bagian yang perlu diperhatikan karena bisa terjadi kegagalan struktur dibagian tersebut. Kolom merupakan suatu elemen struktur tekan yang memegang peranan penting dari suatu bangunan, sehingga keruntuhan pada suatu kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan runtuhnya lantai yang bersangkutan dan juga runtuh total seluruh struktur. Dan salah satu kegagalan struktur yang sering terjadi pada kolom adalah buckling atau tekuk. Pada penelitian ini kolom crane di variasikan menggunakan profil dan tidak menggunakan profil serta perbandingan penguat dengan menggunakan momen bending pada kondisi yang berbeda-beda. Buckling dianalisa menggunakan metode elemen hinga dengan mempertimbangkan sifat material pada kolom, yaitu elastis dan elasto-plastis, serta deformasi yang terjadi. Kolom dengan profil menghasilkan momen buckling tertinggi 5,33x108 tetapi untuk nilai deformasinya masih lebih besar dibanding kolom yang menggunakan profil dan penguat. Nilai kekuatan pada analisa elastis lebih besar dari nilai kekuatan pada analisa elasto-plastis.
ANALISA PENGARUH VARIASI SARAT TONGKANG TERHADAP EKONOMIS PEMASUKAN (INCOME) PENGANGKUTAN MUATAN DAN OPERASIONAL TUG BOAT Ucok Maruli Silalahi; Hartono Yudo; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.775 KB)

Abstract

Pengangkutan muatan barang tambang dapat dilakukan dengan berbagai jalur transportasi darat, dan laut. Dalam pengangkutan jalur laut dapat menggunakan kapal untuk memaksimalkan pengangkutan yang lebih banyak. Pengangkutan dengan kapal dapat menggunakan berbagai jenis kapal pengangkutan seperti kapal bulk carrier, tongkang, dll. Pengangkutan menggunakan tongkang  dapat dilakukan dengan adanya bantuan kapal tug boat sebagai penarik tongkang dalam pelayaran.Dalam melaksanakan penelitian ini, penulis melakukan penghitungan stabilitas tongkang dan menyesuaikan pembangunan tongkang dengan keuntungan apabila dengan menggunakan modal investasi sendiri, menggunakan pinjaman dari bank dengan beban resiko bunga pinjaman, dan dengan menyewa tongkang. Keuntungan didapatkan dengan mengurangkan besar nilai penjualan pengangkutan batubara dengan biaya produksi, biaya pembangunan tongkang, operasional tug boat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan jenis perolehan keuntungan yang lebih baik jika menyewa tongkang, membangun dengan modal investasi sendiri, dan pembangunan dengan menggunakan pinjaman dari bank dengan beban biaya bunga sebesar 9,85% dari harga kapal.Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan didapatkan bahwa besar nilai keuntungan yang didapatkan dengan membangun tongkang dengan modal sendiri lebih menguntungkan dengan persentase rataan 1,005% dari menggunakan pinjaman biaya investasi. Dan 1,5% lebih menguntungkan apabila menyewa tongkang. 
Co-Authors A.F. Zakki Abdi Wira Etua Sihombing Abdurrachman Fiqri Achmad F.R. Prabowo Achmad Nurochman Ade Purnawan Adietya, Berlian Arswendo Afriandi Ginting, Afriandi Agung Putra Agung Surana Dwi Yoga Ahmad Fauzan Ahmad Fauzan Zakki Akbar, Ilham Fathony Alexander Martua Napitupulu Alfikri Hidayat, Alfikri Alifviar, Muhamad Riza Amhar Wahyudi Harahap, Amhar Wahyudi Aminuddin, Rahmat Ridlo Amirudin, Wilma Andi Haris Muhammad Andi Trimulyono Andreas Geraldine A Andromeda, Trias Angga Pradipta Anggita Firda Renatasari Anggoro Prabu Dewanto Arfan Abdul Ghofur Ari Wibawa Budi Santosa Ary Ramadhan Asmara, I Putu Sindhu Astarry Nugroho Azzaky Alghifari, Azzaky Berlian Arswendo Adietya Bintang Nurcahyo Candra, Ronaldo David Chandra Dennis Oscha Cholik Dewa Anjar Nyawa Dhawala, Pakavy Aqshall Dwi Putra Naya, Radityo Habil Egar Haneshananta Sihombing Egar Haneshananta Sihombing Eko Sasmito Hadi Fabya, Daryl Fahrudin, Hasim Try Faiq Fachri Assaify Fakhrian, Muhamad Zaki Farobi Tetuko Pujikuncoro, Farobi Tetuko Fauzan Zakki, Ahmad Febby Ari Saputro Frastiana Ramadhan Basri Good Rindo Guna Satriananta, Mahendra Hadi, Eko Sasmito Hanung Bayu Setiawan Hanzallahh, Muhammad Thareq Fajri Harry Pratama, Muhammad Herman Josef Emerald Hidayat, Nur Fajar Huda, Muhammad Hafid I Made Andrean Nanda Setiawan Ighel Bryantama Putra Ihsan Aldi Prasetyo Ilham Abror Ilham Chaerul Rizqi Siregar Imam Cahyadi Imam Handhika, Imam Imam Pujo Mulyanto Imam Pujo Mulyatno Irianto, Prasetya Tomi Irvan Putera Samudera Jatmiko, Arif Budi Jaya Permana Karen Octa Angelica Khaeru Roziqin Kiryanto Kiryanto Luukfandi Lukfandi M Yaqut Zaki Aji M. Haris Fikri Sulthoni M. Harris Nubly M. Nafis Setiawan Maharani, Heslina Fifani Mahardika Adi Dewantara Mahendra Guna Satriananta Mahendra Guna Satriananta Maulana Dicky Almanda Mawahib, M Zaenal Mizyal Laudany, Mohammad Rabith Mochamad Arif Rachman Mohammad Budi Hermawan Moriko Syahruddin Mu'afifah, Fajriyatul Muhamad Hizrian Hutama Muhammad Akbar Ferbian Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Jordi Muhammad Rifqy Muhammad Wahyu Prihantoro Muhammad, Bakhtiar Nadhila Shabrina Riyanto Nono, Ferdinand Gerald Bogar Nuriman, Fadli Nyawa, Dewa Anjar Ocid Mursid Pangestu, Naufal Pani Prima Tambunan Parlindungan Manik Prasetya, Angga Adi Prasetyo, Catur Fatwa Prasetyo, Emut Andi Pratama, Rezky Naufal Pujiyanto pujiyanto Putra Nur Hidayat, Wahyu Rabbi Radhiya, Rabbi Rachmat Hidayat Raden Mas Firmansyah Bagas Pradipta Relinton B Manalu Reyanld Daniel Nicholas Manurung Rezky Naufal Pratama Richad Yunanto Riki Agustian, Riki Rinanggara, Yozar Rindo, Good Riyanto, Nadhila Shabrina Rizki Aziz Radyantama Rizki Rizcola Rohmat Bagus Sucipto Samuel Samuel Sangga Dwiki Tavarel Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Sarjito Jokosiworo Septaji Indrasahputra Seto Yuwantoro Siahaan, Fredits A Sinaga, Ebin Ezer Slamet Haryo Samudro Sukanto Jatmiko Surya Ari Wardana Tanellia Soraya N Tri Admono Ucok Maruli Silalahi Untung Budiarto Veriyanto Veriyanto Vicky Bhaskara Sardi Wahid, Rakhmat Aizzat Wijaya, Stefanus Victorino Candra Wilma Amiruddin Yolanda Adhi Pratama, Yolanda Adhi Yudha Adhitiya Wardhana Yudya Saddita Rokhim Yuli Prastyo