Claim Missing Document
Check
Articles

Found 114 Documents
Search
Journal : Department of Naval Architecture

Desain dan Analisa Kekuatan Pipa Expansion Loops dengan Variasi Ukuran Loop dan Bentuk Loop Pujiyanto pujiyanto; Hartono Yudo; Sarjito Joko Sisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 2 (2021): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem perpipaan akan mengalami ekspansi akibat suhu yang besarnya tergantung pada koefisien ekspansi material dari pipa yang dapat mengakibatkan kerusakan pada pipa. Kerusakan pada pipa akibat ekspansi termal ini dapat diatasi dengan menggunakan expansion joint, Z bend loop, dan expansion loops. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui stress yang terjadi pada masing-masing variasi expansion loops sehingga mendapatkan model expansion loop yang menghasilkan stress paling rendah karena adanya ekspansi termal pada pipa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan software berbasis Finite Element Analysis dengan menggunakan beban perubahan displacement pada bagian anchor yang nilainya setengah dari total ekspansi pipa pada masing-masing anchor. Tegangan yang terjadi pada pipa lurus adalah 68.57 Ksi, 68.44 Ksi dan 68.29 Ksi. Tegangan yang terjadi pada expansion loop W=H adalah 19.26 Ksi, 19.78 Ksi dan 19.68 Ksi. Tegangan yang terjadi pada expansion loop W=0.5H adalah 16.83 Ksi, 16.70 Ksi dan 16.56 Ksi. Tegangan yang terjadi pada expansion loop W=2H adalah 26.42 Ksi, 26.95 Ksi dan 26.70 Ksi. Tegangan yang terjadi pada expansion loop setengah lingkaran adalah 42.43 Ksi, 44.38 Ksi dan 44.79 Ksi. Stress yang terjai pada pipa expansion loop akan semakin kecil apabila nilai W/H semakin kecil. Expansion loop W=0.5H menunjukkan hasil stress paling rendah jika dibandingkan dengan expansion loop yang lain.
Analisa Kekuatan Struktur Stern Ramp Door pada Kapal Ferry Ro-Ro 1000 GT Slamet Haryo Samudro; Hartono Yudo; Ahmad Fauzan Zakki
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1462.646 KB)

Abstract

Kapal ferry ro-ro adalah kapal yang bisa memuat kendaraan dan penumpang yang berjalan masuk ke dalam dan keluar kapal dengan penggeraknya sendiri, sehingga disebut sebagai kapal roll on – roll off atau disingkat dengan ro-ro. Oleh karena itu, kapal ini dilengkapi dengan rampa (Ramp). Dari sebuah kasus nyata yang terjadi pada tahun 2018, ramp door KMP. Nusa Putera SP Ferry patah pada bagian engsel ramp door. Hal tersebut menjadi latar belakang penelitian konstruksi stern ramp door lebih lanjut sampai bagian engselnya. Dengan tujuan mengetahui tegangan maksimum, komponen paling kritis, dan karakteristik tegangan yang terjadi. Metode yang digunakan menggunakan software berbasis metode elemen hingga. Pada penelitian ini pembebanan di stern ramp door menggunakan dua jenis kendaraan dan satu kendaraan paling berat sebagai perbandiangan dari beban perencanaan. Yaitu truk 16ton (1-2), 19 ton (1-1-2) dan 24 ton (1-2-2) dengan variasi pembebanan awal, tengah dan akhir sesuai posisi roda kendaraan dan dibuat 3 model berbeda dengan kondisi stern ramp door normal, 11˚ (+1000 mm), dan 349˚ (-1000 mm). Tegangan paling maksimum dan kritis terjadi pada stern ramp door normal beban truk 19 ton, posisi beban akhir (roda bagian belakang) dengan nilai stress 141,280 Mpa, deformasi sebesar 3,749 mm, aman menurut kriteria BKI.  
Analisa Teknis Kekuatan Mekanis Material Komposit Berpenguat Serat Asiwung Raja (Typha Angustipholia) Sebagai Alternatif Bahan Komposit Untuk Komponen Kapal Ditinjau dari Kekuatan Tekuk dan Impak Khaeru Roziqin; Hartono Yudo; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 2 (2017): APRIL
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1192.433 KB)

Abstract

Asiwung raja (Typha Angustipholia) tanaman sejenis rumput besar yang hidup di rawa-rawa, daun asiwung raja banyak di gunakan sebagai bahan pembuat tikar akan tetapi seiring berkembang nya teknologi penggunaan tikar berbahan daun asiwung raja semakin di tinggalkan dan beralih menggunakan tikar berbahan sintetis. Dari pertimbangan tersebut maka penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan analisa teknis berupa kekuatan tekuk dan kekuatan Impak dari komposit berpenguat serat Asiwung raja dengan variasi pola sudut 0°, 22,5° dan 45° Sebagai penguat menggunakan matrik resin polyester.Dari hasil pengujian spesimen dilakukan analisa kekuatan mekanis kemudian dibandingkan dengan nilai kekuatan mekanis yang disyaratkan/diijinkan oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) sebagai tolak ukur standar ujinya. Pengujian komposit berpenguat serat Asiwung raja arah serat sudut 0º, 22,5º dan 45º, dengan fraksi volume 60% matrik polyester dan 40% serat asiwung raja, menggunakan metode hand lay up, hasil pengujian didapat nilai kekuatan uji tekuk tertinggi pada sudut 0° dengan nilai 28.01 N/mm2 dan modulus elastisitas dengan nilai 2112.94 N/mm2 dan nilai uji impak tertinggi pada sudut 0° dengan nilai 0.024 joule/mm2. Hasil pengujian menunjukan bahwa kuat tekuk dan  modulus elastisitas dari komposit berpenguat serat Asiwung Raja belum dapat memenuhi ketentuan peraturan kuat tekuk dan modulus elastisitas dari BKI yang mempunyai nilai standar kuat tekuk 150 N/mm2 dan modulus elastisitas 6860 N/mm2
ANALISIS TEKUK KRITIS PADA PIPA AKIBAT TEKANAN INTERNAL Andreas Geraldine A; Hartono Yudo; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.461 KB)

Abstract

Pipamerupakan suatu struktur yang digunakan untuk pendistribusian fluida di dalam memenuhi kebutuhan manusia dan industri. Kekuatan struktur pada pipa perlu di perhatikan dalam suatu industri. Tekanan internal yang terjadi pada pipa dapat menyebabkan kegagalan struktur yaitu berupabuckling atau tekuk. Penyebab terjadinya buckling bisa bermacam-macam, salah satunya adalah kondisi pembebanan. Pada penelitian ini, model pipa divariasikan menjadi duabelas macam berdasarkan panjang, diameter dan ketebalan. Buckling dianalisa menggunakan metode elemen hingga dengan mempertimbangkan sifat material pada pipa, yaitu elastis dan elasto-plastis, serta deformasi yang terjadi pada setiap pipa. Untuk analisa elasto-plastis, Pressure buckling berkisar 1.7 x 107 Nm dikarenakan material bersifat elastis karena yield stress dari material tersebut.Semakin panjang pipa yang dimana perbandingan L/D semakin besar makan besarnya pressure buckling semakin besar tetapi efek tekanan internal yang berkerja semakin kecil sehingga membuat konstan.
Analisa Kekuatan Pipa Miter Bend Dengan Variasi Sudut Akibat Beban Momen Bending Abdi Wira Etua Sihombing; Hartono Yudo; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.945 KB)

Abstract

Pipa miter bend merupakan salah satu jenis pipa yang memiliki peran penting dalam suatu sistem perpipaan yang digunakan untuk mengalirkan dan membelokkan muatan fluida baik muatan cair maupun gas. Salah satu kegagalan struktur yang terjadi pada sambungan pipa miter bend yaitu buckling atau tekuk. Pada penelitian ini variasi model  pipa miter bend berdasarkan perbandingan jumlah segmen serta diameter dan tebal pipanya (D/t) dengan variasi kondisi pembebanan inplane, outplane, dan ­in-outplane. Pada analisa buckling ini menggunakan metode elemen hingga dengan mempertimbangkan pengaruh variasi sudut  terhadap nilai momen dan deformasi ovalisasi pada tiap variasi kondisi pembebanan. Berdasarkan hasil penelitian pada pipa miter bend radius 90° dengan variasi jumlah segmen yaitu 3 segmen, 4 segmen, dan 5 segmen serta kondisi pembebanan, semakin banyak jumlah segmen pada pipa dengan nilai D/t yang sama maka akan semakin besar pula momen yang diizinkan pada tiap kondisi pembebanan inplane, outplane dan in-outplane. Deformasi akan semakin kecil seiring dengan bertambahnya jumlah segmen dengan nilai D/t yang sama dengan variasi kondisi pembebanan.
Studi Analisis Kekuatan Intermediate Shaft Z-Peller Pada Kapal KT. Bima 306 Akibat Variasi Geometri Richad Yunanto; Hartono Yudo; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

System Z-Peller merupakan salah satu sistem propulsi penggerak kapal. Z-Peller ini terpasang vertical yang dapat berputar 360 derajat dan terjadi perbedaan posisi antara mesin induk dengan z-peller  lalu dihubungkan dengan intermediate shaft yang memiliki sudut elevasi. Intermediate shaft ini  memiliki beberapa komponen diantaranya shaft, flange, baut, dan universal joint. Sudut elevasi terjadi karena terbentuknya penekukan pada komponen universal joint yaitu spider dengan  yoke spline. Dengan rangkaian seperti itu, memungkinkan terjadinya kegagalan mekanis akibat tegangan dari momen torsi yang dihasilkan mesin induk. Setelah melihat referensi, daerah kritis sering terjadi pada komponen poros dan universal joint. Maka dari itu, perlu adanya analisis kekuatan dengan tujuan penelitian mengetahui tegangan geser maksimal ,von mises dan safety factor dari variasi geometri pada komponen tersebut. Hasil penelitian ini mendapatkan pada model asli, maximum shear stress sebesar 36,85 Mpa komponen poros dan maximum von mises sebesar 329,5 Mpa komponen universal joint. Untuk model yang sudah variasi geometri dengan pengurangan atau penambahan sebesar 5 mm didapatkan maximum shear stress terletak pada komponen poros dan maximum von mises stress terletak pada komponen universal joint. Safety factor  pada tiap komponen yang telah memenuhi standarisasi kriteria yang berlaku. Kecuali komponen universal joint model tipe 1 dan 2 juga komponen baut model tipe 1 belum memenuhi standarisasi atau masih dibawah standar. Pengaruh variasi geometri yang dimana sesuai dengan teori. Tegangan dan luasan berbanding terbalik, jika luasan kecil maka tegangan semakin besar dan begitu juga sebaliknya. Hal ini telah dibuktikan berupa  tabel dan grafik dimana terjadi penurunan tegangan ketika variasi penambahan ukuran luasan.
ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI MODIFIKASI DOUBLE BOTTOM AKIBAT ALIH FUNGSI PADA KAPAL ACCOMODATION WORK BARGE (AWB) 5640 DWT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Yuli Prastyo; Imam Pujo Mulyatno; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.823 KB)

Abstract

Accomodation Work Barge (AWB) 5640 DWT merupakan jenis kapal tongkang kerja yang tidak memiliki sistem propulsi sendiri. Kapal ini digunakan sebagai tempat akomodasi bagi karyawan perusahaan migas dan industri kemaritiman. Untuk mendukung sistem tambat, owner kapal melakukan modifikasi fresh water tank menjadi ruang mooring winch. Akibat alih fungsi, double bottom mengalami perubahan pembebanan. Penelitian ini membandingkan double bottom sebelum dan sesudah dimodifikasi saat berada pada kondisi beban statis, sagging dan hogging. Adapun skenario pembebanan meliputi muatan penuh pada model sebelum dimodifikasi, beban mooring winch dan beban tarik pada model sesudah dimodifikasi. Hasil analisa dengan software berbasis metode elemen hingga berupa tegangan von mises dan konstruksi double bottom yang paling kritis pada beberapa kondisi pembebanan. Tegangan von mises terbesar terjadi ketika kondisi hogging pada model sebelum dimodifikasi sebesar 168 N/mm2 dan sebesar 183 N/mm2 ketika pembebanan full load + beban tarik saat kondisi hogging. komponen konstruksi paling kritis terjadi ketika kondisi hogging pada model sebelum dimodifikasi dan ketika pembebanan full load + beban tarik saat kondisi hogging.
Analisa Kekuatan Tarik dan Tekuk pada Sambungan Pipa Baja dengan Menggunakan Kanpe Clear Surealis 1208 UWE Sebagai Pengganti Las Sangga Dwiki Tavarel; Hartono Yudo; K. Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.517 KB)

Abstract

Fiberglass Reinforced Plastic (FRP) merupakan suatu bahan yang menyerupai lapisan tipis dari polimer yang terdiri dari serat karbon, serat, dan epoxy. Fiberglass Reinforced Plastic (FRP) penguatan luar dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan geser, lentur, dan tekan. Pada prinsipnya konsep ini digunakan menjadi bahan alternatif pemeliharaan pipa terhadap korosi, meningkatkan kekakuan dan mencegah kebocoran pada sambungan pipa tanpa membuat cacat. Proses ini dapat mengurangi kerusakan tanpa harus membuat cacat permukaan. Dalam penelitian ini terdapat tiga variasi sambungan yaitu las, resin, dan campuran. Untuk bahan resinnya digunakan Kanpe Clear Surealis 1208 UWE dan Catalyst Hardener dengan komposisi 4 : 1 (oleh berat). Hasil pengujian didapatkan kuat tarik rata-rata untuk variasi las sebesar 340,5 N/mm2, untuk variasi resin didapatkan nilai sebesar 65,1 N/mm2, dan untuk yang campuran sebesar 370,3 N/mm2 mengalami kenaikan kekuatan 8% dari variasi las biasa, untuk hasil rata-rata pengujian tekuk variasi las didapatkan sebesar 65,42 N/mm2, untuk variasi resin didapatkan hasil 19,95 N/mm2, dan yang terakhir untuk variasi campuran rata-ratanya sebesar 71,23 N/mm2 mengalami kenaikan kekuatan 8% dari variasi las biasa.   
ANALISA KEKUATAN POROS KEMUDI KAPAL PENAMPUNG IKAN TRADISIONAL 200 GT KABUPATEN BATANG DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Achmad F.R. Prabowo; Hartono Yudo; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.034 KB)

Abstract

Indonesia memiliki berbagai keberagaman budaya salah satunya adalah kapal tradisional yang dibangun berdasarkan pengalaman turun temurun. Proses pembuatan komponen kapal yang tidak diperhitungkan secara teknis  dikhawatirkan akan menimbulkan kegagalan struktur ketika kapal dioperasikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tegangan pada poros kemudi berbahan Monel 400 dan Baja AISI 1045 ketika menahan gaya dari daun kemudi akibat aliran yang terjadi karena putaran propeller. Adapun variasi yang digunakan adalah kecepatan streamline (Vstreamline) yang melewati daun kemudi sebesar 5.99 m/s, 7.19 m/s, 8.38 m/s, 9.58 m/s, 10.78 m/s, dan 11.98 m/s dengan sudut kemiringan daun kemudi sebesar 35o. Dengan bantuan software berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD) didapatkan tekanan yang terjadi pada daun kemudi akibat aliran yang melewati daun kemudi, selanjutnya nilai tekanan tersebut digunakan sebagai input beban pada analisa kekuatan dengan software berbasis Metode Elemen Hingga. Analisa tegangan pada kondisi Vstreamline = 11,98 m/s memiliki nilai tegangan yang paling besar senilai 9.04 MPa untuk poros kemudi berbahan Monel 400 dan 11.8 MPa untuk poros kemudi berbahan Baja AISI 1045. Sedangkan analisa pada kondisi Vstreamline = 9,58 m/s memiliki nilai tegangan yang paling rendah senilai 7.98 MPa untuk poros kemudi berbahan Monel 400 dan 11.5 MPa untuk poros kemudi  berbahan Baja AISI 1045.
ANALISA TEKUK KRITIS PADA PIPA BERBENTUK SEGI EMPAT YANG DIKENAI BEBAN BENDING DENGAN VARIASI PENAMPANG VERTIKAL Luukfandi Lukfandi; Hartono Yudo; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.512 KB)

Abstract

Pada kontruksi baja permasalahan yang sangat penting adalah mengenai stabilitas, dikarenakan komponen struktur baja rentan terhadap tekuk akibat pembebanan yang melebihi kapasitasnya sehingga terjadi ketidakstabilan pada struktur baja. Terjadinya fenomena  tekuk pada struktur baja disebabkan karena elemen baja pada umumnya sangat tipis, sehingga mudah mengalami tekuk yang akan mengurangi kapasitas dari struktur itu sendiri.pada permasalahan ini penelitian yang dilakukan adalah pada pipa segi empat dengan variasi bentuk dan masing-masing panjang dan tebal yang berbeda yaitu L/a = 10,15,20, a/t = 5,10,15, dan a/b = 0.5,0.25.0,125 yang dikenai beban bending. Pada kenyataan benda uji tersebut akan mengalami tekuk lentur dan terjadi ketidakstabilan akibat pembebanan gaya. Setelah memperoleh data hasil apa yang dianalisa,dapat disimpulkan semakin besar nilai deformasi, momen buckling yang terjadi semakin kecil dan yang akhirnya akan konstan
Co-Authors A.F. Zakki Abdi Wira Etua Sihombing Abdurrachman Fiqri Achmad F.R. Prabowo Achmad Nurochman Ade Purnawan Adietya, Berlian Arswendo Afriandi Ginting, Afriandi Agung Putra Agung Surana Dwi Yoga Ahmad Fauzan Ahmad Fauzan Zakki Akbar, Ilham Fathony Alexander Martua Napitupulu Alfikri Hidayat, Alfikri Alifviar, Muhamad Riza Amhar Wahyudi Harahap, Amhar Wahyudi Aminuddin, Rahmat Ridlo Amirudin, Wilma Andi Haris Muhammad Andi Trimulyono Andreas Geraldine A Andromeda, Trias Angga Pradipta Anggita Firda Renatasari Anggoro Prabu Dewanto Arfan Abdul Ghofur Ari Wibawa Budi Santosa Ary Ramadhan Asmara, I Putu Sindhu Astarry Nugroho Azzaky Alghifari, Azzaky Berlian Arswendo Adietya Bintang Nurcahyo Candra, Ronaldo David Chandra Dennis Oscha Cholik Dewa Anjar Nyawa Dhawala, Pakavy Aqshall Dwi Putra Naya, Radityo Habil Egar Haneshananta Sihombing Egar Haneshananta Sihombing Eko Sasmito Hadi Fabya, Daryl Fahrudin, Hasim Try Faiq Fachri Assaify Fakhrian, Muhamad Zaki Farobi Tetuko Pujikuncoro, Farobi Tetuko Fauzan Zakki, Ahmad Febby Ari Saputro Frastiana Ramadhan Basri Good Rindo Guna Satriananta, Mahendra Hadi, Eko Sasmito Hanung Bayu Setiawan Hanzallahh, Muhammad Thareq Fajri Harry Pratama, Muhammad Herman Josef Emerald Hidayat, Nur Fajar Huda, Muhammad Hafid I Made Andrean Nanda Setiawan Ighel Bryantama Putra Ihsan Aldi Prasetyo Ilham Abror Ilham Chaerul Rizqi Siregar Imam Cahyadi Imam Handhika, Imam Imam Pujo Mulyanto Imam Pujo Mulyatno Irianto, Prasetya Tomi Irvan Putera Samudera Jatmiko, Arif Budi Jaya Permana Karen Octa Angelica Khaeru Roziqin Kiryanto Kiryanto Luukfandi Lukfandi M Yaqut Zaki Aji M. Haris Fikri Sulthoni M. Harris Nubly M. Nafis Setiawan Maharani, Heslina Fifani Mahardika Adi Dewantara Mahendra Guna Satriananta Mahendra Guna Satriananta Maulana Dicky Almanda Mawahib, M Zaenal Mizyal Laudany, Mohammad Rabith Mochamad Arif Rachman Mohammad Budi Hermawan Moriko Syahruddin Mu'afifah, Fajriyatul Muhamad Hizrian Hutama Muhammad Akbar Ferbian Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Jordi Muhammad Rifqy Muhammad Wahyu Prihantoro Muhammad, Bakhtiar Nadhila Shabrina Riyanto Nono, Ferdinand Gerald Bogar Nuriman, Fadli Nyawa, Dewa Anjar Ocid Mursid Pangestu, Naufal Pani Prima Tambunan Parlindungan Manik Prasetya, Angga Adi Prasetyo, Catur Fatwa Prasetyo, Emut Andi Pratama, Rezky Naufal Pujiyanto pujiyanto Putra Nur Hidayat, Wahyu Rabbi Radhiya, Rabbi Rachmat Hidayat Raden Mas Firmansyah Bagas Pradipta Relinton B Manalu Reyanld Daniel Nicholas Manurung Rezky Naufal Pratama Richad Yunanto Riki Agustian, Riki Rinanggara, Yozar Rindo, Good Riyanto, Nadhila Shabrina Rizki Aziz Radyantama Rizki Rizcola Rohmat Bagus Sucipto Samuel Samuel Sangga Dwiki Tavarel Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Sarjito Jokosiworo Septaji Indrasahputra Seto Yuwantoro Siahaan, Fredits A Sinaga, Ebin Ezer Slamet Haryo Samudro Sukanto Jatmiko Surya Ari Wardana Tanellia Soraya N Tri Admono Ucok Maruli Silalahi Untung Budiarto Veriyanto Veriyanto Vicky Bhaskara Sardi Wahid, Rakhmat Aizzat Wijaya, Stefanus Victorino Candra Wilma Amiruddin Yolanda Adhi Pratama, Yolanda Adhi Yudha Adhitiya Wardhana Yudya Saddita Rokhim Yuli Prastyo