Claim Missing Document
Check
Articles

Found 114 Documents
Search
Journal : Department of Naval Architecture

Analisa Kekuatan Belokan Pipa (Elbow Pipe) Dengan Variasi Sudut Akibat Beban Momen Bending Bintang Nurcahyo; Hartono Yudo; Sarjito Jokosiworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.872 KB)

Abstract

Sistem perpipaan adalah gabungan dari pipa-pipa yang digunakan untuk mengalirkan fluida dari suatu tempat ke tempat lain yang beroperasi pada suatu plan/rencana. Salah satu komponen yang digunakan adalah elbow. Elbow digunakan untuk menyambung pipa dan membelokkan / merubah arah aliran pipa. Salah satu kegagalan struktur yang terjadi pada pipa elbow adalah buckling atau tekuk. Pada penelitian ini pipa elbow divariasikan berdasarkan besarnya sudut (α) yaitu sudut 0o; 45o dan 90o. Terdapat tiga kondisi pembebanan yang digunakan yaitu inplane, outplane dan in-outplane. Pipa elbow dimodelkan menggunakan metode elemen hingga dengan mempertimbangkan nilai momen dan oval deformasi yang terjadi pada pipa elbow dengan variasi sudut. Dari penelitian ini ditemukan beberapa hal. Nilai kekuatan momen pada sudut pipa elbow yang kecil lebih besar daripada sudut pipa elbow yang besar. Oval deformasi yang terjadi pada pipa elbow sudut yang besar berbanding lurus dengan bertambahnya besar sudut pipa elbow.
Desain Konseptual Hybrid Engine System pada Kapal Tugboat 1636 HP dengan Kombinasi Diesel Engine dan Electric Motor Yang di Suplai Tenaga Baterai Timothy Andromeda Saragih; Hartono Yudo; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hybrid Engine System adalah penggunaan penggerak ganda pada system penggerak yang sudah di temukan sejak tahun 1902 oleh Ferdinan Porsche. Sementara itu beberapa penelitian dan perusahaan telah mengembangkan system ini di kapal, salah satunya Tugboat. Penerapan system ini pada penelitian sebelumnya di kapal, telah terbukti memiliki dampak berkurangnya konsumsi bahan bakar realtime dan Time Between Overhaul (TBO) dari sebuah mesin konvensional. Penggunaan Bahan Bakar Minyak pada mesin internal combustion engine (konvesional) perlu diminimalisir penggunaannya untuk efisiensi jangka panjang. Penelitian pada tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisa pengurangan komsumsi bahan bakar mesin utama kapal terhadap penerapan engine hybrid system. Pengerjaan diawali dengan menganalisa hambatan kapal menggunakan software, dengan metode Van Oortmeersen. Data hambatan yang telah didapat akan digunakan sebagai acuan untuk menentukan daya disetiap mode operasi tugboat. Variasi daya pada setiap mode operasi (standby, cruising, & assisting) digunakan untuk menentukan jumlah konsumsi BBM tugboat. Hasil analisa didapat konsumsi bahan bakar system permesinan hybrid mengurangi konsumsi BBM sebesar 19,06% dibanding system permesinan konvensional.
Analisa Kelelahan Tongkat Kemudi Pada Kapal Skipi Kelas Orca Dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga Herman Josef Emerald; Hartono Yudo; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kecelakaan kapal yang sering terjadi di Indonesia adalah kapal yang kehilangan kendali yang disebabkan karena kegagalan pada tongkat kemudi. Kapal SKIPI kelas Orca merupakan kapal patroli Indonesia yang diproduksi pada tahun 2016 lalu. Untuk mencegah terjadinya kegagalan tongkat kemudi pada saat kapal SKIPI beroperasi, maka dilakukan penelitian pada salah satu tongkat kemudi kapal SKIPI untuk memprediksi usia fatigue. Tongkat kemudi menggunakan material structural steel (SS 400). Untuk mendapatkan tekanan yang terjadi pada daun kemudi, dengan menggunakan software berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD), tekanan yang digunakan berdasarkan gerakan rolling kapal terhadap gelombang laut  yang selanjutnya nilai tekanan tersebut digunakan untuk melakukan analisis menggunakan software berbasi metode elemen hingga. Berdasarkan dari hasil penelitian, maka dapat diestimmasikan tongkat kemudi siklus sebesar 3924.
Analisa Kekuatan Penerapan Sandwich Plate System (SPS) Pada Tank Deck Kapal Landing Ship Tank (LST) 7000 DWT Seto Yuwantoro; Ahmad Fauzan Zakki; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1158.353 KB)

Abstract

Di era modern ini kemajuan teknologi memberikan banyak inovasi salah satunya industri perkapalan, termasuk didalamnya konstruksi struktur kapal, terutama dalam perkembangan material terbarukan untuk diaplikasikan pada konstruksi kapal. Material SPS (Sandwich Plate System) merupakan material dalam bentuk komposit lapisan sebagai penggati material baja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai penerapan sandwich pada  konstruksi tank deck sehingga dapat diketahui perbandingan berat dan tegangan maksimum yang memenuhi standar atau safety factor dari class yang di gunakan. Pemodelan dan analisa menggunakan software berbasis finite element. Dari hasil penelitian didapatkan konfigurasi ketebalan SPS face plate atas 4 mm bawah 3 mm sedangkan tebal core material 20 mm (4-20-3) dan pengurangan konstruksi di bagian deck long  saat menggunakan SPS. Untuk tegangan von mise pada konstruksi saat menggunakan plate baja pada kondisi air tenang 76 N/mm2, kondisi sagging 160 N/mm2, kondisi hogging 136 N/mm2, dengan berat konstruksi 1424,5 ton sedangkan dengan variasi sandwich panel kondisi air tenang 81,3 N/mm2, kondisi sagging 165 N/mm2, kondisi hogging 142 N/mm2, dengan berat konstruksi 1357,8 ton. Hasil dari perhitungan ini menunjukkan tegangan maksimal saat menggunakan variasi SPS dan kapal dalam keadaan sagging sebesar 165 N/mm2 , deformasi sebesar 7,24 cm dan penurunan berat konstruksi 4,5 % dari baja.
Analisa Teknis Kapal Ikan Tradisional 75 GT Tipe Batang M. Nafis Setiawan; Ari Wibawa Budi Santosa; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 1 (2022): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal ikan kayu tradisional daerah Batang pada umumnya dibangun menggunakan pengetahuan secara turun temurun sehingga memungkinkan terjadinya beberapa perbedaan karakteristik teknis dalam tinjauan akademiknya. Pada penelitian ini dilakukan analisis teknis terhadap kapal ikan kayu tradisional berukuran 75 GT yang telah eksis di daerah Batang. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis teknis berupa analisis hambatan, stabilitas serta olah gerak kapal untuk mengetahui karakteristik kapal ikan yang dianalisis. Hasil penelitian membuktikan bahwa kapal ikan kayu tradisional 75 GT yang dianalisis memiliki hambatan total sebesar 17,7 kN pada kecepatan 11 knot, stabilitas yang dianalisis berdasarkan empat kondisi dinyatakan telah sesuai dengan kriteria IMO, dan untuk olah gerak kapal yang dianalisis menggunakan kriteria Tello telah memenuhi seluruh kriteria kecuali deck wetness kapal. Kemiringan terbesar terjadi pada rolling dengan nilai 4,05 deg, dan nilai probabilitas deck wetness terbesar terjadi pada gelombang 1,25 meter dan sudut masuk 90° dengan nilai 0,508.
ANALISA KEKUATAN SPREAD MOORING PADA SISTEM TAMBAT FDPSO BERBENTUK SILINDER DI PERAIRAN LEPAS PANTAI BARAT NATUNA-INDONESIA MENGGUNAKAN FEM Ahmad Fauzan; Hartono Yudo; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1180.114 KB)

Abstract

FDPSO didesain untuk melakukan proses produksi migas dan sekaligus menyimpannya di dalam tangki-tangki pada lambungnya sebelum produk tersebut ditransfer ke kapal-kapal tanker untuk didistribusikan ke pasaran. Namun dalam proses pengoprasiannya FDPSO memerlukan suatu system tambat (mooring system) yang bertujuan untuk mengikat FDPSO agar tetap diam pada posisi awalnya. Penelitian ini menganalisa kekuatan hooke yang menghubungkan antara badan kapal dan mooring system dengan 3 variasi jumlah hooke yaitu 15 hooke dengan diameter 0,137 m, 15 hooke dengan diameter 0,0274 m, dan 3 hooke dengan diameter 0,685 m sehingga didapatkan nilai tegangan yang terjadi pada hooke tersebut dengan bantuan program Finite Element Method (FEM). Dalam proses analisa menggunakan software Msc. Nastran Patran, kami mendapatkan hasil tegangan dari ketiga permodelan tersebut. Untuk model yang menggunakan 15 mooring dengan ukuran yang sesuai perhitungan, nilai tegangannya sebesar 6,32 x 108 Pa dengan deformasi sebesar 0,102 cm dari arah selatan. Untuk model yang menggunakan 15 mooring dengan ukuran lima kali lebih kecil dari perhitungan, nilai tegangannya sebesar 1,32 x 109 Pa dengan deformasi sebesar 0,217 cm dari arah selatan. Sedangkan untuk model yang menggunakan 3 mooring, nilai tegangannya sebesar 1,28 x 108 Pa dengan deformasi sebesar 0,0491 cm dari arah utara
Perancangan Sistem Shaft Locked Untuk Mencegah Kerusakan Gearbox Pada Kapal Layar Motor Archipelago Adventurer II I Made Andrean Nanda Setiawan; Hartono Yudo; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 2 (2017): APRIL
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.735 KB)

Abstract

KLM Archipelago Adventurer II merupakan kapal layar tradisional yang juga menggunakan mesin sebagai penggerak utama kapal atau biasa disebut kapal layar motor. Untuk mencegah kerusakan pada gearbox pada saat kapal menggunakan layar sebagai penggerak utama, maka penulis mencoba membuat inovasi. Yaitu merancang system shaft locked agar dapat mencegah kerusakan gearbox pada KLM Archipelago Adventurer II. Dengan melakukan wawancara, pengolahan data, merancang design system shaft locked, dan membuat system yang mudah digunakan pada shaft locked. System Shaft Locked yang dirancang oleh penulis menghasilkan daya genggam sebesar 5,97 kW dan menggunakan mesin motor yang memiliki daya sebesar 0,05 kW – 7,5 kW, sehingga mampu menahan shaft propeller yang berputar.
ANALISA TEKNIS PERBANDINGAN KEKUATAN BUTT JOINT FRICTION STIR WELDING 1200 RPM DENGAN MIG (METAL INERT GAS) PADA ALUMINIUM ALLOY 5083 Raden Mas Firmansyah Bagas Pradipta; Wilma Amiruddin; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.783 KB)

Abstract

Kekuatan dari sambungan material aluminium dapat menghasilkan nilai yang berbeda dengan perbedaan metode pengelasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kekuatan tarik pada metode pengelasan Friction Stir Welding dengan Metal Inert Gas yang diterapkan pada plat Aluminium.Plat Aluminium yang sering digunakan adalah material Aluminium jenis 5083.Pengujian yang dilakukan adalah uji tarik dengan menggunakan standart ASTM E8-M.Hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukan kekuatan tarik rata-rata metode pengelasan Metal Inert Gas adalah 111,05 MPA sementara hasil kekuatan tarik dari metode pengelasan Friction Stir Welding adalah 26,24 MPA.Pada penelitian kali ini juga dilakukan analisis menggunakan software Ansys Dyna untuk mengetahui besaran tegangannya.
Variasi Jumlah Lubang Outlet Mixer Converter Kit Untuk Mencari Torsi Maksimum Pada Mesin 6.5 PK Menggunakan Bahan Bakar LPG Yudha Adhitiya Wardhana; Hartono Yudo; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.562 KB)

Abstract

Emisi gas buang bahan bakar cair lebih tinggi dari bahan bakar gas yang bisabmengakibatkan pemanasan global, salah satu dampaknya adalah perubahan iklim seperti yang terasa saat ini. Cadangan gas bumi di Indonesia memungkinkan Indonesia menjadi penghasil energi gas terbesar di dunia apabila dapat diolah dan dimanfaatkan dengan baik sebagai bahan bakar yang memenuhi dengan adanya konverter bagi nelayan. Nelayan mampu untuk menjalankan kapal dengan gas dikarenakan gas amatlah murah harganya dan mudah didapat.Penambahan alat bantu berupa Mixerconverter kit pada mesinlongtailYamaha MZ200 dengan memberikan 3 variasi dari 4,6 dan 8lubang outlet pada mixer dapat menghasilkan performa mesin dan nilai konsumsi BBG yang berbeda. Adapun keunggulan dari Variasi mixer yaitu dapat menyesuaikan kebutuhan dari nelayan untuk mengutamakan efisiensi biaya dan mengesampingkan tenaga yang di hasilkan oleh mesin atau Lebih mengutamakan efisiensi tenaga yang di hasilkan oleh mesin dan mengesampingkan efisiensi biaya.Dari hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa variasi lubang mixer yang memiliki 8 lubang outlet mampu menghasilkan kecepatan (4,75Knot) pada Rpm 3200. Untuk menghasilkan nilai ekonomis yang paling baik, maka dapat menggunakan variasi mixer dengan 4,6 dan 8 lubang outlet pada Rpm 2300 karena menghasilkan kecepatan optimal dengan konsumsi bahan bakar yang rendah.
Analisa Kekuatan Tarik dan Impak Hasil Las SMAW (Shielded Metal Arc Welding) Pada Baja ASTM A36 Dengan Variasi Polaritas dan Besar Arus Pengelasan Reyanld Daniel Nicholas Manurung; Untung Budiarto; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 4 (2021): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja A 36 merupakan baja karbon rendah yang kadar karbonnya kurang dari 0,3%. Baja A 36 umumnya digunakan untuk pembuatan konstruksi kapal terutama pada lambung kapal. pengelasan SMAW (Shielded Metal Arc Welding) sering digunakan dalam rangka konstruksi. Tujuan  penelitian ini untuk mengetahui perbandingan hasil uji tarik dan  impak terhadap sambungan las baja A 36 dengan  variasi arus dan polaritas pengelasan. Metode menggunakan metode eksperimen, mulai dari mempersiapkan material, pemotongan, pengelasan, pembentukan spesimen, hingga pengujian di laboratorium. Hasil yang didapat, nilai tegangan tarik DCEP memiliki nilai lebih tinggi dibanding DCEN. Spesimen dengan arus 60A DCEP mendapatkan nilai tertinggi 495,68 (N/mm2), dan yang terendah pada RAW material 463,16 (N/mm2). Untuk regangan tarik DCEN memiliki nilai lebih tinggi dibanding DCEP dengan RAW material memperoleh nilai  tertinggi 30,93% dan terendah dengan perlakuan arus 60A DCEP 23,87%. Untuk elastisitas DCEP lebih tinggi dari DCEN dengan arus 60A DCEP memiliki nilai tertinggi 47,35 GPa, dan yang terendah pada RAW material 35,30 Gpa. Pada harga impak RAW material memperoleh nilai tertinggi 3,2 (J/mm2) dan yang terendah perlakuan arus 100A DCEN 1,5 (J/mm2). Kesimpulan menunjukan bahwa baja A 36 dengan diberi perlakuan arus 60 A DCEP memiliki kekuatan yang lebih besar dari spesimen yang diberi perlakuan DCEN.
Co-Authors A.F. Zakki Abdi Wira Etua Sihombing Abdurrachman Fiqri Achmad F.R. Prabowo Achmad Nurochman Ade Purnawan Adietya, Berlian Arswendo Afriandi Ginting, Afriandi Agung Putra Agung Surana Dwi Yoga Ahmad Fauzan Ahmad Fauzan Zakki Akbar, Ilham Fathony Alexander Martua Napitupulu Alfikri Hidayat, Alfikri Alifviar, Muhamad Riza Amhar Wahyudi Harahap, Amhar Wahyudi Aminuddin, Rahmat Ridlo Amirudin, Wilma Andi Haris Muhammad Andi Trimulyono Andreas Geraldine A Andromeda, Trias Angga Pradipta Anggita Firda Renatasari Anggoro Prabu Dewanto Arfan Abdul Ghofur Ari Wibawa Budi Santosa Ary Ramadhan Asmara, I Putu Sindhu Astarry Nugroho Azzaky Alghifari, Azzaky Berlian Arswendo Adietya Bintang Nurcahyo Candra, Ronaldo David Chandra Dennis Oscha Cholik Dewa Anjar Nyawa Dhawala, Pakavy Aqshall Dwi Putra Naya, Radityo Habil Egar Haneshananta Sihombing Egar Haneshananta Sihombing Eko Sasmito Hadi Fabya, Daryl Fahrudin, Hasim Try Faiq Fachri Assaify Fakhrian, Muhamad Zaki Farobi Tetuko Pujikuncoro, Farobi Tetuko Fauzan Zakki, Ahmad Febby Ari Saputro Frastiana Ramadhan Basri Good Rindo Guna Satriananta, Mahendra Hadi, Eko Sasmito Hanung Bayu Setiawan Hanzallahh, Muhammad Thareq Fajri Harry Pratama, Muhammad Herman Josef Emerald Hidayat, Nur Fajar Huda, Muhammad Hafid I Made Andrean Nanda Setiawan Ighel Bryantama Putra Ihsan Aldi Prasetyo Ilham Abror Ilham Chaerul Rizqi Siregar Imam Cahyadi Imam Handhika, Imam Imam Pujo Mulyanto Imam Pujo Mulyatno Irianto, Prasetya Tomi Irvan Putera Samudera Jatmiko, Arif Budi Jaya Permana Karen Octa Angelica Khaeru Roziqin Kiryanto Kiryanto Luukfandi Lukfandi M Yaqut Zaki Aji M. Haris Fikri Sulthoni M. Harris Nubly M. Nafis Setiawan Maharani, Heslina Fifani Mahardika Adi Dewantara Mahendra Guna Satriananta Mahendra Guna Satriananta Maulana Dicky Almanda Mawahib, M Zaenal Mizyal Laudany, Mohammad Rabith Mochamad Arif Rachman Mohammad Budi Hermawan Moriko Syahruddin Mu'afifah, Fajriyatul Muhamad Hizrian Hutama Muhammad Akbar Ferbian Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Jordi Muhammad Rifqy Muhammad Wahyu Prihantoro Muhammad, Bakhtiar Nadhila Shabrina Riyanto Nono, Ferdinand Gerald Bogar Nuriman, Fadli Nyawa, Dewa Anjar Ocid Mursid Pangestu, Naufal Pani Prima Tambunan Parlindungan Manik Prasetya, Angga Adi Prasetyo, Catur Fatwa Prasetyo, Emut Andi Pratama, Rezky Naufal Pujiyanto pujiyanto Putra Nur Hidayat, Wahyu Rabbi Radhiya, Rabbi Rachmat Hidayat Raden Mas Firmansyah Bagas Pradipta Relinton B Manalu Reyanld Daniel Nicholas Manurung Rezky Naufal Pratama Richad Yunanto Riki Agustian, Riki Rinanggara, Yozar Rindo, Good Riyanto, Nadhila Shabrina Rizki Aziz Radyantama Rizki Rizcola Rohmat Bagus Sucipto Samuel Samuel Sangga Dwiki Tavarel Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Sarjito Jokosiworo Septaji Indrasahputra Seto Yuwantoro Siahaan, Fredits A Sinaga, Ebin Ezer Slamet Haryo Samudro Sukanto Jatmiko Surya Ari Wardana Tanellia Soraya N Tri Admono Ucok Maruli Silalahi Untung Budiarto Veriyanto Veriyanto Vicky Bhaskara Sardi Wahid, Rakhmat Aizzat Wijaya, Stefanus Victorino Candra Wilma Amiruddin Yolanda Adhi Pratama, Yolanda Adhi Yudha Adhitiya Wardhana Yudya Saddita Rokhim Yuli Prastyo