Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengaruh High-Intensity Interval Training dan Lower Body Strength Training terhadap Kecepatan Sprint Pemain Sepak Bola Bramantyo Akbar Putu Wijaya; Kodrad Budiono; Pipit Fitria Yulianto
SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga Vol. 7 No. 2 (2026): SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/spr.v7i2.1179

Abstract

This study aims to compare the effectiveness of High-Intensity Interval Training (HIIT) and Lower Body Strength Training (LBST) on 30-meter sprint speed in youth football players. Employing a pretest-posttest comparison group design, 30 players from R2 Solo Club (14.27±0.74 years) were divided into two groups (n = 15) through Matched Subject Ordinal Pairing. The 30-meter acceleration test instrument was used with high reliability (Cronbach’s α = 0.996). Data analysis included t-tests, Smallest Detectable Change (SDC), Minimal Important Difference (MID), and Cohen’s d. The results showed that both methods had a significant effect (p < 0.001). The HIIT group experienced an improvement of 0.320 seconds (6.78%), while LBST improved by 0.127 seconds (2.67%). Clinically, the improvements in both groups exceeded the SDCgroup (0.02 seconds) and MID (0.026 seconds) thresholds. However, HIIT proved to be significantly superior to LBST (p < 0.001) with an improvement margin 0.193 seconds (4.11%) greater. The effect size values for the HIIT group (d = 3.833), the LBST group (d = 3.215), and the comparison between groups (d = 2.961) were all categorized as very large. It is concluded that HIIT provides a significantly greater performance acceleration than LBST. Coaches are advised to prioritize HIIT for accelerative speed improvement while maintaining LBST as a foundation for the players’ structural stability.
Perbedaan Pengaruh Latihan Agility Hurdle Drill dan Agility Ladder Drill terhadap Kemampuan Dribbling dalam Permainan Sepakbola pada Atlet SSB Asri Gemolong Tahun 2026 Ahmad Khoirul Anam; Pipit Fitria Yulianto; Bagus Kuncoro
SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga Vol. 7 No. 3 (2026): SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/spr.v7i3.1323

Abstract

This study aims to compare the effectiveness of Agility Hurdle Drill and Agility Ladder Drill training on the dribbling skills of SSB Asri Gemolong athletes in 2026. The data analysis revealed a significant difference in the impact of the two training methods, as evidenced by a calculated t-value greater than the t-table value (3.995 > 2.145) at a 5% significance level. Between the two interventions, the Agility Ladder Drill method (Group 2) proved to be superior and more effective than the Agility Hurdle Drill (Group 1) in improving ball dribbling skills, achieving a higher percentage of improvement (8.007% > 8.000%).
Survei Tingkat Kecemasan Dan Kepercayaan Diri Pada Atlet Tenis Meja National Paralympic Committee Indonesia Tahun 2025 Rahmad Hidayat; Pipit Fitria Yulianto; Kodrad Budiyono
Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST) Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/ijst.v5i1.10221

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Tingkat Kecemasan dan Kepercayaan Diri Pada Atlet Tenis Meja National Paralympic Committee Indonesia Tahun 2025. Sampel penelitian adalah atlet National Paralympic Committee tenis meja dengan jumlah 36 atlet. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 36 atlet. Teknik pengumpulan data dengan tes kecemasan dan Kepercayaan Diri Berpretasi serta observasi proses kegiatan latihan teknik tenis meja. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yang didasarkan pada analisis kualitatif. Prosedur penelitian ini meliputi observasi dan tes kecemasan dan kepercayaan Diri dalam tenis meja. Hasil analisis data maka simpulan diperoleh Tingkat kecemasan dan kepercayaan diri atlet NPC tenis meja. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa Tingkat kecemasan berada pada kategori “baik sekali” sebesar 39% (14 atlet), “Baik” sebesar 33% (12 atlet), “sedang” sebesar 28% (10 atlet), “Rendah” sebesar 0% (0 atlet), dan “sangat rendah” sebesar 0% (0 atlet). Berdasarkan nilai rata-rata, yaitu 79,11, Tingkat kecemasan masuk dalam kategori “baik sekali”. Tingkat kepercayaan diri berada pada kategori “baik sekali” sebesar 0% (0 atlet), “Baik” sebesar 64% (23 atlet), “sedang” sebesar 36% (13 atlet), “Rendah” sebesar 0% (0 atlet), dan “sangat rendah” sebesar 0% (0 atlet). Berdasarkan nilai rata-rata, yaitu 161,69, Tingkat kepercayaan diri masuk dalam kategori “baik”.
Analisis Profil Orientasi Tujuan Prestasi (Task dan Ego) Atlet Para Badminton Nasional Awit Setiaji; Nuruddin Priya Budi Santoso; Pipit Fitria Yulianto
Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST) Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/ijst.v5i1.10226

Abstract

Para Badminton Nasional merupakan entitas elit dunia yang mensyaratkan kesiapan mental tingkat tinggi. Namun, belum terdapat data empiris mengenai struktur motivasi spesifik pada populasi atlet difabel ini. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan profil dan tingkat Orientasi Tujuan Prestasi (Achievement Goal Orientation) pada atlet Para Badminton Nasional sebagai basis ilmiah program pembinaan prestasi di National Paralympic Committee Indonesia (NPCI). Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan survei deskriptif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh atlet Para Badminton Nasional di Pelatnas NPC Indonesia berjumlah 18 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling (sampling jenuh). Instrumen penelitian menggunakan Task and Ego Orientation in Sport Questionnaire (TEOSQ) yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia dan dinyatakan valid melalui validasi pakar (Content Validity Index/CVI = 1.00) serta memiliki reliabilitas empiris yang sangat tinggi (α = 0.896). Analisis data dilakukan melalui kategorisasi Penilaian Acuan Norma (PAN) dengan teknik Mean Split untuk menentukan tingkat orientasi, yang kemudian diintegrasikan ke dalam Matriks Kombinasi 2x2 untuk mengidentifikasi tipologi motivasi atlet. Temuan menunjukkan dominasi signifikan pada dimensi Task Orientation sebesar 55.56% (Kategori Tinggi), yang mencerminkan mentalitas pembelajar yang solid. Pada dimensi Ego Orientation, distribusi menunjukkan keseimbangan sempurna (50:50) antara kategori tinggi dan rendah. Melalui pemetaan matriks kombinasi, ditemukan bahwa Profil B (Mastery Oriented - High Task/Low Ego) sebagai tipologi paling dominan (33.3%). Namun, ditemukan temuan krusial pada Profil C (Performance Oriented - Low Task/High Ego) sebesar 27.8% yang menunjukkan adanya kelompok atlet dengan orientasi juara tinggi namun memiliki fokus pada proses yang masih rendah. Secara kolektif, atlet Para Badminton Nasional memiliki profil motivasi yang “Adaptif-Progresif”. Orientasi tugas yang kuat berfungsi sebagai buffer (pelindung) resiliensi saat menghadapi kegagalan. Implikasi praktis dari penelitian ini menekankan pentingnya intervensi psikologis bagi atlet di Profil C untuk memperkuat orientasi tugas mereka. Hal ini bertujuan agar orientasi kemenangan memiliki landasan teknis yang kuat, sehingga fluktuasi performa atau hambatan fisik tidak mendestabilisasi kondisi psikologis atlet secara signifikan.
Analisis Tingkat Kepercayaan Diri dan Motivasi Berpretasi Pada Atlet Tenis Meja National Paralympic Committee Indonesia Tahun 2025 Mohamad Rian Prahasta; Pipit Fitria Yulianto; Kodrad Budiyono
Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST) Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/ijst.v5i1.10229

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Tingkat Kepercayaan Diri dan Motivasi Berpretasi Pada Atlet Tenis Meja National Paralympic Committee Indonesia Tahun 2025. Sampel penelitian adalah atlet NPC tenis meja dengan jumlah 36 atlet. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 36 atlet. Teknik pengumpulan data dengan tes Kepercayaan Diri dan Motivasi Berpretasi serta observasi proses kegiatan latihan teknik tenis meja. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yang didasarkan pada analisis kualitatif. Prosedur penelitian ini meliputi observasi dan tes Kepercayaan Diri dan Motivasi Berpretasi dalam tenis meja. Hasil analisis data Tingkat kepercayaan diri berada pada kategori “baik sekali” sebesar 0% (0 atlet), “Baik” sebesar 64% (23 atlet), “sedang” sebesar 36% (13 atlet), “Rendah” sebesar 0% (0 atlet), dan “sangat rendah” sebesar 0% (0 atlet). Berdasarkan nilai rata-rata, yaitu 161,69, Tingkat kepercayaan diri) masuk dalam kategori “sedang”.  (2) Tingkat motivasi berprestasi berada pada kategori “baik sekali” sebesar 33% (12 atlet), “Baik” sebesar 56% (20 atlet), “sedang” sebesar 11% (4 atlet), “Rendah” sebesar 0% (0 atlet), dan “sangat rendah” sebesar 0% (0 atlet). Berdasarkan nilai rata-rata, yaitu 224,94, Tingkat motivasi berprestasi masuk dalam kategori “baik”.
DAMPAK KEIKUTSERTAAN FUN RUN TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN JASMANI PELAJAR Bagus Kuncoro; Pipit Fitria Yulianto; Muhammad Ilham Dewanto; Nico Ponco Sulistyo
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 3 (2026): Volume 11 No. 3, September 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i3.59471

Abstract

The purpose of this research is to investigate the differences in physical fitness levels between students who participate in fun run activities and those who do not. A comparative quantitative method with a cross-sectional design was used in this study. The research sample consists of 60 students from the sixth grade of SDN Sondakan Surakarta. They were divided into two groups: 30 students who participated in the fun run and 30 students who did not participate in the fun run. The 12-minute run test, push-ups, sit-ups, and shuttle run were used to measure the fitness levels of each group. The results were analysed using an independent sample t-test and descriptive statistics. The research results show that in every aspect measured, the fun run participant group is more fit compared to the non-participant group. Cardiorespiratory endurance, arm muscle strength, abdominal muscle endurance, and agility were all significantly different (p < 0.05). Fun run participants also had higher weekly physical activity levels and were more motivated to exercise. The results show that fun runs are one type of physical activity that helps elementary school students become more active and healthier. Therefore, fun running should be included in the PJOK education program and the Healthy School Movement.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN VAK (VISUAL, AUDITORI, KINESTETIK) DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LATIHAN ATLET USIA DINI DI KLUB BULUTANGKIS ERHA JAYA TEMANGGUNG Muhammad Rayhan; Baskara Nusa Bhakti; Pipit Fitria Yulianto; Dwi Gunadi; Muh Ikhwan Iskandar; Ronny Suryo Narbito
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.7140

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas latihan atlet usia dini di Klub Bulutangkis Erha Jaya Temanggung melalui penerapan model pembelajaran VAK (Visual, Auditori, Kinestetik). Tujuan kegiatan meliputi peningkatan pemahaman teknik dasar bulutangkis, efektivitas latihan, koordinasi gerakan, serta motivasi dan keterlibatan aktif atlet sesuai dengan gaya belajar masing-masing individu. Metode yang digunakan adalah pembelajaran berbasis model VAK, yang mengintegrasikan tiga pendekatan: visual, auditori, dan kinestetik. Pendekatan visual dilakukan melalui demonstrasi gerakan, video, dan ilustrasi; pendekatan auditori melalui instruksi lisan dari pelatih; dan pendekatan kinestetik melalui praktik langsung gerakan, footwork, dan simulasi pukulan. Program latihan dilaksanakan selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu, dan dievaluasi melalui observasi teknik, kuesioner motivasi, serta keterlibatan aktif atlet dalam latihan (Fleming & Mills, 1992; Sukadiyanto, 2011).Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penerapan model VAK mampu meningkatkan kualitas latihan atlet usia dini secara signifikan. Observasi teknik pukulan forehand, backhand, footwork, dan koordinasi gerakan menunjukkan peningkatan rata-rata 25–30% dibandingkan sebelum latihan. Selain itu, motivasi dan partisipasi aktif atlet meningkat, terlihat dari disiplin, antusiasme, dan kecepatan memahami instruksi selama latihan. Hal ini membuktikan bahwa pendekatan VAK efektif diterapkan dalam pembinaan atlet usia dini di cabang bulutangkis.Kesimpulannya, penerapan model pembelajaran VAK terbukti meningkatkan kualitas latihan, pemahaman teknik, dan motivasi atlet usia dini. Disarankan bagi pelatih bulutangkis untuk mengintegrasikan model VAK secara rutin dalam program latihan agar pembinaan atlet lebih optimal, sesuai karakteristik belajar individu, dan berkelanjutan.