Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Infusa Daun Kerokot terhadap Kadar MDA (Malondialdehida) pada Hewan Coba Devitamara Ayu; Lizma Febrina; Welinda Ayu; Hadi Kuncoro
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 9 (2019): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.456 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v9i1.339

Abstract

Tanaman kerokot (Lygodium microphylum) menunjukan adanya aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 65 µ.g/ml. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam daun kerokot dan mengetahui pengaruh pemberian infusa daun kerokot terhadap malondialdehida (MDA) pada hewan coba yang telah dipaparkan asap rokok. Digunakan metode TBARS (Thiobarbituric Acid Reactive Substance) yang diukur menggunakan Spektofotometer UV-Vis untuk menganalisis kadar MDA. Hewan coba sebanyak 20 ekor dibagi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol normal, paparan asap rokok selama 7 hari, kelompok paparan asap rokok 14 hari serta kelompok infusa daun kerokot. Hasil fitokimia menunjukan bahwa infusa daun kerokot mengandung flavonoid dan tanin. Pengujian kadar MDA menunjukan hasil penurunan kadar MDA setelah pemberian infusa daun kerokot dosis 600 mg/kg BB.
Skrining Fitokimia dan Karakterisasi Minyak Biji Kemiri (Aleurites moluccana L.): Phytochemical Screening and Characterization of Candlenut Seed Oil (Aleurites moluccana L.) Muhammad Azril Rizqullah; Abdul Rahim; Lizma Febrina
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 18 (2023): Proc. Mul. Pharm. Conf.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/mpc.v18i1.712

Abstract

Candlenut is an intriguing plant, especially for its activities as a hair strengthener and its antibacterial properties. Various techniques can be employed to obtain candlenut oil, one of which is the roasting method. This method is cost-effective and easy to perform. However, there is currently no information on the phytochemical composition of candlenut oil produced using the roasting method. The aim of this research is to identify the groups of chemical compounds present in candlenut oil and to characterize candlenut oil. The research methodology for screening the phytochemicals in candlenut oil includes testing for alkaloids, flavonoids, steroids/terpenoids, tannins, phenols, and saponins. Characterization of candlenut oil includes organoleptic tests, water content analysis, acid value determination, saponification value determination, and density testing. The phytochemical screening results indicate that candlenut oil contains alkaloids, flavonoids, and steroids. The characterization results for candlenut oil reveal that it has a yellow color, smooth texture, and a distinctive candlenut oil scent. The water content is 0.01%, the acid value is 5%, the saponification value is 184.1825 mg KOH/g, and the density is 1.03 g/mL. This result shows that the obtained candlenut oil meets the Indonesian National Standard (SNI) for oil. Keywords: Candlenut, Phytochemical screening, Characterization Abstrak Kemiri merupakan tanaman yang menarik, khususnya aktivitasnya sebagai penguat rambut serta aktivitas antibakterinya. Berbagai teknik dapat dilakukan untuk mendapatkan minyak biji kemiri, salah satunya dengan metode sangrai. Metode ini merupakan metode yang murah dan mudah dilakukan. Namun belum ada informasi fitokimia terhadap minyak kemiri yang dihasilkan dengan metode sangrai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa kimia yang terkandung pada minyak biji kemiri dan mengkarakterisasi minyak biji kemiri. Metode penelitian skrining fitokimia minyak biji kemiri meliputi alkaloid, flavonoid, steroid/ terpenoid, tannin, fenol, dan saponin. Karakterisasi minyak biji kemiri meliputi uji organoleptik, uji kadar air, uji bilangan asam, uji bilangan penyabunan, dan uji massa jenis. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa minyak biji kemiri mengandung golongan senyawa alkaloid, flavonoid, dan steroid. Hasil yang diperoleh dari karakterisasi minyak biji kemiri yaitu dari organoleptik minyak biji kemiri berwarna kuning, tekstur licin dan berbau khas minyak kemiri, kadar air 0,01%; bilangan asam 5%; bilangan penyabunan 184,1825 mg KOH/ g; massa jenis 1,03 g/ mL. Hasil ini memperlihatkan bahwa minyak biji kemiri yang diperoleh telah sesuai dengan standar SNI minyak. Kata Kunci: Kemiri, Skrining Fitokimia, Karakterisasi
Isolasi dan Karakterisasi Jamur Endofit Daun Belimbing Hutan (Cnestis palala (Lour.) Merr): Isolation and Characterization of Endophytic Fungi from Leaves of (Cnestis palala (Lour.) Merr) Nurvidya Sistha Azzahra; Nisa Naspiah; Lizma Febrina
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 18 (2023): Proc. Mul. Pharm. Conf.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/mpc.v18i1.719

Abstract

Belimbing hutan (Cnestis palala (Lour.) Merr) is recognized as a distinctive plant in East Kalimantan, commonly used by the local community for treating internal diseases, postpartum conditions, abdominal pain, and urinary tract disorders. The benefits of belimbing hutan cannot be separated from the compounds contained in it. However, the limited population makes exploration of this plant hampered. Endophytic fungi are an interesting alternative for exploring secondary metabolites from this plant. To date, there have been no scientific reports on endophytic fungus of belimbing hutan. This research successfully isolated and characterized three isolates from the leaves of belimbing hutan with isolate codes IJP1 exhibiting white colonies with a cotton-like texture, IJP2 colonies are white and fiber-shaped, IJH1 with green colonies accompanied by concentric circles. The diversity of endophytic fungi in belimbing hutan leaves opens up possibilities for discovering potential compounds from the extracts of these fungi. Keywords: Cnestis palala (Lour.) Merr, Endophytic Fungi, Isolation, Characterization Abstrak Belimbing hutan (Cnestis palala (Lour.) Merr) dikenal sebagai tanaman khas Kalimantan Timur yang umumnya digunakan sebagai obat penyakit dalam, obat pasca melahirkan, sakit perut dan gangguan saluran kemih oleh masyarakat sekitar. Khasiat dari belimbing hutan ini tidak terlepas dari senyawa yang terkandung di dalamnya. Namun, populasi yang terbatas membuat eksplorasi tumbuhan ini menjadi terhambat. Jamur endofitik merupakan salah satu alternatif menarik untuk mengeksplorasi metabolit sekunder dari tanaman ini. Sepanjang pengetahuan, belum ada laporan ilmiah mengenai jamur endofitik belimbing hutan. Penelitian ini berhasil mengisolasi dan mengkarakterisasi tiga isolat dari daun belimbing hutan dengan kode isolat IJP1 yang memiliki karakteristik koloni berwarna putih dan tekstur halus seperti kapas, IJP2 koloni berwarna putih dan berbentuk serabut, IJH1 koloni berwarna hijau disertai lingkaran konsentris. Beragamnya jamur endofitik daun belimbing hutan membuka peluang ditemukannya senyawa potensial dari ekstrak jamur endofitik daun belimbing hutan. Kata Kunci: Cnestis palala (Lour.) Merr, Jamur Endofit, Isolasi, Karakteristik
Uji Aktivitas Antioksidan Berdasarkan Perbedaan Tingkat Kematangan Buah Alpukat (Persea americana Mill.) Menggunakan Metode DPPH: Antioxidant Activity Test Based on Differences in Avocado (Persea americana Mill.) Ripeness Levels Using the DPPH Method Tri Ratnasari; Abdul Rahim; Lizma Febrina
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 18 (2023): Proc. Mul. Pharm. Conf.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/mpc.v18i1.724

Abstract

Avocado fruit (Persea americana Mill.) has activity as an antioxidant. This activity is strongly influenced by the metabolites contained in avocados. However, the formation of these active metabolites is greatly influenced by the level of fruit ripening. To the best of our knowledge there have been no scientific reports regarding the antioxidant activity of avocados with different levels of ripeness. So researchers want to know antioxidant activity based on differences in avocado ripeness levels. The avocados observed were unripe, tree-ripened and ripe avocados. Determination of antioxidant activity was carried out using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) method with a UV-Vis spectrophotometer at a wavelength of 516 nm. The antioxidant activity results obtained were in the form of an IC50 (inhibition concentration) value for raw avocados of 39.83 ppm, tree ripe avocados of 30.29 ppm, and peram ripe avocados of 28.60 ppm. All three are classified as very strong antioxidants, with the best antioxidant activity in ripe avocados. This shows that differences in fruit ripeness levels affect their antioxidant activity. Keywords: Avocado, Antioxidant, DPPH Abstrak Buah alpukat (Persea americana Mill.) memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Aktivitas ini sangat dipengaruhi oleh metabolit yang terkandung pada buah alpukat. Namun demikian pembentukan metabolit-metabolit aktif ini sangat dipengaruhi oleh tingkat pematangan buah. Sepanjang pengetahuan kami belum ada laporan ilmiah mengenai aktivitas antioksidan buah alpukat dengan tingkat kematangan yang berbeda. Sehingga peneliti ingin mengetahui aktivitas antioksidan berdasarkan perbedaan tingkat kematangan buah alpukat. Buah alpukat yang diamati adalah buah alpukat mentah, matang pohon, dan matang peram. Penentuan aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 516 nm. Hasil aktivitas antioksidan yang diperoleh berupa nilai IC50 (inhibition concentration) dari buah alpukat mentah sebesar 39,83 ppm, alpukat matang pohon sebesar 30,29 ppm, dan alpukat matang peram sebesar 28,60 ppm. Ketiganya tergolong sebagai antioksidan yang sangat kuat, dengan aktivitas antioksidan terbaik pada alpukat matang peram. Hal ini memperlihatkan bahwa perbedaan tingkat kematangan buah mempengaruhi aktivitas antioksidannya. Kata Kunci: Alpukat, Antioksidan, DPPH
Upaya Preventif Hipertensi dan Hiperkolesterolemia Melalui Penyuluhan Farmasi dan Pembuatan Empon-Empon di Kelurahan Makroman Samarinda Rijai, Laode; Anggreini, Putri; Rozi, Fahrul; Rijai, Hifdzur Rashif; Sinthary, Venna; Febrina, Lizma; Ibrahim, Arsyik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 2, No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v2i1.11635

Abstract

Hipertensi dan hiperkolesterolemia merupakan penyakit dengan prevalensi tinggi di Indonesia.  Kedua penyakit ini dilaporkan memberikan dampak negatif bagi kehidupan penderitanya. Kesadaran akan pola hidup yang kurang baik menjadi salah satu faktor yang menyebabkan angka kejadian hipertensi dan hiperkolesterolemia  yang tinggi. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai upaya preventif terhadap hipertensi dan hiperkolesterolemia melalui penyuluhan farmasi serta penerapan gaya hidup sehat dengan memanfaatkan empon-empon di Kelurahan Makroman, Samarinda. Metode pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan, termasuk penyuluhan farmasi dan workshop pembuatan empon-empon. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan kegiatan adalah menggunakan kuesioner yang diberikan kepada 41 peserta dari Kelurahan Makroman, Samarinda, Kalimantan Timur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan dalam pengetahuan secara signifikan (p > 0.001) masyarakat tentang cara sederhana mencegah hipertensi dan hiperkolesterolemia. Selain itu, masyarakat telah memiliki keterampilan dalam pembuatan empon-empon sebagai alternatif pengobatan tradisional dengan cara yang benar. Kata Kunci: Empon-empon, Hiperkolesterolemia, Hipertensi, Penyuluhan. Hypertension and hypercholesterolemia are diseases with a high prevalence in Indonesia, causing negative impacts on the lives of those affected. Lack of awareness regarding unhealthy lifestyles is identified as one of the factors contributing to the high incidence of hypertension and hypercholesterolemia. Therefore, this community service initiative aims to enhance public awareness of preventive measures against hypertension and hypercholesterolemia through pharmaceutical education and the adoption of a healthy lifestyle, utilizing traditional herbal remedies (empon-empon) in Kelurahan Makroman, Samarinda. The community service methodology encompasses a series of activities, including pharmaceutical education and empon-empon making workshops. The instrument used to measure the success of these activities involves a questionnaire distributed to 41 participants from Kelurahan Makroman, Samarinda, East Kalimantan. The results of the initiative indicate a significant improvement ( p > 0.001) in the community's knowledge regarding simple ways to prevent hypertension and hypercholesterolemia. Furthermore, the community has acquired skills in the proper preparation of empon-empon as a traditional alternative treatment.
Profil Kadar Malondialdehida, Glukosa dan Kolesterol Pada Tikus Putih yang Terpapar Asap Rokok Lizma Febrina; Helmi Helmi; Laode Rijai
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 4 (2016): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v3i4.115

Abstract

Asap rokok merupakan salah satu sumber radikal bebas eksogen yang dapat melemahkan pertahanan antioksidan sehingga kadar radikal bebas dalam tubuh meningkat. Peningkatan kadar radikal mempercepat kerusakan sel sehingga mengganggu metabolisme di dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah radikal bebas dari asap rokok dapat mempengaruhi kadar glukosa dan kolesterol pada hewan coba. Tikus wistar jantan dengan berat ±200 gram dipergunakan sebagai hewan coba dan dipaparkan asap rokok sebanyak 1 batang setiap pagi dan sore. Setelah tujuh hari, semua tikus diambil darahnya untuk analisis MDA, glukosa dan kolesterol. MDA dianalisis menggunakan metode TBARS (Thiobarbituric Acid Reactive Substance )yang diukur dengan spektrofotometer UV-Vis pada χ = 531 nm, sedangkan glukosa dan kolesterol diukur menggunakan test strip. Hasil yang didapat kadar MDA meningkat 6x lipat setelah dipaparkan asap rokok, disertai kenaikan glukosa sebanyak 1,5x lipat sementara kolesterol menurun 0,25x lipat dibandingkan sebelum dipaparkan. Kata Kunci : Malondialdehida, glukosa, kolesterol ABSTRACT Cigarette smoke is one of the potential of exogenous free radicals which can weaken antioxidant system so that can increase free radicals levels in the body. The increasing of free radicals can accelerating damage to cells that interfere with the metabolism in the body. This study aimed to determine whether free radicals from cigarette smoke can affect glucose and cholesterol levels in experimental animals. This research used male-2-old-month-rats that have weigth ± 200 grams and exposed to cigarette smoke as much as 1 stick every morning and afternoon for 7 days . The MDA levels was analyzed with Thiobarbituric Acid Reactive Substance (TBARS) method by spectrophotometer UV-Vis in χ =531 nm, whereas glucose and cholesterol were measured using a test strip. The results of MDA increased 6x first level after exposed to cigarette smoke, glucose level increase 1,5x frist level and cholesterol deacrease 0,25x after exposed to cigarette smoke. Keywords: Malondialdehyde glucosa, cholesterol
Optimalisasi Ekstraksi dan Uji Metabolit Sekunder Tumbuhan Libo (Ficus variegate Blume) Lizma Febrina; Rolan Rusli; Fairul Muflihah
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 2 (2015): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v3i2.153

Abstract

Tumbuhan Libo (Ficus variegate Blume) merupakan salah satu tumbuhan liar, dan bagian daunnya tidak pernah dimakan oleh ulat. Pada Tahap ini dilakukan optimalisasi teknik ekstraksi dan menguji metabolit sekunder daun libo. Optimalisasi dilakukan dengan mengubah berbagai variabel yaitu metode ekstraksi, variasi jumlah pelarut, dan lamanya waktu ekstraksi. Efektivitas ekstraksi dilihat dari %rendemen yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah maserasi dan soxhlet, sedangkan pelarut yang digunakan adalah metanol dengan variasi jumlah pelarut 1:10, 1: 20, 1:30 serta variasi waktu ekstraksi (1,2,3 4 dan 5 hari untuk maserasi dan 1,2,3,4 dan 5 siklus untuk metode soxhlet). Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah metode terbaik untuk ekstraksi daun libo adalah metode soxhlet dengan % rendemen 34,00 dengan perbandingan pelarut 1:30 dengan lama ekstraksi sebanyak 5 siklus. Dari pengujian metabolit sekunder diketahui daun Libo ini mengandung fenol, flavonoid dan alkaloid.
Analisis GC-MS Senyawa Aktif Antioksidan Fraksi Etil Asetat Daun Libo (Ficus variegata Blume.) Mega Rizky Novitasari; Lizma Febrina; Risna Agustina; Agung Rahmadani; Rolan Rusli
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i5.43

Abstract

Daun Libo (Ficus variegata Blume.) memiliki daun yang tidak dimakan oleh hama/serangga, hal ini diduga karena kandungan metabolit sekunder daun libo mengandung senyawa aktif yang potensial salah satunya adalah sebagai antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui komponen senyawa antioksidan fraksi etil asetat daun libo dengan metode GC-MS. Interpretasi spektrum massa GC-MS dilakukan dengan menggunakan database WILLEY9THN 08.L. Hasil analisis spektrum GC-MS fraksi etil asetat aktif antioksidan mengandung 2,5-Cyclohexadiene-1,4-dione, 2,6-bis(1,1-dimethylethyl (0,65%), 1-Octadecene (1,29%), 2-Hexadecen-1-ol, 3,7,11,15-tetramethyl- (1,54%), 7,9-Di-tert-butyl-1-oxaspiro(4,5)deca-6,9-diene-2,8-dione (1,52%), 1-Nonadecene (3,39%), 1-Docosene (3,39%), Nonadecyltrifluoroacetate (2,12%), 1,2-Benzenedicarboxylic acid,(2-ethylhexyl) ester (45,53%), 1-Docosene (2,71%), Pyrene, hexadecahydro (4,56%), Urs-12-en-3-ol, acetate,(3.beta.) (1,97%), 12-Oleanen-3-yl acetate, (3.alpha.)- (5,19%), Urs-12-en-3-ol, acetate,(3.beta.) (1,53 %), Taraxasterol-acetate (0,30%), 1-(Dimethylamino)-5-{[4'-(5"-(4"'-iodophenyl ethynyl|)-1"-naphthylethynyl]-1(8,46%), dan 7,8,17,18-Tetrahydro-35-methoxy-1,3,21,23-tetramethyl-16H,31H-5,9,15,19-dime (10,04%).
Analisis Secara GC-MS Senyawa Aktif Antioksidan Fraksi N-Heksana Daun Libo (Ficus variegata Blume) Vina Maulidya; Myra Puspha Hardina; Lizma Febrina; Rolan Rusli; Agung Rahmadani
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 10 (2018): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i10.101

Abstract

Tanaman Libo (Ficus variegata Blume) merupakan salah satu tumbuhan liar khas Kalimantan Timur sebagai sumber bahan larvasida dan antioksidan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui komponen senyawa aktif antioksidan dalam fraksi n-heksana daun Libo dengan metode GC-MS. Interpretasi spektrum GC-MS dilakukan menggunakan database standar National Institute Standard and Technology (NIST). Komponen mayor fraksi n-heksana yang memiliki aktivitas antioksidan antara lain: cyclotetracosane; 1-heneicosanol; 1-docosene; 1,2-benzenedicarboxilic acid; 1-heptacosanol; octacosanol; dan cyclooctacosane.
Sintesis Nanopartikel Perak Menggunakan Ekstrak Metanol Daun Nipah (Nypa fruticans) sebagai Agen Antibakteri Fatimah Az-Zhahra; Nisa Naspiah; Lizma Febrina; Rolan Rusli
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i3.131

Abstract

Nanopartikel adalah suatu bentuk inovasi penghantaran obat menggunakan metode pereduksi biologi (bioreduktor). Perak merupakan suatu agen antibakteri saat keadaan nano yang memiliki aktivitas lebih baik dibanding bentuk bulknya. Daun nipah (Nypa fruticans) merupakan suatu agen bioreduktor digunakan untuk mereduksi perak menjadi nanopartikel perak (ukuran 60-80 nm). Hasil pengujian antibakteri terhadap bakteri Eschericia coli 10,504 mm dan bakteri Staphylococcus aureus 9,393 mm.