Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA REMAJA DI MAN XI BEKASI Rohani Siregar; Agustin S; Hartini Hartini
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol. 9 No. 1 (2025): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jomis.v9i1.5516

Abstract

Adolescence is a period of identity exploration and the urge to explore something new, often accompanied by deep curiosity. Free association during adolescence can have significant negative impacts, both in terms of health and psychology, especially among adolescents themselves. Premarital sexual activity refers to any form of sexual drive that is influenced by the urge to have intimate relationships that occur before marriage, either according to religious rules or legal provisions. The purpose of this study was to identify factors that influence premarital sexual behavior in grade XI students at MAN 1 Bekasi. The method used in this study uses a quantitative analytical method with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 190 respondents who were randomly selected using the Slovin formula. Data analysis was carried out using a univariate and bivariate analysis approach using the chi-square statistical test. The results of the bivariate analysis indicated a significant relationship between knowledge (p-value = 0.000), attitude (p-value = 0.001), information sources (p-value = 0.008), parental role (p-value = 0.000), and peer influence (p-value = 0.008) with premarital sexual behavior in grade XI students at MAN 1 Bekasi in 2024. In conclusion, there needs to be an effort from the school to conduct socialization and education involving health workers about the dangers of premarital sexual behavior among students. And can support and help students to behave positively in accordance with existing norms.
EDUKASI KELAS IBU HAMIL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN 10 T Suhayati; Ika Kania Fatdo Wardani; Rosi Kurnia Sugiharti; Rohani Siregar
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol. 10 No. 1 (2026): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

West Java Health Office in 2024 recorded 749 cases of maternal deaths, with Bekasi Regency reporting 46 cases. One of the efforts to reduce AKI is to improve the quality of integrated antenatal care (ANC) services through the implementation of the 10T pregnancy examination standard. This study aims to analyze the influence of education in pregnant women's classes on increasing knowledge about the 10T ANC examination. The research uses a quasi-experimental design with a one group pretest–posttest approach. The research sample was 30 pregnant women taken by total sampling technique. The intervention was in the form of health education using video media, while knowledge measurement was carried out through questionnaires. The data collection will be carried out in July 2025 in Mangunjaya Village, Bekasi Regency. Data analysis used frequency distribution and Wilcoxon test. The results showed that as many as 25 respondents (83.3%) experienced an increase in knowledge after being given education, with a mean rank value of 16.38. The Wilcoxon test showed a value of p = 0.000 (p < 0.05), which indicates a significant influence of education on pregnant women's knowledge about the 10T ANC examination. Classroom education for pregnant women has been shown to be effective in increasing knowledge, which is expected to support healthy behaviors during pregnancy, increase awareness of red flags, and reduce the risk of complications. It is necessary to strengthen health education in a sustainable manner by health workers to improve the quality of ANC services
Faktor Pengetahuan, Sikap, dan Dukungan Suami yang Berhubungan dengan Perilaku Wanita Usia Subur dalam Pemeriksaan IVA Tes di Desa Sukamanah, Kabupaten Bekasi Yohana Puspitarani; Rohani Siregar; Ika Kania Fatdo Wardani; Herlina Simanjuntak
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v4i4.6340

Abstract

Cervical cancer is one of the leading causes of death among women and is largely caused by Human Papilloma Virus (HPV) infection. Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) is a simple, effective, and recommended method for early detection to reduce morbidity and mortality rates from cervical cancer. However, VIA screening coverage in Indonesia remains low, including in the working area of Sukatani Health Center. This study aimed to identify indicators associated with the behavior of women of reproductive age (WRA) in undergoing VIA screening in Sukamanah Village. This research employed a quantitative method with a cross-sectional design, involving 82 WRA respondents selected through consecutive sampling. Independent variables included education, knowledge, attitude, information sources, and spousal support. Data were collected using questionnaires and analyzed with the chi-square test. The results showed that 61% of respondents had never undergone a VIA test. Significant associations were found between VIA screening behavior and knowledge (p=0.003), attitude (p=0.021), and spousal support (p=0.003). Meanwhile, education (p=0.073) and sources of information (p=0.075) were not significantly associated. These findings highlight that improving knowledge, fostering positive attitudes, and strengthening spousal support are key strategies to increase WRA participation in VIA screening for early cervical cancer detection.
Hubungan faktor dengan kejadian anemia pada ibu hamil di TPMB Bidan Ria Sukaraya 2025 : The relationship between factors and the incidence of anemia in pregnant women at TPMB Bidan Ria Sukaraya 2025 Ria Afriyani; Rohani Siregar; Musmundiroh Musmundiroh; Retno Anggraeni Puspita Sari
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 5 (2025): Edisi Sep - Oktober 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i5.7040

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan masalah nasional karena mencerminkan nilai kesejahteraan social ekonomi masyarakat, dan pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Anemia pada kehamilan akan membahayakan ibu dan janin. Dari studi pendahuluan di TPMB Bidan Ria, Desa Sukaraya, ditemukan 2 dari 10 ibu hamil mengalami anemia ringan dengan kadar Hb 10–11,9 gr/dL. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di TPMB Bidan Ria Desa Sukaraya Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional untuk mengungkapkan hubungan antara variabel dependen dan independen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang memeriksakan Kadar Hb di TPMB Bidan Ria yaitu berjumlah 50 orang ibu hamil dan  teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan total sampling dengan jumlah 50 orang. Pengumpulan data dengan cara menyebarkan kuisioner. Analisis statistik yang digunakan adalah dsitribusi frekuensi dan Chi Square. Hasil penelitian: memperlihatkan bahwa ibu hamil anemia yaitu sebanyak 18 orang responden ( 36%). Dan kejadian anemia pada ibu hamil diTPMB Bidan Ria sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor diantaranya umur (p=0,001), paritas (p=0,007), Pendidikan(p=0,002), pekerjaan(p=0,007), pengetahuan(p=0,000) dan keterpaparan informasi(p=0,000). Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian Anemia Adalah pengetahuan dengan nilai OR 15,000 (CI 95%). Artinya ibu hamil yang memiliki Tingkat pengetahuan kurang memiliki peluang 15 kali untuk mengalami Anemia. untuk TPMB Bidan Ria agar lebih aktif lagi melaksanakan konseling-konseling gizi selama kehamilan dan penyuluhan-penyuluhan Kesehatan.
Faktor yang Berhubungan dengan Pengetahuan Ibu Postpartum terhadap Produksi ASI di TPMB Bidan Jayanti: Factors Related to Postpartum Mothers' Knowledge of Breast Milk Production at TPMB Bidan Jayanti Siska Arianti; Rohani Siregar; Musmundiroh Musmundiroh; Triseu Setianingsih
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 5 (2025): Edisi Sep - Oktober 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i5.7076

Abstract

Produksi Air Susu Ibu (ASI) merupakan faktor penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Rendahnya produksi ASI sering dikaitkan dengan kurangnya pengetahuan ibu postpartum mengenai faktor-faktor yang memengaruhi laktasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu postpartum terhadap peningkatan produksi ASI di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) Jayanti Kecamatan Cikarang Utara tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh ibu postpartum yang berkunjung ke TPMB Jayanti, dengan sampel sebanyak 50 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga memiliki hubungan signifikan dengan pengetahuan ibu postpartum terhadap produksi ASI (p=0,001; OR=43,000; CI 95%: 3,365–549,547). Sementara itu, variabel paritas (p=0,274), status gizi (p=1,000), usia (p=0,157), dan keterpaparan informasi (p=0,338) tidak berhubungan secara signifikan dengan pengetahuan ibu postpartum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan keluarga merupakan faktor dominan yang memengaruhi pengetahuan ibu postpartum dalam upaya peningkatan produksi ASI. Oleh karena itu, intervensi edukasi laktasi sebaiknya melibatkan keluarga sebagai unit pendukung utama untuk meningkatkan efektivitas promosi ASI eksklusif.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ruam Popok Pada Bayi: Factors Associated with Diaper Rash in Babies Prasti Yoningsih; Hajar Nur Fatur Rohmah; Rohani Siregar; Rosi Kurnia Sugiharti
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 5 (2025): Edisi Sep - Oktober 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruam popok merupakan permasalahan kulit yang kerap dialami bayi akibat paparan urine, feses, kelembaban, serta gesekan popok. Data WHO (2022) menunjukkan prevalensi global mencapai 65%, sedangkan di Indonesia berkisar antara 7–35% dan di Kabupaten Bekasi sebesar 10,28%. Rendahnya pemahaman ibu mengenai kebersihan bayi menjadi faktor risiko utama terjadinya ruam popok. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berkaitan dengan kejadian ruam popok pada bayi di Desa Karang Baru, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi Tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang dan melibatkan 88 responden yang dipilih melalui rumus Slovin. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kepada ibu dengan bayi berusia 0–6 bulan, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan odds ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan (p=0,249; OR=0,552) dan sikap ibu (p=0,067; OR=2,565) dengan kejadian ruam popok. Namun, terdapat hubungan bermakna pada faktor pekerjaan (p=0,047; OR=2,644) dan pengetahuan (p=0,018; OR=3,246). Ibu dengan pengetahuan kurang memiliki risiko tiga kali lebih tinggi dibandingkan ibu dengan pengetahuan baik. Dengan demikian, pengetahuan serta pekerjaan ibu berperan penting dalam pencegahan ruam popok, sehingga edukasi kesehatan perlu diperkuat untuk menekan angka kejadian.
Analisis Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Kejadian Infertilitas Pada Wanita Usia Subu Novita Sari; Musmundiroh Musmundiroh; Rohani Siregar; Rosi Kurnia Sugiharti
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 6 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i6.7099

Abstract

Infertilitas merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang banyak dialami oleh pasangan usia subur yang dapat berdampak pada aspek fisik, psikologis, sosial, maupun ekonomi, infertilitas dibedakan menjadi primer dan sekunder. Gaya hidup tidak sehat seperti pola makan buruk, merokok, konsumsi alkohol/kafein berlebihan, kurang aktivitas fisik, stres, dan pola tidur buruk merupakan Salah satu faktor yang diyakini dapat mempengaruhi hormon, ovulasi, serta kualitas sel telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan kejadian infertilitas pada wanita usia subur di Desa Sukaragam tahun 2025. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan jumlah sampel 100 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Sebanyak 53 responden atau 53% yang memiliki gaya hidup buruk, dan dari kelompok ini sebanyak 49,1% mengalami infertilitas. Sementara itu, hanya 17% wanita dengan gaya hidup baik yang mengalami infertilitas. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara gaya hidup dengan kejadian infertilitas (p = 0,001) dengan perolehan nilai OR yaitu 4.694 menunjukan adanya hubungan yang signifikan secara statistik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah gaya hidup berhubungan signifikan dengan kejadian infertilitas pada wanita usia subur di Desa Sukaragam, di mana responden dengan gaya hidup buruk memiliki risiko lebih tinggi mengalami infertilitas primer.
Analisis Efektivitas Status Gizi Terhadap Perkembangan Anak Balita Di Desa Tegal Sawah Tahun 2025 Norma Try Putri Pratiwi; Musmundiroh Musmundiroh; Rohani Siregar; Rosi Kurnia Sugiharti
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 6 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i6.7100

Abstract

Status gizi dan perkembangan anak usia dini merupakan indikator penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Balita dengan gizi kurang berisiko tinggi mengalami keterlambatan perkembangan fisik maupun kognitif. Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan berperan besar dalam memantau kedua aspek tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dan perkembangan anak balita di Posyandu Mawar 9 Perum Indo Alam Desa Tegal Sawah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh balita usia 1–3 tahun di Posyandu Mawar 9. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dengan jumlah 50 responden. Analisis data menggunakan uji Chi-Square karena distribusi data tidak normal. Sebagian besar balita memiliki status gizi baik (86%) dan perkembangan sesuai usia (90%). Balita dengan gizi kurang cenderung mengalami perkembangan meragukan atau menyimpang (71,4%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), menandakan adanya hubungan signifikan antara status gizi dan perkembangan balita. Terdapat hubungan antara status gizi dengan perkembangan balita di Posyandu Mawar 9 tahun 2025. Pemantauan gizi serta perkembangan secara rutin di posyandu penting untuk deteksi dini gangguan tumbuh kembang. Orang tua diharapkan memperhatikan asupan gizi anak, sementara kader posyandu perlu meningkatkan edukasi terkait pemenuhan gizi dan stimulasi perkembangan
Indikator Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Putri Nursaadah; Rohani Siregar; Hajar Nur Fathur Rohmah; Rosi Kurnia Sugiharti
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 5 (2025): Edisi Sep - Oktober 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i5.7132

Abstract

Imunisasi dasar merupakan hak setiap anak untuk mendapatkan perlindungan dari penyakit menular. Namun cakupan imunisasi dasar lengkap di Indonesia masih di bawah target, termasuk di Klinik Amelia yang hanya mencapai 62,5% pada Januari–Maret 2025. Kondisi ini menimbulkan risiko tingginya kejadian Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar lengkap di Klinik Amelia tahun 2025. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 0–12 bulan di wilayah kerja Klinik Amelia, dengan teknik total sampling sebanyak 80 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Analisis bivariat menunjukkan bahwa usia (p=0,000; OR=13,77), pendidikan (p=0,000; OR=9,44), pekerjaan (p=0,000; OR=42,48), dan sumber informasi (p=0,000; OR=12,33) berhubungan signifikan dengan pengetahuan ibu mengenai imunisasi dasar lengkap. Kesimpulan: Pengetahuan ibu dipengaruhi oleh faktor usia, pendidikan, pekerjaan, dan sumber informasi. Peningkatan cakupan imunisasi dapat dicapai dengan memperkuat edukasi, peran tenaga kesehatan, dan dukungan keluarga
DETERMINASI FAKTOR SOSIAL TERHADAP PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KARAWANG Siti Marpu'ah; Rohani Siregar; Musmundiroh Musmundiroh; Triseu Setianingsih
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 6 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i6.7233

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan asupan terbaik bagi bayi pada enam bulan pertama kehidupannya, namun cakupan pemberiannya di Indonesia masih rendah dan belum mencapai target nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0–6 bulan di Desa Kedungjeruk, Kabupaten Karawang tahun 2025. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 0–6 bulan, dengan jumlah sampel sebanyak 63 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mencakup variabel pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan sumber informasi. Analisis data menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan perilaku pemberian ASI eksklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan ASI eksklusif, namun masih ada yang tidak melaksanakannya. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan sumber informasi dengan perilaku pemberian ASI eksklusif (p<0,05). Simpulan penelitian ini adalah perilaku pemberian ASI eksklusif sangat dipengaruhi oleh faktor internal ibu serta dukungan eksternal, sehingga intervensi berupa edukasi, pemberdayaan keluarga, dan penyediaan informasi kesehatan yang memadai sangat diperlukan untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif di masyarakat.