Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

EDUKASI PENTINGNYA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF SELAMA 6 BULAN DI DESA WANGUNHARJA, CIKARANG: Studi Pre-Post Tes pada 30 Responden Thrisnandhupanggaluh Wirahmanu Murwakanthi; Prismalinda; Rika Lestari; Rohani Siregar; Salsa Sadila
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : PROFICIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6697

Abstract

Seribu hari pertama kehidupan merupakan periode kritis yang menentukan kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak secara jangka panjang, sehingga pemberian air susu ibu secara eksklusif selama enam bulan pertama menjadi intervensi gizi yang paling direkomendasikan dalam upaya pencegahan stunting. Namun demikian, rendahnya pengetahuan dan pemahaman ibu muda terhadap manfaat air susu ibu eksklusif masih menjadi hambatan utama dlam pelaksanaannya di tingkat komunitas. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan pemahaman ibu mengenai pemberian air susu ibu eksklusif di Desa Wangunharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Pengabdian masyarakat menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental melalui pendekatan satu kelompok dengan pengukuran sebelum dan sesudah intervensi. Sebanyak 30 ibu yang memiliki bayi usia nol hingga enam bulan atau lebih yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel bertujuan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji statistik berpoasangan serta perhitungan indeks gain ternormalisasi. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan peningkatan rata-arat skor dari 87,63 menjadi 96,76, dengan inteks gain ternormalisasi sebesar 0,82 yang tergolong kategori tinggi dan nilai signifikan sebesar 0,000. Edukasi kesehatan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu tentang air susu ibu eksklusif, serta berpotensi menjadi stratefi unggulan dalam penguatan program gizi komunitas dan pencegahan stunting.
PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) PADA IBU HAMIL DI DESA SUKAJADI Rohani Siregar; Alvi Yandini; Cucu; Nurulita Anggraeni; La Ode Muhammad Anwar; PrismaLinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6706

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi salah satu masalah gizi utama di Indonesia yang dapat meningkatkan risiko anemia, perdarahan, persalinan prematur, serta bayi lahir dengan berat badan rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang selama kehamilan sebagai upaya pencegahan KEK di Desa Sukajadi. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, demonstrasi makanan bergizi, serta pemeriksaan Lingkar Lengan Atas (LILA). Sasaran kegiatan adalah ibu hamil dengan dukungan tenaga kesehatan dan pemerintah desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai penyebab, dampak, dan cara pencegahan KEK setelah diberikan edukasi kesehatan. Selain itu, dukungan keluarga dan pemberdayaan masyarakat juga berperan penting dalam menjaga status gizi ibu hamil. Kegiatan edukasi kesehatan secara berkelanjutan diharapkan mampu menurunkan angka KEK dan meningkatkan kesehatan ibu serta bayi.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP PEMBERIAN IMUNISASI DPT PADA BALITA DI DESA KARANG ASIH KECAMATAN CIKARANG UTARA BEKASI TAHUN 2026 Rohani Siregar; Ropahiyatul Kamal; Mayla Zakia; Mega Nada Aulia; Octaviani Fajri; PrismaLinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6710

Abstract

Imunisasi DPT adalah jenis vaksin dasar yang penting untuk melindungi bayi dari penyakit difteri, batuk rejan, dan tetanus. Pengetahuan ibu merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi apakah anak menerima imunisasi DPT atau tidak. Kurangnya pemahaman tentang manfaat, jadwal, dan pentingnya vaksinasi bisa membuat anak-anak tidak mendapatkan vaksin secara lengkap. Pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi DPT berpengaruh terhadap pemberiannya pada balita di Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi pada tahun 2026. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan pengabdian masyarakat di lapangan. Pengabdian masyarakat ini menggunakan 30 orang responden yang merupakan ibu-ibu yang memiliki anak balita dengan usia antara 0 hingga 2 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan kuesioner, mengamati buku KIA/KMS, serta melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan tentang vaksin imunisasi DPT. Analisis data dilakukan dengan cara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang, yaitu 15 orang (50,0%), sedangkan 10 orang (33,3%) memiliki pengetahuan yang baik, dan 5 orang (16,7%) memiliki pengetahuan yang cukup. Sementara itu, ada 19 responden (63,3%) yang sudah mendapatkan imunisasi DPT secara lengkap, sedangkan 11 responden (36,7%) belum lengkap. Hasilnya menunjukkan bahwa ada kaitan antara tingkat pemahaman ibu tentang cara memberikan vaksin DPT kepada anak balita.
UPAYA PEMBERDAYAAN IBU HAMIL DALAM MENCEGAH ANEMIA MELALUI EDUKASI KESEHATAN Rohani Siregar; Yuniar Indiarti; Astric Wulandary; Nabila Yasmin; PrismaLinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6721

Abstract

Anemia pada kehamilan masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi pada ibu dan janin. Rendahnya pengetahuan ibu hamil mengenai penyebab, dampak, dan upaya pencegahan anemia menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya kejadian anemia selama kehamilan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan anemia melalui edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Wisma Hijau, Desa Mekarmukti, Kabupaten Bekasi, dengan melibatkan 30 ibu hamil sebagai peserta. Intervensi dilakukan melalui edukasi kesehatan menggunakan metode ceramah, diskusi interaktif, tanya jawab, serta media leaflet. Evaluasi kegiatan menggunakan one group pre-test post-test design dengan pengukuran tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa sebelum edukasi terdapat 33,3% peserta dengan pengetahuan kurang, 26,7% cukup, dan 40,0% baik. Setelah edukasi, tidak terdapat lagi peserta dengan pengetahuan kurang, sedangkan 96,7% peserta memiliki tingkat pengetahuan baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test (p<0,001). Edukasi kesehatan yang diberikan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil dalam melakukan pencegahan anemia selama kehamilan.
UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN DISMENOREA PADA REMAJA DI SMA AL ADAB DESA SUKARAYA DENGAN TERAPI JUS MANGGA Iqlima Putriana Kurnia; Moza Aulia; Aam Amalia Sari; PrismaLinda; Rohani Siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6725

Abstract

Dismenorea adalah salah satu masalah kesehatan reproduksi yang paling umum dihadapi oleh remaja perempuan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu remaja meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mencegah dan mengatasi dismenorea. Ini dilakukan melalui edukasi kesehatan dan terapi jus mangga di SMA AL ADAB yang terletak di Desa Sukaraya. Metode yang dipakai meliputi edukasi tentang kesehatan reproduksi, menunjukkan cara membuat jus mangga, dan memberikan terapi. Evaluasi dilakukan dengan cara pre-test, post-test, dan juga mengukur tingkat nyeri sebelum dan sesudah terapi. Diharapkan kegiatan ini bisa membantu remaja memahami lebih baik tentang dismenorea dan memberikan pilihan terapi alami yang aman, mudah dilakukan, dan efektif untuk mengurangi nyeri saat haid.
PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP SIKAP REMAJA PUTRI DALAM MENGHADAPI NYERI HAID (DISMENORE) Prisma linda; Dwi Laila Hasanah Batubara; Devi Ayu Pratiwi Nugraha; Nihayatuzen; Rohani Siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6753

Abstract

Dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, konsentrasi belajar, serta kehadiran di sekolah. Kurangnya pengetahuan mengenai penanganan nyeri haid dapat menyebabkan sikap yang kurang tepat dalam menghadapi dismenore. Kegiatan pemberdayaan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta membentuk sikap positif remaja putri dalam menghadapi nyeri haid (dismenore) melalui edukasi kesehatan reproduksi. Kegiatan dilaksanakan di SMPN 4 Cikarang Selatan dengan sasaran remaja putri yang telah mengalami menstruasi. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, konseling, diskusi interaktif, serta demonstrasi penanganan dismenore secara farmakologis dan nonfarmakologis. Media edukasi berupa leaflet digunakan untuk memperkuat pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai penyebab, dampak, dan cara penanganan dismenore. Peserta juga mulai memahami hubungan antara stres dan nyeri haid serta menunjukkan sikap yang lebih positif dalam mengelola dismenore secara mandiri. Kegiatan ini meningkatkan kesadaran remaja terhadap kesehatan reproduksi dan mendorong perilaku sehat dalam menghadapi nyeri haid.
MENGATASI KONSTIPASI PADA IBU DI DESA TELAGA MURNI CIKARANG BARAT TAHUN 2026 Rohani Siregar; Yesi Apriana; Evi Puspita Sari; Rika Amelia Sari; PrismaLinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6770

Abstract

Konstipasi merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami ibu hamil, terutama pada trimester kedua dan ketiga akibat perubahan hormonal, tekanan uterus yang semakin membesar, kurangnya konsumsi serat, rendahnya asupan cairan, serta kurangnya aktivitas fisik. Apabila tidak ditangani dengan baik, konstipasi dapat menimbulkan ketidaknyamanan, hemoroid, gangguan pola makan, dan penurunan kualitas hidup ibu hamil. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai pencegahan dan penanganan konstipasi melalui penyuluhan kesehatan di Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui ceramah, diskusi, tanya jawab, demonstrasi sederhana, serta pembagian leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest terhadap 10 ibu hamil. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan terdapat 4 peserta (40%) dengan tingkat pengetahuan baik, 3 peserta (30%) dengan pengetahuan cukup, dan 3 peserta (30%) dengan pengetahuan kurang. Setelah penyuluhan, jumlah peserta dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 6 orang (60%), pengetahuan cukup tetap 3 orang (30%), dan pengetahuan kurang menurun menjadi 1 orang (10%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan mampu meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai penyebab, gejala, pencegahan, dan penanganan konstipasi. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian ibu hamil dalam menerapkan perilaku hidup sehat untuk menjaga kesehatan pencernaan selama kehamilan.
EDUKASI TINGKAT KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM UPAYA PENCEGAHAN KEMATIAN NEONATUS DINI Rohani Siregar; Inggrit Oktavia; Naila Salsabila Azzahra; Nazla Azzahra; PrismaLinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6801

Abstract

Kematian neonatus dini masih menjadi salah satu penyebab utama kematian bayi yang dapat dipengaruhi oleh keterlambatan ibu dalam mengenali tanda bahaya pada bayi baru lahir. Rendahnya pengetahuan ibu mengenai kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko keterlambatan penanganan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu mengenai tanda-tanda bahaya yang dapat menyebabkan kematian neonatus dini melalui edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Hegarmukti dengan melibatkan 30 ibu sebagai peserta. Metode yang digunakan berupa ceramah, diskusi interaktif, tanya jawab, permainan edukatif, dan pemberian leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan desain one group pretest-posttest dengan pengukuran tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Hasil menunjukkan bahwa proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 63,3% menjadi 93,3%, sedangkan kategori pengetahuan kurang menurun dari 23,3% menjadi 0%. Hasil Uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (p<0,001). Edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai tanda-tanda bahaya neonatus dan berpotensi mendukung upaya pencegahan kematian neonatus dini di masyarakat.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA REMAJA DI MAN XI BEKASI Rohani Siregar; Agustin S; Hartini Hartini
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol. 9 No. 1 (2025): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jomis.v9i1.5516

Abstract

Adolescence is a period of identity exploration and the urge to explore something new, often accompanied by deep curiosity. Free association during adolescence can have significant negative impacts, both in terms of health and psychology, especially among adolescents themselves. Premarital sexual activity refers to any form of sexual drive that is influenced by the urge to have intimate relationships that occur before marriage, either according to religious rules or legal provisions. The purpose of this study was to identify factors that influence premarital sexual behavior in grade XI students at MAN 1 Bekasi. The method used in this study uses a quantitative analytical method with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 190 respondents who were randomly selected using the Slovin formula. Data analysis was carried out using a univariate and bivariate analysis approach using the chi-square statistical test. The results of the bivariate analysis indicated a significant relationship between knowledge (p-value = 0.000), attitude (p-value = 0.001), information sources (p-value = 0.008), parental role (p-value = 0.000), and peer influence (p-value = 0.008) with premarital sexual behavior in grade XI students at MAN 1 Bekasi in 2024. In conclusion, there needs to be an effort from the school to conduct socialization and education involving health workers about the dangers of premarital sexual behavior among students. And can support and help students to behave positively in accordance with existing norms.
EDUKASI KELAS IBU HAMIL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN 10 T Suhayati; Ika Kania Fatdo Wardani; Rosi Kurnia Sugiharti; Rohani Siregar
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol. 10 No. 1 (2026): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

West Java Health Office in 2024 recorded 749 cases of maternal deaths, with Bekasi Regency reporting 46 cases. One of the efforts to reduce AKI is to improve the quality of integrated antenatal care (ANC) services through the implementation of the 10T pregnancy examination standard. This study aims to analyze the influence of education in pregnant women's classes on increasing knowledge about the 10T ANC examination. The research uses a quasi-experimental design with a one group pretest–posttest approach. The research sample was 30 pregnant women taken by total sampling technique. The intervention was in the form of health education using video media, while knowledge measurement was carried out through questionnaires. The data collection will be carried out in July 2025 in Mangunjaya Village, Bekasi Regency. Data analysis used frequency distribution and Wilcoxon test. The results showed that as many as 25 respondents (83.3%) experienced an increase in knowledge after being given education, with a mean rank value of 16.38. The Wilcoxon test showed a value of p = 0.000 (p < 0.05), which indicates a significant influence of education on pregnant women's knowledge about the 10T ANC examination. Classroom education for pregnant women has been shown to be effective in increasing knowledge, which is expected to support healthy behaviors during pregnancy, increase awareness of red flags, and reduce the risk of complications. It is necessary to strengthen health education in a sustainable manner by health workers to improve the quality of ANC services