Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Geoscience Journal

KARAKTERISTIK BATUAN ASAL PEMBENTUKAN ENDAPAN NIKEL LATERIT DI DAERAH MADANG DAN SERAKAMAN TENGAH Euis Tintin Yuningsih,Luhur Pambudi., Adi Kurniadi,Mega Fatimah Rosana,
Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1965.566 KB)

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi pembentukan endapan nikel laterit adalah batuan asal. Pokok permasalahan yang akan di bahas pada penelitian ini adalah di fokuskan pada karakteristik batuan asalnya yaitu pada batuan ultrabasa berdasarkan intensitas serpentinisasinya, mineral penyusunnya, dan geokimia batuan pada sampel outcrop di lapangan serta kaitannya dengan potensi lateritisasi endapan nikel pada data sekunder yaitu pada data pemboran di daerah Madang dan Serakaman Tengah, Pulau Sebuku, Kalimantan Selatan. Metode penelitian yang di lakukan adalah dengan studi literatur, pemetaan geologi, analisis petrografi, serta analisis geokimia (elemen major berdasarkan metode X-Ray Fluoresence). Berdasarkan analisis perografi, karakteristik batuan asal pada batuan ultrabasa yaitu intensitas serpentinisasinya dominan tinggi, kemudian mineral utama penyusunnya adalah serpentin, olivine, orthopiroksen, klinopiroksen, mineral opak, dan mineral oksida. Secara geokimia batuan, unsur MgO lebih banyak kelimpahannya dibandingkan dengan unsur CaO dan Al2O3, menunjukan mineral utama nya yaitu olivine dan piroksen. Di interpretasikan pula fraksionasi utamanya adalah mineral olivine dan protolit batuannya di dominansi oleh dunit. Lateritisasi endapan nikel terdapat pada zona saprolit dalam suatu profil endapan nikel laterit. Di daerah Madang dan Serakaman Tengah mempunyai endapan nikel laterit yang cukup baik dan ekonomis meskipun kadar endapan nikel dan ketebalan zona saprolitnya relatif berbeda-beda.Kata kunci : Batuan asal, serpentinisasi, mineral penyusun, geokimia, endapan nikel laterit
KARAKTERISTIK BATUAN ASAL PEMBENTUKAN ENDAPAN NIKEL LATERIT DI DAERAH MADANG DAN SERAKAMAN TENGAH Euis Tintin Yuningsih, Luhur Pambudi H., Adi Kurniadi, Mega Fatimah Rosana,
Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2377.371 KB)

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi pembentukan endapan nikel laterit adalah batuan asal. Pokok permasalahan yang akan di bahas pada penelitian ini adalah di fokuskan pada karakteristik batuan asalnya yaitu pada batuan ultrabasa berdasarkan intensitas serpentinisasinya, mineral penyusunnya, dan geokimia batuan pada sampel outcrop di lapangan serta kaitannya dengan potensi lateritisasi endapan nikel pada data sekunder yaitu pada data pemboran di daerah Madang dan Serakaman Tengah, Pulau Sebuku,Kalimantan Selatan. Metode penelitian yang di lakukan adalah dengan studi literatur, pemetaan geologi, analisis petrografi, serta analisis geokimia (elemen major berdasarkan metode X-Ray Fluoresence). Berdasarkan analisis perografi, karakteristik batuan asal pada batuan ultrabasa yaitu intensitasserpentinisasinya dominan tinggi, kemudian mineral utama penyusunnya adalah serpentin, olivine, orthopiroksen, klinopiroksen, mineral opak, dan mineral oksida. Secara geokimia batuan, unsur MgO lebih banyak kelimpahannya dibandingkan dengan unsur CaO dan Al2O3, menunjukan mineral utama nya yaitu olivine dan piroksen. Di interpretasikan pula fraksionasi utamanya adalah mineral olivine dan protolit batuannya di dominansi oleh dunit. Lateritisasi endapan nikel terdapat pada zona saprolit dalam suatu profil endapan nikel laterit. Di daerah Madang dan Serakaman Tengah mempunyai endapan nikel laterit yang cukup baik dan ekonomis meskipun kadar endapan nikel dan ketebalan zona saprolitnyarelatif berbeda-beda.Kata kunci : Batuan asal, serpentinisasi, mineral penyusun, geokimia, endapan nikel laterit
KARAKTERISTIK BATUAN ASAL PEMBENTUKAN ENDAPAN NIKEL LATERIT DI DAERAH MADANG DAN SERAKAMAN TENGAH Euis Tintin Yuningsih, Luhur Pambudi H., Adi Kurniadi, Mega Fatimah Rosana,
Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2377.371 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i3.17256

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi pembentukan endapan nikel laterit adalah batuan asal. Pokok permasalahan yang akan di bahas pada penelitian ini adalah di fokuskan pada karakteristik batuan asalnya yaitu pada batuan ultrabasa berdasarkan intensitas serpentinisasinya, mineral penyusunnya, dan geokimia batuan pada sampel outcrop di lapangan serta kaitannya dengan potensi lateritisasi endapan nikel pada data sekunder yaitu pada data pemboran di daerah Madang dan Serakaman Tengah, Pulau Sebuku,Kalimantan Selatan. Metode penelitian yang di lakukan adalah dengan studi literatur, pemetaan geologi, analisis petrografi, serta analisis geokimia (elemen major berdasarkan metode X-Ray Fluoresence). Berdasarkan analisis perografi, karakteristik batuan asal pada batuan ultrabasa yaitu intensitasserpentinisasinya dominan tinggi, kemudian mineral utama penyusunnya adalah serpentin, olivine, orthopiroksen, klinopiroksen, mineral opak, dan mineral oksida. Secara geokimia batuan, unsur MgO lebih banyak kelimpahannya dibandingkan dengan unsur CaO dan Al2O3, menunjukan mineral utama nya yaitu olivine dan piroksen. Di interpretasikan pula fraksionasi utamanya adalah mineral olivine dan protolit batuannya di dominansi oleh dunit. Lateritisasi endapan nikel terdapat pada zona saprolit dalam suatu profil endapan nikel laterit. Di daerah Madang dan Serakaman Tengah mempunyai endapan nikel laterit yang cukup baik dan ekonomis meskipun kadar endapan nikel dan ketebalan zona saprolitnyarelatif berbeda-beda.Kata kunci : Batuan asal, serpentinisasi, mineral penyusun, geokimia, endapan nikel laterit
KARAKTERISTIK BATUAN ASAL PEMBENTUKAN ENDAPAN NIKEL LATERIT DI DAERAH MADANG DAN SERAKAMAN TENGAH Euis Tintin Yuningsih,Luhur Pambudi., Adi Kurniadi,Mega Fatimah Rosana,
Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1965.566 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v1i2.14316

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi pembentukan endapan nikel laterit adalah batuan asal. Pokok permasalahan yang akan di bahas pada penelitian ini adalah di fokuskan pada karakteristik batuan asalnya yaitu pada batuan ultrabasa berdasarkan intensitas serpentinisasinya, mineral penyusunnya, dan geokimia batuan pada sampel outcrop di lapangan serta kaitannya dengan potensi lateritisasi endapan nikel pada data sekunder yaitu pada data pemboran di daerah Madang dan Serakaman Tengah, Pulau Sebuku, Kalimantan Selatan. Metode penelitian yang di lakukan adalah dengan studi literatur, pemetaan geologi, analisis petrografi, serta analisis geokimia (elemen major berdasarkan metode X-Ray Fluoresence). Berdasarkan analisis perografi, karakteristik batuan asal pada batuan ultrabasa yaitu intensitas serpentinisasinya dominan tinggi, kemudian mineral utama penyusunnya adalah serpentin, olivine, orthopiroksen, klinopiroksen, mineral opak, dan mineral oksida. Secara geokimia batuan, unsur MgO lebih banyak kelimpahannya dibandingkan dengan unsur CaO dan Al2O3, menunjukan mineral utama nya yaitu olivine dan piroksen. Di interpretasikan pula fraksionasi utamanya adalah mineral olivine dan protolit batuannya di dominansi oleh dunit. Lateritisasi endapan nikel terdapat pada zona saprolit dalam suatu profil endapan nikel laterit. Di daerah Madang dan Serakaman Tengah mempunyai endapan nikel laterit yang cukup baik dan ekonomis meskipun kadar endapan nikel dan ketebalan zona saprolitnya relatif berbeda-beda.Kata kunci : Batuan asal, serpentinisasi, mineral penyusun, geokimia, endapan nikel laterit
Co-Authors Adi Hardiyono -, Adi Hardiyono Agus Didit Haryanto Agus Didit Haryanto -, Agus Didit Haryanto Ahadi Ahmat Lamburu Akhmad Fauzan Al Adawiah, Nabila. Anna Yushantarti, Anna Arie Noor Rakhman Arief Nur Muchamad Asep Nurdin, Asep Asri Arifin Aton Patonah, Aton Bensaman, Benny Bensaman, Benny. Boy Yoseph Cahya Sunan Sakti Syah Alam DEWI FITRIANI Dewi Gentana Dicky Muslim Electricia, K.S. Emi Sukiyah F, Kurnia. Arfiansyah F. G, Aiwoy Fachrudin, Kurnia Arfiansyah Faizal, Reza Mochammad Faizal, Reza Mochammad Fivry Wellda Maulana Gentana, Dewi Gentana, Dewi Gentana, Dewi Haris Siagian Hashari Kamaruddin Heriawan, Mohammad N Heru Sigit Purwanto Hiroharu Matsueda Hiroharu Matsueda Hiroharu Matsueda Hutauruk, Gita Agnes Meilani Ildrem Syafri Imam Santosa Indra Kusuma, Riko Ardiansyah Indrakususma, Riko Ardiansyah Indrakususma, Riko Ardiansyah Ismail, Fajar Kamaruddin, Hashari Kamaruddin, Hashari Kemala Wijayanti, Kemala Kurnia Arfiansyah, Kurnia Matsueda, Hiroharu Matsueda, Hiroharu Mega F. Rosana Mega F. Rosana, Mega F. Mega Fatimah Rosana Mega Fatimah Rosana Mega Fatimah Rosana Mega Fatimah Rosana -, Mega Fatimah Rosana Meiriyanto, Fernandy Mohamad Nur Heriawan Nada Salsabila Deva Nana Sulaksana Nana Sulaksana Purbiyantoro, Aldila Jasmine Purwaiswanto, Bambang Antoro Raden Isnu Hajar Sulistyawan, Raden Isnu Hajar Riko Ardiansyah Indra Kusuma Rinawan, Fiandri Indra Rinawan, Fiandri Indra Rinawan, Fiandri Indragunawan Rinawan, Fiandri Indragunawan Rompo, Ahmad Iryanto Rompo, Iryanto Rosana, M.Sc., Ph.D, Prof. Ir. Mega Fatimah Rosana, M.Sc., Ph.D, Prof. Ir. Mega Fatimah Rosana, Mega F. Rosana, Mega Fatimah Ruswanto, . Saala, Nur Afrianti Santoso, STJ Budi Saputra, Dwie H. Selasian Gussyak Soepriadi, Soepriadi Soepriadi, Soepriadi Sulaksana, Nana Sutopo, S.T., Dipl. Geoth. En., P, Bronto Sutopo, S.T., Dipl. Geoth. En., P, Bronto Tampubolon, Armin Triyunita, Ade Viqnoriva, S.N. Wirdan, Muhammad Faisal Yuano Rezky, Yuano Zufialdi Zakaria, Zufialdi