Claim Missing Document
Check
Articles

Hydroponic Melon Cultivation Based on The Dutch Bucket System as A Solution to Improve The Family Economy After Natural Disasters in Sigi District Al Riski, Mohamad; Laapo, Alimudin; Yusuf, Ramal
Unram Journal of Community Service Vol. 5 No. 4 (2024): December
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v5i4.754

Abstract

The earthquake and liquefaction disaster in 2018 and the Covid-19 outbreak had an impact on the economic decline of the people in Sigi Regency, resulting in a low Family Economic Resilience Index. This study aims to design a model for empowering women's groups in Sigi Regency, in order to improve the family economy by providing education regarding melon cultivation (Cucumis melo L.) which is supported by the application of the Dutch bucket hydroponic system as a business opportunity. The target and location of the study is the Family Welfare Empowerment Group (PKK) in Soulowe Village, most of whom work as housewives. The analytical method used in designing the economic empowerment of PKK families is Participatory Rural Appraisal (PRA) analysis. The stages of participatory implementation include assessing the needs of community groups through filling out questionnaires, outreach, training, assistance with maintenance, harvest and post-harvest, and marketing. The results of the program implemented are the availability of a hydroponic installation used for the melon cultivation process, a partner guidebook that can assist partners in carrying out the cultivation process independently, quality organic melon harvests, a marketing partnership for cultivated products with fruit shops and support from village government to develop existing programs. So, this program can continue to be sustainable and become the right solution to help improve the economy of families in Soulowe Village.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI (Capsicum annum L.) PADA SISTEM HIDROPONIK DENGAN KOMBINASI AB MIX DAN POC NASA Yakub, Nur Anisa; Yusuf, Ramal
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 5 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i5.2770

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi larutan AB MIX dan POC NASA pada pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah keriting pada sistem hidroponik. Penilitian ini dilakukan pada bulan oktober 2019-2020 di Green House Fakultas pertanian, Universitas Tadulako palu. Penilitian ini disusun dalam rancanan acak lengkap (RAL) dengan 4 kali ulangan dengan perlakuan sebagai berikut : (A1 Penyiraman dengan AB MIX 5 ml/L air), (A2 Penyiraman dengan POC NASA 5 ml/L air), (A3 Penyiraman dengan AB MIX 5 ml/L air + POC NASA 5 ml/L air), (A4 Penyiraman dengan AB MIX 5 ml/L air + POC NASA 8 ml/L air), (A5,Penyiraman dengan AB MIX 5 ml/L air + POC NASA 11 ml/L air). Perlakuan tersebut diulang sebanyak 4 kali setiap perlakuan 2 tanaman sehingga terdapat 40 satuan percobaan dengan pengamatan pada saat vegetatif. Variabel amatan dianalisis dengan uji beda nyata (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi AB MIX dan POC NASA berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah, dan berat buah dengan perlakuan terbaik (A4).
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL PAKCOY (Brassica rapa L.) PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR (POC) LIMBAH SAYURAN (KANGKUNG, BAYAM, SAWI) Hikmal; Ramal Yusuf; Fadliah
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 14 No 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/bjh4xj85

Abstract

Tanaman pakcoy termasuk tanaman sayuran, tanaman sayuran ini mudah untuk dibudidyakan. Namun dalam beberapa tahun ini komoditi ini mengalami penurunan hasil panen. Mulai dari Tahun 2021 sebesar 14,766 ton/ha hingga Tahun 2023 sebesar 8,652 ton/ha terus mengalami penurunan, walaupun tanaman ini mudah untuk dibudidayakan tapi tetap harus diperhatikan dari segi kondisi tanah serta pemberian pupuk. Salah satu alternatif pemberian pupuk yaitu menggunakan pupuk organik cair limbah sayur. Selain dapat manjadi pupuk juga dapat memperbaiki kualitas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. dari berbagai dosis Pupuk Organik Cair (POC) limbah sayuran (kangkung, bayam, sawi). Penelitian ini dilaksanakan di PT. Nina Agro Jaya, dengan lintang LS 0o57’05, BT 119o53’07, di Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2025. Penelitian ini disusun dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan menggunakan satu faktor yaitu: P0 = Kontrol, P1 = 25 ml/l air, P2 = 45 ml/l air, P3 = 65 ml/l air, P4 = 85 ml/l air. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali, sehingga keseluruhan terdapat 25 unit percobaaan, setiap unit percobaan terdiri dari 3 polybag tanaman sehingga jumlah keseluruhan unit percobaan sebanyak 75 polybag. Data hasil pengamatan akan dianalisis menggunakan analisis keragaman (ANOVA). Hasil analisis keragaman yang menunjukkan pengaruh nyata atau sangat nyata kemudian akan dianalisis lanjut dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5% guna mengetahui perbedaan nilai rata-rata antar perlakuan yang dicobakan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa terdapat salah satu dosis (POC) limbah sayuran (kangkung, bayam, sawi) yang mampu memberikan respon pertumbuhan dan hasil terbaik, yaitu pada dosis 65 ml/l air, yang konsisten menunjukkan nilai tertinggi pada variabel pertumbuhan dan hasil tanaman yang terdiri dari tinggi tanaman dengan nilai 13,64 cm, jumlah daun 11,13 cm, luas daun 63,28 cm2, bobot segar 102,45 g, serta bobot kering tanaman 10,03 g, dibandingkan dengan dosis perlakuan lainnya.