Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Kombinasi Pupuk Anorganik, Organik Dan Mulsa Jerami Padi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil “Bawang Merah Varietas Lembah Palu“ Di Desa Oloboju Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi Silvani Silvani; Ramal Yusuf; Abd. Syakur
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 4 No 5 (2016): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan mendapatkan kombinasi pupuk anorganik, organik dan mulsa terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah varietas lembah Palu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Sebagai perlakuan adalah pupuk anorganik, organik dan mulsa yang terdiri dari 7 kombinasi. Masing-masing perlakuan terdiri dari 4 kelompok sehingga terdapat 28 unit percobaan. Pemberian pupuk anorganik, organik dan mulsa jerami padi tidak berpengaruh terhadap pengamatan komponen pertumbuhan yakni tinggi tanaman dan jumlah daun. Berat segar tanaman tertinggi yaitu pada perlakuan pupuk organik dan mulsa jerami padi (65.89 g), jumlah umbi tertinggi pada perlakuan pupuk anorganik, organik dan mulsa jerami padi (8.15 g), berat daun tertinggi pada perlakuan pupuk organik dan mulsa jerami padi (33.39 g), berat akar tertinggi pada perlakuan pupuk anorganik (4.91 g) dan berat umbi tertinggi pada perlakuan pupuk anorganik, organik dan mulsa jerami padi (29.57 g).
Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Pada Pemberian Berbagai Jenis Mulsa Fadel Fadel; Ramal Yusuf; Abd. Syakur
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 5 No 2 (2017): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Bulupountu Jaya Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi pada Bulan Juni 2015 sampai dengan Oktober 2015. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan pengaruh pemberian berbagai jenis mulsa (organik dan an-organik) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill). Penelitan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari lima perlakuan, A0 = tanpa mulsa, A1 = mulsa plastik hitam perak, A2 = mulsa plastik perak, A3 = mulsa daun johar, A4 = mulsa jerami padi. Setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali sehingga terdapat 25 unit percobaan. Pemberian mulsa dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Jenis mulsa plastik perak memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik tanaman tomat, khususnya pada parameter berat buah.
Pengaruh Limbah Cair Tahu Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalanicum L.) Fajrin Fajrin; Muhammad Anshar Pasigai; Ramal Yusuf
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 1 (2020): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan perbenihan bawang merah untuk wilayah Sulawesi Tengah masih berada pada tahap tradisional, dimana benih yang beredar merupakan varietas lokal yang pengadaan benihnya oleh petani sendiri secara tradisional. Kondisi ini mengakibatkan ketersediaan benih bermutu masih kurang dan berimplikasi terhadap rendahnya produktivitas bawang merah yaitu 3-5 t ha-1 masih jauh dari potensi produksinya 11,10 t ha-1. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah dengan pemberian pupuk organik limbah cair tahu. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Petobo Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2018. Penelitian ini megunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Pengelompokan berdasarkan umbi, yaitu umbi yang besar, sedang, dan kecil. dengan 5 perlakuan dan diulang 3 kali, sehingga terdapat 15 unit percobaan. Perlakuan yang akan dicobakan sebagai berikut: P0 : tanpa pemberian limbah cair tahu (kontrol). P1: pemberian limbah cair tahu 15%. P2: pemberian limbah cair tahu 30%. P3: pemberian limbah cair tahu 45%. P4: pemberian limbah cair tahu 60%. Data pengamatan dianalisis ragam (anova) dengan uji f 0,05%, bila analisis ragam menunjukkan adanya pengaruh perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ 0,05% untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan. pemberian limbah cair tahu memberikan pengaruh yang nyata pada perlakuan konsentrasi 45%, meningkatkan jumlah umbi per rumpun dan berat segar umbi bawang merah varietas Bima Brebes per hektar berbeda nyata dengan perlakuan lainnya.
PENGARUH PERBEDAAN PANJANG STEK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMANBUAH NAGA (Hylocereus undatus) Esna Esna; Ramal Yusuf; Abdul Hadid
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 7 No 4 (2019): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah naga atau dragon fruit merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memang belum lama dikenal, dibudidayakan, dan diusahakan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan panjang stekter hadap pertumbuhan bibit tanaman buah naga. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sidera pada ketinggian 250 m dpl. Berlangsung pada bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2017. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK ) dengan tujuh perlakuan dantiga ulangan Parameter yang diamati yaitu waktu muncul tunas, panjang tunas, dan jumlah tunas. Berdasarkan hasil analisis sidik ragam ketiga parameter yang diamati yang menghasilkan pengaruh nyata pada perameter panjang tunas dan jumlah tunas. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa perbedaan panjang stek berpengaruh nyata terhadap panjang tunas dan jumlah tunas. Panjang stek yang baik adalah panjang stek 40 cm dan panjang stek yang baik pada jumlah tunas adalah panjang stek antara15 cm sampai 35 cm.
Inisiasi Tunas Nangka (Artocarpus heterophyllus L) Pada Kombinasi Benzylamino Purine (BAP) dan Nafthaleneacetic Acid (NAA) Secara In Vitro Niluh Dewi Sri Susanti; Henry N .Barus; Ramal Yusuf
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 1 (2020): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi perlakuan terbaik pada inisiasi tunas nangka. Pada kombinasi BAP dan NAA secara in vitro.Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu.Dari bulan Mei sampai dengan Juli 2018.Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor.Faktor yang dicobakan adalah kombinasi dari BAP dan NAA. Konsentrasi BAP dan NAA terdiri empat taraf yaitu: 2 ppm BAP + 0,1 ppm NAA, 3 ppm BAP + 0,1 ppm NAA, 2 ppm BAP + 0,2 ppm NAA, dan 3 ppm BAP dan 0,2 ppm NAA. Hasil penelitian menunjukan perlakuan kombinasi konsentrasi BAP 2 ppm dan NAA 0,1 ppm menghasilkan saat muncul tunas tercepat yaitu 12,2 hari dan jumlah tunas terbanyak pada konsentrasi BAP 2 ppm dan NAA 2 ppm yaitu: 2,10 pereksplan. Penambahan konsentrasi BAP dapat berpengaruh nyata terhadap inisiasi tunas nangka secara in vitro.
APLIKASI BEBERAPA SISTEM HIDROPONIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) Mohammad Rifqi Arianto; Maemunah Maemunah; Ramal Yusuf
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 2 (2020): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya tanaman dengan sistem hidroponik tidak memerlukan lahan yang luas. Keuntungan dari penggunaan sistem ini dapat menghasilkan kuantitas dan kualitas produksi yang lebih tinggi dan bersih. Keuntungan lainnya penggunaan lahan lebih efisien, penggunaan pupuk dan air lebih efisien, serta periode tanam yang lebih singkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan sistem hidroponik terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian ini dilaksanakan di kebun hidroponik, jl. Setia Budi, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Palu. Berlangsung pada bulan April sampai Mei 2018, disusun menggunakan rancangan acak kelompok. Perlakuan penelitian terdiri atas tiga sistem yaitu sistem NFT (Nutrient Film Technique), sistem DFT (Deep Flow Technique), dan sistem Wicks yang diulang sebanyak lima kali sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Setiap unit percobaan menggunakan tiga tanaman, dengan demikian diperoleh 45 sampel tanaman. Parameter amatan, yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), volume akar, bobot segar tanaman (g), bobot kering tanaman (g). Data pengamatan di Analisis Of Varian (Anova) dengan uji F 5%, bila analisis ragam menunjukkan adanya pengaruh perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ 5% untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa aplikasi beberapa sistem hidroponik memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada dan perlakuan terbaik diperoleh pada sistem Wicks karena memiliki jumlah daun terbanyak yaitu 10, 80 helai, bobot segar tertinggi yaitu 56,56 g dan bobot kering tanaman tertinggi 3,53 g.
RESPON PERTUMBUHAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill). YANG DI BERI MIKROBA TANAH SECARA TUNGGAL DAN KOMBINASI Intan yana sakti; Aiyen Tjoa; Ramal Yusuf
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 2 (2020): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikroorganisme tanah banyak terdapat di daerah perakaran tanaman (Rizosfer). Pada masa kini, akibat dari pengolahan tanah yang berlanjut terus menerus menyebabkan tanah banyak mengalami kehilangan mikroorganisme. Mikroorganisme tanah terdiri dari jamur dan bakteri. Kehilangan ini disebabkan karena menurunnya kualitas tanah. Kualitas tanah dapat di tingkatkan melalui beberapa alternatif. Salah satunya yaitu dengan pengaplikasian bakteri dan jamur. Peningkatan kualitas tanah dapat terjadi jika mikroorganisme, tanaman dan lingkungan bisa berinteraksi dengan baik. Tanaman yang sehat bisa tercipta jika lingkungan tumbuh serta nutrisinya tercukupi dengan baik. Banyaknya produk hayati yang diciptakan melalui penelitian para peneliti. Bahwa salah satu sarana terbaik menghasilkan produksi tanaman yang maksimal yaitu melalui pemanfaatan perbanyakan mikroorganisme melalui tanaman. Dengan pennyesuaian lingkungan yang cocok dapat dilakukan penggandaan mikroorganisme ini. Contoh alternatif ini bisa memberikan manfaat konservasi tanah, peluang usaha dan penciptaan tenaga kerja serta dapat meningkatkan produksi tanaman yang dijadikan inang. Kualitas tanah yang hilang menyebabkan beberapa kerugian produksi yang muncul seperti gagal panen, tanaman kerdil, tanaman tidak Tahan serangan hama, mudah terserang penyakit, kerugian modal dan lain-lain.
INDUKSI PROTOCORM LIKE BODY (PLB) ANGGREK MACAN (Grammatophyllum scriptum) ASAL BIJI PADA BERBAGAI KONSENTRASI MEDIA MS Yolanda Eva Rosalina; Ramal Yusuf; Sri Anjar Lasmini
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 5 (2020): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Grammatophyllum scriptum merupakan salah satu jenis anggrek yang berasal dari Papua, Spesies ini merupakan salah satu genus anggrek yang dikembangkan sebagai tanaman hias. Media tumbuh dan teknik penanaman merupakan faktor penting dalam proses kultur jaringan. Diperlukan media yang mempermudah pertumbuhan akar dan menyediakan hara yang cukup bagi plantlet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi Murashige and skoog (MS) yang efektif untuk induksi protocorm like body anggrek macan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan konsentrasi media MS yang berbeda yang terdiri dari 4 taraf yaitu M1=1MS, M2=3/4MS, M3=1/2MS, M4=1/4MS. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa komposisi media MS mempengaruhi induksi pembentukan protocorm like body pada anggrek macan.
PENGARUH KOMBINASI LARUTAN AB MIX DENGAN POC URIN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa L.) PADA SISTEM HIDROPONIK SUBSTRAT Renaldi Renaldi; Muhammad Anshar; Ramal Yusuf
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 4 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah merupakan tanaman hortikultura yang hampir setiap hari digunakan sebagai bumbu penyedap masakan meskipun tidak dibutuhkan dalam jumlah yang banyak. Selain dibutuhkan sebagai bahan penyedap masakan, kandungan gizi bawang merah juga dapat menurunkan tekanan darah, menurunkan kolesterol serta dapat mencegah penyakit kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi larutan AB mix dengan POC urin sapi terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah varietas Lembah Palu pada sistem hidroponik substrat. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pengelompokkan berdasarkan berat umbi, dengan 6 perlakuan dan diulang 3 kali, sehingga secara keseluruhan terdapat 18 unit percobaan. Perlakuan yang memberikan hasil yang nyata di uji lanjut menggunakan uji beda nyata jujur (BNJ) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian larutan AB mix 5 ml/liter air tidak berbeda nyata dengan pemberian kombinasi larutan AB mix dengan POC urin sapi kecuali pemberian POC urin sapi 5 ml/liter air yang memberikan hasil terendah terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar akar, berat kering akar, berat segar daun, berat kering daun, rata-rata diameter umbi, jumlah umbi per rumpun, berat segar umbi per rumpun dan berat kering umbi per rumpun.
RESPON TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) TERHADAP PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS PUPUK KOTORAN SAPI Trisnawati Trisnawati; Ramal Yusuf; Ramli Ramli
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 5 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Bulupountu, Desa Sidera, Kabupaten Sigi dan di mulai Maret sampai Mei 2018. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan perlakuan sebagai berikut : K0 = tanpa pemupukan (kontrol), K1= pupuk kotoran sapi 2 ton/ha, K2 pupuk kotoran sapi 4 ton/ha, K3 = pupuk kotoran sapi 6 ton/ha, K4 = pupuk kotoran sapi 8 ton/ha, K5 = pupuk kotoran sapi 10 ton/ha. Dengan demikian terdapat 6 perlakuan, setiap perlakuan diulang 3 kali, sehingga terdapat 18 unit perpcobaan. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi berbagai pupuk kandang sapi berpengaruh nyata terhadap pengamatan jumlah daun, jumlah bunga terbentuk sempurna, panjang buah, lingkar buah, dan berat buah. Perlakuan terbaik yaitu k5= 10 ton/ha setara dengan 6 kg pupuk kotoran sapi.