Deny Suhermawan Yusup
Departemen Biologi, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana, Bali, Indonesia

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Aspek Morfometri Dan Biologi Reproduksi Tongkol Lisong (Auxis rochei) yang Didaratkan Di Ppi Kedonganan, Bali Yohana Deni Suryati; Iriani Setyawati; Deny Suhernawan Yusup
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2023.v10.i01.p04

Abstract

Objective of this research is to study morphometry and reproduction biology of bullet tuna (Auxis rochei, Risso 1810), landed in PPI (Pangkalan Pendaratan Ikan – Fish Landing Base) Kedonganan, Bali. Morphometric aspect covers distribution of length measurement and correlation of length-weight, while gonad maturity is observed hystologically based on gonad cell growth. Result of this study shows that the length of bullet tuna ranges from 16.5 to 35.3 cmFL, with weight extends from 64.8 to 539.4 gram. Growth pattern of bullet tuna is positively allometric (b>3). Generally, landed bullet tuna in PPI Kedonganan are dominated by mature fish with Gonad Maturity Level III, IV, and V by as many as 123 individuals (58.85%) within 22 – 23 cmFL length. The difference of gonad maturity result that bullet tuna spawning season is asynchronous (multiple spawning) and partial spawning Keywords : bullet tuna, length – weight correlation, reproduction aspect, gonad
KEANEKARAGAMAN KERANG (MOLLUSCA: BIVALVIA) DI KAWASAN SERANGAN, DENPASAR, BALI Suratul Wahyuda; Ni Made Suartini; Deny Suhernawan Yusup
SIMBIOSIS Simbiosis Volume 12 No. 2 2024
Publisher : Program Studi Biologi Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JSIMBIOSIS.2024.v12.i02.p01

Abstract

Throughout the waters of the island of Bali, clam are a very valuable biological resource. The Serangan area in Denpasar, Bali, is one of the areas that has lots of clam which are widely used as food. The objective of this research is to identify clam species found in the Serangan Area, those that are collected for consumption by the community, and to determine the values of diversity index, evenness, and dominance of clams in the Serangan Area. The research stations are divided into three with a distance between stations of 250 m. At each station a transect is made perpendicular to the shoreline with a distance between transects of 10 m. Each transect at the station was made 10 sampling quadrants measuring 50x50 cm. The research results revealed that there were eight species of clams found. Four of these species were commonly collected for consumption by the community, namely Marcia hiantina, Anadara antiquata, Meretrix meretrix, and Pinna muricata. The Marcia hiantina species was the most frequently collected for consumption. The diversity index values fell within the moderate category, ranging from 1.10 to 1.39. The evenness index values were categorized as high, ranging from 0.92 to 1.00, and were supported by low dominance index values ranging from 0.25 to 0.33.
Daya Tetas Telur Pada Suhu Ruangan Yang Berbeda dan Pertumbuhan Kopepoda Acartia spp. Sephia Anjani; Deny Suhernawan Yusup; Suko Ismi
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 01 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i01.p13

Abstract

Salah satu jenis kopepoda dari ordo Calanoida, Acartia spp. meski maih terbatas telah dimanfaatkan sebagai pakan alami yang potensial pada hatchery ikan dikarenakan mudah diperoleh, memiliki nilai nutrisi tinggi serta secara teknis mudah dikultur. Namun, hasil produksi kultur Acartia spp. masih relatif rendah. Salah satu faktor yang mempengaruhi produksi kopepoda adalah keberhasilan daya tetas telur, yang sangat dipengaruhi oleh kualitas telur dan faktor lingkungan terutama suhu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya tetas telur Acartia spp. pada suhu ruangan penetasan (hatching) 21oC dan 27oC dan pertumbuhan Acartia spp. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan,Gondol, Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng-Bali, pada bulan Maret hingga bulan April 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penetasan dengan suhu air 27oC mencapai 100% dalam kurun waktu 48 jam. Sedangkan penetasan pada suhu air 21oC yang hanya mencapai 20% dengan kurun waktu 48 jam. Pertumbuhan Acartia spp. menunjukkan bahwa satu siklus Acartia spp. dari fase nauplii sampai mencapai fase dewasa memerlukan waktu 12 hari, dengan rincian nauplii (hari ke-1 hingga hari ke-6), fase kopepodit (hari ke-7 hingga hari ke-11), dan fase dewasa (hari ke-12). Kopepoda dewasa menunjukkan dimorphisme seksual, dengan fekunditas berkisar antara 11 hingga 30 butir telur.
Daya Tetas Telur Pada Suhu Ruangan Yang Berbeda dan Pertumbuhan Kopepoda Acartia spp. Sephia Anjani; Deny Suhernawan Yusup; Suko Ismi
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 01 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i01.p13

Abstract

Salah satu jenis kopepoda dari ordo Calanoida, Acartia spp. meski maih terbatas telah dimanfaatkan sebagai pakan alami yang potensial pada hatchery ikan dikarenakan mudah diperoleh, memiliki nilai nutrisi tinggi serta secara teknis mudah dikultur. Namun, hasil produksi kultur Acartia spp. masih relatif rendah. Salah satu faktor yang mempengaruhi produksi kopepoda adalah keberhasilan daya tetas telur, yang sangat dipengaruhi oleh kualitas telur dan faktor lingkungan terutama suhu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya tetas telur Acartia spp. pada suhu ruangan penetasan (hatching) 21oC dan 27oC dan pertumbuhan Acartia spp. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan,Gondol, Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng-Bali, pada bulan Maret hingga bulan April 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penetasan dengan suhu air 27oC mencapai 100% dalam kurun waktu 48 jam. Sedangkan penetasan pada suhu air 21oC yang hanya mencapai 20% dengan kurun waktu 48 jam. Pertumbuhan Acartia spp. menunjukkan bahwa satu siklus Acartia spp. dari fase nauplii sampai mencapai fase dewasa memerlukan waktu 12 hari, dengan rincian nauplii (hari ke-1 hingga hari ke-6), fase kopepodit (hari ke-7 hingga hari ke-11), dan fase dewasa (hari ke-12). Kopepoda dewasa menunjukkan dimorphisme seksual, dengan fekunditas berkisar antara 11 hingga 30 butir telur.