Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

KINERJA AKUSTIK DAN TERMAL DINDING BATA GEOPOLYMER CELLULAR LIGHTWEIGHT CONCRETE (GCLC): KINERJA AKUSTIK DAN TERMAL DINDING BATA GEOPOLYMER CELLULAR LIGHTWEIGHT CONCRETE (GCLC) Yuuwono, Abito Bamban; Rakhmanty, Febrione Putri; Kukuh Kurniawan Dwi Sungkono
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 30 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v30i2.4799

Abstract

The rapid growth of the construction industry in Indonesia has led to a surge in cement production, a process that is energy-intensive and releases significant amounts of CO2. To mitigate the environmental impact of cement, geopolymer materials have emerged as a sustainable alternative. Given their role as spatial dividers, walls play a crucial role in a building's thermal and acoustic performance. Effective thermal performance can reduce the energy consumption required for air conditioning, while good acoustic performance enhances occupant comfort. This study compared the thermal and acoustic performance of lightweight concrete bricks (using cement as the primary material) with geopolymer bricks (utilizing fly ash). Two simulated rooms with distinct wall materials were constructed, and their temperature and acoustic properties were simultaneously measured. The thermal testing revealed that geopolymer bricks exhibited superior acoustic performance compared to lightweight bricks. Acoustic testing indicated that both brick types performed well acoustically. However, the acoustic performance of lightweight bricks peaked in hot weather, while geopolymer bricks demonstrated better acoustic performance at lower temperatures.
PUSAT MITIGASI DAN EDUKASI BENCANA ALAM BERBASIS RESILIENSI KAWASAN MERAPI-MERBABU DI BOYOLALI Nugroho, Muchlis Iwan; Yuuwono, Abito Bamban
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 3 No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v3i2.5401

Abstract

Pusat mitigasi memiliki peran penting dalam meminimalisir risiko dampak pasca bencana melalui strategi yang terarah, salah satunya strategi edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, terdapat kawasan rawan Merapi-Merbabu yang menjadi lokasi pelatihan dan simulasi kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi, banjir, dan tanah longsor. Pelatihan dan simulasi ini dilakukan dengan pendekatan komunitas berbasis resiliensi. Resiliensi adalah kemampuan individu atau komunitas untuk beradaptasi, menghadapi, dan bangkit kembali dari bencana. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep desain Pusat Mitigasi dan Edukasi Bencana Berbasis Resiliensi dengan pendekatan green architecture, sehingga bangunan yang dirancang mampu mewadahi kegiatan mitigasi sekaligus mengedukasi masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam. Penelitian ini menggunakan metode komparatif dengan membandingkan studi literatur sebab akibat dengan kebutuhan ruang yang ada. Penulisan ini mencakup mitigasi bencana alam, dan kondisi geografis Kabupaten Boyolali, serta konsep Green Architecture. Mitigasi bencana berfungsi sebagai upaya mengurangi risiko melalui pelayanan dan peningkatan kesadaran masyarakat. Kemudian juga mengupayakan edukasi yang berperan untuk membentuk pemahaman individu terhadap ancaman bencana.
SURAKARTA CONVENTION & EXPO CENTER DENGAN BERPENDEKATAN ARSITEKTUR POSTMODERN ; Yuuwono, Abito Bamban
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 2 No 1 (2024): JULI 2024
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v2i1.2790

Abstract

Surakarta adalah sebuah kota yang berada di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki banyak potensi lokal yang sangat berpotensi untuk dikembangkan. Perkembangan pariwisata di Surakarta dan sekitarnya ditandai dengan adanya banyak diadakan event budaya sebagai sarana pendukung pariwisata di dalam maupun luar negeri. Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, pada tahun 2022 ini ingin memajukan Surakarta dan sudah sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. Pembangunan Surakarta International Convention & Expo Center ini merupakan upaya pewadahan bagi event besar nasional maupun internasional yang akan terselenggara di Surakarta dan hasil kreativitas bernilai seni budaya, sosial dan ekonomi bagi masyarakat Surakarta. Serta mendukung strategi pemerintah yang tertuang dalam visi pembangunan jangka menengah Surakarta yang memang perlu difasilitasi, produk, dan kegiatan yang bersangkutan dengan pemasaran, penjualan, event, dan lain-lain. Upaya menyeleraskan kota Surakarta sebagai kota budaya dengan daya tarik bangunan Surakarta International Convention & Expo Center ditampilkan melalui arsitektur Postmodern. Surakarta Convention & Expo Center ini akan mengangkat konsep Arsitektur Postmodern yang mana akan menitikberatkan pada bentuk tatanan massa bangunan dan sirkulasi ruang yang modern namun juga berkesan mampu menonjolkan sisi dari kebudayaan kota Surakarta (Jawa) sehingga bisa menjadi bangunan fungsional umum dan juga bangunan ikonik dari kota Surakarta.
Thermal Conductivity of Compressed Stabilized Earth Brick (CSEB) Different Rate Percentage of Binder Use Karsono, Darnarti; Yuuwono, Abito Bamban; Kurniawan DS, Kukuh
International Journal of Sustainable Building, Infrastructure and Environment (IJOSBIE) Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Science and Technology Research Centre, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijosbie.v1i1.5490

Abstract

Abstract. The level of conductivity of building skin material is one of the factors that influence the thermal conditions of a space, compressed stabilized earth bricks are proven to be more economical, environmentally friendly, stronger and have better ability to withstand the rate of heat propagation compared to ordinary firebrick , the number of percentages of the use of binder (binder) on bricks without burning will affect the level of thermal conductivity, in this article we test bricks without fires with the level of the number of percentages of use of different binder materials, bricks without fires with a smaller percentage of binder material / a little will have a slower rate of heat conductivity (better) and the higher the percentage of the use of binder material, the level of heat conductivity will be faster (not Good).Keywords: conductivity, thermal, brick without burning, Binder