Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Diferensiasi Gelatin Sapi dan Babi pada Cangkang Kapsul Keras Menggunakan metode Kombinasi Kromatografi Cair Kinerja Tinggi dan Kemometrik Zilhadia Zilhadia; Fathmah Syafiqoh; Ofa Suzanti Betha
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 9, No 2 (2022): J Sains Farm Klin 9(2), Agustus 2022
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.571 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.9.2.88-94.2022

Abstract

Gelatin sapi dan babi merupakan bahan utama pembuatan cangkang kapsul keras. Gelatin babi tidak boleh dikonsumsi oleh Muslim sehingga perlu dilakukan analisis pembeda gelatin sapi dan babi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiferensiasi gelatin sapi dan babi pada cangkang kapsul keras menggunakan metode kombinasi Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) dan Kemometrik menu Principal Komponen Analisis(PCA). Gelatin di ekstraksi dari cangkang kapsul keras dan langsung dihidrolisis menggunakan teknik hidrolisis asam, diinjeksikan ke dalam alat KCKT dan tinggi puncak kromatogram setiap asam amino penyusun gelatin dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam amino penyusun gelatin dapat dipisahkan dengan baik oleh KCKT. Gelatin standar dan gelatin dari cangkang kapsul dengan sumber hewan yang sama memiliki komposisi asam amino yang sama. Dengan demikian, PCA dapat mengklasifikasikan sumber gelatin pada cangkang kapsul simulasi. Namun penelitian ini belum berhasil mengidentifikasi sumber gelatin cangkang kapsul komersial 
Metode Analisis Gelatin Sapi dan Babi pada Kapsul Lunak menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi dan Analisis Komponen Utama Zilhadia Zilhadia; Bayyinah Bayyinah; Ofa Suzanti Betha
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 10, No 1 (2023): J Sains Farm Klin 10(1), April 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.10.1.129-136.2023

Abstract

Penggunaan gelatin babi pada kapsul lunak menimbulkan kekhawatiran konsumen terkait status kehalalannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan gelatin sapi dan babi yang digunakan pada kapsul lunak menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC) kombinasi  Principal Component Analysis (PCA) melalui data komposisi asam amino. Metode HPLC dilakukan dengan derivatisasi prakolom dan fase gerak sistem gradien menggunakan pelarut dapar asetat-fosfat dan acetonitrile. Persen tinggi puncak yang menunjukkan konsentrasi asam amino digunakan sebagai data yang diinput ke dalam software kemometrik dan menu yang dipilih adalah PCA. Hasil komposisi asam amino yang diolah dengan PCA menunjukkan bahwa gelatin babi memiliki nilai PC1 positif dan PC2 negatif sedangkan gelatin sapi memiliki nilai PC1 dan PC2 positif. Kapsul lunak gelatin babi memiliki nilai PC1 negatif dan PC2 positif sedangkan kapsul lunak gelatin sapi memiliki nilai PC1 dan PC2 negatif. Dapat disimpulkan bahwa gelatin babi dan sapi serta kapsul lunak yang terbuat dari gelatin babi dan sapi dapat dibedakan berdasarkan perbedaan profil asam amino. Namun penelitian ini belum dapat mengklasifikasikan gelatin yang ada pada kapsul lunak yang ada di pasaran. 
Analisis Cemaran Daging Babi pada Bakso Sapi yang Dijual di Tanjung Priok menggunakan Real-Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) Zilhadia, Zilhadia; Adhiyanto, Chris; Gustida, Ayu; Khairunnisa, Nadiah
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 7 No 1 (2020): J Sains Farm Klin 7(1), April 2020
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.7.1.83-91.2020

Abstract

Bakso sapi sebagai makanan yang disukai oleh masyarakat Indonesia rawan terhadap cemaran daging babi karena daging sapi harganya relatif mahal. Kasus pencampuran tersebut tentu menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat muslim di Indonesia karena daging babi tidak halal dikonsumsi. Karena itu perlu dilakukan analisis cemaran daging babi pada bakso sapi. Sampel diambil dari wilayah Tanjung Priuk karena jumlah penganut yang boleh mengkonsumsi daging babi di daerah tersebut signifikan banyaknya. Bakso kontrol (100% babi, 100% sapi, campuran 50% babi) dan 10 bakso sampel di analisis menggunakan metode real-time polymerase chain reaction (RT-PCR). Isolat DNA yang digunakan adalah DNA mitokondria dengan daerah target sitokrom B. Hasil amplifikasi RT-PCR pada 3 bakso kontrol menggunakan primer babi menunjukkan bakso kontrol 100% babi dan campuran 50% babi menghasilkan kenaikan kurva amplifikasi dengan CP 22,82 dan 20,03. Sedangkan hasil amplifikasi 10 sampel bakso sapi menggunakan primer babi tidak menghasilkan kenaikan kurva amplifikasi yang menunjukkan bahwa tidak adanya DNA babi yang teramplifikasi pada produk bakso sapi tersebut.
Simultaneous Determination of Metformin and Glimepiride in Fixed-Dose Combination Tablets Sold in Pramuka Market using Validated UV Spectrophotometric Method Zilhadia, Zilhadia; Supandi, Supandi; Alfarisi, Salman
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 8 No 3 (2021): J Sains Farm Klin 8(3), Desember 2021
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.8.3.303-308.2021

Abstract

Combination of metformin and glimepiride as a diabetes mellitus drug has recently shown significant increase due to its benefits in improving patient compliance and offering cost effectiveness. This study aimed at analyzing metformin-glimepiride in fixed dose combinations purchased at Pramuka Market (the largest drug market in Jakarta) using validated simultaneous UV-spectrophotometry. The maximum wavelength of metformin and glimepiride is 237 nm and 228 nm respectively. The validation result of metformin and glimepiride at concentration range of 2-8 µg/mL and 5-17 µg/mL showed Linearity with 0.9999 and 0.9996, LOD values with 0.0962 µg/mL and 0.2954 µg/mL, LOQ values with 0.3208 µg/mL and 0.9846 µg/mL, and recovery (accuracy test) with 99.72% ± 1.88% to 103.86 ± 0.87%, respectively. The Relative Standard Deviation (RSD) as the precision test indicator for both drugs was less than 2%. The level of Metformin-glimepiride fixed-dose combination purchased at Pramuka Market was about 96.15% ± 3.56% to 102.71% ± 1.50%. The conclusion of this study showed that the level of metformin-glimepiride sold in the Pramuka market met the requirements
Diferensiasi Gelatin Sapi dan Babi pada Cangkang Kapsul Keras Menggunakan metode Kombinasi Kromatografi Cair Kinerja Tinggi dan Kemometrik Zilhadia, Zilhadia; Syafiqoh, Fathmah; Betha, Ofa Suzanti
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 9 No 2 (2022): J Sains Farm Klin 9(2), Agustus 2022
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.9.2.88-94.2022

Abstract

Gelatin sapi dan babi merupakan bahan utama pembuatan cangkang kapsul keras. Gelatin babi tidak boleh dikonsumsi oleh Muslim sehingga perlu dilakukan analisis pembeda gelatin sapi dan babi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiferensiasi gelatin sapi dan babi pada cangkang kapsul keras menggunakan metode kombinasi Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) dan Kemometrik menu Principal Komponen Analisis(PCA). Gelatin di ekstraksi dari cangkang kapsul keras dan langsung dihidrolisis menggunakan teknik hidrolisis asam, diinjeksikan ke dalam alat KCKT dan tinggi puncak kromatogram setiap asam amino penyusun gelatin dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam amino penyusun gelatin dapat dipisahkan dengan baik oleh KCKT. Gelatin standar dan gelatin dari cangkang kapsul dengan sumber hewan yang sama memiliki komposisi asam amino yang sama. Dengan demikian, PCA dapat mengklasifikasikan sumber gelatin pada cangkang kapsul simulasi. Namun penelitian ini belum berhasil mengidentifikasi sumber gelatin cangkang kapsul komersial 
Metode Analisis Gelatin Sapi dan Babi pada Kapsul Lunak menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi dan Analisis Komponen Utama Zilhadia, Zilhadia; Bayyinah, Bayyinah; Suzanti Betha, Ofa
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 10 No 1 (2023): J Sains Farm Klin 10(1), April 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.10.1.129-136.2023

Abstract

Penggunaan gelatin babi pada kapsul lunak menimbulkan kekhawatiran konsumen terkait status kehalalannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan gelatin sapi dan babi yang digunakan pada kapsul lunak menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC) kombinasi  Principal Component Analysis (PCA) melalui data komposisi asam amino. Metode HPLC dilakukan dengan derivatisasi prakolom dan fase gerak sistem gradien menggunakan pelarut dapar asetat-fosfat dan acetonitrile. Persen tinggi puncak yang menunjukkan konsentrasi asam amino digunakan sebagai data yang diinput ke dalam software kemometrik dan menu yang dipilih adalah PCA. Hasil komposisi asam amino yang diolah dengan PCA menunjukkan bahwa gelatin babi memiliki nilai PC1 positif dan PC2 negatif sedangkan gelatin sapi memiliki nilai PC1 dan PC2 positif. Kapsul lunak gelatin babi memiliki nilai PC1 negatif dan PC2 positif sedangkan kapsul lunak gelatin sapi memiliki nilai PC1 dan PC2 negatif. Dapat disimpulkan bahwa gelatin babi dan sapi serta kapsul lunak yang terbuat dari gelatin babi dan sapi dapat dibedakan berdasarkan perbedaan profil asam amino. Namun penelitian ini belum dapat mengklasifikasikan gelatin yang ada pada kapsul lunak yang ada di pasaran. 
Kualitas Hidup Pasien Lupus Eritematosus Sistemik Berdasarkan LupusQoL di RSUP Dr. M. Djamil Padang Ramadanti, Zilhadia Mona; Julizar; Elvira, Dwitya; Abdiana; Liza, Rini Gusya; Suharti, Netti
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i2.1409

Abstract

Latar Belakang: Lupus Eritematosus Sistemik (LES) merupakan penyakit autoimun sistemik kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang. Penyakit LES dapat memengaruhi hampir semua aspek kehidupan pasien yang akan berdampak terhadap kualitas hidup. Objektif: Untuk melihat gambaran kualitas hidup pasien LES di RSUP Dr. M. Djamil Padang berdasarkan LupusQoL. Metode: Desain penelitian ini menggunakan cross-sectional study. Responden penelitian berjumlah 55 pasien LES di Poliklinik Khusus Alergi Imunologi dan Reumatologi Ilmu Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang yang diambil secara consecutive sampling. Data diperoleh secara primer dari wawancara terpimpin menggunakan kuesioner LupusQoL dan sekunder berasal dari  rekam medis pasien. Hasil: Pada pasien LES, wanita umur 18–40 tahun, pendidikan SMA, IRT, sudah menikah, telah menderita LES ≥ 1 tahun, keterlibatan organ tersering mukokutan, terdapat komorbid, diberikan terapi kombinasi glukokortikoid dan HCQ, dan memiliki derajat aktivitas ringan. Kualitas hidup baik (83,6%) pada pasien LES. Berdasarkan aspek-aspek pada LupusQoL diperoleh frekuensi kualitas hidup sebagian besar pasien LES adalah baik. Nilai rerata tertinggi terdapat pada aspek hubungan intim 85,2 ± 32,4 diikuti oleh citra diri 85,1 ± 22,4 sedangkan rerata terendah terdapat pada aspek ketergantungan pada orang lain 58,9 ± 34,2 diikuti oleh kelelahan 65,2 ± 26,2. Kesimpulan: Kualitas hidup pasien LES secara umum adalah baik. Aspek dengan rerata terendah seperti ketergantungan pada orang lain dan kelelahan harus lebih diperhatikan oleh para dokter maupun keluarga pasien untuk menciptakan kualitas hidup pasien yang lebih baik.
The Effect of Gelatin and Propylene Glycol on the Penetration Rate of Asiaticoside from Centella asiatica (L.) Urb Leaf Extract Gel Dahlizar, Sabrina; Anggraeni, Yuni; Munfarikhatin, Atina; Suryani, Nelly; Betha, Ofa Suzanti; Zilhadia, Zilhadia; Fajriah, Sofa; Septama, Abdi Wira; Handayani, Maulina; Herdini, Herdini
Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ) Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/pbsj.v7i1.43891

Abstract

Centella asiatica (L.) Urb. is a plant known for its potential in scar treatment due to the presence of asiaticoside, a compound capable of promoting skin cell tissue repair. However, the large molecular size of asiaticoside hinders its penetration through the skin. This study aims to evaluate the effect of gelatin and propylene glycol on the transdermal penetration of asiaticoside from a gel formulation containing Centella asiatica leaf extract. Four different formulations were tested: a control (F1, without gelatin or propylene glycol); one with 15% propylene glycol (F2); one with 4% gelatin (F3); and one with 4% gelatin and 15% propylene glycol (F4). The physical characteristics of the formulations were assessed using several parameters: organoleptic properties, pH, homogeneity, centrifugation, spreadability, viscosity, and rheological behaviour. Penetration studies were performed using a Franz Diffusion Cell with a Whatman No. 1 membrane (pre-coated with Spangler solution) for 360 minutes. The penetration data were analyzed using Liquid Chromatography–Tandem Mass Spectrometry (LC–MS/MS) with a C18 BEH column (2.1 × 50 mm; 1.8 μm particle size). The results showed that each formulation exhibited distinct characteristics. The study findings indicated that both gelatin and propylene glycol, as well as their combination, significantly influenced the penetration of asiaticoside in the gel formulation. Propylene glycol, functioning as a penetration enhancer, was found to increase the penetration of asiaticoside in both gelatin-based and liquid formulations.
Analysis of the Entrapment Efficiency of Thymoquinone in Microcapsules of Black Cumin Seed Oil (Nigella sativa L.) Using High Performance Liquid Chromatography Ofa Suzanti Betha; Supandi, Supandi; Addina Syahida; Boy Reynaldi Noor; Nelly Suryani; Sabrina Dahlizar; Yuni Anggraeni; Barita J. Siregar; Zilhadia
Journal of Fundamental and Applied Pharmaceutical Science Vol. 6 No. 1 (2025): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jfaps.v6i1.27545

Abstract

Thymoquinone is the main active compound found in black cumin seed oil (Nigella sativa). This study intends to analyze the efficiency of its absorption in microcapsules by the ionic gelation of cross-linked alginate and the CaCl2 method, and loading with black cumin seed oil in a concentration of 20%. Thymoquinone was used as a marker to establish quality standards for this microcapsule preparation. Analysis of thymoquinone in microcapsules was performed using a pre-optimized, high-performance liquid chromatography method. Method optimization utilized an Acclaim® Polar Advantage II (C18) column with a flow speed of 1.5 mL/min, a UV detector wavelength of 252 nm, and an injection volume of 20 μL with an isocratic system on a methanol eluent composition: water (70:30). This method revealed a good linearity value (r = 0.9997) in the range of 0.5 – 500 μg/ml. The detection and quantitation limits were 8.67 μg/mL and 28.9 μg/mL, (%diff) was about -1.864 to 1.562, precision (% RSD) was 0.052 to 0.113%, and the recovery was 98.135 to 101.563%. The results of this method validation were then applied to determine thymoquinone loading in black cumin seed oil microcapsules. The results of the absorption efficiency value of black cumin seed oil microcapsules by the ionic gelation alginate and CaCl2 method, which contained 20% oil concentration in the formula, were 81.769%.
The Effect of Gelatin and Propylene Glycol on the Penetration Rate of Asiaticoside from Centella asiatica (L.) Urb Leaf Extract Geleaf Extract Gel Sabrina Dahlizar; Yuni Anggraeni; Atina Munfarikhatin; Nelly Suryani; Ofa Suzanti Betha; Zilhadia; Sofa Fajriah; Abdi Wira Septama; Maulina Handayani; Herdini
Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Pharmacy Department, Faculty of Health Sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/w7prk175

Abstract

Centella asiatica (L.) Urb. is a plant known for its potential in scar treatment due to the presence of asiaticoside, a compound capable of promoting skin cell tissue repair. However, the large molecular size of asiaticoside hinders its penetration through the skin. This study aims to evaluate the effect of gelatin and propylene glycol on the transdermal penetration of asiaticoside from a gel formulation containing Centella asiatica leaf extract. Four different formulations were tested: a control (F1, without gelatin or propylene glycol); one with 15% propylene glycol (F2); one with 4% gelatin (F3); and one with 4% gelatin and 15% propylene glycol (F4). The physical characteristics of the formulations were assessed using several parameters: organoleptic properties, pH, homogeneity, centrifugation, spreadability, viscosity, and rheological behaviour. Penetration studies were performed using a Franz Diffusion Cell with a Whatman No. 1 membrane (pre-coated with Spangler solution) for 360 minutes. The penetration data were analyzed using Liquid Chromatography–Tandem Mass Spectrometry (LC–MS/MS) with a C18 BEH column (2.1 × 50 mm; 1.8 μm particle size). The results showed that each formulation exhibited distinct characteristics. The study findings indicated that both gelatin and propylene glycol, as well as their combination, significantly influenced the penetration of asiaticoside in the gel formulation. Propylene glycol, functioning as a penetration enhancer, was found to increase the penetration of asiaticoside in both gelatin-based and liquid formulations.