Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Kontribusi Politik Ekonomi Pertanian dalam Penyediaan Bahan Baku Halal di Indonesia Cahyani, Putri Tri; Shaleh, Chaerul; Rasyid, Fauzan Ali
Al-Muzdahir : Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 7 No. 1 (2025): Januari : Al-Muzdahir : Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/ekis.v7i1.1497

Abstract

The agricultural sector is a vital component of a nation's economy as it provides food supplies and serves as a source of livelihood for millions of people. In the context of Indonesia, with its predominantly Muslim population, the significance of the agricultural sector has grown alongside the increasing demand for halal raw materials. However, the implementation of agricultural political economy policies to support the provision of halal raw materials faces several challenges, including farmers' lack of understanding of halal standards, dependence on imported raw materials, and limited infrastructure and technology. This study employs a qualitative approach using library research methods to analyze the contribution of agricultural political economy policies in supporting the provision of halal raw materials, including identifying relevant challenges and solutions. The findings reveal that policies such as agricultural land protection, fertilizer subsidies, and the development of halal industrial zones have provided a robust foundation for establishing a halal agricultural ecosystem. Nonetheless, strategic measures, such as educating farmers, enhancing local production, and investing in modern technology, remain necessary to overcome the existing obstacles. This study concludes that adaptive and inclusive agricultural political economy policies can strengthen the role of the agricultural sector in sustainably supporting the availability of halal raw materials while simultaneously enhancing the competitiveness of Indonesia's halal products in global markets.
Politik Hukum Ekonomi Syariah Dalam Undang-Undang Cipta Kerja Pirdayanti, Yupi; Shaleh, Chaerul; Nilda, Elvi
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah : AICONOMIA Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Hukum Ekonomi Syariah : AICONOMIA
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.53 KB) | DOI: 10.32939/acm.v1i1.1907

Abstract

Wage policy has an urgency that affects the operational aspects of the company's business. In addition, the issue of wages has become a sensitife matter among workers. This is because the wages earned by a worker represent the value of the worker. Islam as a religion of mercy for all nature, the principles of wages in the Islamic Economy include fair and worthy. This research will discuss the comparison between wages in the Job Creation Law and the politics of sharia economic law. This comparison will explain how the wage process is regulated in the Job Creation Law and wages based on sharia economic law. Research uses comparative descriptive methods to find differences and relevance in the implementation of Islamic law in the wage system. The results showed that both principles of wages in the Islamic economy have been implemented in wages in Indonesia even though some employers have not been able to provide eligibility for their workers.
Penerapan Teori Pidana dalam Pencegahan dan Penanggulangan Kriminalitas: Studi Kasus dan Tantangan Implementasi Hafid, Numan Sofari; Rusmana, Dian; Shaleh, Chaerul
Legalite : Jurnal Perundang Undangan dan Hukum Pidana Islam Vol 10 No 1 (2025): Legalite: Jurnal Perundang Undangan dan Hukum Pidana Islam
Publisher : IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/legalite.v10i1.10435

Abstract

Ideally, the application of criminal law theory in the prevention and handling of criminality in Indonesia should be able to respond to the dynamic social changes and evolving nature of crime. Criminal law policy should not only focus on enforcement aspects but also on comprehensive prevention, integrating social approaches and legal education as part of preventive strategies. This is essential for the Indonesian criminal justice system to be more effective in reducing crime rates and improving the legal system as a whole. The aim of this research is to analyze the application of criminal law theory in the prevention and handling of criminality, as well as to identify the challenges in implementing these theories through case studies. This article falls under qualitative research, using a descriptive-analytical approach aimed at describing and analyzing the application of criminal law theory within the context of Indonesian law. The research results show that the application of criminal law theory in crime prevention and control faces challenges in regulation, law enforcement, and social response, often creating a gap between the ideal concept and practical implementation. Therefore, an integrative approach that considers normative, sociological, and empirical aspects is needed to ensure the effectiveness of criminal law policies in achieving justice and public protection.
Teori Hukum dan Filsafat Hukum: Membangun Responsivitas terhadap Perubahan Ekonomi dan Sosial Makruf, Solihan; Pratama, Brilyan Yudha; Muslimah, Adilla Nur; Pratama, Muhammad Ilham; Shaleh, Chaerul
Al-Muamalat Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol 10 No 1 (2025): Al-Muamalat: Jurnal Hukum Dan Ekonomi Syari'ah
Publisher : IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/muamalat.v10i1.9614

Abstract

Ideally, legal theory and philosophy of law can shape a legal system that is responsive to economic and social changes. However, in reality, the implementation of law often lags behind the dynamics of change occurring in society. The purpose of this study is to analyze how legal theory and philosophy of law can build responsiveness to economic and social changes, as well as the challenges faced in their implementation. This article falls under library research with a qualitative approach. The method used is normative legal study, analyzing literature, regulations, and relevant documents. The research findings conclude that legal theory ensures that law can adapt to the needs of society and the evolving economy, while philosophy of law provides normative guidance to ensure that law reflects the values of justice, morality, and welfare. Both complement each other in creating regulations that are adaptive to global dynamics while remaining rooted in ethical principles.
Manifestasi Nilai-Nilai Islam Madani di Kalangan Generasi Muslim Gen Z melalui Prinsip Moderasi (Wasathiyyah), Filantropi Digital, dan Kepedulian Ekologis Mukhlas, Oyo Sunaryo; Sururie, Ramdani Wahyu; Shaleh, Chaerul; Fauziah, Ine; Rusyana, Ayi Yunus; Irawan, Tantri
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v5i01.3091

Abstract

Penelitian ini mengkaji manifestasi nilai-nilai Islam Madani di kalangan generasi Muslim Gen Z melalui prinsip moderasi (wasathiyyah), filantropi digital, dan kepedulian ekologis. Dalam era digital yang sarat dengan perubahan nilai sosial, generasi ini menafsirkan kembali etika Islam tidak hanya sebagai spiritualitas pribadi, tetapi juga sebagai tanggung jawab sosial yang diwujudkan melalui gaya hidup berkeadilan, konsumsi moderat, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial dan lingkungan seperti charity run, donasi digital, dan eco-sadaqah. Dengan menggunakan pendekatan sosiologis dan etika ekonomi Islam, penelitian ini menelaah bagaimana inovasi teknologi dan media sosial telah mentransformasi bentuk-bentuk sedekah tradisional menjadi praktik filantropi digital yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semangat Islam Madani yang menekankan keseimbangan, keadilan, dan kasih saying tetap hidup di kalangan Muslim muda yang kini membentuk pola keberagamaan baru yang moderat, partisipatif, dan berorientasi pada maslahah ‘ammah. Fenomena ini menegaskan bahwa Islam Madani di era Gen Z menjadi model praksis keberislaman modern yang mengintegrasikan iman, teknologi, dan tanggung jawab ekologis dalam mewujudkan masyarakat yang adil, berkeadaban, dan berkelanjutan.
PELAKSANAAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 11 TAHUN 2021 TENTANG BADAN USAHA MILIK DESA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DESA CIPANCAR KABUPATEN SUBANG TAHUN ANGGARAN 2023-2024 DALAM PERSPEKTIF SIYASAH MALIYAH Awaliah, Febriani Nurul; Shaleh, Chaerul; Pelita, Bobang Noorisnan
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 4 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Juni 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i4.1298

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), fungsi suboptimal BUMDes dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) menjadi pendorong utama penelitian ini. Pendekatan yuridis empiris yang dikombinasikan dengan teknik deskriptif kualitatif melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara merupakan metodologi penelitian yang digunakan. Temuan studi ini menunjukkan bahwa strategi untuk meningkatkan Usaha Milik Desa (Usaha Kecil Menengah) diimplementasikan dengan memaksimalkan sumber daya desa dan menciptakan unit usaha berbasis potensi lokal di sektor UMKM, pariwisata, dan pertanian. Meskipun kontribusi kuantitatif Usaha Milik Desa terhadap perekonomian desa masih kecil, teknik ini memiliki efek kualitatif positif seperti penciptaan lapangan kerja, stabilisasi pendapatan masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Dari sudut pandang siyāsah māliyah, administrasi BUMDes telah menunjukkan nilai-nilai keadilan distributif dan kesejahteraan, tetapi untuk mengembangkan Usaha Milik Desa secara berkelanjutan, tata kelola, manajemen profesional, dan tanggung jawab keuangan masih perlu ditingkatkan.
STRATEGI PARTAI GERINDRA DALAM PEMENUHAN KUOTA 30% KETERWAKILAN PEREMPUAN PADA PEMILU LEGISLATIF 2024 DI DAPIL III KABUPATEN BOGOR Rubbiyanti, Farah Salma; Shaleh, Chaerul; Saptaji, Aji
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 4 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Juni 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i4.1332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Partai Gerindra dalam memenuhi kuota 30% keterwakilan perempuan pada Pemilu Legislatif Tahun 2024 di Daerah Pemilihan III Kabupaten Bogor serta meninjau dampaknya dalam perspektif siyasah dusturiyah. Kebijakan afirmatif mengenai kuota perempuan merupakan instrumen konstitusional untuk memperluas partisipasi politik dan menjamin keadilan representasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan metode kualitatif deskriptif-analitis melalui wawancara, studi pustaka, dokumentasi, dan telaah regulasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Partai Gerindra telah memenuhi ketentuan kuota secara administratif melalui mekanisme penjaringan terbuka, dukungan struktural partai, serta fasilitasi kampanye tanpa pembedaan gender. Strategi tersebut berdampak pada meningkatnya partisipasi perempuan dalam proses pencalonan dan kampanye politik. Namun demikian, keterwakilan perempuan secara substantif masih menghadapi kendala struktural seperti keterbatasan sumber daya finansial, jaringan politik, dan pengalaman elektoral. Dalam perspektif siyasah dusturiyah, strategi partai telah mencerminkan prinsip al-‘adalah dan syura dalam aspek prosedural, tetapi pencapaian maslahah secara optimal memerlukan penguatan kapasitas politik perempuan secara berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan afirmatif tidak hanya ditentukan oleh pemenuhan kuota formal, tetapi juga oleh konsistensi strategi internal partai dalam membangun kaderisasi dan pemberdayaan politik perempuan.
Larangan Rangkap Jabatan Oleh Wakil Menteri pada Putusan MK Nomor 128/PUU-XXIII/2025 Perspektif Siyasah Qadhaiyyah Moeslim, Achmad Hafy Akmal; Saebani, Beni Ahmad; Shaleh, Chaerul
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 8 No. 3 (2026): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v8i3.2059

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena rangkap jabatan yang dilakukan oleh sejumlah Wamen sebagai komisaris pada perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang dinilai mencederai prinsip negara hukum dan tata kelola pemerintahan yang baik. Anjuran penyelesaian ini sebenarnya sudah diselesaikan semenjak tahun 2019, akan tetapi pemerintah mengabaikan. Hingga sampai puncaknya dikeluarkannya putusan Mahkamah Konstitusi nomor 128/PUU-XXIII/2025 mengenai larangan rangkap jabatan oleh Wakil Menteri. Sehingga putusan ini harus segera dilaksanakan sampai kurun waktu 2 tahun lamanya. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis pertimbangan hakim, implikasi status jabatan, mekanisme pelaksanaan putusan dan dampak stabilitas politik disertai dengan kajian perspektif Siyasah Qadhaiyyah. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif melalui analisis teks dan norma hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implikasi putusan ini, terhadap posisi Wakil Menteri adalah keharusan bagi Wakil Menteri untuk melepaskan jabatannya, diantara melepaskan posisinya sebagai Wamen atau melepaskan posisinya sebagai komisaris pada perusahaan BUMN. Pasca dikeluarkannya putusan ini, pemerintah membutuhkan mekanisme secara terhubung baik secara regulasi maupun teknis antara Kementerian dan lembaga untuk melaksanakan putusan ini. Sedangkan secara substansial, pasca dikeluarkannya putusan ini pemerintah akan dihadapkan pada 2 sisi stabilitas politik. Pertama, dari sisi penguatan kelembagaan. Kedua, dari sisi menghadirkan ketegangan di antara para pejabat elit yang memiliki kepentingan terhadap urusan jabatannya. Putusan ini selaras dengan prinsip Siyasah Qadhaiyyah, dimana putusan ini masuk pada kategori menjaga nilai Maqashid Sharia terkhususnya dalam menjaga negara (Hifz al-Dawla) dari kerusakan yang terstruktur.