Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Reorientasi Pendidikan Agama Di Sekolah Zainuddin, M.
ULUL ALBAB Jurnal Studi Islam Vol 4, No 1 (2003): Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.877 KB) | DOI: 10.18860/ua.v4i1.6139

Abstract

It is not false to be said that the history of civilization is the history of human being, because in the reality, human being is the civilized creature that has ethics. Therefore, he needs education and teaching to make himself mature and developed, but he must get religious education to make himself mature. In other words, the importance of religion is not merely the letters compiled into law, but, the spirit of its religion, namely faith and affection is more important. Through that education, it is expected that the learners will have ideal personality, high solidarity, honesty, justice, harmony and get far from disintegration, violence, conflict and tension among the followers of religion.
ISLAM DAN DEMOKRASI (Telaah lmplementasi Demokrasi di Negara Muslim) Zainuddin, M.
ULUL ALBAB Jurnal Studi Islam Vol 4, No 2 (2002): Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.925 KB) | DOI: 10.18860/ua.v4i2.6127

Abstract

This paper is intended to analyze the element of democracy in Islam perspective and how Islamic government applies these concepts. This study is also aimed at proving Huntington and Fukuyama’s thesis stating that, in Reality, Islamic society does not practice the democracy principles. Seen from its norms, Islam teachings own democracy principles and elements, which are globally stated. These are known as: as-Syura, Al-Adalah, al-amanah, al-masuliyyah and al-hurriyah. These principles were perfectly applied in the prophet Muhammad lifetime and four Chalifah eras. Howerer, most Moslem countries do not practice these principles and neither do western countries.
Peningkatan Hasil Belajar Materi Perkalian dan Pembagian Bilangan Pecahan Melalui Model Quantum Learning Tipe TANDUR Sugiati, Iis; Zainuddin, M.; Yuniawatika, Yuniawatika
Wahana Sekolah Dasar Vol 27, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.309 KB) | DOI: 10.17977/um035v27i12019p025

Abstract

This study discusses the improvement of multiplication learning outcomes and fractional division through the model of Quantum Learning type TANDUR class V SDN Babadan 01 Kabupaten Blitar. This study uses a classroom action research method . In cycle I the average value of teacher activity is 81.82% and in cycle II there is an increase to 100%. The value of student activity in the first cycle was 79.62% and in cycle II the student activity increased to 92.93%. Meanwhile, the average value of student learning outcomes on pratindakan is 70 with 36.5% complete classical learning. In the first cycle the average value of student learning outcomes rose to 78.02 with the completeness of classical learning 67.24%, and on the second cycle average student learning outcomes to 90.52% with the classical learning completeness of 98.38%. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar materi perkalian dan pembagian bilangan pecahan melalui model Quantum Learning tipe TANDUR kelas V SDN Babadan 01 Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Pada siklus I nilai rata-rata aktivitas guru sebesar 81,82% dan pada siklus II terjadi peningkatan menjadi 100%. Nilai aktivitas siswa pada siklus I diperoleh 79,62% dan pada siklus II aktivitas siswa meningkat menjadi 92,93%. Sementara itu nilai rata-rata hasil belajar siswa pada pratindakan adalah 70 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 37,5%. Pada siklus I nilai rata-rata hasil belajar siswa naik menjadi 78,02 dengan ketuntasan belajar klasikal 67,24%, dan pada siklus II rata-rata nilai hasil belajar siswa menjadi 90,52.% dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 98,38%. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa model quantum learning tipe tandur dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perkalian dan pembagian bilangan pecahan.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar materi perkalian dan pembagian bilangan pecahan melalui model Quantum Learning tipe TANDUR kelas V SDN Babadan 01 Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Pada siklus I nilai rata-rata aktivitas guru sebesar 81,82% dan pada siklus II terjadi peningkatan menjadi 100%. Nilai aktivitas siswa pada siklus I diperoleh 79,62% dan pada siklus II aktivitas siswa meningkat menjadi 92,93%. Sementara itu nilai rata-rata hasil belajar siswa pada pratindakan adalah 70 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 37,5%. Pada siklus I nilai rata-rata hasil belajar siswa naik menjadi 78,02 dengan ketuntasan belajar klasikal 67,24%, dan pada siklus II rata-rata nilai hasil belajar siswa menjadi 90,52.% dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 98,38%. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa model quantum learning tipe tandur dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perkalian dan pembagian bilangan pecahan.
Pengaruh Sosiologis Kemasyarakatan terhadap Karakter Keluarga Zainuddin, M.
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 4 No 3 (2020): Volume 4, Nomor 3, Juli 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.203 KB) | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v4i3.263

Abstract

Pola kehidupan menurut ajaran agama Islam telah menggariskan untuk keteladan bagi seluruh umatnya khususnya pola kehidupan sosial kemasyarakatan seperti halnya dalam berumah tangga disunnahkan mencari tempat tinggal yang nyaman dan baik, bergaul dengan sesama muslim, serta berkegiatan sosial yang berdampak posistif , sebaliknya masih ada sebagian besar orang yang menerapkan pola kehidupan sosial kemasyarakatan yang tidak sesuai dengan Sunnah tersebut, sehingga banyak pengaruh keburukan dalam kehidupan bermasyarakat bahkan hal tersebut menjadi factor utama timbulnya konflik atau masalah sosial yang berakibat ketidak seimbangnya pola kehidupan bermasyarakat serta berakibat banyaknya permasalahan keluarga, kenakalan anak bahkan kejahatan dalam keluarga dan masyarakat.Tujuan dalam penelitian ini yaitu penulis berkeinginan untuk mengetahui penyebab utama munculnya pengaruh sosiologis kemasyarakatan yang berdampak terhadap karakter keluarga serta dampaknya pada kehidupan bermasyarakat.kemudian penulis menggunakan pendekatan kualitatif melalui penerapan studi kasus dan menerapkan pemilihan mandiri untuk memilih peserta penelitian serta melakukan interview via daring untuk pengambilan seluruh data dalam kelengkapan penelitian. Proses analisa data yang diperoleh melalui lima tahapan yaitu : 1) Mengatur dan menyiapkan data untuk dianalisis; 2) membaca atau melihat semua data; 3) Mulai koding semua data; 4) menghasilkan deskripsi dan tema; 5) mendeskripsikan sebagai temuan penelitian ini.Hasil penelitian mengungkapkan bahwa karakter tauladan keluarga serta sikap buruk kehidupan sosial sangat dipengaruhi oleh pola pilihan hidup keluarga bersosial dalam masyarakat. Implikasi hasil penelitian ini sangat bermanfaat khususnya bagi keluarga baru yang akan memutuskan pindah tempat tinggal dari orangtuanya dan bagi orangtua yang akan memilihkan hunian baru bagi anaknya.
Karya Tulis Ilmiah Wajib UJI ORGANOLEPTIK PERMEN KARPEL INN (KARMIN + Piper betle Linn) SEBAGAI CEMILAN SEHAT Fathurrahman, Muhammad; Zainuddin, M.; Irianti, Septi
JURNAL BIOSAINSTEK Vol 6 No 1 (2024): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v6i1.1737

Abstract

This study aims to find solutions to the problem of the increasing spread of unhealthysnacks that contain ingredients that are not needed by the body. This study uses naturalfood coloring that is often found but rarely known, namely coloring derived fromcoechineal insects, namely carmine, and uses extracts from betel (Piper betle Linn) as aningredient that contains antibacterial and antioxidant properties that are good for the bodybut have a smell and taste that is less liked by the current generation. Therefore, betel leafextract which has a pungent aroma is turned into candy which is a snack that is liked by allcircles. In this study, an organoleptic test was carried out on the sample to determine thelevel of preference of the samples for candy with 4 different compositions.Keywords: Carmine, Betel leaf extract, Candy, Organoleptic test.
Legal and Ethical Interpretation of Blasphemy Cases in Indonesia: A Ma'na-cum-Maghza Perspective Akbar, Irwan Ahmad; Zainuddin, M.; Soleh, Achmad Khudori
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 57 No 1 (2023)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajish.v57i1.1218

Abstract

The phenomenon of religious blasphemy cases in Indonesia, including the cases of Sukmawati and Meiliana, which are the focal points of this study, has raised concerns and garnered serious attention, even from academics. Accusations in cases of religious blasphemy are almost invariably based on interpretations of QS. al-Tauba [9]: 64-66. Therefore, this article aims to explore the alignment between these cases and the meanings contained within QS. al-Tauba [9]: 64-66 from legal and ethical perspectives. The data in this article are based on legal documents, books of Quranic exegesis, academic journal articles, reports from Human Rights Watch, and several national online news sources. Data collection techniques involved literature studies and case observations via the internet. The blasphemy cases accused against Sukmawati and Meiliana are described within the context of Indonesian law and analyzed using the ma’na-cum-maghza theory. This article concludes that the actions taken by Sukmawati and Meiliana were wrong and unethical. However, their actions cannot be categorized as criminal offenses. Based on the analysis of QS. al-Tauba [9]: 64-65, blasphemy does not fall into the category of criminal acts, but rather an ethical violation whose legal sanctions are in the hands of God, not humans. Thus, this article offers a new perspective on the interpretation and understanding of the term blasphemy. Kasus penistaan agama yang banyak terjadi di Indonesia, termasuk kasus Sukmawati dan Meiliana yang menjadi fokus kajian ini, telah menimbulkan kekhawatiran dan mendapatkan perhatian serius, bahkan dari akademisi. Tuduhan terhadap kasus penistaan agama tersebut hampir selalu didasarkan pada hasil penafsiran atas QS. al-Tauba [9]: 64-66. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi kesesuaian antara kasus-kasus tersebut dengan makna yang terkandung dalam QS. al-Tauba [9]: 64-66 dari sudut pandang hukum dan etik. Data-data dalam artikel ini didasarkan pada dokumen hukum, kitab-kitab tafsir Al-Quran, artikel jurnal, laporan organisasi Human Right Watch dan beberapa sumber berita daring nasional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dan observasi kasus melalui internet. Kasus penistaan agama yang dituduhkan kepada Sukmawati dan Meiliana dideskripsikan dalam konteks hukum Indonesia dan dianalisis menggunakan teori ma’na-cum-maghza. Artikel ini menyimpulkan bahwa apa yang dilakukan oleh Sukmawati dan Meiliana merupakan suatu tindakan yang salah dan tidak beretika. Namun demikian, tindakan keduanya tidaklah bisa dikategorikan sebagai tindakan pidana. Sebab, berdasarkan analisis atas QS. al-Tauba [9]: 64-65, penistaan agama tidaklah masuk kategori tindakan pidana, melainkan sebuah pelanggaran etika yang sanksi hukumnya berada di tangan Tuhan, bukan manusia. Dengan demikian, artikel ini memberikan perspektif baru terkait penafsiran dan pemahaman terhadap istilah penistaan agama.
Peningkatan Hasil Belajar IPS Pada Konsep Peta Lingkungan Siswa MI Banjar Zainuddin, M.
EDUCASIA: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol 8 No 3 (2023): EDUCASIA, 8(3), December 2023
Publisher : Pusat Pelatihan, Riset, dan Pembelajaran Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/educasia.v8i3.208

Abstract

This study aims to describe and analyze the social studies learning process using the concept of environmental maps for class IV students of MIN 11 Banjar. The research adopts a classroom action research approach conducted collaboratively between teachers and supervisors. The research subjects consist of 13 students from class IV of MIN 11 Banjar. The data collection methods employed in this study include interviews, observations, and tests. The research is conducted in two cycles: cycle 1 and cycle 2. The results indicate that the implementation of the concept of environmental maps in social studies learning has a positive impact on learning outcomes. The initial assessment conducted prior to the research implementation reveals a noticeable improvement in the learning outcomes after the utilization of environmental maps. Environmental maps serve as effective teaching tools in social studies, providing visual representations of the relationships between geographical features, human activities, and their impact on the environment. Through the utilization of these maps, students are able to develop a deeper understanding of the subject matter and establish connections between various elements in their surroundings. The concept of environmental maps encourages students to explore and analyze their local environment, nurturing a sense of place and fostering critical thinking skills. By engaging in interactive discussions and hands-on activities, students become active participants in the learning process, resulting in increased engagement and enhanced learning outcomes. Moreover, the collaborative nature of this research, involving both teachers and supervisors, contributes to the quality of the learning environment. The close cooperation between educators facilitates the sharing of knowledge, expertise, and instructional strategies, ultimately benefiting the students' learning experience. In conclusion, this study highlights the positive effects of integrating environmental maps in social studies learning for class IV students of MIN 11 Banjar. The utilization of environmental maps significantly enhances learning outcomes. The findings underscore the importance of employing innovative teaching methods, such as environmental maps, to enhance students' understanding and engagement in the learning process.
PENGEMBANGAN MODEL BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK GAMES UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA KELAS VI SD NEGERI 2 PRINGGAJURANG Zainuddin, M.; Nofisulastri, Nofisulastri; Karmana, I Wayan
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Volume 9 Nomor 1 Edisi April 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v9i1.11368

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model bimbingan kelompok tekhnik games  untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah pengembangan model bimbingan kelompok tekhnik games  untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas VI SD Negeri 2 Pringgajurang tahun ajaran 2022/2023. Kepercayaan diri siswa sangat penting bagi tumbuh kembang anak, hal ini perlu diupayakan sehingga anak tampil dengan kepercayaan diri dalam lingkungan pergaulan. Dengan banyaknya interaksi yang dilakukan individu dapat membantu peningkatan kepercayaan diri pada individu sehingga dalam penelitian ini bimbingan kelompok menjadi sarana yang dirasa tepat untuk dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa mengingat dalam bimbingan kelompok terdapat interaksi yang intens antar peserta. Sedangkan tekhnik game digunakan untuk memancing semangat dan antusias siswa dalam sesi bimbingan kelompok yang diharapkan dapat memicu interaksi yang dinamis. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian Research and Development (R&D), dengan pendekatan kuntitatif. Penelitian ini meneliti pengembangan model bimbingan kelompok tekhnik games  untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa kemudian hasil penelitian ini nantinya akan dihubungkan dengan teori-teori yang ada pada tinjauan pustaka. Adapun yang dijadikan sebagai subyek penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri 2 Pringgajurang yang berjumlah 15  orang. Sementara variable atau bahan kajian dari penelitian ini adalah  bimbingan kelompok tekhnik games (variable X) dan kepercayaan diri siswa (variable Y). Model bimbingan kelompok teknik games yang dikembangkan dinilai efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. Hal ini dapat dilihat dari nilai uji Z sebesar -2,814 dengan nilai signifikansi 0.005, maka nilai 0.005 > 0.05 yang berarti mendekati nilai 0 sehingga signifikan
The Role of Slang Words in Enhancing Informal English Communication Skills Firmansyah, M. Arjun Khoirudin; Zainuddin, M.; Lestari, Iin Widya
Innovations in Language Education and Literature Vol 1 No 2 (2024): DECEMBER 2024
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/ilere.v1i2.3915

Abstract

Slang represents a dynamic and informal aspect of language, often reflecting cultural identity and creativity. This study examines the types and meanings of slang words used in six episodes of the Wednesday series (2022), aiming to explore their linguistic and pedagogical significance. Using a qualitative descriptive approach based on Miles and Huberman’s content analysis framework, the study categorizes slang words into four types: coinage, blending, clipping, and acronyms. Coinage emerged as the most frequently used type, contributing to the series' authenticity and narrative depth, while blending, clipping, and acronyms provided linguistic variety. The findings highlight the potential of popular media as a resource for EFL learning, offering learners exposure to authentic informal communication. Slang enhances vocabulary acquisition, listening comprehension, and cultural understanding, making it a valuable tool for bridging formal education and real-world language use. However, the study’s scope is limited to six episodes, leaving room for future research to explore additional contexts and pedagogical outcomes. This research underscores the relevance of incorporating media into language instruction, providing practical insights for educators and learners. By analyzing the interplay between slang and media, the study contributes to applied linguistics and supports innovative approaches in EFL pedagogy.
Ibn Khaldun dan Pemikir Sosial Budaya Zainuddin, M.
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 2, No 2 (2000): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v2i2.5186

Abstract

The greatness of Ibn Khaldun's name makes the world recognized and reviewed his thoughts. If we revisit the treasury of medieval Islamic intellectual thought and develop a tradition of thought in the world of campus, this tradition and culture is good to do. This paper raises who is really the figure of Ibn Khaldun and how his thoughts are especially on his social cultural thinking. Ibn Khaldun's theory of social phenomena includes the theory of evolution that views social phenomena as the dynamics of society, nations and states that differ across generations. The human society according to Ibn Khaldun is an independent entity. and can be perfectly managed regardless of religious values. He says humans can be good and evil at the same time. Man is evil because of animal nature, and on the contrary, man is good because of his involvement with other human beings. Ibn Khaldun's mind is so visionary that it is relevant to the context of the development of the era as developed by modern philosophers which actually comes from the socio-cultural view of Ibn Khaldun. Begitu besar nama Ibn Khaldun sehingga dunia mengakui dan mengkaji kembali pemikiran-pemikirannya. Jika kita menguak kembali khazanah pemikiran intelektual Islam abad pertengahan dan mengembangkan tradisi pemikiran di dunia kampus, tradisi dan budaya ini bagus untuk dilakukan. Tulisan ini mengangkat siapakah sesungguhnya sosok Ibn Khaldun itu dan bagaimana pemikirannya khususnya pada pemikiran sosial budayanya. Teori fenomena sosial Ibn Khaldun termasuk teori evolusi yang memandang fenomena sosial sebagai dinamika masyarakat, bangsa dan negara yang berbeda antar generasi. Masyarakat manusia menurut Ibn Khaldun adalah suatu entitas yang independen. dan dapat diurus secara sempurna lepas dari nilai-nilai agama. Menurutnya manusia bisa baik clan jahat pada saat yang sama. Manusia jahat karena adanya sifat dasar kebinatangan, dan sebaliknya, manusia itu baik karena keterlibatannya dengan manusia lain. Pemikiran Ibn Khaldun sangat visioner sehingga relevan dengan konteks perkembangan jaman sebagaimana yang kemudian dikembangkan oleh filsuf modern yang sesungguhnya bermuara dari pandangan sosial budaya Ibnu Khaldun.