Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS INTERNET UNTUK PERKEMBANGAN KEMAMPUAN KOGNITIF PADA ANAK USIA 4 -5 TAHUN Arundhati, Citra Nadhisa; Muzaqi, Sugito
MOTORIC Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 Number 1 Juni 2024
Publisher : Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31090/m.v8i1.2670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisa proses pemanfaatan media pembelajaran berbasis internet untuk perkembangan kemampuan kognitif pada anak usia 4-5 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan dokumentasi. Observasi yang dilakukan untuk mengamati proses pemanfaatan media pembelajaran berbasis internet untuk perkembangan kemampuan kognitif pada anak usia 4-5 tahun . Hasil penelitian observasi yang dilakukan adalah KB Aisyiah 12 Surabaya tidak cukup memiliki sarana media pembelajaran berbasis internet yang memadai. Selain itu, guru – guru di KB Aisyiah 12 Surabaya juga masih belum bisa mengoperasikan media berbasis internet. Dengan adanya penerapan model pembelajaran berbasis internet ini, anak-anak terbantu dalam perkembangan kemampuan kognitif (penalaran). Kata Kunci : Media Pembelajaran, Internet, Kognitif
PARADIGMA SISTEM PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Sugito Muzaqi; Luluk Muasomah
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 12 No 2 (2018): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v12i2.306

Abstract

AbstrakParadigma adalah suatu citra fundamental dari pokok permasalahan dari suatu ilmu. Oleh karenanya paradigma pendidikan menjadi kunci utama yang akan mengarahkan perilaku ilmiah untuk menyelidiki, dan menemukan solusi pemecahan masalah di dalamnya. Paradigma pendidikan islam merupakan suatu pokok permasalahan ilmu yang menggariskan berbagai macam pernyataan, kaidah pertanyaan dan penafsiran yang diperoleh dari jawaban yang sudah dipelajarinya. Paradigma pendidikan Islam di Indonesia dibagi menjadi tiga bagian pokok yaitu: 1)  pendidikan Islam menjadi intelektual komitmen yang menjadi suatu citra fundamental dari pokok permasalahan suatu ilmu; 2)  pendidikan Islam seharusnya dikembangkan dari pemikiran pendidikan Islam yang ditelorkan para ‘ulama, pemikir (intelegensia) dan filosof Muslim; 3) Integrasi antara ilmu dan agama memungkinkan bagi kita menemukan sebuah paradigma milik kita sendiri “Pendidikan (Agama) Islam”.Kata kunci: paradigma, sistem, pendidikan Islam
Penanganan Keterlambatan Berbicara (Speech Delay) Dalam Pengaruh Gadget Pada Anak Usia Dini Dengan Metode Bercerita Di Tk Bintang Kecil Tahun Ajaran 2022-2023 Minarti, Muji -; Muzaqi, Sugito
MOTORIC Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 No 2 2024
Publisher : Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is a qualitative descriptive research that aims to find out and describe how to deal with speech delay using the storytelling method in Bintang Kecil Kindergarten. This study uses a field research method which is descriptive qualitative in nature. The research location was in Bintang Kecil Kindergarten, with the subject of this study involving school principals, parents of children who experienced speech delay, obtained through interviews, observation and documentation. The process of this research illustrates an effort made by a researcher/educator in handling speech delay children, namely by using the storytelling method.
Penanaman Nilai Agama Dan Moral Anak Usia Dini Melalui Metode Pembiasaan sholikhah, khusnul lailatus; Muzaqi, Sugito
MOTORIC Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 No 2 2024
Publisher : Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the instillation of religious and moral values in early childhood using the habituation method in Ash - Sholihin Kindergarten. The method used in this research is descriptive qualitative research with data collection techniques of observation, interviews and documentation. There are four habits of instilling religious and moral values in children that have been implemented at Ash - Sholihin Kindergarten, namely routine habits, exemplary habits, spontaneous habits and programmed habits. The success of the habituation method means that children's religious and moral values have begun to develop in Ash - Sholihin Kindergarten, as in the children's daily life at school, children are able to shake hands well, are able to say requests for help, thank you and sorry according to their needs, are able to follow and perform prayers well and are able to applying several daily prayers, and so on. Keywords: Religious and Moral Values, Habituation Method, Early Childhood.
Meningkatkan Kemampuan Konsep Bilangan Melalui Media Roda Putar Pada Anak Usia 4-5 Tahun Jannah, Aisyah Nur; Muzaqi, Sugito
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v7i1.7892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan konsep bilangan anak usia dini melalui media roda putar di TK 17 SAKTI Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan teknik pengumpulan data observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif deskriptif, yang mana peneliti mendeskripsikan hasil observasi dari siklus I sampai siklus II dengan menggunakan teknik persentase. Observasi yang dilakukan untuk mengamati tingkat konsep bilangan anak yang dilakukan dengan baik dengan menggunakan media roda putar. Hasil penelitian observasi yang dilakukan adalah pada kegiatan prasiklus nilai persentase yang didapat adalah 28% (kategori kurang), dalam meningkatkan konsep bilangan pada siklus I menggunakan media roda putar hasil persentase observasi mengalami peningkatan sebesar 65% (kategori cukup), penelitian dilanjutkan pada siklus II dikarenakan hasil persentase observasi belum mencapai target yakni 75 %. Pada siklus II dilakukan penerapan metode kelompok, dalam tindakan siklus II ini angka persentase mengalami kenaikan yang cukup signifikan yakni sebesar 80% (kategori sangat baik). Dari hasil siklus II penelitian ini dinyatakan telah berhasil karena angka persentase telah melampaui 75 %.
Keunggulan Pesantren Tahfidz Dalam Berbagai Metode Muhamad Ripin Ikwandi; Sugito Muzaqi; M. Baihaqi; Maulida Mella Inayah; Nur Aini Firda R
EDUSIANA Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol. 11 No. 1 (2024): EDUSIANA : Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam
Publisher : EDUSIANA: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/edusiana.v11i1.483

Abstract

Tahfidz Al-Quran atau penghafal Al-Quran ialah salah satu tradisi tertua dalam menjaga dan memelihara keaslian Al-Quran. Seiring dengan berkembangnya zaman, penghafal Al-Quran mulai berkembang pesat. Salah satu perantara dalam menghafalkan Al-Quran ialah pesantren. Pesantren tahfidz sangat banyak, khususnya di Indonesia. Dengan berbagai macam metode yang digunakan, pesantren tahfidz mulai menjadi trend bagi orang tua yang menginginkan sang anak menjadi penghafal Al-Quran. Berbagai macam metode dilakukan dan ditemukan juga keunggulan dari setiap metode menghafal Al-Quran. Penulis meneliti hal ini dengan tujuan untuk mengetahui dan memahami berbagai macam metode yang ada dan digunakan dalam menghafalkan Al-Quran dengan menggunakan metode penelitian library research sehingga memunculkan ilmu pengetahuan baru dalam mempelajari metode menghafalkan Al-Quran. Kata Kunci: Tahfidz Quran, Metode, Menghafal, Pesantren DAFTAR PUSTAKA Ahsin, W Al-Hafidz.Bimbingan Praktis Menghafal Al-Qur’an, (Jakarta: Bumi Aksara), 1994 Zamakhsyari Dhofier, Tradisi Pesantren, (Jakarta: LP3ES, 1994), h. 18. Mahmud, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung : Pustaka Setia, 2011), hal 31. Nazir, Metode Penelitian, (Jakarta : Ghalia Indonesia, 2003),hal 27. Achmad Warson Munawwir, Al-Munawwir Edisi Indonesia-Arab (Surabaya: Pustaka Progresif, 2007), hal 302. Abdul Majid Khon, Praktikum Qira‟ at, (Jakarta: Amzah, 2008), hal 1. Mashuri Sirojuddin Iqbal dan Fudlali, Pengantar Ilmu Tafsir (Bandung: Penerbit Angkasa, 2005), hal 2. Lisya Chairani dan M.A Subandi, Psikologi Santri Penghafal al-Qur‟an, (Yogyakarta:Pustaka Pelajar, 2010), hal 38. Ahsin Sakho Muhammad, Menghafalkan Al-qur’an: Manfaat, keutamaan, Keberkahan, dan Metode praktisnya (Jakarta: PT.Qaf Mdia Kreativa, 2017), hal 27-33. Ahsin W, Bimbingan Praktis Menghafal Al-Qur‟an, (Jakarta: Bumi Aksara, 2005), hal 43. Lisya Chairani dan M.A.Subandi, Psikologi Santri Penghafal Al Qur‟an, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar,2010), hal 41. Fathin Masyhud dan Ida Husnur Rahmawati, Rahasia sukses 3 Hafidz Qur’an Cilik Mengguncang Dunia, (Jakarta: Zikrul Hakim, 2016), hal 229. Amjad Qosim. Hafal Al-Qur’an dalam Sebulan (Solo:Qiblat Press, 2008), hal 117. Sa’dulloh, 9 Cara Menghafal Al’qur’an, (Jakarta: Gema Insani, 2008), hal 68. Muhammad Asy-Syanqithi, Kiat Mudah Menghafal Al-Qur’an (Surakrta: Gazza Media, 2011), 107-110. Ahmad Salim Badwilan, Cara Mudah Menghafal Al-Qur’an, (Yogyakarta: Bening, 2010) hal 7-11. Ilham Agus Sugianto, Kiat Praktis Menghafal Al--Qur’an (Bandung: Majahid Press, 2004), hal 106. De Porter Boobi dan Mike Henarcki, Quantum Learning Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan (Bandung: PT Mizan Pustaka, 2011), hal 210. A. Muhaimin Zen, Tahfizh Al-Qur’an Metode Lauhun Panduan Menghafal Al- Qur’an di Pesantren dan Pendidikan Formal (Tsanawiyah, Aliyah, dan Perguruan Tinggi) (Jakarta: Transpustaka, 2013), hal 56.
Kemampuan kerjasama, metode proyek,anak usia 4-5 tahun. yektiningtyas, ira; Muzaqi, Sugito
MOTORIC Vol 9 No 2 (2025): Volume 9 No 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Cooperation skills are an important social aspect that needs to be developed in early childhood, especially children aged 4–5 years who are still in the egocentric stage. Cooperation helps children learn to share, interact positively, and understand the value of mutual cooperation. This study aims to improve the cooperation skills of group A children at Cempaka Putih Semampir Kindergarten, Surabaya through the application of the project method. The study used a Classroom Action Research design with the Kemmis and McTaggart model, implemented in two cycles, each consisting of three meetings. The research subjects were 18 children, consisting of 9 boys and 9 girls. The focus of the study included interaction skills, responsibility, and mutual assistance. Data were collected through observation and documentation, using observation sheets as the main instrument. Data analysis was carried out descriptively quantitatively. The success criterion was determined if the percentage of children's cooperation skills reached a minimum of 76%. The results showed a significant increase after the application of the project method. In the pre-action, children's cooperation skills were at 47%. After the first cycle, it increased to 63%, and in the second cycle it reached 83%, exceeding the predetermined indicator. This improvement is influenced by the syntax of the project method (2013), namely determining fundamental questions, preparing plans, implementing, and presenting projects. This activity structure provides space for children to interact, take responsibility, and help each other, so that cooperation skills develop optimally. Keywords: Collaboration ability, project method, children aged 4-5 years.
KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PENDEKATAN MULTIDISIPLINER, INTERDISIPLINER DAN TRANSDISIPLINER DI PERGURUAN TINGGI A'la, Bassam Abul; Muzaqi, Sugito; Alimin, Miftahul
Edupedia : Jurnal Studi Pendidikan dan Pedagogi Islam Vol. 7 No. 2 (2023): Edupedia: Jurnal Studi Pendidikan dan Pedagogi Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/edupedia.v7i2.2467

Abstract

Islamic religious education is an integration of education and Islamic sciences. It is included in the category of multidisciplinary disciplines. Given the diversity of approaches and different applications from each institution, it seems important to identify a model of Islamic religious education curriculum based on a multidisciplinary, interdisciplinary, and transdisciplinary (MIT) approach. Therefore, by using the systematic literature review (SLR) method and Nvivo 12 as a qualitative data processing tool, this study seeks to examine the various integrated approach models and their application in the curriculum of Islamic religious education in tertiary institutions. The result of this research is that there is one curriculum model that is widely used in the application of the MIT approach in the Islamic religious education curriculum, namely collaboration.