Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Degradasi Pelumas Bekas Menggunakan Tio2/Zeolit Terhadap Kandungan Mg dan Na Secara Fotolisis Zilfa, Zilfa; Safni, Safni; Welly, Desra
Jurnal Zarah Vol. 13 No. 2 (2025): October, 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/zarah.v13i2.7640

Abstract

Pelumas bekas merupakan salah satu limbah yang termasuk dalam limbah B3, pelumas bekas mengandung logam berat yang dapat mencemari lingkungan dan berbahaya bagi makhluk hidup. Pelumas bekas mengandung logam yaitu Pb, Zn, Ca, Ba, Na dan Mg yang dapat merusak mesin kendaraan. Penerapan metode fotolisis dengan menggunakan katalis TiO2/Zeolit dapat mendegradasi logam Mg dan Na pada pelumas bekas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan katalis TiO2/Zeolit terhadap degradasi pelumas bekas dengan metode fotolisis. Analisis kandungan logam Mg dan Na pada pelumas bekas diukur dengan menggunakan alat Spektrofotometer Serapan Atom (AAS). Analisis pelumas bekas sebelum dan sesudah adsorpsi dengan Fourier Transform Infrared (FTIR). Karakterisasi TiO2/Zeolit sebelum dan sesudah degradasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD). Dari penelitian ini diperoleh kondisi optimum untuk degradasi logam Mg dan Na pada pelumas bekas, yaitu waktu degradasi optimum untuk logam Mg dan Na adalah 15 menit, jumlah katalis optimum untuk degradasi logam Mg dan Na adalah 0,4 gram, dan volume pelumas bekas yang optimum untuk degradasi logam Mg dan Na adalah 10 mL dengan besar persen degradasi 83,37% Mg dan 74,98% Na. Karakterisasi TiO2/Zeolit dengan menggunakan XRD menunjukkan tidak adanya perubahan struktur TiO2/Zeolit. Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan bahwa katalis TiO2 yang didukung oleh zeolit dapat digunakan untuk mendegradasi logam Mg dan Na pada pelumas bekas. Karakterisasi pelumas bekas menggunakan FTIR menunjukkan adanya pergeseran bilangan gelombang sebelum dan sesudah degradasi yang mengindikasikan adanya proses degradasi.
Penentuan Kadar Residu Pestisida Klorpirifos dan Pengaruh Pencucian pada Cabai, Buncis dan Sawi Putih serta Nilai Risiko Kesehatan pada Manusia Zilfa Zilfa; Yulizar Yusuf; Mitha Anggreini Putri; Fheiza Heysha
Inovasi Kesehatan Global Vol. 3 No. 2 (2026): Mei : Inovasi Kesehatan Global
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/ikg.v3i2.3015

Abstract

Vegetables are food commodities widely consumed by the public due to their high nutritional content. Chili (Capsicum annuum L.), green beans (Phaseolus vulgaris L.), and Chinese cabbage (Brassica pekinensia L.) are among the vegetables that can be processed into various delicious dishes or consumed fresh as raw vegetables. To obtain healthy and high-quality vegetable crops, pesticides are commonly used to control pests that may damage the plants. One of the widely used pesticides is chlorpyrifos, which can leave residues that may pose both acute and chronic health risks. Therefore, it is necessary to analyze the levels of chlorpyrifos pesticide residues in vegetables. The residue levels were determined using a UV-Vis spectrophotometer at a wavelength of 230 nm with dichloromethane as the solvent, while qualitative analysis was performed using HPLC by comparing the retention times of standard solutions and vegetable samples. In this study, washing treatments were applied to the vegetables using dichloromethane, distilled water, well water, and tap water (PDAM) to evaluate the effect of washing on pesticide residue levels. The concentrations of pesticide residues in unwashed vegetables were chili (2.6680 ± 0.0214 mg/kg), green beans (2.4658 ± 0.0193 mg/kg), and Chinese cabbage (2.7950 ± 0.0379 mg/kg). The washing process was carried out three times for each solvent. After three washings using dichloromethane and distilled water, pesticide residues were no longer detected, whereas washing with tap water (PDAM) and well water still left residues, although at levels much lower than the Maximum Residue Limit (MRL). The health risk assessment showed that the aHQ and cHQ values were < 1, indicating that consumption within the recommended limits of these samples does not pose health risks, either in the short term or long term. This study provides important information that repeated washing is necessary to effectively reduce pesticide residue levels in vegetables before consumption.
Co-Authors - Hariyanti - Zulfarman Adlis Santoni Admi Admi Afrizal Afrizal Aju Deska Aldini, Tasya Alsa Sepia Putri Amanda, Selya Benny Damas Putra Bustanul Arifin BUSTANUL ARIFIN Deliza, Deliza Deswati Deswati Dwi Syukur Phameswari Dwitami, Aisyah Rahma Elida Mardiah Emil Salim Emriadi - Febi Rahmi Fheiza Heysha Fiska Julian Tasari Fivi Mona Bareno Gumilang, Yuza Ahmad Hamzar Suyani Hariyanti, - Hermansyah Aziz Hermansyah Aziz Hevira, Linda Heysha, Fheiza Ilahi, Fitratul Imelda Imelda Imran Nazar Izzah, Annisaul Mai Efdi Mai Efdi Matlal Fajri Alif Megita Febiola Mia Yeliandri Mirawati Mirawati Mirawati Mirawati Mitha Anggreini Putri Muhammad Hafiz Reza Neneng Swesty Norman Ferdinal Novesar Jamarun Novesar Jamarun Novesar Jamarun Nurhasni Nurhasni Nurul Afifah Nurul Annisyah Olly Norita Tetra Putri Julanda Ardica Putri Ramadhani Putri Ramadhani, Putri Putri, Anggi Nabila Putri, Mitha Anggreini Rahmayeni Rahmayeni Rahmi, Febi Rahmiana Zein Raihan Hanif Aulia Refilda Refilda Refinel - Ria Elvi Susanti Risa Oktaviani Safni Safni Safni Salim, Emil Salsa Nurul Fadhilah Siti Zahara Sumaryati Syukur Suryati Suryati Suryati Swesty, Neneng Syafrizayanti Syafrizayanti Syahril Syahril Syiffa Fauzia Syukri Syukri - Syukri Arief Syukri Arief Syukri Syukri Tasari, Fiska Julian Teti Nurhayatul Rahmi Tommi Hermansyah Upita Septiani Upita Septiani Vivi Sisca Vivi Sisca Wellia, Diana Vanda Welly, Desra Wilda Putri Suhada Yefrida - Yefrida Yefrida Yetria Rilda Yulizar Yusuf Yulizar Yusuf Zakiyuda, Aufa Zulfarman, - Zulkarnain Chaidir