Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Identification of Depression in Pregnant Women During the Covid 19 Pandemic : Descriptive Study Zuhana, Nina; Suparni, Suparni
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid-19 is currently a stressor with potentially far-reaching consequences for pregnancy and beyond. Symptoms of anxiety and depression in pregnancy usually affect between 10-25% of pregnant women. The negative impact of the incidence of pregnancy depression on the mother and fetus from pregnancy to postpartum, as well as the negative impact on the family. The effects of depression on pregnancy include disrupting fetal growth and development, increasing the production of neuraladrenaline, serotonin and gotamine, the risk of bleeding during pregnancy, the risk of abortion, premature birth, and low birth weight. The study aimed to identify the incidence of depression in pregnant women during the COVID-19 pandemic in the Pekalongan district. This study is a descriptive study with a cross-sectional approach involving 79 pregnant women in Pekalongan Regency by giving questionnaires to pregnant women at 28-32 weeks of gestation. Data collection using consecutive sampling technique. Data on the characteristics of pregnant women using a demographic instrument and depression experienced by pregnant women was measured using the Edinburgh Perinatal Depression scale (EPDS). Data analysis used central tendency and frequency distribution. The results of data analysis showed that the average age of pregnant women was 27.72 years, the average primary and secondary education, the average gravida status was 2.01 (multipara). As many as 24.95% of pregnant women who still experience symptoms of depression during their pregnancy during the covid-19 pandemic with an EPDS score of 10. Depression in pregnancy must be reduced to 1% or even eliminated. Psychological changes during the COVID-19 pandemic make pregnant women stressed and anxious, so these problems must be overcome. Therefore, there is a need for intervention or action from health workers, especially midwives who can reduce anxiety, namely discussions, providing knowledge to pregnant women
Studi Kasus pada Ibu Hamil dengan Plasenta Previa Andriyani, Lulu Triska; Zuhana, Nina; Chabibah, Nur
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyebab langsung kematian ibu adalah anemia dan perdarahan, dimana keduanya dapat disebabkan oleh plasenta previa. Plasenta previa memerlukan penanganan dan perhatian karena saling mempengaruhi dan merugikan janin dan ibunya. Dampak yang ditimbulkan dari plasenta previa pada ibu dapat terjadi perdarahan hingga syok sampai dengan kematian, anemia karena perdarahan, plasentitis, dan endometritis pasca persalinan. Metode yang dilakukan adalah metode jenis kasus intrinsik. Lokasi pelaksanaan dilaksanakan di Desa Ambokembang Wilayah Kerja Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan. Studi kasus ini dilaksanakan dengan rentang waktu 17 November 2021- 28 Januari 2022. Dalam studi kasus ini dilakukan dengan teknik anamnesa dan pemeriksaan fisik. Alat yang digunakan format pengkajian, stetoskop, stik Hb easy Touch, metode reagen asam asetat, benedict. Intervensi yang diberikan adalah asuhan kebidanan dengan ibu plasenta previa, diberikan pendidikan kesehatan dengan melibatkan keluarga. Kesimpulan dari studi kasus ini terdapat hubungan antara kejadian plasenta previa dengan usia ibu ? 35 tahun, wanita dengan paritas 2-4 dan jarak kehamilan < 2 tahun. Diharapkan untuk tenaga kesehatan khususnya bidan agar mampu melakukan deteksi dini pada ibu hamil dengan plasenta previa
Layanan Konvergensi Stunting pada Ibu Hamil Prafitri, Lia Dwi; Budiarto, Eka; Zuhana, Nina; Widyastuti, Windha
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi stunting secara keseluruhan yaitu sebesar 30,8%. Pengalaman global menyatakan bahwa tindakan intervensi yang terpadu atau konvergensi pada kelompok prioritas merupakan kunci keberhasilan perbaikan status gizi, tumbuh kembang anak, dan pencegahan stunting. Edukasi layanan konvergensi stunting merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil sehingga dapat menurunkan prevalensi angka stunting. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh edukasi layanan konvergensi stunting terhadap pengetahuan ibu hamil. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan rancangan one group pretest-posttest desain. Pengambilan sampel menggunakan total populasi sejumlah 51 ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Tirto Kota Pekalongan. Kuesioner diberikan kepada ibu hamil untuk mengetahu pengetahuan sebelum dan setelah diberikan intervensi. Hasil uji Kolmogorov smirnov menunjukkan distribusi data tidak normal, sehingga analisa bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian diketahui terdapat pengaruh edukasi layanan konvergensi stunting terhadap pengetahuan ibu hamil (0,000 < 0,05). Tenaga kesehatan, khususnya bidan diharapkan dapat memberikan layanan konvergensi stunting kepada semua ibu hamil. Puskesmas dan Dinas Kesehatan dapat memberikan dukungan dan fasilitas yang memadai kepada tenaga kesehatan dalam memberikan layanan konvergensi stunting.
Perawatan Luka Perineum Sebagai Upaya Deteksi Dini Infeksi Luka Pada Ibu Nifas Zuhana, Nina; Prafitri, Lia Dwi; Ratnawati, R
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan perineum merupakan salah satu pemenuhan kebutuhan dasar manusia, yang penting dilakukan dalam rangka mempertahankan kebersihan perineum,mencegah keputihan yang berbau dan gatal, mempertahankan PH vagina, mencegah infeksi nifas Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara deskriptif perawatan luka perineum sebagai upaya deteksi dini infeksi pada ibu nifas di wilayah kerja puskesmas sragi II Kabupaten Pekalongan. Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif cross sectional. Populasi seluruh ibu nifas di wilayah kerja puskesmas Sragi II Kabupaten Pekalongan. Pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik consecutive sampling. Besar sampel yang digunakan sebanyak 41 ibu nifas yang memenuhi syarat kriteria inklusi pada bulan April 2022 Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan metode angket. Analisa data menggunakan tendensi sentral dan distribusi frekuensi. Perawatan luka perineum pada ibu nifas didapatkan lebih dari separuh 58,50% kurang baik. Hal ini akan berdampak pada lambanya penyembuhan luka dan berisiko terjadinya infeksi Nifas, sehingga sangat penting peran tenaga kesehatan dalam pemberian edukasi terkait perawatan luka perineum yang baik dan tepat sebagi upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap infeksi pada ibu nifas
Hubungan Antara Usia, Tingkat Pendidikan Dan Pekerjaan Wanita Usia Subur Dengan Pengetahuan Perawatan Pada Masa Kehamilan, Nifas dan Bayi Baru Lahir Suparni, S; Zuhana, Nina; Khuzaiyah, Siti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kematian maupun kesakitan pada ibu dan anak sesungguhnya tidak terlepas dari faktor-faktor sosial budaya dan lingkungan dalam masyarakat dimana mereka berada. Disadari atau tidak, faktor-faktor kepercayaan dan pengetahuan budaya seperti konsepsi-konsepsi mengenai berbagai pantangan, hubungan sebab-akibat antara makanan dan kondisi sehat-sakit, kebiasaan dan ketidaktahuan, seringkali membawa dampak baik positif maupun negatif terhadap kesehatan reproduksi ibu dan kesehatan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adanya hubungan antara faktor usia, tingkat Pendidikan dan pekerjaan wanita usia subur dengan pengetahuan mengenai perawatan selama masa kehamilan, masa nifas dan bayi baru lahir. Penelitian ini bersifat analitik. Populasi penelitian ini adalah Wanita usia subur dengan usia 15-49 tahun. Teknik pengambilan sampel dengan tabel Krejcie dan Morgan didapatkan jumlah 127 wanita usia Subur di Wilayah Puskesmas Kedungwuni II. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan anatar usia dengan pengetahuan dengan nilai p value 0,001. Ada hubungan anatar tingkat Pendidikan dengan nilai p value 0.002 dan ada hubungan antara pekerjaan dengan pengetahuan Wanita usia subur dengan nilai p value 0,002. Tenaga Kesehatan hendaknya memberikan saran pada wanita yang hendak hamil untuk meningkatkan pengetahuannya agar dapat menjalani kehamilan sampai persalinannya dengan sehat dan merawat bayinya dengan baik.
Membangun Konsep Diri Positif Melalui Peer Group Sebagai Manajemen Diri Dampak Bullying Pada Remaja Putri Prafitri, Lia Dwi; Budiarto, Eka; Suparni, Suparni; Zuhana, Nina
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 8 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v8i3.3850

Abstract

Young women in orphanages often experience psychosocial challenges, such as low self-esteem and experiences of bullying, which affect their emotional and social well-being. This service aims to improve self-concept through a peer group approach as a self-management strategy against the impact of bullying. The methods used include focused group discussions (FGD), education, peer group formation, role play, mentoring, and evaluation. The results show an increase in self-concept understanding, the formation of an active and supportive peer group, improvement in self-management skills, increased self-confidence, the development of peer group modules or guides, and the establishment of sustainable partnerships. Pre-test to post-test scores increased by an average of 1.4 points. Peer groups are effective in creating a safe environment and strengthening positive interactions between adolescents. This intervention has a positive impact on the psychosocial aspect and has the potential to be replicated in other orphanages as a form of promotive and preventive mental health. Cross-sectoral support, such as caregivers, educators, and health workers, is needed for sustainable programs and optimal results.Keywords: bullying; self-concept; orphanage; peer group; young women  Abstrak: Remaja putri di panti asuhan sering mengalami tantangan psikososial, seperti rendahnya konsep diri dan pengalaman bullying, yang memengaruhi kesejahteraan emosional dan sosial mereka. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan konsep diri melalui pendekatan peer group sebagai strategi manajemen diri terhadap dampak bullying. Metode yang digunakan meliputi diskusi kelompok terfokus (FGD), edukasi, pembentukan kelompok sebaya, role play, pendampingan, dan evaluasi. Hasil capaian menunjukkan peningkatan pemahaman konsep diri, terbentuknya peer group yang aktif dan suportif, peningkatan kemampuan manajemen diri, peningkatan rasa percaya diri, tersusunnya modul atau panduan peer group dan terjalinnya kemitraan berkelanjutan. Skor pre-test ke post-test naik rata-rata 1,4 poin. Peer group terbukti efektif menciptakan lingkungan aman dan memperkuat interaksi positif antarremaja. Intervensi ini memberikan dampak positif pada aspek psikososial dan berpotensi direplikasi di panti lain sebagai bentuk promotif dan preventif kesehatan mental. Dukungan lintas sektor seperti pengasuh, pendidik, dan tenaga kesehatan diperlukan agar program berkelanjutan dan hasilnya optimal.Kata kunci: bullying; konsep diri; panti asuhan; peer group; remaja putri