Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Indeks Masa Tubuh terhadap Penyembuhan Luka Perineum Ibu Nifas Nina Zuhana; Lia Dwi Prafitri; Wahyu Ersila
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v10i2.78

Abstract

Perawatan perineum yang kurang baik dapat menyebabkan timbulnya infeksi pada perineum yang dapat menghambat proses penyembuhan luka. Beberapa faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka perineum diantaranya status nutrisi, istirahat, stress, infeksi, merokok, kondisi medisdan pengobatan dan obesitas. Obesitas atau berat badan yang berlebih dapat terjadi pada berbagai usia, menyebabkan penutupan luka kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan penyembuhan luka perineum ibu nifas. Jenis penelitian yang dilakukan adalah survey analitik Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas yang mempunyai luka jahit perineum di wilayah kabupaten Pekalongan. Dengan tehnik pengambilan sampel Accidental sampling dari tanggal 21 Maret sampai dengan 2 Mei 2017 didapatkan 30 ibu nifas. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah uji korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara indeks massa tubuh dengan penyembuhan luka perineum ibu nifas dengan p value 0,003 (< 0,05). Diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan informasi kepada ibu nifas bahwa status gizi seorang wanita dapat mempengaruhi penyembuhan luka dan dalam memberikan asuhan kepada ibu nifas tidak hanya secara fisik maupun psikis tetapi secara holistic(menyeluruh) dan harus diperhatikan faktor-faktor lain seperti personal hygiene,lingkungan danpengetahuan tentang perawatan luka jahit perineum.
Korelasi antara Status Gizi dan Kesembuhan Luka Perineum pada Ibu Pasca Melahirkan Zuhana, Nina; Anggita, Ila
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 11 No 2 (2024): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v11i2.227

Abstract

Masa setelah Melahirkan menjadi masa yang sangat penting untuk kesejahteraan ibu dan bayinya. Melahirkan secara vaginal dengan luka jaiht perineum dapat mengalami komplikasi termasuk infeksi yang dapat menyebabkan kematian ibu. sekitar 60% kematian ibu terjadi pada masa ini sehingga perawatan yang tepat selama periode postpartum sangat penting. Gizi yang memadai sangat diperlukan untuk mempercepat proses penyembuhan luka pada area perineum. Tujuan dalam penelitian ini mengetahui korelasi status gizi dan kesembuhan luka perineum pada ibu pasca melahirkan. metode deskriptif analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Dengan populasi seluruh ibu nifas dengan luka jahit perineum sejumlah 325 ibu nifas. Tehnik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling pada bulan Desember 2023 - Januari 2024 yang memenuhi kriteria didapatkan sebanyak 50 responden. Pengumpulan data dengan cheklist penyembuhan menggunakan skala REEDA dan kuesioner untuk pengisian data status gizi ibu nifas. Teknik analisis data dan intepretasi data menggunakan Uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi yang signifikan status gizi dengan kesembuhan luka jalan lahir pada pasca persalinan di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Batang dengan nilai signifikansi 0,020 (<0,05). Derajat Keeratan hubungan antara status gizi dengan penyembuhan luka perineum sebesar 0,329 yaitu tingkat keeratan rendah (0,40-0,599). Bagi seluruh profesional medis, khususnya yang bekerja di puskesmas, dapat memberikan instruksi atau konseling kepada ibu nifas tentang Pentingnya menjaga status gizi yang seimbang dan memastikan asupan protein yang memadai terutama selama masa nifas adalah untuk mendukung proses pemulihan dan penyembuhan luka perineumnya.
Deteksi Dini dan Cegah Stunting Melalui Pembentukan Kelas Catin (Calon Pengantin) Zuhana, Nina; Prafitri, Lia Dwi; Sulistiani, Ria Purnawian
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jagri.v5i2.1192

Abstract

Salah satu faktor pendukung permasalahan terkait tingginya angka kematian ibu dan bayi adalah kehamilan di usia remaja. Masalah ini sangat dipengaruhi oleh faktor perilaku seksual yang menyebabkan terjadinya kehamilan di usia dini. Stunting, wasting dan underweight merupakan tiga faktor status gizi anak yang diakui secara luas. Masih minimnya pengetahuan masyarakat tentang pencegahan stunting dan pelayanan pranikah masih dirasa kurang efektif karena program skrining pranikah masih sebatas pemeriksaan fisik dan pemberian suntikan tetanus toxoid. Belum ada nya kelas catin karena terkendala waktu dan tenaga yang dibutuhkan untuk membentuk program kelas catin dan promotor utnuk meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam pencegahan stunting. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membantu mitra dalam mengoptimalkan deteksi dini dan skrining stunting melalui kelas catin (calon pengantin) di wilayah Puskemas Karangdadap, meningkatkan kemandirian kader kesehatan dalam tanggap stunting melalui kelas catin. Metode pendekatan yang akan digunakan dalam penyelesaian masalah mitra adalah metode pemberdayaan masyarakat. Hasil pengabdian berupa terbentuknya kader tanggap stunting dan terbentuknya kelas catin yang berjalan secara berkesinambungan dan mampu menskrining calon pasangan pengantin yang memiliki permasalahan kesehatan yang berpotensi hamil dan melahirkan dengan anak stunting. Hasil pengabdian lainnya berupa adanya peningkatan rerata pengetahuan sebelum dengan sesudah pemberian edukasi Diperlukan komitmen bersama antara puskesmas, KUA, kader tanggap stunting serta pemerintahan desa agar kegiatan kelas catin ini dapat berjalan secara teratur dan tersistem dan diperlukan kerjasama yang lebih luas lagi dengan dinas perencanaan pemberdayaan perempuan dan KB.
ANALISA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BIDAN DALAM DETEKSI DINI FAKTOR RISIKO TINGGI KEHAMILAN DI KABUPATEN PEKALONGAN Fitriyani, Fitriyani; Zuhana, Nina; Chabibah, Nur
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 14, No 2 (2023): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v14i2.853

Abstract

PEMBERDAYAAN IBU “PERMATA”(PROGRAM EDUKASI PRAKTIK KEAMANAN PANGAN BALITA) OPTIMALKAN TUMBUH KEMBANG Ersila, Wahyu; Zuhana, Nina; Chabibah, Nur; Rahmatullah, St.
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i1.1969

Abstract

Masalah gizi yang masih meresahkan pada anak balita di bawah lima tahun adalah kejadian stunting. Anak-anak balita memiliki tingkat ketahanan tubuh yang sangat rentan terhadap penyakit, terutama penyakit yang berkaitan dengan gizi. Keamanan pangan menjadi faktor krusial yang harus diperhatikan guna mengurangi risiko penyakit bawaan makanan yang dapat berdampak negatif pada kesehatan. Anak usia 6-24 bulan yang berasal dari keluarga yang kurang memperhatikan aspek keamanan dan ketahanan pangan memiliki risiko 2,7 kali lipat lebih tinggi untuk mengalami stunting. Pengabdian Kepada Masyarakat ini disusun untuk meningkatkan mengoptimalkan keamanan pangan balita melalui pendekatan pemberdayaan ibu balita dengan harapan terjadi peningkatan pengetahuan, ketrampilan, sikap dan praktik keamanan pangan bagi pertumbuhan dan perkembangan balita. Sasaran kegiatan ini yaitu ibu yang memiliki balita yang ikut aktif dalam kegiatan posyandu. Kegiatan ini diikuti oleh ibu balita sejumlah 35 peserta, Metode pelaksanaan dilakukan melalui ceramah, diskusi, serta praktik pengolahan makanan. Hasilnya sebelum kegiatan pengetahuan ibu kategori baik dari 14 (40%) menjadi 22 (63%) dan pengetahuan kurang dari 9 (26%) menjadi 0%. Sikap positif ibu sebelum kegiatan 7 (20%) meningkat setelah kegiatan menjadi 28 (80%). Simpulan bahwa program edukasi serta praktik keamanan pangan mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu dalam keamanan pangan bagi balita, sehingga melalui program ini tumbuh kembang balita dapat optimal serta terhindar dari bahaya keracunan yang diakibatkan pengelolaan pangan yang tidak aman.
Membangun Konsep Diri Positif Melalui Peer Group Sebagai Manajemen Diri Dampak Bullying Pada Remaja Putri Prafitri, Lia Dwi; Budiarto, Eka; Suparni, Suparni; Zuhana, Nina
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 8, No 3 (2025): Juli 2025
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v8i3.3850

Abstract

Young women in orphanages often experience psychosocial challenges, such as low self-esteem and experiences of bullying, which affect their emotional and social well-being. This service aims to improve self-concept through a peer group approach as a self-management strategy against the impact of bullying. The methods used include focused group discussions (FGD), education, peer group formation, role play, mentoring, and evaluation. The results show an increase in self-concept understanding, the formation of an active and supportive peer group, improvement in self-management skills, increased self-confidence, the development of peer group modules or guides, and the establishment of sustainable partnerships. Pre-test to post-test scores increased by an average of 1.4 points. Peer groups are effective in creating a safe environment and strengthening positive interactions between adolescents. This intervention has a positive impact on the psychosocial aspect and has the potential to be replicated in other orphanages as a form of promotive and preventive mental health. Cross-sectoral support, such as caregivers, educators, and health workers, is needed for sustainable programs and optimal results.Keywords: bullying; self-concept; orphanage; peer group; young women  Abstrak: Remaja putri di panti asuhan sering mengalami tantangan psikososial, seperti rendahnya konsep diri dan pengalaman bullying, yang memengaruhi kesejahteraan emosional dan sosial mereka. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan konsep diri melalui pendekatan peer group sebagai strategi manajemen diri terhadap dampak bullying. Metode yang digunakan meliputi diskusi kelompok terfokus (FGD), edukasi, pembentukan kelompok sebaya, role play, pendampingan, dan evaluasi. Hasil capaian menunjukkan peningkatan pemahaman konsep diri, terbentuknya peer group yang aktif dan suportif, peningkatan kemampuan manajemen diri, peningkatan rasa percaya diri, tersusunnya modul atau panduan peer group dan terjalinnya kemitraan berkelanjutan. Skor pre-test ke post-test naik rata-rata 1,4 poin. Peer group terbukti efektif menciptakan lingkungan aman dan memperkuat interaksi positif antarremaja. Intervensi ini memberikan dampak positif pada aspek psikososial dan berpotensi direplikasi di panti lain sebagai bentuk promotif dan preventif kesehatan mental. Dukungan lintas sektor seperti pengasuh, pendidik, dan tenaga kesehatan diperlukan agar program berkelanjutan dan hasilnya optimal.Kata kunci: bullying; konsep diri; panti asuhan; peer group; remaja putri
Kemitraan Masyarakat untuk Pemulihan Pasca Operasi Caesar: Berbagi pengetahuan dan Dukungan dalam Perawatan Setelah Persalinan: Community Partnership for Post-Caesarean Section Recovery: Sharing knowledge and Support in Postpartum care Zuhana, Nina; Aisyah, Risqi Dewi
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 12 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i12.8143

Abstract

Sectio cesarean section has a significant impact on the quality of life of mothers and children in the long term. Mothers undergoing SC require additional health care and a more intensive rehabilitation process due to complications that may arise during the procedure. Postpartum mothers' independence in self-care is influenced by many factors, one of which is knowledge and support from those closest to them. The purpose of this community service activity is to assist partners in SC's post-operative recovery efforts. The method used is to provide education about the importance of postoperative postoperative postoperative postpartum care and the support of those closest to you in postoperative recovery. The results obtained from this activity were a significant increase in the average knowledge between before and after the provision of education, which was 20.15. The average knowledge before being given education was 70.40 and after being given education, the average score was 90.55. This shows positive results It is necessary to carry out structured and routine continuous education activities for postpartum mothers and their families so that they have a deep understanding of postoperative care for cesarean section.
KELAS KADER UNTUK DETEKSI DINI RISIKO TINGGI KEHAMILAN Ersila, Wahyu; Suparni, Suparni; Zuhana, Nina
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kader kesehatan merupakan hasil dari proses pemberdayaan masyarakat yang diwujudkan melalui partisipasi aktif masyarakat. Proses pendampingan ibu hamil memang dilakukan oleh bidan desa, namun demikian dalam menggerakkan masyarakat tidak terlepas dari peran kader sebagai orang yang membawa misi kesehatan serta terdekat dengan masyarakat. Pengenalan kemungkinan terjadinya tanda bahaya kehamilan harus secara dini dan ditangani dengan benar oleh kader kesehatan. Apabila kader kesehatan kurang mampu melakukan deteksi dini terhadap komplikasi kehamilan, maka akan terjadi komplikasi yang lanjut yang akan mengakibatkan kematian ibu dan bayi. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang deteksi risiko tinggi kehamilan dan melakukan pendampingan kader pengisian Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR). Metode dalam pengabdian masyarakat ini adalah ceramah Tanya jawab, diskusi dan demonstrasi. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner dan lembar KSPR. Hasil Peningkatan pengetahuan kader mengenai KSPR dan kemampuan kader dalam mengisi KSPR pada kartu ibu hamil dengan benar. Terjadi peningkatan pengetahuan kader mengenai deteksi risiko tinggi kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir dengan peningkatan pengetahuan sebesar 4,46. Kesimpulan Kelas kader dapat menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan pengetahuan kader tentang deteksi risiko tinggi kehamilan sehingga kader dapat berperan aktif mendeteksi ibu hamil berisiko untuk menurunkan Angka Kematian Ibu dan bayi.
Tingkat Pengetahuan dan Sikap Terhadap Tindakan Pengobatan Mandiri Penyakit Kutu Air Syarifah, Nailati; Ningrum, Wulan Agustin; Zuhana, Nina; Muthoharoh, Ainun
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengobatan mandiri merupakan suatu tindakan penggunaan obat-obatan tanpa resep dokter yang dilakukan oleh masyarakat atas keinginan diri sendiri. Dalam melakukan pengobatan mandiri diperlukan pengetahuan dan sikap yang baik untuk menghasilkan tindakan pengobatan mandiri yang tepat. Pekalongan merupakan waterfrontcity yang memiliki risiko tinggi mengalami banjir rob. Salah satu dampak terjadinya banjir rob yaitu terjadinya penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap terhadap tindakan pengobatan mandiri penyakit kutu air akibat dampak rob di Kelurahan Panjang Wetan tahun 2020. Metode penelitian ini bersifat deskriptif korelatif dengan menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini berdasarkan teknik nonprobability sampling dengan menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah 96 responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik pengujian chi square. Hasil dari penelitian ini sebagian besar responden 75% memiliki tingkat pengetahuan kurang, sebagian besar responden 78% memiliki sikap yang negatif serta sebagian besar responden 75% memiliki tindakan yang negatif terhadap pengobatan mandiri. Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat terhadap tindakan pengobatan mandiri penyakit kutu air dengan nilai signifikasi sebesar 0,276 serta didapatkan nilai odds ratio sebesar 1,750, sedangkan ada hubungan antara sikap masyarakat terhadap tindakan pengobatan mandiri penyakit kutu air dengan nilai signifikasi sebesar 0,000).
HUBUNGAN PELAKSANAAN PERILAKU SEHAT DENGAN STATUS GIZI SEBAGAI UPAYA DETEKSI MASALAH GIZI PADA ANAK USIA DINI Zuhana, Nina; Fitriyani, F; Susiatmi, Sandi Ari
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuh kembangnya anak usia dini tergantung dari tiga pilar layanan, yaitu asupan gizi, layanan kesehatan dan stimulasi psikososial. Asupan zat gizi makanan pada seseorang dapat menentukan tercapainya tingkat kesehatan atau sering disebut dengan status gizi permasalahan gizi di Indonesia selain kurangnya asupan gizi, baik buruknya sanitasi lingkungan juga berpengaruh terhadap status gizi kurang pada balita. Anak yang menerapkan perilaku hidup sehat dan mendapatkan asupan gizi yang seimbang, maka rata-rata mempunyai status gizi yang baik. Pencegahan terjadinya status gizi buruk maupun gizi lebih pada usia anak sekolah dengan menerapkan perilaku hidup sehat dalam keseharian anak. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Apakah ada Hubungan Pelaksanaan Perilaku Sehat Dengan Status Gizi Sebagai Upaya Deteksi Dini Masalah Gizi Pada Anak Usia Dini. Penelitian ini akan dilakukan di PAUD/TK ABA Bligo Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan. Dengan menggunakan sampel teknik total populasi. Analisa data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian tidak terdapat hubungan antara perilaku sehat dengan status gizi pada anak usia dini dengan nilai p value 0,340 (p>0,05) diharapkan adanya Kerjasama dari pihak sekolah dengan orang tua dalam membentuk perilaku hidup sehat anak usia dini.