Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Skrining Kesehatan Masyarakat Perkotaan Di Lokasi Central Bussiness District (CBD) Dan Pemukiman Di Jakarta Barat Theresia Theresia; Grace Solely
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.014 KB)

Abstract

Komunitas perkotaan saat ini menghadapi sebuah tantangan epidemik terhadap Penyakit Tidak Menular (PTM) yang faktor resiko utamanya adalah gaya hidup. PTM yang memiliki prevalensi paling tinggi pada komunitas perkotaan antara lain hipertensi, diabetes, jantung, dan stroke. PTM tidak hanya menjadi ancaman pada status kesehatan masyarakat perkotaan, namun juga menjadi beban bagi ekonomi. Tantangan epidemik tersebut harus ditangani secara bertahap oleh berbagai pihak. Skrining kesehatan menjadi tahapan pengkajian awal untuk intervensi terhadap faktor resiko PTM. Skrining kesehatan masyarakat perkotaan ini dilakukan dalam kegiatan dua Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Jakarta Barat. Pertama, PKM berkerja sama dengan pengelola Lippo Mall Puri dalam tajuk UPH Expossure, skrining kesehatan dilakukan terhadap 58 orang. Kedua, skrining kesehatan sebagai bagian dari bakti sosial bagi warga kurang mampu di sekitar Sekolah Dian Harapan (SDH) Daan Mogot terhadap 35 warga. Skrining kesehatan dilakukan di dua tempat yang menurut tata ruang kota wilayah Jakarta Barat yang berbeda yaitu di Atrium Lippo Mall Puri, yang merupakan daerah Central Bussiness District (CBD) dan SDH Daan Mogot Kalideres yang merupakan daerah pemukiman. Warga yang mendapatkan skrining kesehatan di Area CBD yang terbanyak 14 orang (24,1%) dosen dan 19 orang(32,8%) pegawai swasta. Sementara, warga yang mendapatkan skirining kesehatan di SDH Daan Mogot terbanyak yaitu Ibu rumah Tangga 15 orang (42,8%) dan buruh (8,5%). Komunitas perkotaan bertempat tinggal dalam wilayah CBD dan pemukiman di Jakarta Barat melalui kedua PKM di atas memberikan data faktor resiko gaya hidup yang berbeda.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Untuk Masyarakat Marisa Junianti Manik; Siska Natalia; Renova Sibuea; Theresia Theresia
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.286 KB)

Abstract

Banyak orang yang mengalami henti jantung di rumah, tempat bekerja atau tempat umum tidak tertolong jiwanya karena tidak mendapatkan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dari seseorang. Henti jantung merupakan penyebab kematian terbanyak di dunia, oleh karena itu kelangsungan hidup tergantung pada adanya RJP yang segera dari siapapun. Jika dilakukan dalam beberap menit pertama, dapat dua atau tiga kali meningkatkan angka kelangsungan hidup seseorang. Studi oleh American Heart Association (AHA) tahun 2010 melaporkan bahwa orang dewasa yang menerima RJP dengan jenis kompresi saja dari seseorang, lebih bertahan daripada yang tidak menerima RJP jenis apapun. Studi lainnya juga memperlihatkan bahwa angka keselamatan dari orang dewasa yang henti jantung dan ditolong oleh seseorang yang bukan tenaga kesehatan hasilnya mirip, baik yang jenis Hands-Only CPR (Cardio Pulmonary Resuscitation) maupun CPR konvensional. Oleh karena itu, masyarakat perlu diajarkan bagaimana mengenali seseorang henti jantung dan bagaimana melakukan pertolongan Hands-Only CPR, sehingga akan banyak jiwa manusia yang tertolong. Fakultas Keperawatan UPH melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan pengenalan dan pembelajaran mengenai pertolongan pada korban henti nafas dan jantung di masyarakat melalui pelatihan Bantuan Hidup Dasar atau RJP dengan jenis kompresi saja. Kegiatan ini sudah dilakukan dengan melatih 367 orang di area sekitar Karawaci dan Tangerang Selatan. Peserta merasakan manfaat dari kegiatan PKM ini dan mengharapkan kegiatan ini diadakan secara periodik sehingga materi dan tehnik RJP tetap dimiliki oleh peserta.
Edukasi Diabetes, Pemeriksaan Gula Darah Dan Kolesterol Di Gereja Kristen Pasundan Yeruel Cibubur Michael Recard Sihombing; Theresia Theresia; Riama Marlyn Sihombing; Ineke Patrisia
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.421 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.434

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit yang dapat mengakibatkan terjadinya berbagai penyulit menahun dan juga biasa disebut the silent killer sehingga perlu dilakukan tindakan pencegahan yang efektif dan efisien. Tim PkM dari Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Universitas Pelita Harapan bekerja sama dengan Komisi Pelayanan Kesehatan Gereja Kristen Pasundan Yeruel Cibubur telah melakukan edukasi dan pemeriksaan pada tanggal 3 November 2018. Pada saat kegiatan ditemukan peserta berjenis kelamin perempuan (66,67%) lebih banyak dibandingkan dengan peserta berjenis kelamin laki-laki (33,33%), distribusi kelompok umur ditemukan jumlah yang terbanyak (41,67%) peserta berusia antara 45 – 59 tahun. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan ditemukan kurang dari setengah (40%) peserta memiliki tekanan darah prehipertensi, kurang dari setengah (45%) mempunyai IMT normal, lebih dari setengah (78,33%) kolesterol normal dan hanya sebagian kecil (3,33%) ditemukan kadar gula darah sewaktu yang meningkat sedangkan lebih dari setengah (66,67%) kadar asam urat dalam batas normal. Dari kegiatan edukasi diabetes dan pelatihan pengukuran tekanan darah menunjukkan adanya peningkatan nilai pre-test dan post test. Kegiatan pengabdian masyarakat berjalan dengan lancar dan terjalin kerjasama tim yang baik. Untuk kegiatan selanjutnya komisi kesehatan perlu melakukan pengukuran tekanan darah secara rutin kepada anggota jemaat khususnya penderita hipertensi agar jemaat terhindar dari komplikasi penyakit hipertensi.
PEKERJA SEHAT PRODUKTIVITAS KERJA MENINGKAT: EDUKASI PANDUAN ERGONOMI KEPADA KARYAWAN Gracia Aktri Margareth Manihuruk; Theresia Theresia; Maria Maxmila Yoche; Fransiska Ompusunggu; Lina Berliana Togatorop; Fernaldi Dopong; Varel Hizkia Putra Rahawarin
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 6, No 3 (2022): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v6i3.6234

Abstract

Ergonomi bermanfaat untuk meningkatkan keselamatan kerja dan produktivitas karyawan. Pekerjaan yang tidak dilakukan sesuai prinsip ergonomi akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang akan merugikan pekerja dan organisasi. Edukasi program ergonomi dinilai efektif dalam mengurangi masalah kesehatan akibat pekerjaan terutama di bidang konstruksi sehingga hal ini diharapkan menciptakan perilaku serta budaya kerja yang aman. Pekerja di warehouse dan di kantor berisiko mengalami gangguan otot, sendi, dan tulang akibat pola gerak yang tidak ergonomis. Para pekerja yang belum pernah menerima edukasi panduan ergonomi dan skrining kesehatan serta K3 yang belum terselenggara menjadi perhatian bagi tim PKM. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui status kesehatan dan meningkatkan pengetahuan para pekerja mengenai ergonomi di lingkungan kerja. Kegiatan edukasi panduan ergonomi terdiri dari pemaparan materi, demonstrasi, pemberian poster, pelaksanaan pre-test dan post-test, serta pemeriksaan kesehatan. Hasil yang didapatkan adalah terjadi peningkatan nilai rerata post-test sebesar 2.74 apabila dibandingkan dengan nilai rerata pre-test. Selain itu, setelah edukasi terjadi peningkatan nilai minimum dari 25 pada pre-test menjadi 50 pada post-test. Sebagian besar peserta pemeriksaan kesehatan berada dalam kategori obesitas (47%). Hal ini menjadi masukan serta bahan pertimbangan bagi mitra dalam pengambilan keputusan untuk keselamatan karyawan dan efisiensi perusahaan.    
The Effect of Monitoring Education on Menstrual Health Awareness Among College Students in Banten Dora Samaria; Theresia Theresia; Doralita Doralita
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 22 No 3 (2019): November
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v22i3.706

Abstract

Previous studies have shown that female college students have a low awareness of menstrual health. This situation must be resolved to prevent negative effects on their reproductive health. The objective of this study was to identify the effect of menstrual flow monitoring education on menstrual health awareness using lectures, demonstrations, and exercises. The researcher used menstrual flow charts and menstrual calendars as learning media. This study used a quasi-experimental design with only one group pretest and posttest. The sample was made up of 117 female college students from the Economic Education Study Program at University X; the individuals were selected by a purposive sampling technique. The data were analyzed using a paired t-test. There was a significant difference in menstrual health awareness score between pretest and posttest (p= 0.017). The researchers recommend that future study should include the performance of a randomized control trial on a larger population. Abstrak Pengaruh Edukasi Monitoring Terhadap Kesadaran Kesehatan Menstruasi pada Mahasiswa di Banten. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa mahasiswi memiliki kesadaran rendah akan kesehatan menstruasi. Kondisi ini harus diselesaikan untuk mencegah dampak negatif pada kesehatan reproduksi mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh pengaruh edukasi menstrual flow monitoring terhadap kesadaran kesehatan menstruasi menggunakan ceramah, demonstrasi, dan latihan. Peneliti menggunakan menstrual flow chart dan kalender menstruasi sebagai media pembelajaran. Desain penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan satu kelompok pretest dan posttest. Sampel penelitian meliputi 117 mahasiswi Program Studi Pendidikan Ekonomi, Universitas X yang diseleksi menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Paired t-test. Terdapat perbedaan yang signifikan skor kesadaran kesehatan menstruasi antara pretest dan posttest (p = 0.017). Peneliti merekomendasikan desain randomized control trial pada populasi yang lebih besar untuk penelitian selanjutnya. Kata kunci: kesadaran kesehatan menstruasi, menstrual flow monitoring, edukasi
MANAJEMEN RESPIRASI PASIEN THROMBUS VENA MESENTERIKA-PORTA DAN SUSPEK LIMFOMA: STUDI KASUS [RESPIRATION MANAGEMENT OF MESENTERIC-PORTAL VEIN THROMBUS PATIENTS WITH SUSPECTED LYMPHOMA: A CASE STUDY] Agatha Permata; Avina Anugrahni; Christin Natalia; Theresia Theresia
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v11i1.6788

Abstract

Mesenteric Vein Thrombosis (MVT) is described as a condition where a blood clot forms in the mesenteric vein, which potentially leads to intestinal infarction. Common clinical manifestations of MVT include abdominal pain, constipation, anorexia, nausea and vomiting, melena, and fever. Meanwhile, specific manifestations cover pressure-induced abdominal pain, abdominal distension, and ascites. In this case study, the patient's oxygen saturation remains in the range of 90-91% in room air. Decreased oxygen saturation implies the need for respiratory management to prevent medical emergencies due to respiratory decline. The management of this nursing care is to prevent decreased respiratory conditions and detect worsening respiratory conditions in patients with MVT, portal vein thrombus, and suspected lymphoma. Mr. M (40 years old) with abdominal pain et causa mesenteric and portal vein thrombosis, lymphoma suspect complained of abdominal pain, distended, and tenderness for 1.5 months, as well as intolerable pain complemented with nausea for one week. Patient’s oxygen saturation remains in 90-91% on the first 2 days of case study. Abdominal CT- Scan indicates pancreatitis, lymphoma suspect, pleural effusion on right and left lung base, and compression atelectasis on left lung lobe. No respiratory decline after 3 days of case study (no additional respiratory muscles utilized, nostrils breathing, chest retraction, oxygen saturation <90%, peripheral nor central cyanosis, decreased consciousness). Respiratory management is effective in preventing respiratory decline. Further studies needed to explore more about MVT and its nursing implication in Indonesia.BAHASA INDONESIA ABSTRAK Thrombus vena mesenterika atau Mesenteric Vein Thrombosis (MVT) adalah kondisi terbentuknya bekuan darah di vena mesenterika, dengan bahaya infark usus. Manifestasi klinis thrombus vena mesenterika akut yang paling sering muncul adalah adanya nyeri abdomen, konstipasi, anoreksia, mual, muntah, melena dan demam. Manifestasi klinis secara spesifik pada abdomen terdapat nyeri tekan pada abdomen, distensi abdomen, dan asites. Pada studi kasus ini, saturasi oksigen pasien pada room air 90-91%. Adanya penurunan oksigen menjadi indikasi tindakan keperawatan yang berfokus pada kondisi respirasi dan oksigenasi pasien dengan melakukan manajemen respirasi. kelolaan asuhan keperawatan ini yaitu mencegah penurunan kondisi pernapasan dan mendeteksi perburukan kondisi pernapasan pernapasan pada pasien MVT, thrombus vena porta, dan suspek limfoma. Pasien Tn.M usia 40 tahun dengan abdominal pain et causa thrombus vena mesenterika-porta suspek limfoma mengatakan keluhan perut terasa keras, begah, nyeri sejak lebaran dalam kurun kurang 1,5 bulan, dan perut mulai nyeri hebat, mual dan tidak bisa tertahankan sejak satu minggu. Pada pemeriksaan vital sign pada hari kedua hingga hari ketiga pengkajian, saturasi oksigen pasien secara room air berada pada 90-91%. Hasil CT Scan menunjukkan pankreatitis dan suspek lymphoma, efusi pleura kanan dan kiri paru, serta kompresi atelektasis di lapang paru kiri pasien. Manajemen repsirasi dilakukan selama tiga hari dan tidak ditemukan adanya perburukan kondisi pernapasan. Penerapan manajemen respirasi yang dilakukan selama tiga hari tidak ditemukan adanya perburukan kondisi pernapasan (tidak ada penggunaan otot bantu napas, tidak ada pernapasan cuping hidung, tidak ada retraksi dada, saturasi oksigen <90%, sianosis perifer/sentral, maupun penurunan kesadaran). Manajemen respirasi dapat dilakukan untuk mencegah adanya perburukan  kondisi pernapasan.
Gambaran Karakteristik Gejala Long Covid yang dialami oleh Mahasiswa Keperawatan di Satu Universitas Indonesia Bagian Barat Hosanna Lumban Gaol; Iman Herlina Harefa; Jesica Aprilia Manullang; Eva Gultom; Theresia
JURNAL KEPERAWATAN CIKINI Vol. 4 No. 02 (2023): Jurnal Keperawatan Cikini
Publisher : JURNAL KEPERAWATAN CIKINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55644/jkc.v4i02.115

Abstract

Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus (SARS-CoV-2) menjadi penyebab terjadinya COVID-19 yang mengakibatkan penurunan fungsi tubuh manusia. Setelah dinyatakan sembuh atau negatif dari COVID-19 gejala yang berkepanjangan disebut dengan Long-Covid. Long-Covid didapati setelah dinyatakan sembuh sampai rentang waktu enam bulan. Gejala Long-Covid yang timbul memiliki beberapa variasi mulai dari gejala fisik, psikologis, dan sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran karakteristik dari gejala Long-Covid yang dialami oleh mahasiswa keperawatan di satu Universitas Indonesia bagian Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik analisa data univariat. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa keperawatan angkatan 2019 di satu Universitas Indonesia bagian Barat yang telah terkonfirmasi positif COVID-19 pada Januari-September 2021 dan telah dinyatakan sembuh dengan jumlah 62 orang mahasiswa. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa keperawatan di satu Universitas Indonesia Bagian Barat sebagian besar merasakan gejala Long-Covid yaitu 88,70 % (55 orang) dengan karakteristik sebagian besar gejala fisik mudah Lelah (61,81 %), gejala psikologis trauma (41,81), dan gejala sosial diskriminasi (7,27 %). Gejala lain yang dirasakan adalah flu dan batuk, gangguan penciuman dan perasa, serta kerontokkan rambut. Diharapkan pada penelitian selanjutnya dapat mengkaji gambaran karakteristik gejala Long-Covid dengan metode kualitatif atau cohort.
Tatalaksana Komorbid pada Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Martina Pakpahan; Ni Gusti Ayu Eka; Theresia Theresia; Belet Lydia Ingrit; Mega Sampepadang
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10618

Abstract

ABSTRAK Seiring perkembangan kasus COVID-19, terdapat 10-20% kasus memiliki fenomena 75% pasien COVID-19 yang dirawat memiliki setidaknya satu komorbid. Hal ini meningkatkan morbiditas dan mortalitas kasus COVID-19 dan pembiayaan kesehatan. Pemerintah dan tenaga medis terus berupaya meminimalkan komplikasi akibat komorbid COVID-19 tersebut melalui program vaksinasi, sosialisasi protokol kesehatan, kebijakan PPKM dan perawatan yang intensif. Pengabdian kepada masyarakat (PkM) dalam bentuk webinar dengan topik ‘tatalaksana komplikasi komorbid pada pasien terkonfirmasi COVID-19’ merupakan kerjasama antara Fakultas keperawatan dan Fakultas kedokteran UPH. Edukasi diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam mengenal komplikasi akibat komorbid pada pasien terkonfirmasi COVID-19 serta tatalaksananya sehingga dapat menolong diri sendiri, keluarga dan orang lain di sekitarnya. Hal ini kemudian secara tidak langsung dapat menurunkan morbiditas dan mortalitas terkait COVID-19. Webinar dilaksanakan pada 4 November menggunakan zoom. Webinar diikuti sebanyak 73 peserta yang berasal dari beragam daerah di Indonesia, dengan karakteristik mayoritas yaitu; berasal dari Jabodetabek (89,04%), perempuan (74%), usia < 20 tahun (53,42%), mahasiswa (57,53%), memiliki Riwayat terinfeksi COVID-19 (65,8%) dan tidak memiliki penyakit lain sebagai komorbid (67,12%).Pengetahuan peserta masuk kategori baik dimana memiliki nilai pre-test; Mean 77,26 dan Median 80. Nilai post-test; Mean 81,06 dan Median 90. Edukasi yang diberikan berdampak dalam meningkatkan pengetahuan melalui edukasi yaitu sebesar 3,8 point nilai mean dan sebesar 10 point nilai median. Edukasi kesehatan dapat terus dilakukan dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalan tatalaksana komorbid pada COVID-19. Kata Kunci: Komorbid COVID-19, Pasien terkonfirmasi  ABSTRACT As COVID-19 cases develop, 10-20% of cases have the phenomenon of 75% of treated COVID-19 patients having at least one comorbidity. This increases the morbidity and mortality of COVID-19 cases and health financing. The government and medical personnel continue to strive to minimize complications due to COVID-19 comorbidities through vaccination programs, socialization of health protocols, PPKM policies and intensive care. This community service in the form of a webinar with the topic 'management of comorbid complications in confirmed COVID-19 patients' is a collaboration between the Faculty of Nursing and the Faculty of Medicine of UPH. Education is intended to promote community understanding and awareness. in recognizing complications due to comorbidities in confirmed COVID-19 patients and their management so that they can help themselves, their families, and others around them. This can thus indirectly reduce COVID-19 mortality and morbidity. The webinar was held on November 4 using zoom. The webinar was attended by 73 participants from various regions in Indonesia, with the majority characteristics namely, coming from Jabodetabek (89.04%), female (74%), age <20 years (53.42%), university students (57.53%), having a history of COVID-19 infection (65.8%) and not having other diseases as comorbidities (67.12%). Participants' knowledge is in the good category where it has a pre-test value; Mean 77.26 and Median 80. Post-test value; Mean 81.06 and Median 90. The education provided has an impact in increasing knowledge through education, namely by 3.8 points of mean value and by 10 points of median value. Health education can continue to be carried out in increasing public knowledge and awareness in managing comorbidities in COVID-19. Keywords: COVID-19 comorbidities, confirmed patients
Gambaran Kepatuhan Warga dalam Menjalankan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19 di Satu Desa di Nias Agus Helly Putri Amin Zebua; Theresia Ivolika Zebua; Wawan Septrianus Lase; Eva Chris Veronica Gultom; Theresia Theresia
JURNAL KEPERAWATAN CIKINI Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Keperawatan Cikini
Publisher : JURNAL KEPERAWATAN CIKINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55644/jkc.v4i1.96

Abstract

COVID-19 merupakan virus RNA mematikan dan membahayakan yang menyerang sistem pernapasan manusia. Pemerintah menerapkan kebijakan protokol kesehatan 5M pencegahan COVID-19, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi gambaran kepatuhan warga dalam menjalankan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 di satu desa Indonesia bagian barat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan 153 sampel. Instrumen penelitian ini dibuat berdasarkan aturan pelaksanaan protokol kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pendistribusian kuesioner dilakukan secara daring menggunakan google form. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan analisis univariat. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Maret 2022. Hasil penelitian menunjukkan warga Desa Sihare’o Siwahili patuh dalam menjalankan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dengan persentase 52,28%. 84,3% responden patuh dalam memakai masker, 54,24% responden patuh dalam mencuci tangan, 56,20% responden patuh dalam menjaga jarak, 73,85% responden patuh dalam menghindari kerumunan, dan 60,78% responden patuh dalam mengurangi mobilitas. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran kepatuhan warga desa termasuk dalam kategori patuh. Disarankan kepada warga desa untuk tetap patuh dalam menjalankan protokol kesehatan pencegahan COVID-19, pemerintah disarankan untuk mempertahankan strategi dan memperketat kebijakan, dan tenaga kesehatan disarankan dapat mensosialisasikan kepada masyarakat terkait mutasi COVID-19.
DETEKSI DINI TINGKAT STRES DAN EDUKASI KESEHATAN: MANAJAMEN STRES UNTUK MENTAL YANG SEHAT Evanny Indah Manurung; Ballsy Cicilia Albertina Pangkey; Martina Pakpahan; Theresia Theresia; Eva Chris Veronica Gultom
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16509

Abstract

Abstrak: Wanita memiliki peranan penting dalam sebuah keluarga, baik sebagai ibu, istri, dan sebagai bagian dari anggota masyakarat. Beberapa kabar yang kita dengar dan bukti yang ada menunjukkan bahwa wanita lebih rentan mengalami kecemasan dan depresi serta keluhan somatik dan fisik yang terkadang tidak dapat dijelaskan secara medis. Tujuan dilakukan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kesehatan terkait manajemen stres dan melakukan pengkajian tingkat stres. Metode yang dilakukan dengan metode penyuluhan kepada 50 orang suatu gereja di Kabupaten Tangerang. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, peserta diminta untuk mengisi lebar pretest dan postest, mengisi lembar pengkajian tingkat stres, mendengarkan materi tentang manajemen stres, serta melakukan diskusi dan tanya jawan terkait materi. Berdasarkan hasil nilai pretest dan postest terjadi penurunan 2 poin pada rata-rata nilai postest (78) dari rata-rata nilai pretest (80). Oleh karena itu, perlu menyesuaikan metode sosialisasi dengan karakteristik respon dari segi usia.Abstract: Women play an important role in a family, as mothers, wives, and members of the community. Some of the news we hear and the available evidence shows that women are more prone to anxiety and depression as well as somatic and physical complaints that sometimes cannot be explained medically. The purpose of this Community Service is to provide health education related to stress management and assess stress levels. The method used was counseling to 50 people from a church in Tangerang Regency. In the implementation of this activity, participants were asked to fill out a wide pretest and postest, fill out a stress level assessment sheet, listen to material on stress management, and conduct discussions and questions related to the material. Based on the results of the pretest and posttest scores, there was a 2-point decrease in the average posttest score (78) from the average pretest score (80). Therefore, it is necessary to adjust the socialization method with the characteristics of the response in terms of age.