p-Index From 2021 - 2026
8.919
P-Index
This Author published in this journals
All Journal E-Jurnal Kajian Budaya Jurnal Keperawatan Indonesia POSITRON BUNGAMPUTI Pendidikan Sejarah Jurnal Pelangi Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan Jurnal Mechanical Bakaba: Jurnal Sejarah Kebudayaan dan Kependidikan Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Jurnal Biologi Tropis Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Ilmu Budaya Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Journal of Moral and Civic Education Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Puitika Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Jurnal Seni Nasional Cikini Journal On Teacher Education (Jote) Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak (JIPA) Indonesian Journal of Global Health research Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Eduproxima : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA AT-TIJARAH: Jurnal Penelitian Keuangan dan Perbankan Syariah Heuristik : Jurnal Pendidikan Sejarah Journal of Pragmatics and Discourse Research Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Counseling Care HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Jurnal Nusantara Berbakti Jurnal Horizon Pendidikan Jurnal Bakaba : Jurnal Sejarah, Kebudayaan dan Kependidikan RANGKIANG: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Journal of Humanity Studies Inovasi Kesehatan Global Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Science, Technology, and Communication Journal Jurnal Intelek Insan Cendikia Jurnal Pengabdian Bakti Akademisi Bhandar: Harvesting Community Service in Asia Jurnal Keperawatan Sehat Mandiri Jurnal Bakti UPPR Edumaspul: Jurnal Pendidikan Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Claim Missing Document
Check
Articles

MEMORI KOLEKTIF MASYARAKAT DALAM PERISTIWA GEMPA 2009 DI KOTA PADANG (STUDI KASUS KECAMATAN PADANG BARAT) Muhammad Zaitul Ikhlas; Liza Husnita; Zulfa Zulfa
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 1 (2022): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v7i1.34595

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peristiwa gempa 2009 di Padang Barat merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kota Padang. Gempa yang mengguncang Kota Padang pada tahun 2009 begitu besar gampaknya di rasakan oleh warga Padang Barat, karena Padang Barat merupakan daerah yang terlatak dipinggiran pantai. Pasca gempa 2009 Padang Barat mengalamai kerusakan yang begitu besar dan meninggalkan rasa trauma tersendiri bagi masyarakat Padang Barat. Sering terjadinya gempa yang mengguncang Kota Padang maka peneliti  melihat begitu pentingnya ingatan masyakat atas peristiwa gempa yang sering terjadi di Kota Padang. Rumusan masalahnya adalah Bagaimana ingatan masyarakat dalam peristiwa gempa 2009 di Kecamatan  Padang Barat. Bagaimana perasaan masyarakat dibalik peristiwa gempa 2009 di Kecamatan Padang Barat. Tujuan penelitian ini adalah Penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana memori kolektif atau  ingatan masyarakat dalam peristiwa gempa 2009 di Kota Padang khususnya di Kecamatan Padang Barat serta mengetahui sejauh mana masyakat Kecamatan Padang Barat mengingat peristiwa gempa 2009. Untuk sebagai bahan  informasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan meningkatkan kembali ingatan masyarakat dalam peristiwa gempa. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah : heuristik,kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini menjelaskan mengenai memori kolektif masyarakat dalam peristiwa gempa 2009 di Kota Padang. Kejadian gempa 2009 beserta dampaknya, memberi pengalaman bagi masyarakat semua, bahwa terkadang naluri dalam menghindari saja tidak cukup tanpa dibarengi oleh pengetahuan yang benar dalam mewaspadai ancaman gempa. Sering dengan gempa yang terus menerus melanda negri ini, banyak personal dan lembaga yang mencurahkan perhatiannya mengkaji upaya pengurangan resiko bencana. Mereka berpijak pada paradigma bahwasanya gempa tidak bisa diprediksi kapan pasti terjadinya, kekuattannya, pusatnya, tapi mereka sepakat dampak gempa tersebut adalah pasti merusak dan menimbulkan trauma bagi korban.
PEMANFAATAN HANDPHONE (HP) DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH SISWA KELAS XI IPS SMAN 6 SOLOK SELATAN Ari Perwanto; Zulfa Zulfa; Juliandry Kurniawan Junaidy
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 1 (2022): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v7i1.34596

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentangpenggunaan teknologi informasi dalam pembelajaran sejarah. Rendahnya minat belajar sejarah siswa masih dialami oleh siswa kelas XI SMA N 6 Solok Selatan, maka untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dilakukan upaya, salah satu upaya yaitu dengan penggunaan atau pemanfaatan media pembelajaran yang dapat meningkatkan minat belajar siswa terutama dalam belajar sejarah.Penulisan ini bertujuan untuk: melihat pemanfaatan handphone dalam pembelajaran sejarah siswa kelas XI IPS SMA N 6 Solok Selatan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif.Teknik pengumpulan data adalah melalui wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan dengan informan sebanyak 7 orang, informan dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik Purposive sampling. Model analisis data yaitu melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil pembahasan yang dilakukan dapat diketahui bahwa, pemanfaatan HP dalam belajar banyak menimbulkan dampak bagi siswa, salah satunya yaitu terhadap minat belajar siswa yang cukup stabil dan baik, hal ini terlihat dari sikap yang ditunjukan oleh siswa yaitu: a) siswa mempunyai kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan materi pelajaran yang di sampaikan melalui media HP(Handphone). b) Adanya rasa ketertarikan siswa terhadap materi yang disampaikan oleh guru melalui pemanfatan HP(Handphone). c) siswa merasa senang mengikuti materi pelajaran yang disampaikan oleh guru. Hal ini membuktikan bahwa teknologi informasi dapat dijadikan sebagai media pembelajaran yang efektif bagi guru selama proses pembelajaran sejarah agar minat belajar sejarah bisa untuk lebih ditingkatkan lagi.
Pengaruh Penggunaan Metode Reading Questioning and Answering (RQA) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas XI IIS di SMA N 3 Padang Resi Ramadanis Arwis; Meldawati Meldawati; Zulfa Zulfa
HEURISTIK: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 1 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/hjps.1.2.63-70

Abstract

This study looked at the effect of using the Reading Questioning and Answering (RQA) method on student learning outcomes in history learning in class XI IIS at SMA Negeri Padang. Based on the results of processed research data with a predetermined formula and the help of Microsoft Excel, it was found that the results showed that there was an effect of the reading, questioning, and answering (RQA) method on the history learning outcomes of class XI IIS students at SMA Negeri 3 Padang. Learning with the Reading, Questioning, and Answering (RQA) method is good for the learning process because with the Reading Questioning and Answering (RQA) strategy learning method students participate actively in the learning process and make students more serious in reading and understanding the reading content, and find concepts about the material being studied. In addition, the presence of students making questions and answering these questions themselves can strengthen students' cognitive abilities and can empower their thinking skills deliberately. And through the independent application of this method by making questions and answers individually, students are more competent in a sporting way to get awards. Meanwhile, the application of the Reading Questioning and Answering (RQA) method with a system of dividing students into several groups can foster a system of cooperation and social attitudes among students in doing the assignments given by the teacher. The results of this study are very important because there is an influence from each variable, namely between the independent variable and the dependent variable.
Budaya Minangkabau: Peradaban Dan Nilai-nilai Pendidikan Generasi Baru Zulfa Zulfa; Livia Ersi
Bakaba : Jurnal Sejarah, Kebudayaan dan Kependidikan Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/bakaba.2021.v9i2.5874

Abstract

The problems that occur in the world of higher education at this time are very alarming. One of them is a PhD student in the UK. Cases that tarnish the world of education at the international level. The purpose of this study is to describe civilization and educational values for the new generation so that the moral problems that occur in Indonesia can be reduced. This research method is a qualitative research with a historical and sociological approach. The results of this study indicate that with local culture civilization and educational values will be realized for the better. The local culture is Minangkabau Culture from elementary school to university level. This is very important so that the ideal character education can be realized in accordance with the 18 character values based on the National Education System Law. Minangkabau Culture Learning in Higher Education is carried out using the Simulation Project-Based Learning (PBPS) model. PBPS is a project or task-based learning that is directly applied in the form of a simulation for each student. In this study, there are no exams, only simulations and practicals so that students can understand every custom and procession that is simulated so that the ideal character improvement can be realized. Using PBPS learning will provide independence for students to identify character values that come from the values of life in the family environment or in Minangkabau society. 
Filsafat Pancasila Sebagai Landasan Bernegara yang Demokatis Zulfa Zulfa
Bakaba : Jurnal Sejarah, Kebudayaan dan Kependidikan Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.992 KB) | DOI: 10.22202/bakaba.2017.v6i2.2421

Abstract

Filsafat pancasila adalah merupakan hal yang paling penting sebagai landasan bernegara yang demokratis. Pancasila perlu disosialisasikan agar dipahami oleh dunia sebagai landasan filosofis bangsa Indonesia dalam mempertahankan eksistensi dan mengembangkan dirinya menjadi bangsa yang sejahtera dan modern. Penulisan ini berdasarkan pada studi literatur. filsafat merupakan lapangan utama pemikiran dan penyelidikan manusia.  Dalam  kehidupan berbangsa dan bernegara, filsafat menjadi acuan dalam melaksanakan pembangunan dan pedidikan. Ajaran filsafat yang komprehensif  telah menghantarkannya menduduki status yang tinggi dalam kehidupan kebudyaan manusia, yakni sebagai ideologi. Bangsa dan negara Indonesia yang telah menyatakan bahwa ideologi dan jatidiri bangsa adalah Pancasila tentu harus merujuk segala sistem dan tatanan kehidupan bangsa kepada Pancasila. Ini telah dibuktikan dengan menuangkannya dalam UUD 1945 dan secara perlahan mulai menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Desa Sioban Kecamatan Sipora Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai Tahun 1999-2018 Yulisa Teti; Refni Yulia; Zulfa zulfa
Bakaba : Jurnal Sejarah, Kebudayaan dan Kependidikan Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/bakaba.2020.v8i2.4364

Abstract

Sioban village has existed since 1945, when the goverment system  was still in the form of a Nagari, since 1999, Sioban village began to undergo canges, because Mentawai District had separated it self from Padang Pariaman Regency and established its own district, namely the Mentawai Island Regency. The Mentawai Island carry out governance, starting from thr division of the sub-district in 2009 in the Mentawai Islands, including the Sipora sub-district, which is the capital of the Sioban sub-district, which is divided into the North Sipora District and the South Sipora District. Based on the results of research since the establishment of the Mentawai Island District, the aim of which is to get out of its backwardness, has not been seen in Sioban Village, South Sipora Subdistrict, because it is seen from the development of the village, infrastructure and social communities that are still langging behind. You can see that in the village at this time there is no internet network, tlephone network is still difficult. Judging from the original Mentawai traditions, the village community, the village community has no longer been preserving these original traditions since the exixtence of government policies.
Potensi Komik untuk Edukasi Pengetahuan Kekayaan Tradisi Lisan Minangkabau Studi Kasus Musik Talempong dan Dendang Ratok Zulfa; Madia Patra Ismar; Anusirwan; Arison Ibnur; Wili Sandra
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 7 No. 2
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52969/jsnc.v7i2.144

Abstract

Budaya Minangkabau merupakan sumber yang menarik untuk terus digali potensinya agar terus berkelanjutan, hidup serta berkembang bertahan dalam dinamika zaman. Salah satu media yang dapat menjadi wadah edukasi untuk mewariskan pengetahuan tradisi Minangkabau adalah komik. Artikel ini akan membahas pertanyaan bagaimana komik memiliki potensi untuk turut berperan dalam pelestarian pengetahuan tradisi dan lebih khusus lagi, mengambil contoh ekspresi musik tradisi Minangkabau. Metode Penelitian untuk memperoleh data sebagai sumber penulisan artikel ini, dilakukan dengan melakukan penelusuran literatur, teori yang berkaitan dan sumber-sumber primer yang diperoleh langsung di lapangan.
KENDALA-KENDALA DALAM PELAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIF TIPE EVERYONE IS A TEACHER HERE (ETH) DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KELASX IPS 3 SMAN 2 TEBO Rindi Antika; Zulfa Zulfa; Jaenam Jaenam
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2022): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v7i2.37761

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran sejarah dengan model everyone is a teacher here di Kelas X IPS 3 SMA Negeri 2 Tebo, mendeskripsikan kendala-kendala dalam pelaksanaan pembelajaran sejarah dengan menggunakan model everyone is a teacher here, dan mendeskripsikan upaya-upaya untuk menanggulangi kendalakendala dalam menerapkan model everyone is a teacher here di kelas X IPS 3 dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian ditemukan bahwa: 1) Model pembelajaran everyone is a teacher here sudah digunakan oleh guru sejarah dalam kegiatan belajar mengajar bisa dilihat dari RPP yang telah dibuat. 2) Kendala yang terjadi adalah dari faktor guru seperti keterbatasan waktu, pertanyaan yang diajukan menyimpang dan banyak peserta didik yang takut untukmengemukakan pendapatnya di depan kelas sedangkan faktor dari peserta didik adalah peserta didik merasa tidak percaya diri untuk berbicara di depan kelas, rendahnya minat dan motivasi belajar peserta didik dan lebih suka guru yang menjelaskan materi. 3) Upaya untuk mengatasi kendala tersebut adalah utuk kelas yang besar, guru bisa membagi kelompok untuk mempersingkat waktu, guru harus mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar peserta didik agar lebih semangat dalam belajar, untuk peserta didik yang masih takut untuk berbicara di depa kelas, boleh bertanya dengan teman sekelompoknya dan boleh menjadi jawabannya di buku maupun internet. Bedasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan dengan model everyone is a teacher here dapat membuat peserta didik menjadi lebih aktif dan mampu berfikir kritis.
RANCANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK SIMULASI (PBPS) PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS XI SMA DIAN ANDALAS PADANG Rani Widirta; Zulfa Zulfa; Kaksim Kaksim
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2022): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v7i2.38523

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yaitu karena masih ada siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran ketika guru menggunakan metode pembelajaran ceramah. kurangnya minat siswa dalam belajar sejarah. Tujuan penelitian ini adalah Untuk merancang model pembelajaran berbasis proyek simulasi  (PBPS)  pada mata pelajaran sejarah kelas XI SMA Dian Andalas Padang, dan untuk mengetahui langkah-langkah model PBPS pada mata pelajaran sejarah kelas XI SMA Dian Andalas Padang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D). metode yang digunakan dalam penelitian ini hanya sampai pada tahap perencanaan (design). Teknik pengumpulan data melalui  dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data melalui tahap pengumpulan data adalah editing, classifaying, vertifikasi, analzing, concluding/menarik kesimpulan. Hasil penelitian tentang rancangan model PBPS yaitu dapat disimpulkan sebagai berikut. Langkah-langkah Pembelajaran dengan model PBPS terdiri dari 6 langkah yaitu. Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan esensial. Guru memberikan pertanyan kepada siswa berupa penugasan dikaitkan dengan dunia nyata yang relevan dan bermakna untuk peserta didik, dimulai dengan sebuah investigasi mendalam. Kemudian guru meminta siswa untuk merencanakan  aturan main, pemilihan aktivitas yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan esensial. Guru dan peserta didik secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas dalam menyelesaikan proyek. Guru melakukan monitor terhadap aktivitas peserta didik selama menyelesaikan proyek. Kesimpulan dari hasil penelitian ini ialah dengan rancangan model PBPS dapat diketahui peserta didik mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilanya melalui  PBPS ini meningkatkan Inovasi dan kreatifitas dengan kemapuan yang dimiliki peserta didik.
PERSEPSI PESERTA DIDIK TERHADAP PERISTIWA G30S/PKI KELAS XII IPA 1 DI SMAN 10 KOTA PADANG Aldio Diwajuma; Zulfa Zulfa; Ranti Nazmi
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2022): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v7i2.39276

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi banyaknya versi peristiwa G30S/PKI. Dimana dalam versi-versi ini banyak mengundang kontroversi dan adanya persepsi yang beredar ditengah-tengah masyarakat. Untuk itu peneliti tertarik ingin mengetahui bagaimana persepsi peserta didik SMAN 10 Kota Padang terhadap peristiwa G30S/PKI. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dari peserta didik SMAN 10 Kota Padang bagaimana menyikapi fenomena tentang kronologi terhadap peristiwa G30S/PKI yang merupakan salah   satu kejadian kelam yang pernah terjadi di Indonesia. Peristiwa ini merupakan salah satu peristiwa  yang  tidak boleh ditutupi kepada seluruh masyarakat Indonesia yang mempunyai berbagai macam versi-versi. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian adalah peserta didik  kelas XII IPA 1 SMAN 10 Kota Padang dan juga guru mata pelajaran SMAN 10 Kota padang, serta dibantu oleh informasi yang diberikan kepala sekolah dan wakil kurikulum di SMAN 10 Kota Padang. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi yang dilakukan dalam bentuk foto maupun video. Teknik analisis data yang digunakan terbagi atas pengumpulan data, reduksi data, display data, dan verifikasi data. Teknik yang digunakan dalam pengambilan data  menggunakan Teknik Snowball Sampling dimana peneliti memilih responden yang secara berantai, proses bola salju dapat berlangsung secara terus menerus sampai peneliti mendapatkan jawaban dari data yang dibutuhkan dari penelitian yang peneliti lakukan. Darihasil penelitian diperoleh temuan bahwa 1) peserta didik SMAN 10 Kota Padang paham akan bagaimana kronologi peristiwa G30S/PKI yang pernah terjadi di Indonesia baik yang didengarkan maupun bahan bacaan ataupun penjelasan dari guru sejaarah. 2) peserta didik masih terkendala dalam isu-isu yang beredar tentang pelaku dari peristiwa tersebut  dan siapa saja nama-nama  tokoh-tokoh  yang menjadi korban dalam peristiwa G30S/PKI tersebut.
Co-Authors Abdi Setia Putra Abdul Haris Sunubi Achmad Heri Nurcahyo Adi Murdiono Adisty, Reni Albetro, Albetro Aldio Diwajuma Alvina Fidriyanti Amrizal Amrizal Amrul Amrul Amsari Rambe, Yusril ANGRAINI, DESSY Anna Cesaria Anne, Anne Annisa Annisa Ansofino Ansofino Anusirwan Apriwandi . Ari Perwanto Arison Ibnur arjun, arjun Arqam Madjid Asriwanti, Nurul Athala Rania Insyra Bagus Pujo Sasongko Berlinda Sayidah Imamah Bima Dwi Atmadja Buchari Nurdin Budi Juliardi Chindy Kriswahyuni Chresta Awaliyah Suntana Darmawati Darmawati Davit Mahesa Handika Defrianto Defrianto Dessy Angraini Dewi Gayatri Dewi, Annisa Keumala Dyah Perwita Edi Susrianto Indra Putra, Edi Susrianto Indra Ella Orsita Adelia Elly Nurachmah Elsa Luvia Harmen Elvie Piri Endang Kumala Sari, Endang Kumala Erlina Erlina Faisal Yasin Falah Alifudin Yusuf Febri Yonata Febrianto, Hary Fitria Yuda Ningsih Friska, Vira Hafiz Hidayat Halim, Hendra Hana Norma Yunita Hari Adi Rahmad Harizqi Azri Harmen, Elsa Luvia Hasfera, Dian Hayati, Nova Heni Pujiastuti Husnit, Liza Ikke Sabrina Putri Imam Wahyudi Indrawan, Imam Wahyudi Isdarwanti, Indri Ismia Rodlotul Jannah Ivan Kaunang Jaenam Jaenam Jaenam Jaenam Jamurin, Jamurin Juandi Juandi juliandry kurniawan junaidi Juliandry Kurniawan Junaidy Jultje Rattu Junaidi, Juliandry Kurniawan Kaksim Ketut Tirtayasa Khadijah, St Krisman Krisman Kumala Dewi, Siti Laeli, Anis Afrina Laili Husni, Laili Lely Dewi Nur Afidah Lestari, Suci Winda Livia Ersi Liza Husnita M. Fanani M. Jamil, Ibrahim M. Shabri Abd. Majid Madia Patra Ismar Mady, Yuan Irmanita Maira, Hayatun Mairina Febriyanti Maiyani, Ilen Manurung, Kiki Hariani Marco, Marco Marfi, Zahra Lathifah Marwa Alifa Khanza Mazwan, Rasmuna Medita Dwiga Meldawati Meldawati Meri Erawati Mia Hartatik Muhammad Ekky Alfiansyah Muhammad Kusasi, Muhammad Muhammad Reza Mahendra Muhammad Zaitul Ikhlas Mujtaba, Sultan Tirta Mukhammad Saiful Arifin Murniyami Williza Mustiko, Cahyo Nadra Khairiah Naf’an Tarihoran Nasir, M. Fadhil Neneng Aprilina, Neneng Netti, Netti Nora. AN, Desri Noviatri Noviatri, Noviatri Nur Laily Hamadah Nurmalinda Nurmalinda Nusriani Basir Ottman, Olsen Paramita, Sintia Putri Amelia, Gheby Putri Nasuha, Amelia Putri, Juliana Rafitasari, Yeti Rahmad, Hari Adi Rahmadhani, Desmita Rahmat Sewa Suraya Rahmi Dewi Rani Widirta Ranti nazmi Refni Yulia Reliubum, Nabila Marshufa Salim Resi Ramadanis Arwis Reski Saputra, Reski Ricci Gemarni Tatalia Rico Panigoro Ridmailis, Ridmailis Rindi Antika Romido, Verby Rudagi, Reindy Sabagalet, Yudas Sabhira, Sarah Sarbini Sarbini Sari, Mella Mutika Sasra, Said Fachrizal Sebastianus, Sebastianus Sentosa, Dewi Suryani Sibarani, Nikita Renovich Burju Suhaimi Suhaimi Sukma Fatmawati Sultan Tirta Mujtaba Sunniarti Ariani Suri, Sofyan Susana, Edy Tatalia, Ricci Gemarni Tatu Siti Rohbiah Tiawati, Refa Lina Titik Kartiningsih Totok Isdarwanto, Totok Tri Prasetyo Wahyu Tussadiah, Halimah Usman Usman Verico Alvian Fernando Wahib Assyahri Wahyudi Rahmat Wan Syafi’i Weni Yulastri Wili Sandra wiwik Asmawati Yatim, Yenita Yohanes Dwi Saputra, Yohanes Dwi Yudas Sabaggalet Yulisa Teti Yulmiati M.Pd S.S Yunanda, Gita Yuriko Abadi Yusmia Rahdiani Yusnuardi, Yusnuardi Zusmelia Zusmelia