Cut Zuriana
FKIP Universitas Syiah Kuala Darussalam, Banda Aceh

Published : 42 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search
Journal : JIM Sendratasik

ANALISIS BENTUK GERAK TARI SINING DI DANGGAR KUTE DANCE TEATER KAB. ACEH TENGAH Yastari, Sayuna; Supadmi, Tri; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 9, No 4 (2024): NOVEMBBER 2024
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v9i4.33232

Abstract

Penelitian ini berjudul Analisis Bentuk Gerak Tari Sining di Sanggar Kute Dance Teater Kabupaten Aceh Tengah adapun yang menjadi masalah pada penelitian ini adalah bagaimanakah Analisis Bentuk Gerak Tari Sining di Sanggar Kute Dance Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Analisis Bentuk Gerak Tari Sining di Sanggar Kute Dance Teater Kabupaten Aceh tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah pemimpin sanggar Kute Dance Teater dan penari tari sining sedangkan yang menjadi objek adalah tari Sining. Teknik pengumpilan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan data dengan mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian, tari sining merupakan salah satu tarian adat dan budaya yang berpolakan tradisi. Tari Sining ini ditarikan oleh 2 penari lelaki dengan durasi 12 menit. Tari Sining ini memiliki 19 bentuk gerakan-gerakan sederhana yang terdiri atas gerak Jenyong, gerak Pantik, gerak Geritik, gerak Jingket, gerak Nete, gerak Luncet, gerak Sina Kuso, gerak Jejak Bere, gerak Sining, gerak Temabur Burak, gerak Kepur Nunguk, gerak Tari Nuwo, gerak Ayun, gerak Gerdak-gerdak Papan, gerak Tinyo, gerak Gelani Manuk, gerak Rajah Tebes, dan gerak Poroh. Jenis-jenis gerak yang terkandung di dalam tari Sining ini adalah gerak maknawi dan gerak murni. beberapa gerakan inti yang memiliki jenis gerak maknawi yaitu: (1). Ragam gerak Jenyong, (2). Ragam gerak Pantik dan Rajah, (3). Ragam gerak Gerdak-gerdak Papan, (4). Ragam gerak Ayun dan (5). Ragam gerak Poroh. Gerakan inti yang memiliki jenis gerak murni yaitu: (1). Ragam gerak Nete, (2). Ragam gerak Luncet dan (3). Ragam gerak Tari nuwo dan Sining.Kata Kunci: analisis, bentuk gerak, tari Sining
PENDOKUMENTASIAN TARI LAWEUT DI SANGGAR SENI SEULAWEUT DENGAN NOTASI LABAN Ashilla, Poetri; Zuriana, Cut; Ismawan, Ismawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 9, No 4 (2024): NOVEMBBER 2024
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v9i4.33227

Abstract

Penelitian tentang Pendokumentasian Tari Laweut di Sanggar Seni Seulaweut dengan Notasi Laban ini bertujuan untuk mendokumentasikan gerak tari Laweut agar gerak tari tersebut secara detail lebih konsisten saat di gerakkan oleh penari. Penelitian ini menggunakan penelitian jenis kualitatif dengan menggunakan pendekatan koreografi yang bertujuan untuk mengetahui bentuk, teknik, dan isi. Subjek penelitian adalah tari Laweut pada Sanggar Seni Seulaweut sedangkan objek dalam penelitian ini adalah gerak tari Laweut. Data diperoleh dengen teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah dengan mereduksi data terlebih dahulu kemudian menyajikannya dalam bentuk uraian singkat dan akhirnya dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Laweut dalam notasi laban untuk mengetahui arah hadap gerak yang bervariasi mulai dari depan, samping kanan, samping kiri, bawah, atas, belakang dan serong. Level gerak tari Laweut dengan menggunakan level rendah, sedang, dan tinggi. Volume gerak kecil, sedang, dan besar, serta pola perpindahan garis lurus, berbelok dan memutar. Tenaga tari Laweut menggunakan tenaga yang kuat dan lincah, namun ada pula gerak yang mengalun lembut, dan untuk mengetahui Waktu atau tempo yang digunakan dalam tari ini adalah tempo cepat dan lambat, sehingga memberi kesan lincah namun juga terlihat sisi kelembutannya. Bentuk notasi laban dalam tari Laweut tergolong gerak yang kompleks. Tari Laweut di Sanggar Seni Seulaweut memiliki 5 macam ragam gerak dengan masing-masing babak memiliki ketukan atau tempo yang berbeda dengan pengulangan gerak yang berbeda pula. 5 babak gerak pada tari Laweut adalah: Saleum, Saman, Likok, Kisah, dan Lanie.Kata Kunci: Pendokumentasian, Tari, Laweut, Notasi Laban.
PERKEMBANGAN BENTUK MOTIF BORDIR PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA DI DESA BAET MESJID KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR Alivia, Jihan; Selian, Rida Safuan; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 9, No 2 (2024): MEI 2024
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v9i2.31439

Abstract

Penelitian ini berjudul pengembangan bentuk motif bordir pada industri rumah tangga di desa Baet Mesjid Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Aceh Besar. Rumus masalah penelitian ini adalah bagaimana perkembangan bentuk motif bordir Aceh pada industri rumah tangga di Desa Baet Mesjid Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Aceh Besar. Tujuannya untuk mengetahui perkembangan bentuk motif bordir pada industri rumah tangga di Desa Baet Mesjid Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perkembangan bentuk pada motif bordir yang teliti, ada 8 motif bordir yang mengalami perubahan bentuk secara signifikan, motif-motifnya yaitu motif taloe ie (tali air), motif puta taloe (putar tali), motif batik kacang, motif batik surabaya ... awan meucanek (awan berarak), motif subang kertan, motif pintoe Aceh (pintu Aceh), motif pucoek reubong (pucuk rebung), motif pucok paku (pucuk pakis). Perubahan yang terjadi berbeda-beda pada tiap-tiap motif, pada motif taloe ie terdapat tiga kali, pada motif puta taloe terdapat satu kali, pada motif batik kacang terdapat tujuh kali, pada motif subang kertan terdapat empat kali, pada motif pucok reubong terdapat lima kali, pada motif awan meucanek terdapat enam kali, pada motif pintoe Aceh terdapat tiga kali, dan pada motif pucok paku terdapat dua kali perkembangan bentuk. Model tas yang dibuat juga beragam seperti tas keong, tas slempang, tas koper, dan dompet. Peralatan yang digunakan juga masih tergolong sederhana, pengrajin masih menggunakan mesin jahit manual yang perlu menggunakan tenaga kaki. Proses pembuatan karajinan bordir dikerjakan oleh empat orang pengrajin yang masih aktif hingga sekarang. Pengerjaan kerajinan dilakukan setiap hari dan sesuai dengan pesanan dari konsumen. Kata Kunci: Perkembangan, Bentuk motif, Bordir.
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN PADA MATERI SENI TARI KREASI DI KELAS XI MIA 2 DI SMA NEGERI 1 BAITUSSSALAM ACEH BESAR Astia, Rana; Zuriana, Cut; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 9, No 1 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v9i1.31367

Abstract

Penelitian ini berjudul Penggunaan Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Pembelajaran Pada Materi Tari Kreasi di Kelas XI MIA 2 SMA Negeri 1 Baitussalam. Rumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimana Penggunaan media audio visual untuk meningkatkan pembelajaran pada materi seni tari kreasi di SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar. Tujuannya untuk mengetahui peningkatan pembelajaran pada materi seni tari kreasi bagi siswa yang di ajarkan dengan menggunakan media audio visual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian pembelajaran seni tari dengan menggunakan media audio visual dalam mata pelajaran seni budaya kelas XI MIA 2 SMA Negeri 1 Baitussalam meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Proses pembelajaran di kelas, guru menggunakan media audio visual seperti Infocus, laptop, dan speaker, dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning, metode demontrasi dan ceramah. Penggunaan media audio visual dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi pada saat proses pembelajaran berlangsung. Terutama dalam kegiatan praktik atau demontrasi, dikarenakan siswa tidak hanya mendengar penjelasan dari guru akan tetapi juga dapat melihat, mendengar dan mempraktikkan langsung materi terkait. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan nilai harian dan pemahaman siswa mengenai materi tari kreasi sebanyak 44 persen sesudah menggunakan media audio visual. Selain itu, siswa juga menjadi lebih aktif dan antusias dengan adanya penayangan foto maupun video serta mengurangi perilaku yang kurang baik seperti mengantuk saat pembelajaran berlangsung, keluar masuk kelas atau melakukan kegaduhan karena bosan.
PERSPEKTIF KESENIAN ANDALAS DI KECAMATAN SIMEULUE TIMUR KABUPATEN SIMEULUE Jelika, Raki; Palawi, Ari; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 8, No 4 (2023): NOVEMBBER 2023
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v8i4.31343

Abstract

Penelitian ini berjudul Perspektif kesenian andalas di Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue. Mengangkat masalah tentang bagaimana sebaiknya kesenian andalas di Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue dipersepsikan dan bagaimana mendiseminasikan nilai karya dan pengetahuan tentang kesenian andalas secara baik kepada khalayak. Bertujuan untuk mengukuhkan persepsi yang benar terhadap kesenian andalas di Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue dan Mendiseminasikan nilai karya dan pengetahuan kesenian andalas secara baik dan benar. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, subjek penelitian ini adalah masyarakat dan pelaku seni, objek penelitian adalah kesenian andalas. Data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan persepsi yang diberikan masyarakat dipengaruhi dua faktor, faktor internal: latar belakang, pengalaman, sistem nilai dan penerimaan diri, faktor eksternal: intesitas, kontras, gerakan dan keakraban. Sebaiknya masyarakat dapat mempersepsikan kesenian andalas sebagai suatu media yang wajib digunakan dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan warisan budaya identitas daerah Simeulue. Memperkenalkan bentuk dan nilai-nilai yang terkandung pada kesenian andalas secara mendalam kepada masyarakat juga generasi muda.Kata Kunci : Perspektif, Persepsi, Masyarakat, Kesenian Andalas
ANALISIS UNSUR GERAK TARI RAPAI GELENG INONG PADA SANGGAR CICEM PALA DUSPA DI KECAMATAN SAMADUA KABUPATEN ACEH SELATAN Kurniawan, Ikhsanul; Supadmi, Tri; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 8, No 3 (2023): AGUSTUS 2023
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v8i3.31312

Abstract

Penelitian ini berjudul Analisis Unsur Gerak Tari Rapai Geleng Inong pada Sanggar Cicem Pala Duspa di Kecamatan Samadua Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini mengangkat masalah tentang bagaimana penerapan unsur tenaga, ruang dan waktu pada gerak tari Rapai Geleng Inong. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur tenaga, ruang dan waktu pada gerak tari Rapai Geleng Inong. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, subjek penelitian adalah tari Rapai Geleng Inong, sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah unsur gerak tari. Data diperoleh dengan teknik obsevasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Rapai Geleng Inong terdiri dari tujuh babak yaitu Pembuka, Saleum, Tahlil, Ie laot, Peuraho dayong, Kisah dan Lani. Cenderung menggunakan tenaga kuat dan ringan. Ruang pada tari Rapai Geleng Inong cenderung menggunakan jangkauan ruang yang sempit dan jangkauan ruang yang luas. Dan waktu dalam tari Rapai Geleng Inong ini meliputi tempo lambat dan tempo cepat, dalam hal ini tempo yang cepat dapat mempengaruhi tenaga menjadi kuat.Kata Kunci : Analisis, Unsur Gerak, Tari, Rapai Geleng Inong
NILAI-NILAI EDUKATIF DALAM TRADISI SEUMAPA DI KABUPATEN PIDIE Sarah, Sarika; Supadmi, Tri; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 7, No 3 (2022): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v7i3.24037

Abstract

ABSTRAKKata Kunci: Nilai-nilai edukatif, tradisi Seumapa, seni tuturPenelitian ini berjudul "Nilai-Nilai Edukatif dalam Tradisi Seumapa di Kabupaten Pidie" mengangkat masalah nilai-nilai edukatif/pendidikan apa sajakah yang terkandung dalam tradisi Seumapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, memahami dan mendeskripsikan nilai-nilai edukatif dalam tradisi Seumapa di Kabupaten Pidie. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran rinci secara mendalam tentang nilai-nilai edukatif dalam tradisi Seumapa di Kabupaten Pidie. Subjek dalam penelitian ini adalah Muhammad Husen dan Khairul Munir yang merupakan Syeh Seumapa yang ada di Kabupaten Pidie, dan 1 tokoh masyarakat yaitu Tarmizi selaku Keuchik Gampong Pante Crueng Tanjong. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah nilai-nilai edukatif dalam tradisi Seumapa di Kabupaten Pidie. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tiga langkah: reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti menemukan bahwa tradisi Seumapa merupakan tradisi lisan berbalas pantun dalam acara perkawinan dan menjadi salah satu kesenian tradisional (seni tutur) yang berkembang di Kabupaten Pidie. Seni tutur tradisi Seumapa diwariskan secara turun temurun sebagai media komunikasi untuk menyampaikan maksud atau bertegur sapa antara kedua mempelai pengantin. Pada setiap syair Seumapa yang dituturkan mengandung nilai-nilai edukatif yang berguna bagi masyarakat dan juga sebagai bekal untuk pengantin dalam menjalani kehidupan. Nilai-nilai edukatif tersebut terdiri dari: nilai religius, nilai sosial, nilai moral, dan nilai estetika.
KONTEKS SOSIAL TARI HASYEM MEULANGKAH DALAM UPACARA MANOE PUCOK DI ACEH BARAT DAYA Ardiani, Nensy; Ramdiana, Ramdiana; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 7, No 2 (2022): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v7i2.22602

Abstract

ABSTRAK Penelitian berjudul Konteks Sosial Tari Hasyem Meulangkah dalam Upacara Manoe Pucok di Aceh Barat Daya mengangkat masalah bagaimanakah perubahan Konteks Sosial Tari Hasyem Meulangkah dalam Upacara Manoe Pucok di Aceh Barat Daya. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimanakah perubahan konteks sosial tari Hasyem Meulangkah dalam upacara Manoe Pucok di Aceh Barat Daya. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dipergunakan untuk mendeskripsikan bagaimanakah perubahan konteks sosial tari Hasyem Meulangkah dalam upacara Manoe Pucok di Aceh Barat Daya. Narasumber dalam penelitian ini adalah Asyiah selaku staf majelis adat Aceh (MAA), syeh Salmi selaku syeh tari Hasyem Meulangkah sekaligus pembina grub tari di desa Bineh Krueng Kecamatan Tangan-Tangan Aceh Barat Daya, masyarakat dan para penari tari Hasyem Meulangkah. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor perubahan tari Hasyem Meulangkah dapat disebabkan oleh 7 unsur budaya yang dianggap kultul dan universal yaitu Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (teknologi), mata pencarian hidup dan sistem ekonomi, sistem kemasyarakatan (organisasi sosial), bahasa (lisan atau tertulis), kesenian (seni rupa, seni musik, seni tari, dll), sistem pengetahuan, religi (kepercayaan). Tari Hasyem Meulangkah adalah tari yang dilaksanakan pada acara pesta perkawinan dan acara sunat rasul yaitu memandikan pengantin baru (Dara Baroe) dan Linto Baro (Linto Ubit) yang disunat rasulkan, yang pada intinya adalah tari Manoe Pucok. Penyebutan Hasyem Meulangkah dikarenakan dalam syair-syair nya menceritakan tentang hikayat Saidina Husein pergi berjihat ke medan perang. Fungsi tari Hasyem Meulangkah sebagai Ritual yaitu untuk mendapatkan keberkahan bagi Dara Baroe (pengantin baru) dan juga linto baroe yang disunat rasulkan untuk kemeriahan. Kata Kunci: kontek sosial, perubahan, fungsi, tari Hasyem Meulangkah,
REKONSTRUKSI TARI TEUMAMPOE DI KECAMATAN MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA Adnan, Khuratul Nazila; Supadmi, Tri; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 7, No 2 (2022): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v7i2.22600

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul, Rekonstruksi tari Teumampoe di Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memperkenalkan kembali hasil dari, rekonstruksi tari Teumampoe di Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan penelitian deskriptif. Hasil penelitian meliputi proses rekonstruksi yang terdiri dari penggalian gerak, penggalian tata rias dan busana, yang terakhir penggalian properti dan meliputi komponen gerak tari, pola lantai, musik, tata rias dan busana. Subjek dalam penelitian ini adalah seniman dan penari yang pernah menarikaan tari Teumampoe, sedangkan objek dari penelitian ini adalah tari Teumampoe dari Pidie Jaya. Lokasi penelitian yang dilakukan berada di Kecamatan Meureudu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi, dokumentasi dan teknik rekonstruksi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian mengungkapkan tari Teumampoe adalah kesenian tradisional yang berasal dari Kabupaten Pidie Jaya. Tari Teumampoe diangkat dari aktivitas keseharian masyarakat Kabupaten Pidie Jaya yang menggunakan jeue (tampi) pada acara panen raya. Pertunjukan tari Teumampoe dimainkan oleh 7 orang penari dan 5 orang pemusik yang terdiri dari penabuh rapai, penabuh djembe, peniup seurune kalee dan vocal (syeh). Tata busana yang digunakan dalam tari Teumampoe adalah tata busana modern seperti sekarang ini. Kostum tari dalam tarian ini tidak memiliki aturan pasti, yang harus di penuhi dalam tarian ini hanyalah selendang dalam tarian ini mengandung makna, bahwa dahulunya wanita-wanita yang menarikan tarian ini menggunakan selendang untuk menutupi kepalanya.Kata Kunci: Rekonstruksi, Tari Teumampoe.
ANALISIS BENTUK GERAK TARI NDUKHUNG DI DESA LAWE SUMUR KECAMATAN LAWE SUMUR KABUPATEN ACEH TENGGARA Febiola, Febiola; Supadmi, Tri; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 7, No 2 (2022): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v7i2.22597

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Analisis Bentuk Gerak Tari Ndukhung di Desa Lawe Sumur Kecamatan Lawe Sumur Kabupaten Aceh Tenggara. Rumusan masalah dalam penelitian ini bagaimana analisis bentuk gerak tari Ndukhung di Desa Lawe Sumur Kecamatan Lawe Sumur Kabupaten Aceh Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis bentuk gerak tari Ndukhung. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Jenis penelitian deskriptif merupakan jenis penelitian yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul. Deskriptif kualitatif yaitu penelitian tentang data yang dikumpulkan dan dinyatakan dalam bentuk kata-kata dan gambar, kemudian kata-kata tersebut disusun ke dalam kalimat, misalnya kalimat dalam menguraikan Analisis Bentuk Gerak Tari Ndukhung, dan kalimat hasil wawancara antara peneliti dan informan. Subjek dalam penelitian adalah analisis bentuk gerak tari Ndukhung dan objek penelitian ini adalah Tari Ndukhung. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan ialah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan dan verifikasi data. Tari Ndukhung merupakan salah satu tarian adat dan budaya daerah yang berpolakan tradisi. Salah satu adat mengambil ikan pada tempo dulu ialah dengan menggunakan alat tradisional Ndukhung (Tangguk). Tari Ndukhung tercipta karena adanya kebiasaan sehari-hari wanita Alas menangkap ikan di sungai. Tari Ndukhung berdurasi 5 menit 58 detik dengan ragam gerak berjumlah 27 ragam, 9 ragam gerak inti yaitu: 1) Ragam salam, 2) Ragam berjalan kesungai, 3) Ragam melihat ikan, 4) Ragam menangkap ikan, 5) Ragam memasukan ikan kedalam sumpit, 6) Ragam bermain, 7) Ragam mandi, 8) Ragam berwudhu, 9) Berjalan pulang. Jenis-jenis gerak yang digunakan dalam tari Ndukhung ialah gerak murni dan maknawi.Kata kunci: analisis, bentuk, gerak, tari Ndukhung.