Nurul Annisa
Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Observasi Klinik Pemberian Jus Nanas (Ananas Comosus L. Merr) Dalam Menurunkan Kadar Kolesterol Arina Yosi Moudika; Akhmad Jaizzur Rijai; Nurul Annisa; Jaka Fadraersada
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 8 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.479 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v8i1.307

Abstract

Nanas merupakan buah berkhasiat mengandung enzim bromelin, vitamin C dan serat sehingga dapat mencegah hiperkolesterolemia. Penelitian ini mengetahui pengaruh pemberian jus buah nanas (Ananas comosus L. Merr) terhadap penurunan kadar kolesterol pada pasien hiperkolesterol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian jus buah nanas dan kombinasi dengan obat, serta perbandingan penggunaan simvastatin pada penurunan kadar hiperkolesterol. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimental dimana dilakukan perlakuan atau intervensi terhadap responden. Prosedur dalam penelitian ini yaitu dengan membagi responden menjadi tiga kelompok. Semua kelompok dilakukan pengukuran kolesterol awal (Pre-Test). Kelompok uji A diberi simvastatin 10mg, kelompok uji B diberikan jus buah nanas 142g/70kg BB, kelompok uji C (kombinasi) diberikan jus buah nanas dan pemberian simvastatin. Dilakukan pemberian selama 6 hari berturut-turut, kemudian dilakukan pengukuran kolesterol akhir (Post-Test) untuk semua kelompok. Hasil dari pengujian ini ialah % rata-rata penurunan kelompok nanas ialah 14,32%, kelompok simvastatin ialah 18,06% dan kombinasi ialah 18,33% sehingga dapat disimpulkan bahwa jus buah nanas dapat menurunkan kadar kolesterol.
Cost Minimization Analysis (CMA) Antibiotika Pasien Infeksi Saluran Kemih (ISK) Di RSUD Kota Samarinda Siti Sulaeha; Mirhansyah Ardana; Nurul Annisa
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 8 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.38 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v8i1.316

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan suatu istilah yang menggambarkan adanya infeksi melibatkan saluran kemih yang umumnya disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Penggunaan antibiotika pada pasien yang berbeda dapat memberikan biaya yang berbeda beda juga, dimana dengan biaya yang telah dikeluarkan tersebut belum tentu menjamin efektivitas kesembuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya yang dikeluarkan dan efektivitas penggunaan antibiotika ISK menggunakan analisis Farmakoekonomi dengan metode Cost Minimization Analysis (CMA). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental dan dilakukan secara retrospektif menggunakan data rekam medik pasien ISK di RSUD Kota Samarinda periode Januari 2017 - Juni 2018. Hasil penelitian menunjukan bahwa antibiotika pasien ISK yang paling banyak digunakan adalah seftriakson dan siprofloksasin, analisis menunjukkan bahwa biaya perawatan pasien dengan seftriakson sebesar Rp.3.600.138,- dan siprofloksasin sebesar Rp.3.635.140,-. Dari hasil tersebut menunjukan bahwa biaya yang dikeluarkan cenderung sama, maka dibutuhkan evaluasi ekonomi lain untuk menilai ke efektivan antibiotika dengan metode Cost Effective Analysis (CEA).
Gambaran Karakteristik dan Adherence Pasien dengan Terapi Second-Line MDR-TB Di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Zul Zaahida Nur; Nurul Annisa; Adam M. Ramadhan
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 8 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.013 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v8i1.335

Abstract

Program Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS) dengan terapi HRZE (first line) adalah pengobatan Tuberkulosis yang dilakukan selama 6-8 bulan dengan kepatuhan yang rendah (non adherence) yang menyebabkan responden menjadi MDR-TB. Terapi second-line MDR-TB adalah regimen terapi yang rumit dan efek samping yang dirasakan lebih besar dibandingkan dengan terapi first-line. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik dan adherence pasien dengan terapi second-line MDR-TB di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan cara pengambilan data secara retrospektif dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini berupa karakteristik pasien MDR-TB yaitu yang menjalani pengobatan tahap intensif sebanyak 12,1%, yang menjalani pengobatan tahap lanjutan sebanyak 87,9%, yang menjalani pengobatan di satelit sebanyak 69,7%, yang menjalani pengobatan di pusat sebanyak 30,3%, yang memiliki penyakit penyerta sebanyak 21,2%, yang tidak memiliki penyakit penyerta sebanyak 78,8%, laki-laki sebanyak 63,6%, perempuan sebanyak 36,4%, pada usia 18-55 tahun sebanyak 90,9%, pada usia >55 tahun sebanyak 9,1%, yang bekerja sebanyak 63,6%, dan yang tidak bekerja sebanyak 36,4%. Serta adherence pasien MDR-TB di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda adalah responden yang adherence sebanyak 72,7% dan non adherence sebanyak 27,3%.
Potensi Kombinasi Ekstrak Daun Kokang dan Kersen Sebagai Tabir Surya Secara In Vitro Agata Tika Sari; Nurul Annisa; Rolan Rusli
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 10 (2019): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.305 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v10i1.361

Abstract

Kokang (Lepisanthes amoena (Hassk.) Leenh) dan kersen (Muntingia calabura L.) merupakan bahan alam yang memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak etanol daun kokang dan kersen baik dalam bentuk tunggal maupun kombinasi sebagai Tabir Surya secara in vitro. Penelitian ini mengukur aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl) dan pengujian aktivitas tabir surya %Te dan %Tp yang dihitung berdasarkan nilai absorbansi menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil pengujian menunjukan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun kokang (IC50 =18 ppm) dan daun kersen (IC50 =27 ppm) dan termasuk dalam kategori sangat kuat. Pengujian tabir surya menunjukkan bahwa kombinasi 1:2 ekstrak kokang dan kersen termasuk kategori proteksi ekstra dengan %Te sebesar 1,76% dan kategori sunblock dengan %Tp sebesar 1,36%.
Pengaruh Jus Buah Nanas Kombinasi Madu sebagai Penurun Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Lia Angelika; Nurul Annisa; Fajar Prasetya
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 11 (2020): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.805 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v11i1.396

Abstract

Hypertension is a disease characterized by an increase in blood pressure in systolic and diastolic blood vessels that exceeds the normal blood pressure on repeated examinations. Pineapple and honey empirically and scientifically can be efficacious for lowering blood pressure. The purpose of this study was to look at the characteristics of age, gender, smoking habits, exercise habits as well as the history of hypertension patient's disease and the effect and effectiveness of the administration of pineapple honey juice to reduce blood pressure in patients with hypertension at UPTD Tresanti Werdha Nirwana Puri Samarinda and on Jl. S.Parman 1 RT. 02 & RT. 03 Kelurahan Gunung Kelua Samarinda. The research design used was the Pretest and Posttest One Design Group, to as many as 9 patients. The study was conducted for 7 days, then every day patients were given treatment in the form of giving pineapple juice as much as 200 grams and 20 mL honey once a day and blood pressure was measured before and after treatment. The results of this study indicate a decrease in blood pressure in hypertensive patients who consume honey combination pineapple fruit juice.
Uji Aktivitas Antidiare Madu dan Kombinasi Madu dengan Infusa Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) terhadap Mencit Rany Silvi Mova Kalanarky; Fajar Prasetya; Nurul Annisa
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 11 (2020): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.424 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v11i1.397

Abstract

Diarrhea is a major cause of death in developing countries where changes in movement in the normal intestine are characterized by increased water content, volume, or frequency of bowel movements. This study aims to determine the antidiarrheal activity of honey and the combination of honey with guava leaf (Psidium guajava L.) infusion on mice. The method used is the protection method induced by Oleum Ricini. The results showed that honey 20 g / kgBB and a combination of honey 20g / kgBB with 30% Guava Leaf Infusion can provide antidiarrheal activity in mice.
Potensi Interaksi Obat Resep Pasien Hipertensi di Salah Satu Rumah Sakit Pemerintah di Kota Samarinda Risna Agustina; Nurul Annisa; Wisnu Cahyo Prabowo
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i4.41

Abstract

Penyakit degeneratif merupakan suatu penyakit yang muncul akibat proses kemunduran fungsi sel tubuh seiring bertambahnya usia, salah satunya adalah hipertensi. Pada pengobatan penyakit hipertensi untuk stadium lanjut banyak terjadi komplikasi sehingga potensi terjadinya polifarmasi sangat besar yang menyebabkan kemungkinan terjadinya interaksi obat-obat. Dalam penelitian ini dilakukan studi untuk mengetahui potensial interaksi obat-obat. Pengecekan dilakukan melalui www.drugs.comdatabase. Penelitian ini memaparkan persentase dari jenis polifarmasi dan potensi interaksi obat-obat berdasarkan tingkatan yang telah ditetapkan. Dari total 290 resep hipertensi tersebut, terdapat 17(5,86%) lembar resep dengan jumlah 1R/ yang artinya pada lembar resep tersebut tidak memiliki potensi terjadinya interaksi obat-obat dan tidak termasuk dalam kategori polifarmasi, sebesar 147 (50,69%) lembar resep termasuk dalam kategori polifarmasi minor dan sejumlah 126 (43,45%) lembar resep masuk dalam kategori polifarmasi mayor . Sedangkan jumlah lembar resep yang mengandung lebih dari 1 R/ yaitu sejumlah 273 (94,14%) lembar resep dengan rata-rata jumlah R/ pada setiap lembar resep adalah 4. Dari keseluruhan lembar resep yang memiliki potensi interaksi obat-obat, total potensial yang terjadi adalah 183 interaksi dengan rincian, interaksi minor sebesar 66(22,75%) interaksi, interaksi moderat sebesar 99 (34,13%) interaksi, dan interaksi mayor sebesar 18 (6,21%) interaksi.