Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

TRADISI LOKAL DALAM MEMPERKUAT SOLIDARITAS SOSIAL DI MASYARAKAT PESISIR Wira Parawangsa wira; Hamidsyukrie ZM; Jepri Utomo
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 03 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i03.9792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tradisi lokal dalam memperkuat solidaritas sosial dalam masyarakat pesisir Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode telaah pustaka, penelitian ini mengidentifikasi tradisi lokal yang masih lestari dan kontribusinya dalam membangun kohesi sosial di tengah tantangan modernisasi dan globalisasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tradisi seperti gotong royong saat panen ikan, ritual laut (Labuh Saji/sedekah laut), dan sistem bagi hasil dalam kegiatan penangkapan ikan berperan penting dalam menumbuhkan rasa kebersamaan, memperkuat nilai-nilai keadilan sosial, dan mendorong partisipasi masyarakat. Tradisi lokal ini juga berfungsi sebagai mekanisme adaptif yang membantu masyarakat pesisir bertahan terhadap perubahan sosial dan ekologis. Namun, tantangan seperti menurunnya partisipasi pemuda, komersialisasi budaya, dan perubahan lingkungan laut harus diatasi melalui strategi pelestarian yang inovatif dan keterlibatan antar generasi. Dengan demikian, tradisi lokal dapat terus berfungsi sebagai elemen dasar dalam meningkatkan solidaritas sosial dan ketahanan budaya dalam masyarakat pesisir.
PERAN SISTEM KEKERABATAN DALAM PEMBENTUKAN POLA PERMUKIMAN SUKU BAYAN DI LOMBOK UTARA Yuliana Zahraini; Yulianti Saputri; Yennysa Puspita Dewi; Ahmad Dianul Hayezi; Yusni Febrian; Agung Firmansyah; Hamidsyukrie ZM
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 03 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i03.9804

Abstract

Suku Bayan yang berada di wilayah Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, dikenal dengan budaya dan tradisi yang kaya serta sistem kekerabatan yang kuat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran sistem kekerabatan dalam pembentukan pola organisasi suku Bayan dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial dan budaya mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kekerabatan suku Bayan, yang didasarkan pada prinsip patrilineal, mempengaruhi struktur keluarga dan komunitas, serta pola organisasi yang dibangun di lokasi strategis. Keluarga-keluarga yang saling berhubungan kekerabatan menciptakan jaringan sosial yang solid, yang mendukung interaksi sosial dan pengelolaan sumber daya. Implikasi sosial dan budaya dari pola organisasi ini menciptakan rasa solidaritas dan tanggung jawab bersama, serta memudahkan pelestarian tradisi dan nilai-nilai budaya. Kesimpulannya, pemahaman tentang sistem kekerabatan dan pola organisasi sangat penting untuk menjaga kelangsungan kehidupan sosial dan budaya suku Bayan di masa depan.
DEKONSTRUKSI MAKNA BAHASA DALAM TRADISI KEAGAMAAN WETU TELU MASYARAKAT BAYAN Wahyu Firman Agil wahyu; Siti Saniah; Sri Wahyuni; Sukma Maulida Afriani; Ulfi Kamalia; Hamidsyukrie ZM; Agung Firmansyah
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 03 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i03.9806

Abstract

Penelitian ini mengkaji makna bahasa adat Bayan dalam tradisi keagamaan Wetu Telu masyarakat Lombok Utara menggunakan pendekatan etnografi linguistik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi linguistik untuk memahami bagaimana bahasa adat digunakan dalam aspek sosial dan budaya. Data diperoleh dari wawancara dengan tokoh adat, dan masyarakat setempat, serta melalui pengamatan atau observasi langsung di lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa adat Bayan tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya yang menyimpan makna spiritual, kosmologis, dan filosofis terkait hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan leluhur. Wetu Telu sendiri lebih dari sekadar praktik ritual, melainkan mencerminkan sistem kepercayaan yang kompleks dan bernilai tinggi. Namun, pengaruh modernisasi dan minimnya penggunaan bahasa adat berpotensi mengikis warisan budaya ini. Oleh karena itu, pelestarian bahasa dan pemahaman mendalam terhadap makna simboliknya sangat penting untuk menjaga keberlanjutan identitas budaya masyarakat Bayan di tengah dinamika zaman.