Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pola kerja sama dan pembagian hasil pemilik ternak dan Pengkadas (buruh ternak) di Desa Bunkate Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah Komala Sari, Suhadak; Syafruddin; Nursaptini
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 11 No. 2 (2024): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi dan menganalisis pola kerja sama Pemilik ternak dan Pengkadas (buruh ternak) dan 2) mengidentifikasi dan menganalisis pola pembagian hasil Pemilik ternak dengan Pengkadas (buruh ternak) di Desa Bunkate Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif dengan model Mile dan Huberman dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan.  Hasil penelitian ini menemukan bahwa pola kerja sama antara Pemilik ternak dan Pengkadas (buruh ternak) dilakukan dengan 3 (tiga) pola yaitu, 1) Kerukunan (Tolerance), 2) Tawar menawar (Bargaining), dan 3) Patungan (Joint Venture). Adapun pola pembagian hasil dilakukan dengan 2 (dua) pola yaitu, 1) pola pembagian hasil Revenue Sharing dan 2) pola pembagian hasil Profit Sharing.   Kata Kunci: Pola Kerja Sama; Pembagian Hasil; Pengkadas (buruh ternak)  
PENGUATAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) SOSIOLOGI SMA/MA KOTA MATARAM Ni Made Novi Suryanti; Syafruddin; Hamidsyukrie ZM; Masyhuri; Nursaptini; Ananda Wahidah
Jurnal Pepadu Vol 5 No 3 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i3.5983

Abstract

Perubahan kurikulum merupakan bagian untuk meningkatkan sistem pendidikan yang ada di Indonesia. Pengembangan dan pembaruan kurikulum pendidikan sangat penting dan perlu dilakukan. Kurikulum pendidikan bersifat dinamis, kurikulum harus menyesuaikan kebutuhan dan karakteristik peserta didik sesuai dengan masanya. Perubahan kurikulum dengan demikian menjadi keniscayaan. Perkembangan IPTEKS yang sangat cepat menuntut kurikulum harus disesuaikan. Pada saat ini Indonesia sedang mengimplementasikan kurikulum baru yaitu Kurikulum Merdeka. Pada pelaksanaanya banyak guru yang masih kurang paham dalam pengimplementasiannya terutama pada pelaksanaan pembelajaran. Oleh karena itu perlu diadakan pengabdian pada masyarakat dengan topik Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka pada Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Teknik yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi beberapa tahapan diantaranya: persiapan dilakukan dengan koordinasi kepada mitra pengabdian pada masyarakat. Selanjutnya pelaksanaan yang berisi pelatihan tentang penguatan implementasi kurikulum merdeka bagi guru yang tergabung dalam MGMP Sosiologi. Tahap akhir yaitu evaluasi dan pelaporan. Evaluasi untuk mengukur keberhasilan kegiatan yang akan dijadikan dasar ketercapaian tujuan pengabdian kepada masyarakat dan penyusunan laporan tentang pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan.
The The Influence of the POGIL (Process Oriented Guided Inquiry Learning) Learning Model Assisted by Mind Mapping Media on Students' Critical Thinking Ability Alhaj, Yusri; Sukardi; Nursaptini; Masyhuri
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i4.8885

Abstract

This research aims to determine whether there is an influence of the POGIL (Process Oriented Guided Inquiry Learning) learning model assisted by mind mapping media on students' critical thinking abilities. This research uses a quasi-experimental quantitative approach with a posttest nonequivalent control group design. The research sample was taken using a random sampling technique after class matching was carried out. The instrument in this research is in the form of multiple choices questions which meet the instrument quality requirements. The data analysis in this study used descriptive statistics and two independent sample tests. The results of the study obtained a t value of4,725with probability 0.000<0.050. The results of the research show that there is an influence of the POGIL (Process Oriented Guided Inquiry Learning) learning model assisted by mind mapping media on students' critical thinking abilities. This increase in critical thinking skills can be attributed to innovation in the application of mind mapping media which is still rarely used.
PENGUATAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) SOSIOLOGI SMA/MA KOTA MATARAM Ni Made Novi Suryanti; Syafruddin; Hamidsyukrie ZM; Masyhuri; Nursaptini; Ananda Wahidah
Jurnal Pepadu Vol 5 No 3 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i3.5983

Abstract

Perubahan kurikulum merupakan bagian untuk meningkatkan sistem pendidikan yang ada di Indonesia. Pengembangan dan pembaruan kurikulum pendidikan sangat penting dan perlu dilakukan. Kurikulum pendidikan bersifat dinamis, kurikulum harus menyesuaikan kebutuhan dan karakteristik peserta didik sesuai dengan masanya. Perubahan kurikulum dengan demikian menjadi keniscayaan. Perkembangan IPTEKS yang sangat cepat menuntut kurikulum harus disesuaikan. Pada saat ini Indonesia sedang mengimplementasikan kurikulum baru yaitu Kurikulum Merdeka. Pada pelaksanaanya banyak guru yang masih kurang paham dalam pengimplementasiannya terutama pada pelaksanaan pembelajaran. Oleh karena itu perlu diadakan pengabdian pada masyarakat dengan topik Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka pada Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Teknik yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi beberapa tahapan diantaranya: persiapan dilakukan dengan koordinasi kepada mitra pengabdian pada masyarakat. Selanjutnya pelaksanaan yang berisi pelatihan tentang penguatan implementasi kurikulum merdeka bagi guru yang tergabung dalam MGMP Sosiologi. Tahap akhir yaitu evaluasi dan pelaporan. Evaluasi untuk mengukur keberhasilan kegiatan yang akan dijadikan dasar ketercapaian tujuan pengabdian kepada masyarakat dan penyusunan laporan tentang pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan.
THE INTEREST OF LEARNING LOCAL SCRIPT SASAMBO OF PGSD STUDENTS AT UNIVERSITY OF MATARAM Arif Widodo; Dyah Indraswati; Setiani Novitasari; Nursaptini; Aisa Nikmah Rahmatih
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 9 No. 3 (2020): June
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpfkip.v9i1.7895

Abstract

Local scripts are the priceless cultural heritage of the nation. The existence of local scripts today is increasingly eroded by the use of Latin writing. A few young people are able to write local scripts. One of the forgotten local scripts is the Sasambo script in West Nusa Tenggara (NTB). This study aims to describe the learning interest of PGSD students on local scripts. This research was designed in a quantitative descriptive form. The data was collected through surveys. The instrument used were a closed questionnaire and interview guidelines. Data analysis used descriptive statistics. The subject of research was PGSD students of University of Mataram. The results showed that PGSD students' interest in learning about local scripts was very low. The indicators showed that few students have ever learned local scripts, the number of students interested in learning local scripts was small, the number of students who were willing to read literature was small, the number of students who had interested on local scripts was small, the use of local scripts was also small and the assumption that local scripts were not important to learn. The reason for the lack of interest in learning about local scripts was because local scripts were difficult to learn and were not needed anymore in practical life. Based on the findings, it needs various efforts to increase student interest in learning local scripts Sasambo through learning innovation. By learning local scripts, it is expected that the preservation of local scripts will be maintained.
THE ROLE OF COMMUNITY EDUCATION IN ENHANCING LITERACY CULTURE OF PRIMARY SCHOOL CHILDREN: A CASE STUDY AT THE COMMUNITY READING GARDEN IN LOMBOK TENGAH Arif Widodo; Ashar Pajarungi Anar; Nursaptini; Deni Sutisna; Muhammad Erfan
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 9 No. 5 (2020): October
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpfkip.v9i5.8053

Abstract

Literacy is not only the responsibility of formal education institutions. One form of education in the community is a community library. This study aimed to describe the roles and challenges faced by community library forums in enhancing literacy culture. The subject of this study was a community reading garden as part of a community library forum. Data were collected in Kabupaten Lombok Tengah. This study applied a qualitative research design with a case study approach. Data collection was conducted through surveys, observation, and in-depth interviews, and the data were presented in the form of tables, diagrams, and descriptive narratives. The researchers extended observation time to ensure the validity of the findings. The main problems explored in this study included: What challenges do community library forums face? What is the role of the community library forum in enhancing the literacy culture of children in Lombok Tengah? The results revealed that the challenges faced by community library forums included issues of regeneration, inadequate facilities, limited book collections, low literacy culture, and non-optimal support from the government. The role of libraries in enhancing literacy culture included serving as facilitators, motivators, creators, and pioneers of the literacy movement in rural areas. The presence of the community library made children feel more enthusiastic about reading.
Kearifan Lokal Sasak Sebagai Bahan Ajar Sosiologi SMA Firmansyah, Agung; Nursaptini; Noviana, Mila
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/5pnx9m94

Abstract

Penelitian ini mengkaji integrasi kearifan lokal Sasak dalam pembelajaran Sosiologi di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi kearifan lokal Sasak yang relevan sebagai bahan ajar dalam Sosiologi dan mengevaluasi keefektifan penerapannya dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep sosiologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengambilan data melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi yang dilakukan di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sampel penelitian terdiri dari 15 informan, yang meliputi tokoh adat, guru Sosiologi SMA, dan budayawan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk kearifan lokal Sasak yang relevan untuk pembelajaran Sosiologi antara lain sistem kekerabatan patrilineal, nilai gotong royong, dan upacara adat seperti Bau Nyale dan pernikahan Merariq. Kearifan lokal ini diintegrasikan ke dalam materi ajar untuk mengilustrasikan konsep-konsep sosiologi seperti struktur sosial, solidaritas sosial, dan kontrol sosial. Penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan kearifan lokal Sasak dalam pembelajaran Sosiologi meningkatkan pemahaman siswa dengan menjadikan materi lebih kontekstual dan relevan dengan kehidupan mereka, serta memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai peran budaya lokal dalam masyarakat. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya pengembangan materi ajar berbasis kearifan lokal Sasak dalam kurikulum Sosiologi dan pelatihan bagi guru untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran, guna memperkaya pengalaman belajar siswa dan meningkatkan efektivitas pengajaran.
POLA KEJASAMA KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) DENGAN KELOMPOK MASYARAKAT PENGAWAS (POKMASWAS) DALAM PENGEMBANGAN EKOWISATA BALE MANGROVE DI DESA JEROWARU Oktaviani, Yonik; Mashyuri; Suud; Nursaptini
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 4 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i4.10923

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui pola kerjasama kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dengan kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) dalam pengembangan ekowisata bale mangrove di Desa Jerowaru; (2) Mengetahui kendala yang dihadapi oleh kedua kelompok dalam melakukan pengembangan ekowisata bale mangrove di Desa Jerowaru dan (3) mengetahui solusi dalam mengatasi kendala kedua kelompok dalam pengembangan ekowisata bale mangrove di Desa Jerowaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Adapun jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Sumber data berupa subjek dan informan penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu teknik analisis kualitatif model Miles dan Huberman dengan prosedur yakni reduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat 2 pola kerjasama antara kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dengan kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) dalam pengembangan ekowisata bale mangrove di Desa Jerowaru, yaitu pola kerukunan/gotong rooyong dan pola koalisi; (2) Terdapat 3 kendala yang dihadapi oleh kedua kelompok dalam melakukan pengembangan ekowisata bale mangrove di Desa Jerowaru, yaitu SDM yang masih terbatas, kurangnya sarana dan prasarana dan kurangnya konektivitas/kerjasama; (3) Terdapat 4 solusi untuk mengatasi kendala kedua kelompok dalam pengembangan ekowisata bale mangrove di Desa Jerowaru yaitu, meningkatkan kualitas SDM, memperkuat kerjasama, Memperbaiki sarana dan prasarana infrastruktur dan peningkatan promosi pariwisata