Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pola kerja sama dan pembagian hasil pemilik ternak dan Pengkadas (buruh ternak) di Desa Bunkate Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah Komala Sari, Suhadak; Syafruddin; Nursaptini
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 11 No. 2 (2024): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi dan menganalisis pola kerja sama Pemilik ternak dan Pengkadas (buruh ternak) dan 2) mengidentifikasi dan menganalisis pola pembagian hasil Pemilik ternak dengan Pengkadas (buruh ternak) di Desa Bunkate Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif dengan model Mile dan Huberman dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan.  Hasil penelitian ini menemukan bahwa pola kerja sama antara Pemilik ternak dan Pengkadas (buruh ternak) dilakukan dengan 3 (tiga) pola yaitu, 1) Kerukunan (Tolerance), 2) Tawar menawar (Bargaining), dan 3) Patungan (Joint Venture). Adapun pola pembagian hasil dilakukan dengan 2 (dua) pola yaitu, 1) pola pembagian hasil Revenue Sharing dan 2) pola pembagian hasil Profit Sharing.   Kata Kunci: Pola Kerja Sama; Pembagian Hasil; Pengkadas (buruh ternak)  
PENGUATAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) SOSIOLOGI SMA/MA KOTA MATARAM Ni Made Novi Suryanti; Syafruddin; Hamidsyukrie ZM; Masyhuri; Nursaptini; Ananda Wahidah
Jurnal Pepadu Vol 5 No 3 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i3.5983

Abstract

Perubahan kurikulum merupakan bagian untuk meningkatkan sistem pendidikan yang ada di Indonesia. Pengembangan dan pembaruan kurikulum pendidikan sangat penting dan perlu dilakukan. Kurikulum pendidikan bersifat dinamis, kurikulum harus menyesuaikan kebutuhan dan karakteristik peserta didik sesuai dengan masanya. Perubahan kurikulum dengan demikian menjadi keniscayaan. Perkembangan IPTEKS yang sangat cepat menuntut kurikulum harus disesuaikan. Pada saat ini Indonesia sedang mengimplementasikan kurikulum baru yaitu Kurikulum Merdeka. Pada pelaksanaanya banyak guru yang masih kurang paham dalam pengimplementasiannya terutama pada pelaksanaan pembelajaran. Oleh karena itu perlu diadakan pengabdian pada masyarakat dengan topik Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka pada Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Teknik yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi beberapa tahapan diantaranya: persiapan dilakukan dengan koordinasi kepada mitra pengabdian pada masyarakat. Selanjutnya pelaksanaan yang berisi pelatihan tentang penguatan implementasi kurikulum merdeka bagi guru yang tergabung dalam MGMP Sosiologi. Tahap akhir yaitu evaluasi dan pelaporan. Evaluasi untuk mengukur keberhasilan kegiatan yang akan dijadikan dasar ketercapaian tujuan pengabdian kepada masyarakat dan penyusunan laporan tentang pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan.
The The Influence of the POGIL (Process Oriented Guided Inquiry Learning) Learning Model Assisted by Mind Mapping Media on Students' Critical Thinking Ability Alhaj, Yusri; Sukardi; Nursaptini; Masyhuri
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i4.8885

Abstract

This research aims to determine whether there is an influence of the POGIL (Process Oriented Guided Inquiry Learning) learning model assisted by mind mapping media on students' critical thinking abilities. This research uses a quasi-experimental quantitative approach with a posttest nonequivalent control group design. The research sample was taken using a random sampling technique after class matching was carried out. The instrument in this research is in the form of multiple choices questions which meet the instrument quality requirements. The data analysis in this study used descriptive statistics and two independent sample tests. The results of the study obtained a t value of4,725with probability 0.000<0.050. The results of the research show that there is an influence of the POGIL (Process Oriented Guided Inquiry Learning) learning model assisted by mind mapping media on students' critical thinking abilities. This increase in critical thinking skills can be attributed to innovation in the application of mind mapping media which is still rarely used.
PENGUATAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) SOSIOLOGI SMA/MA KOTA MATARAM Ni Made Novi Suryanti; Syafruddin; Hamidsyukrie ZM; Masyhuri; Nursaptini; Ananda Wahidah
Jurnal Pepadu Vol 5 No 3 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i3.5983

Abstract

Perubahan kurikulum merupakan bagian untuk meningkatkan sistem pendidikan yang ada di Indonesia. Pengembangan dan pembaruan kurikulum pendidikan sangat penting dan perlu dilakukan. Kurikulum pendidikan bersifat dinamis, kurikulum harus menyesuaikan kebutuhan dan karakteristik peserta didik sesuai dengan masanya. Perubahan kurikulum dengan demikian menjadi keniscayaan. Perkembangan IPTEKS yang sangat cepat menuntut kurikulum harus disesuaikan. Pada saat ini Indonesia sedang mengimplementasikan kurikulum baru yaitu Kurikulum Merdeka. Pada pelaksanaanya banyak guru yang masih kurang paham dalam pengimplementasiannya terutama pada pelaksanaan pembelajaran. Oleh karena itu perlu diadakan pengabdian pada masyarakat dengan topik Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka pada Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Teknik yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi beberapa tahapan diantaranya: persiapan dilakukan dengan koordinasi kepada mitra pengabdian pada masyarakat. Selanjutnya pelaksanaan yang berisi pelatihan tentang penguatan implementasi kurikulum merdeka bagi guru yang tergabung dalam MGMP Sosiologi. Tahap akhir yaitu evaluasi dan pelaporan. Evaluasi untuk mengukur keberhasilan kegiatan yang akan dijadikan dasar ketercapaian tujuan pengabdian kepada masyarakat dan penyusunan laporan tentang pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan.
Kearifan Lokal Sasak Sebagai Bahan Ajar Sosiologi SMA Firmansyah, Agung; Nursaptini; Noviana, Mila
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/5pnx9m94

Abstract

Penelitian ini mengkaji integrasi kearifan lokal Sasak dalam pembelajaran Sosiologi di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi kearifan lokal Sasak yang relevan sebagai bahan ajar dalam Sosiologi dan mengevaluasi keefektifan penerapannya dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep sosiologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengambilan data melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi yang dilakukan di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sampel penelitian terdiri dari 15 informan, yang meliputi tokoh adat, guru Sosiologi SMA, dan budayawan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk kearifan lokal Sasak yang relevan untuk pembelajaran Sosiologi antara lain sistem kekerabatan patrilineal, nilai gotong royong, dan upacara adat seperti Bau Nyale dan pernikahan Merariq. Kearifan lokal ini diintegrasikan ke dalam materi ajar untuk mengilustrasikan konsep-konsep sosiologi seperti struktur sosial, solidaritas sosial, dan kontrol sosial. Penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan kearifan lokal Sasak dalam pembelajaran Sosiologi meningkatkan pemahaman siswa dengan menjadikan materi lebih kontekstual dan relevan dengan kehidupan mereka, serta memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai peran budaya lokal dalam masyarakat. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya pengembangan materi ajar berbasis kearifan lokal Sasak dalam kurikulum Sosiologi dan pelatihan bagi guru untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran, guna memperkaya pengalaman belajar siswa dan meningkatkan efektivitas pengajaran.
PENGARUH PROGRAM PERTUKARAN MAHASISWA MERDEKA (PMM) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA UNIVERSITAS MATARAM Candra Agustina; Sukardi; Nursaptini
Journal of Social Education Sasambo Vol 4 No 02 (2026): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v4i02.11555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh program pertukaran mahasiswa merdeka (PMM) terhadap motivasi belajar mahasiswa universitas mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, metode penelitian ex post facto. Populasinya mahasiswa universitas mataram yang sudah melaksanakan pertukaran pelajar sebanyak 280 orang pada tahun 2023. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proportionate random sampling. Pengumpulan data diambil menggunakan teknik kuesioner melalui media online aplikasi google form dan offline berupa angket. Perolehan data dianalisis dengan bantuan SPSS version 26 for windows. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh program pertukaran mahasiswa merdeka (PMM) terhadap motivasi belajar mahasiswa universitas mataram. Dalam penelitian ini ditemukan nilai sig 0,000 < 0,05 yang berarti adanya pengaruh program pertukaran mahasiswa merdeka (PMM) terhadap motivasi belajar mahasiswa universitas mataram. adapun nilai thitung (4,357) > tTabel (1,661) maka dikatakan adanya pengaruh program pertukaran mahasiswa merdeka (PMM) terhadap motivasi belajar mahasiswa Universitas Mataram.