Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Implementasi Penyusunan Soal-Soal Higher Order Thinking Skills bagi Guru-Guru IPA Muhiddin Palennari; Hartono Hartono; Saparuddin Saparuddin
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 5
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.279 KB)

Abstract

Abstrak. Pada era pengetahuan abad XXI diperlukan sumber daya manusia memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi atau higher order thinking skills (HOTS sehingga diperlukan proses penilaian menggunakan soal-soal HOTS. Pada umumnya guru SMP di Kabupaten Gowa telah mengenal berbagai jenis dan bentuk soal-soal akan tetapi alat ukur berupa soal-soal HOTS belum maksimal. Sehubungan dengan hal tersebut, perlu dilakukan pelatihan perakitan soal-soal HOTS. Secara umum permasalahan yang dihadapi oleh guru IPA Kabupaten Gowa adalah guru belum maksimal mengembangkan soal-soal HOTS. Penyelesaian permasalahan yang dialami oleh mitra dilakukan melalui dua pendekatan yakni pertama pendekatan klasikal dalam bentuk pemberian teori dan pelatihan kepada para guru sedangkan pendekatan individual dalam bentuk terbimbing. Metode yang digunakan adalah, metode ceramah, tanya jawab/diskusi, metode demonstrasi. Hasil kegiatan menyimpulkan bahwa (1) peserta pelatihan memiliki pengetahuan dan keterampilan mengidentifikasi stimulus yang dapat dimasukkan pada soal-soal  dan (2) peserta pelatihan memiliki kompetensi dalam menyusun soal-soal HOTS. Dari hasil kegiatan ini, disarankan (1) untuk  menjamin keberlanjutan program maka dilakukan melalui  pendampingan secara berkala, (2) diharapkan menjadi bahan penilaian kinerja bagi guru dalam penyusunan soal-soal penilaian tengah atau akhir semester, dan (3) diharapkan kepada guru-guru yang tergabung dalam MGMP dapat menerapkan hasil penyusunan soal-soal HOTS yang dibuat dalam penilaian pembelajaran. Kata-kata kunci: soal-soal penilaian, keterampilan berpikir, keterampilan berpikir tingkat tinggi
PENGEMBANGAN PANDUAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) BERBASIS RISET PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK MENGGUNAKAN Hermetia illucens Saparuddin Saparuddin; Nani Kurnia; Christie Novri Yanti Thung
Binomial Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Binomial
Publisher : Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/bn.v5i2.1536

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan panduan Project Based Learning berbasis riset pengolahan limbah organik dengan menggunakan Hermetia illucens atau yang lebih dikenal dengan nama lalat tentara hitam. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas empat tahap yaitu analysis (analisis), design (desain), development (pengembanagan), implementation (implementasi) dan evaluation (evaluasi). Berdasarkan pertimbangan waktu, tenaga dan biaya maka penelitian yang dilakukan hanya sampai pada tahap pengembangan (develpoment). Produk akhir dari penelitian ini adalah buku panduan yang valid. Panduan yang dikembangakan mengacu pada materi biologi pada kelas X yaitu perubahan lingkungan. Data hasil penelitian berupa validitas dari penilaian validator ahli dengan berbagai komponen penilaian terhadap panduan yang dikembangkan. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa panduan PjBL berbasis riset pengolahan limbah organik menggunakan Hermetia illucens sebagai sumber belajar peserta didik kelas X SMA yang telah dikembangkan memenuhi kriteria valid.
Analisis Keterampilan Proses Sains Siswa di Kabupaten Jeneponto Arsad Bahri; Saparuddin Saparuddin; Wahyu Hidayat
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2022 : PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.667 KB)

Abstract

Abstrak. Pembelajaran abad 21 menekankan pendidikan yang memiliki kualifikasi tinggi dalam berbagai bidang, salah satunya keterampilan proses sains. Keterampilan proses sains penting dikembangkan karena merupakan kompetensi dasar untuk mengembangkan sikap ilmiah dan keterampilan dalam memecahkan masalah siswa, sehingga dapat membentuk pribadi yang kreatif, kritis, terbuka, inovatif, dan dan kompetitif dalam persaingan dunia global masyarakat. Proses pembelajaran yang menggunakan keterampilan proses sains akan membuat siswa menjadi lebih aktif dalam mengkonstruksi pengetahuan mereka secara mandiri. Penelitian merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang diperoleh akan digambarkan berdasarkan ukuran, jumlah dan frekuensi sesuai dengan temuan yang ada dan di deskripsikan melalui tabel profil keterampilan proses sains serta persentase yang diperoleh dari data yang diambil di Kabupaten Jeneponto. Hasil Penelitian menunjukkan keterampilan proses sains peserta didik di Kabupaten Jeneponto rata-rata berada pada kategori cukup dengan persentase 34%. Hal tersebut dikarenakan di dalam proses pembelajaran belum diterapkan materi yang berkenaan dengan keterampilan proses sains. Hal ini sejalan dengan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan bahwa dalam proses pembelajaran masih menggunakan metode ceramah dan diskusi, minimnya sarana dan prasarana laboratorium, perangkat pembelajaran yang kurang mendukung, administrasi sekolah belum menginisiasi pembelajaran kontekstual, PBM hanya menekankan penguasaan konsep, serta kegiatan pembelajaran yang belum mengeksplorasi keterampilan proses sains siswa. Kata Kunci: Keterampilan Proses Sains, Pembelajaran Abad 21, Sarana Prasarana
Pengembangan E-Modul Biologi untuk Siswa Sma Kelas XII Arsad Bahri; Arifah Novia Arifin; Saparuddin Saparuddin; Ahmad Abrar
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 7
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1366.8 KB)

Abstract

Abstrak. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana cara mengembangkan dan melihat kevalidan dan kepraktisan dari bahan ajar e-modul Biologi. Tujuan penelitian adalah untuk menghasilkan produk berupa bahan ajar e-modul Biologi yang valid dan praktis. Subjek penelitian adalah peserta didik dari kelas XII MIA SMAN 6 Makassar. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi, instrumen dan angket respon. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dibuat berdasarkan kebutuhan penelitian, yaitu kevalidan dan kepraktisan. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan analisis statistik deskriptif. Metode analisis ini adalah menganalisis data hasil penelitian dengan cara menggambarkan hasilnya dalam jumlah persen. Dengan analisis data ini akan diperoleh seberapa besar persentase kepraktisan e-modul Biologi. E-modul dikembangkan dengan mengacu pada pengembangan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahap yaitu 1) analyze, 2) design, 3) develope, 4) implement dan 5) evaluate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar modul elektronik (e-modul) dinyatakan valid oleh validator ahli yaitu 1 (sangat valid) menggunakan validitas Gregory. Uji kepraktisan bahan ajar berdasarkan respon guru yaitu 92,87% dan respon siswa 90,9%, hal ini menunjukkan bahwa e-modul bersifat praktis dengan memberikan respon positif. Ini menunjukkan bahwa bahan ajar e-modul yang dikembangkan layak digunakan untuk menunjang pembelajaran mandiri.Kata Kunci: E-Modul, Bahan Ajar, Pembelajaran Biologi 
Pendampingan Pengembangan E-Modul berbasis Microlearning bagi Guru SMA Negeri 9 Makassar Saparuddin; Andi Baso Kaswar; Dian Dwi Putri Ulan Sari Patongai; Muhiddin Palennari; St. Fatmah Hiola; Sahribulan
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Volume 01 Nomor 01 (April 2023)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ininnawa.v1i1.168

Abstract

The progress of science and technology in the world of education has made academics adapt to new conditions due to social change. The teacher is the front guard in the class who can provide great opportunities to make the learning atmosphere more interesting and fun. Teachers with innovative skills will become agents of reform who can change the generation of the nation's children for the better through an innovative and interesting learning system. To achieve the quality of learning, teachers must have competence, one of which is pedagogical competence in planning the learning process. The learning planning referred to in this activity is the development of e-module-based learning media. The purpose of this training and mentoring is to increase knowledge and skills in creating microlearning-based e-modules for teachers of SMA Negeri 9 Makassar. The Community Partnership Program is carried out in 3 main stages, namely the preparation, implementation and evaluation stages. The results of this activity are increasing the skills and knowledge of service participants in making other variations of learning media to be used as learning resources, assisting in using variations of learning methods other than conventional, can also familiarize trainees with technology in preparing learning resources.
Pelatihan Teknik Presentasi Ilmiah yang Efektif Bagi Mahasiswa Biologi FMIPA UNM Dian Dwi Putri Ulan Sari Patongai; Halifah Pagarra; Saparuddin; Sahribulan; Rosdiana Ngitung
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Volume 01 Nomor 01 (April 2023)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ininnawa.v1i1.182

Abstract

The skill of making scientific presentations is a skill that must be mastered by current students, especially final year students who will soon be preparing their final project. The problem with Biology students as partners in this service is the lack of student ability to make effective scientific presentations. Preliminary analysis showed that 41% of students found it very difficult to present properly. The solution offered is to hold effective scientific presentation training with the aim of providing understanding and training students' skills in making scientific presentations and making good presentation media. The implementation of this training consists of 3 sessions namely material delivery sessions, independent work and simulations. The results achieved in this training activity are an increase in the participants' knowledge and skills in making presentation materials and presenting them in an effective presentation. In terms of participant satisfaction, it shows that this community service has an average score of 3.89 with very good/very satisfied criteria. .
OPTIMALISASI QUIZIZZ SEBAGAI GAMIFIKASI PEMBELAJARAN UNTUK MENDUKUNG ADAPTASI TEKNOLOGI BAGI GURU DI SMP NEGERI 21 BULUKUMBA Saparuddin Saparuddin; Muhiddin P.; Ismail Ismail; Sahribulan Sahribulan; Dian Dwi Putri Ulan Sari P
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): April-Juni 2022
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v2i2.242

Abstract

Adapatasi teknologi merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk menyiapkan guru sebgai pendidik menghadapi peserta didik saat ini yang dijuluki sebagaii generesi Z, generasi yang kesehariannya tidak terlepas dari teknologi seperti gadget, laptop dan internet. Permasalahan guru SMP Negeri 21 Bulukumba adalah belum maksimalnya penggunaan teknologi seperti komputer dan jarigan internet yang ada disekolah sebagai sarana pembelajaran. Umumnya jaringan internet hanya digunakan sebagai sarana untuk download materi berupa ppt maupun video kemudian dipresentasikan secara konvensional di depan kelas. Berdasarkan malasalah ini, maka tim pengabdi menganggap perlu dilakukannya upaya adaptasi teknogi di dalam pembelajaran berupa pemanfaatan aplikasi quizizz sebahai gamifikasi pembelajaran. Metode pelaksanaan kegiatan ini berupa pelatihan dan pendampingan kepada para guru membuat instrument evaluasi dengan menggunakan aplikasi quizizz. Setelah pelaksanaan program, terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru di dalam membuat dan memanfaatkan quizizz sebagai sarana pembelajaran berbasis games.
Pelatihan Peningkatan Keterampilan Pembuatan Video Pembelajaran Berbasis Microlearning menggunakan Aplikasi Bandicam dan Filmora Saparuddin Saparuddin; Andi Baso Kaswar
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 4: November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i4.924

Abstract

Penggunaan media pembelajaran digital yang dikemas secara menarik merupakan salah satu cara yang efektif dalam meningkatkan minat belajar peserta didik sehingga terjadi proses pembelajaran yang berkualitas. Namun, berdasarkan hasil diskusi yang telah dilakukan bersama kepala sekolah SMA 9 Makassar dan hasil analisis situasi dan kondisi di sekolah, dapat diketahui bahwa mayoritas guru di SMA 9 Makassar belum mampu memanfaatkan sarana (jaringan internet bebas akses) yang tersedia di sekolah untuk mengembangkan sendiri media dan sumber belajar. Akhirnya hal tersebut menyebabkan; (1) Terbatasnya variasi media dan sumber belajar yang digunakan guru di sekolah, (2) Sumber belajar yang masih konvensional, (3) Guru belum mahir memanfaatkan teknologi dalam menyiapkan sumber belajar, (4) Minimnya referensi mengenai pembuatan e-modul berbasis microlearning. Oleh karena itu Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk melaksanakan pelatihan peningkatan keterampilan pembuatan video pembelajaran berbasis microlearning menggunakan aplikasi Bandicam dan Filmora bagi guru SMA Negeri 9 Makassar. Kegiatan yang melibatkan 20 orang guru sebagai peserta kegiatan ini dilaksanakan dalam 3 tahap utama yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan pelatihan dibagi kedalam 3 materi utama yaitu pengantar pembuatan video pembelajaran, pengenalan aplikasi Bandicam dan Filmora, dan pembuatan video pembelajaran berbasis microlearning. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa  pelatihan berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi guru dalam pembuatan video pembelajaran berbasis microlearning, dimana kompetensi guru memperoleh rata-rata sebesar 95 dalam pembuatan video pembelajaran berbasis microlearning. Microlearning-Based Learning Video Making Skills Improvement Training using Bandicam and Filmora Applications This Using digital learning media that is packaged attractively is an effective way to increase student interest in learning so that a quality learning process occurs. However, based on the results of discussions that have been carried out with the principal of SMA 9 Makassar and the results of the analysis of the situation and conditions, it can be seen that the majority of teachers at SMA 9 Makassar have not been able to take advantage of the facilities (free internet access) available at schools to develop their media and learning resources. Finally, it causes; (1) a limited variety of media and learning resources used by teachers in schools, (2) Conventional learning resources, (3) Teachers not yet proficient at using technology in preparing learning resources, (4) a Lack of references regarding the manufacture of microlearning-based e-modules. Therefore, this Community Partnership Program (PKM) aims to train to improve skills in making microlearning-based learning videos using the Bandicam and Filmora applications for SMA Negeri 9 Makassar teachers. The activity, which involved 20 teachers as participants, was carried out in 3 main stages: preparation, implementation, and evaluation. The training implementation stage is divided into three primary materials: an introduction to making learning videos, an introduction to Bandicam and Filmora applications, and microlearning-based learning videos.The evaluation of the activities showed that the training contributed to the improvement of teacher competence in making microlearning-based learning videos, where the teacher's competence obtained an average of 95 in making microlearning-based learning videos.