Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Variations of Mandarin Slang on Weibo: A Linguistic Trend in Social Media Kezia Tabitha Purnomo; Muhammad Farhan Masrur; Catari Alam
International Journal of Chinese Interdisciplinary Studies Vol. 2 No. 2 (2025): IJCIS
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ijcis.v2i2.39417

Abstract

Communication plays a vital role in human social interaction, with language serving as the primary tool for conveying messages, expressing identity, and shaping cultural development. Mandarin, as one of the most widely spoken languages, includes both formal and informal variations, such as slang. Slang is an evolving linguistic phenomenon that reflects social and cultural dynamics, particularly among young people. This study explores the characteristics, formation mechanisms, and social functions of Mandarin slang, with a focus on its usage on Weibo, one of China's most influential social media platforms. The research adopts a qualitative descriptive approach to analyze slang terms used in digital interactions between September and December 2023. The findings indicate that slang in Mandarin follows various linguistic patterns, including phonetic changes, abbreviations, metaphors, loanwords, and morphological adaptations. Additionally, slang serves multiple functions, such as strengthening social identity, fostering group cohesion, and enabling creative self-expression. Weibo significantly contributes to the dissemination and evolution of slang, as public figures, celebrities, and media organizations actively engage in language innovation through their posts. This study provides insights into the dynamic role of digital platforms in shaping modern language trends and highlights the impact of slang on communication patterns among Chinese youth.
MOTIF PERILAKU FEMINISME TOKOH WU CHAO DALAM NOVEL PUTRI LANGIT KARYA NIGEL CAWTHRONE Rendy Aditya; Susi Andriani; Rizky Wardhani; Azizah Utami Lestari; Dean Alfito Bhairav; Subandi Subandi; Cicik Arista; Muhammad Farhan Masrur
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 14, No 1 (2026): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v14i1.110315

Abstract

Penelitian difokuskan pada motif perilaku feminisme tokoh utama pada novel Putri Langit karya Nigel Cawthorne. Penelitian ini akan menggunakan kajian motif perilaku feminisme. Data penelitian ini adalah motif perilaku feminisme tokoh yang berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat dalam novel Putri Langit karya Nigel Cawthorne. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, berbentuk kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik baca dan teknik catat dengan empat teknik analisis data, yaitu identifikasi, klasifikasi, analisis dan deskripsi. Hasil penelitian yang telah dilakukan, dari dua puluh kriteria motif perilaku menurut teori motif perilaku dapat diketahui bahwa terdapat empat belas kriteria motif perilaku tokoh utama Wu Chao dalam novel Putri Langit karya Nigel Cawthore. Motif perilaku yang terdapat pada novel Putri Langit karya Nigel Cawthore adalah, perilaku merendah, berprestasi, afiliasi, otonomi, counteraction, pertahanan, hormat, dominasi, eksibis, infavoidance, memberi bantuan, menolak, seks, mengerti. Dari empat belas motif perilaku yang telah dianalisis peneliti, terdapat lima motif perilaku yang mengandung motif perilaku feminisme.
Analisis Semiotika Pada “Film Nezha 2” Karya Jiaozi Jennifer Nataniela Shivanka Setiawan; Muhammad Farhan Masrur
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i2.2026.983-993

Abstract

Film tidak lagi dipahami hanya sebagai media hiburan, tetapi sebagai teks kultural yang merepresentasikan nilai, makna, dan ideologi dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna denotatif, konotatif, dan mitos dalam film animasi Nezha 2 karya Jiaozi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh dari adegan, dialog, simbol visual, serta alur cerita yang dianalisis menggunakan semiotika Roland Barthes. Analisis dilakukan melalui identifikasi tanda dan penafsiran makna pada setiap lapisan signifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotatif, film menampilkan konflik antar tokoh dan kekuatan supranatural melalui simbol seperti api, air, dan teratai. Pada tingkat konotatif, simbol-simbol tersebut merepresentasikan transformasi diri, kerja sama, keseimbangan, serta hubungan keluarga. Pada tingkat mitos, film membangun makna mengenai harmoni, pengendalian diri, dan keseimbangan kosmis yang selaras dengan nilai budaya Tiongkok. Film ini tidak hanya menyampaikan cerita, tetapi juga membentuk pemahaman sosial melalui sistem tanda yang kompleks