Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGAYAAN PEMAHAMAN HADIS SABAR UNTUK GURU-GURU PESANTREN MODERN NURUL HUDA- CIKARAGEMAN- SETU- BEKASI Siregar, Khairil Ikhsan; Sa'dullah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The partnership with Pesantren Modern Nurul Huda Cikaregenan Setu-Bekasi was agreed upon by the lecturers of the Islamic Education Department as the site for community service four years ago. The Faculty of Social Science at Universitas Negeri Jakarta facilitated the funding so that the Community Service Program runs smoothly. The current training topic revolves around understanding the content of the hadith on patience in the context of a teacher's character as part of our community service. The methods employed during the training include lectures, discussions, and enrichment material, such as enriching the content of the hadith on patience and applying thematic hadith analysis techniques. Furthering the study of patient hadith is essential and greatly pertains to the background of teachers/educators appointed by Mitra, who are participants in this community service training. As a result, the understanding of the teachers improves with the following cycle: a significant change occurs before and after the training. It is still necessary to share knowledge and experiences to understand the hadiths and become familiar with the method of syarh/explanation of the hadith. For instance, to assess whether training has improved the participants' understanding, a comparison was made. Before the training, 13% had a complete understanding, 57% had some understanding, and 30% had little understanding. After participating, 30% had a complete understanding, 65% had some understanding, and 13% had little understanding. This training aimed to motivate teachers to continuously understand the Hadiths by providing enrichment and discussing in-depth the patient Hadiths and steps to study themed Hadith. Abstrak Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat bersama mitra Pesatren Modern Nurul Huda Cikaregenan Setu- Bekasi sebagaimana yang disepakati dari dosen-dosen Prodi Pendidikan Agama Islam menjadikannya tempat binaan Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas sejak empat tahun lalu. Dan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta yang menjadi fasilitator pengadaan dana sehingga kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) berjalan lancar. Tema pelatihan yang diusung pada pengabdian kepada masyarakat pada kali ini memahami matan (isi) hadis sabar, konteksnya dengan karakter pendidik. Metode yang digunakan dalam pelatihan ceramah dan diskusi dan materi pengayaan diantaranya: pengayaan materi hadis sabar, pengayaan materi metode kajian hadis tematik. Pengayaan kajian memahami hadis-hadis sabar penting dan berhubungan sekali dengan latar belakan guru-guru/pendidik yang ditunjuk Mitra sebagai peserta dalam pelatihan pengabdian kepada masyarakat ini. masih perlu berbagi pengalaman ilmu dalam upaya memahami hadis dan mengenal metode syarh/penjelasan hadis. Maka hasilnya pemahaman guru-guru meningkat dengan gambaran siklus berikut: perubahan signifikan dari sebelum mengikuti pelatihan dan setelahnya. Misalnya untuk kuis apakah pelatihan telah menambah pemahaman peserta, dengan perbandingan, sebelumnya paham sekali 13 % , paham 57%, kurang paham 30%, dan setelah mengikuti, paham sekali 30%, paham 65 %, dan kurang paham 13%. Melalui pelatihan ini dengan memberikan pengayaan dan diskusi pendalaman materi hadis sabar dan langkah-langkah kajian hadis tematik diharapkan guru-guru semakin termotivasi memahami hadis- hadis secara berkelanjutan.
PELATIHAN PEMAHAMAN STRATEGI DAKWA MODERASI BERAGAMA DA’I DAN DA’IYAH BERBAGAI MUI KECEMATAN DI JAKARTA TIMUR Khairil Ikhsan Siregar; Fidaus Wajdi; Suci Nurpratiwi; Rezza Miftachu Rizqi; Ahmad Reza Maulana
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The approach of religious moderation is crucial in responding to the threats of extremism and religion-based violence in society. An effective strategy for religious moderation in preaching is needed to assist preachers, religious leaders, and the wider community in conveying Islamic values that promote tolerance, peace, and interfaith cooperation. This article aims to outline religious moderation preaching strategies as a guide for disseminating messages that support peace and reject extremism. This study employs a training method consisting of theoretical material delivery and in-depth discussions. The training was held at the East Jakarta office of the Indonesian Ulema Council (MUI) and was attended by preachers from various districts. During the training, materials on religious moderation preaching strategies were presented, followed by intensive discussions between the presenters and participants to deepen their understanding and application of the concepts. The training showed that participants gained new knowledge about religious moderation, particularly in dealing with communities vulnerable to extremism. The participants also experienced an increased understanding of the importance of an inclusive, tolerant, and socially contextual preaching approach in promoting the values of religious moderation.  The findings from the training affirm that preaching strategies emphasizing tolerance and interfaith harmony are more effective in preventing extremism compared to rigid approaches. In-depth discussions also helped strengthen participants’ understanding of the importance of considering social and cultural aspects in preaching activities. This study concludes that religious moderation preaching training can provide new insights and effective strategies for preachers and religious leaders in confronting extremism. A balanced and inclusive approach should continue to be developed to foster harmony in culturally and religiously diverse societies.   Abstrak Pendekatan moderasi beragama sangat penting dalam merespons ancaman ekstremisme dan kekerasan berbasis agama di tengah masyarakat. Strategi dakwah yang efektif dalam moderasi beragama diperlukan untuk membantu da’i, tokoh agama, serta masyarakat luas menyampaikan nilai-nilai Islam yang mendorong toleransi, perdamaian, dan kerja sama antar agama. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan strategi dakwah moderasi beragama sebagai panduan dalam menyebarluaskan pesan-pesan yang mendukung perdamaian serta menolak ekstremisme.   Penelitian ini menggunakan metode pelatihan yang terdiri dari pemberian materi teori dan diskusi mendalam. Pelatihan tersebut dilaksanakan di kantor sekretariat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Timur dan diikuti oleh da’i serta da’iyah dari berbagai kecamatan. Selama pelatihan, materi mengenai strategi dakwah moderasi beragama disampaikan, diikuti dengan diskusi intensif antara pemateri dan peserta untuk memperdalam pemahaman dan aplikasinya.  Pelatihan ini menunjukkan bahwa peserta memperoleh pengetahuan baru terkait moderasi beragama, khususnya dalam menghadapi masyarakat yang rentan terhadap ekstremisme. Para peserta juga mengalami peningkatan pemahaman akan pentingnya pendekatan dakwah yang inklusif, toleran, dan menyesuaikan dengan konteks sosial dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama. Temuan dari pelatihan ini menegaskan bahwa strategi dakwah yang menekankan toleransi dan harmoni antar umat beragama lebih efektif dalam menangkal ekstremisme dibandingkan dengan pendekatan yang rigid. Diskusi yang mendalam membantu memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya mempertimbangkan aspek sosial dan budaya dalam aktivitas dakwah. Studi ini menyimpulkan bahwa pelatihan dakwah moderasi beragama mampu memberikan wawasan baru dan strategi yang efektif bagi da’i dan tokoh agama dalam menghadapi ekstremisme. Pendekatan yang seimbang dan inklusif perlu terus dikembangkan guna menciptakan keharmonisan dalam masyarakat yang beragam secara budaya dan agama.
Islamic Efforts in Realizing the Sakinah Family: "Solutions to Overcome Domestic Violence (DV)" Khairil Ikhsan Siregar; Muhammad Alif
Hayula: Jurnal Indonesia Studi Islam Multi-disiplin Vol 9 No 1 (2025): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Laboratorium Prodi Pendidikan Agama Islam UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/hayula.009.01.07

Abstract

This paper examines the role of Islam in realizing the sakinah family as a solution to overcome domestic violence (KDRT). This study aims to identify the application of Islamic values in creating a harmonious family and preventing domestic violence. The method used is an in-depth literature study by examining various sources, both the Qur'an, hadith, and the views of scholars related to rights and obligations in family life in Indonesia. The findings of this study reveal that Islam strongly emphasizes the importance of harmony in the household, by providing clear guidance on the roles and responsibilities of each party, as well as ways to resolve conflicts peacefully and encourage problem solving through dialogue, mediation, and a compassionate approach. Therefore, the application of Islamic teachings that prioritize respect and harmony can be an effective solution in overcoming domestic violence in society.
Peningkatan Kemampuan Pelafalan Huruf Hijaiyah Anak Melalui Media Permainan Ular Tangga: PTK Di Raudhatul Athfal Al-Ikhlas Pondok Ranggon Jakarta Timur Diva Elviana; Khairil Ikhsan Siregar; Sadullah Sadullah
JURNAL PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL (JUPENDIS) Vol. 1 No. 4 (2023): OKTOBER : JURNAL PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jupendis.v1i4.919

Abstract

This research is intended to analyze the use of the hijaiyah snakes and ladders game media to improve the pronunciation ability of hijaiyyah letters in children aged 5-6 years. This research was conducted at Raudhatul Athfal Al-Ikhlas with the subjects being all Medina class students. This type of research is included in Classroom Action Research (PTK). This research was carried out in 3 cycles, each cycle containing four stages, namely: planning, acting, observing and reflecting. The subjects in this study were 12 children, including 7 boys and 5 girls. The data collection technique in this research was observation, and the results of the researcher's data analysis showed successive increases from pre-cycle, cycle I, cycle II to cycle III. In the pre-cycle there was 1 child with a percentage (8.3%) whose abilities met expectations but 0 children had very good abilities, in the first cycle there were 2 children with a percentage (16.6%) whose abilities met expectations and 3 children (25%) who very good abilities, then in cycle II there was quite a good increase, namely 4 children with a percentage (33.3%) who had abilities as expected and 5 children (41.6%) who had very good abilities, until the peak of increase was in cycle III with data on 4 children (33.3%) whose abilities met expectations and 7 children with a percentage (58.3%) including children with very good abilities. From the data that has been obtained, the author can conclude that the use of the hijaiyah snakes and ladders game media can improve the ability to pronounce hijaiyah letters in young children aged 5-6 years at Raudhatul Athfal Al-Ikhlas Pondok Ranggon, East Jakarta.
Hadis Populer di Uji Kebenarannya Simulasi & Pelatihan Analisis Hadis Dhaif dan Palsu di-MUI Jakarta Timur Khairil Ikhsan Siregar; Izzah M; Faza; Mila
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi keagamaan melalui pelatihan dan simulasi analisis hadis lemah dan palsu. Peserta adalah pengurus MUI, tokoh agama, mahasiswa, dan masyarakat umum. Metode pelaksanaan meliputi pemaparan teori, studi kasus hadis populer, dan praktik analisis sanad-matan dengan sumber rujukan cetak maupun digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta untuk mengidentifikasi keautentikan hadis. Kegiatan ini diharapkan berkontribusi pada pengurangan penyebaran hadis lemah atau palsu di ruang publik.  Abstract  This community service program aims to enhance religious literacy through training and simulation on the analysis of weak and fabricated hadiths. The participants consist of MUI administrators, religious leaders, university students, and the general public. The implementation methods include theoretical presentations, case studies of popular hadiths, and practical analysis of sanad and matan using both printed and digital sources. The results show a significant improvement in participants’ understanding and skills in identifying the authenticity of hadiths. This program is expected to contribute to reducing the spread of weak or fabricated hadiths in the public sphere.
PENDAMPINGAN DAN PENGUATAN PERAN DA'I DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER UMAT YANG PEDULI LINGKUNGAN MELALUI KERJA SAMA DENGAN MUI JAKARTA TIMUR Izzatul Mardhiah; Amaliyah; Khairil Ikhsan Siregar; Mora Alifia Defahmu; Iris Agripina Zen
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic teachings emphasize the importance of environmental management. However, many preachers or religious teachers who regularly interact with the surrounding community have not actively promoted environmental awareness in their sermons. To address this gap, a structured program was developed to support and strengthen the role of preachers in conveying the importance of environmental awareness as a core Islamic value. This initiative was carried out in collaboration with the East Jakarta branch of the Indonesian Ulema Council (MUI) in the form of training featuring academic experts who addressed environmental issues from an Islamic perspective. A total of 26 participants attended the training, consisting of dai and ustaz who participated in the MUI Ulama Cadre Education Program from 17 sub-district representatives. The training used lectures, interactive discussions, and pre- and post-training surveys. The results of 23 questionnaires filled out by 26 participants revealed a significant increase in participants' understanding of Islamic teachings that promote environmental responsibility from the perspectives of eco-theology and fiqh al bi'ah, as well as a stronger commitment to incorporating environmental advocacy into their lectures and designing more extensive green da'wah development. Abstrak Ajaran Islam menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan. Namun, banyak da'i atau ustaz yang secara rutin berinteraksi dengan masyarakat di sekitar belum secara aktif mempromosikan kesadaran lingkungan dalam ceramah mereka. Untuk mengatasi kesenjangan ini, sebuah program terstruktur dikembangkan untuk mendukung dan memperkuat peran para da'i dalam menyampaikan pentingnya kepedulian lingkungan sebagai nilai inti Islam. Inisiatif ini dilakukan bekerja sama dengan cabang Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Timur, berbentuk pelatihan yang menampilkan para pakar akademis yang menyuarakan isu-isu lingkungan dalam perspektif Islam. Sebanyak 26 peserta menghadiri pelatihan tersebut, yang merupakan dai dan ustaz yang mengikuti Program Pendidikan Kader Ulama MUI dari 17 perwakilan kecamatan. Pelatihan ini menggunakan ceramah, diskusi interaktif, dan survei pra dan pasca pelatihan. Hasil dari 23 kuesioner yang diisi dari 26 peserta mengungkapkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta tentang perspektif Islam yang mengajarkan tanggung jawab lingkungan, konsep ekoteologi, fiqh al-bi’ah dan komitmen yang lebih kuat untuk memasukkan advokasi lingkungan ke dalam kegiatan ceramah dan merancang pengembangan green dakwah secara lebih luas.
Korelasi Pemahaman Nilai Percaya Diri Qur’ani dengan Insecurity Mahasiswi Pendidikan Agama Islam Hanifah, Mila; Nurpratiwi, Suci; Siregar, Khairil Ikhsan
Edukhasi: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Inovasi Pendidikan
Publisher : Edu Berkah Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60132/jip.v4i2.624

Abstract

Insecure atau perasaan tidak percaya diri merupakan kondisi psikologis yang umum dialami banyak individu. Pemahaman terhadap nilai-nilai dalam Al-Qur’an diyakini dapat membantu seseorang menghadapi perasaan tidak aman melalui keyakinan bahwa setiap keterbatasan merupakan bagian dari ketetapan Allah yang perlu diterima dengan syukur dan ketenangan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemahaman nilai-nilai percaya diri dalam Al-Qur’an dengan tingkat insecure pada mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta. Penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan populasi sebanyak 260 mahasiswi dan sampel penelitian sebanyak 125 responden. Pengumpulan dan analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics 26 dan Microsoft Excel melalui uji instrumen, analisis statistik, serta uji prasyarat analisis. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pemahaman nilai-nilai percaya diri dalam Al-Qur’an dengan tingkat insecure, dengan koefisien korelasi sebesar -0,347 yang menunjukkan hubungan negatif dengan tingkat kekuatan lemah. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi pemahaman terhadap nilai percaya diri dalam Al-Qur’an, maka tingkat insecure cenderung menurun. Namun, kontribusi variabel tersebut terhadap tingkat insecure hanya sebesar 12%, sehingga bukan merupakan faktor utama dalam meminimalisir insecure. Temuan ini menunjukkan perlunya pendekatan tambahan, seperti intervensi psikologis dan dukungan sosial, di luar pendekatan kognitif-teologis untuk membantu menurunkan tingkat insecure pada mahasiswi.
Reinterpretasi Hadis Tentang Peran Perempuan Sebagai Pendidik Dalam Keluarga Dan Masyarakat Modern Khairil Ikhsan Siregar; Mila Hanifah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18748

Abstract

The role of women in family and community education has a strong foundation in Islamic teachings, particularly through the Prophet’s hadiths. However, the interpretation of these hadiths is often still bound by past social and cultural contexts that are less relevant to the dynamics of modern life. This article uses a hermeneutic and contextual approach to reinterpret a number of hadiths related to the role of women as educators. This research is qualitative, employing content analysis of selected hadiths found in Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, Ṣaḥīḥ Muslim, Sunan Abī Dāwūd, al-Tirmidhī, al-Nasā’ī, and Ibn Mājah. The study shows that these hadiths contain adaptable meanings in response to contemporary needs and affirm the position of women as active agents in education, both within the family and in society. This reinterpretation is expected to contribute to Islamic discourse responsive to contemporary gender and educational issues.
Karakteristik Pendidik Rahmani dalam Surah ar-Rahman : (Kajian Pustaka: Tafsir Tematik) Mufrida Zahra; Andy Hadiyanto; Khairil Ikhsan Siregar
Jurnal Studi Al-Qur'an Vol 16 No 1 (2020): Jurnal Studi Al-Qur'an
Publisher : Islamic Religious Education Departement

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSQ.016.1.06

Abstract

This study aims to determine the character of rahmani educators in surah ar-Rahman by analyzing thematic interpretations of these verses. Humans are creatures that can not be separated from education, namely as educational actors both as educators and students. Educators are one important component in the education process, because on their shoulders a very large responsibility to take students towards the educational goals to be achieved. In this modern era, there are many people who work as teachers, but many do not understand and implement what competencies must be possessed by an educator. In surah ar-Rahman there are several concepts of educators, including: educators who have a compassionate personality, educators must be knowledgeable, educators who can develop the potential of their students, and educators who have the ability to interact. Keywords: characteristics, rahman educators, thematic interpretations