Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Internalisasi Nilai Peduli Lingkungan di Persekolahan: Studi Kasus Ecopesantren SPMAA Lamongan Jawa Timur Rihlah Nur Aulia; Sofyan Sauri; Faisal M. Jasin; Sari Narulita; Firdaus Wajdi; Dian Elvira Nanda Isnaini
Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 4 No 1 (2020): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Laboratorium Prodi Pendidikan Agama Islam UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.706 KB) | DOI: 10.21009/004.01.05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana internalisasi nilai ecopesantren dalam membentuk karakter peduli lingkungan. Teori yang digunakan adalah teori internalisasi nilai. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, dokumentasi, studi literatur dan wawancara dengan Pimpinan Pondok Pesantren, guru, serta para santri. Penelitian ini menyimpulkan: pertama,upaya internalisasi nilai ecopesantren dalam membentuk karakter peduli lingkungan, melalui; (1), Kebijakan pondok Pesantren. (2), kurikulum di sekolah. (3), kegiatan ekstrakulikuler.. Kedua, Proses internalisasi nilai ecopesantren dalam membentuk karakter peduli lingkungan di pondok pesantren SPMAA Lamongan Jawa Timur., melalui 3 tahapan, yaitu: pertama, tahap transformasi nilai. Kedua, tahap transaksi milai ketiga, tahap transinternalisasi
Analisis Kebutuhan Lulusan Jurusan Ilmu Agama Islam Sari Narulita; izzatul Mardhiah; Rihlah Nur Aulia; Eka Napisah
Jurnal Studi Al-Qur'an Vol 10 No 1 (2014): Jurnal Studi Al-Qur'an
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FIS UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan daya saing dan mutu perguruan tinggi perlu dilakukan secara berkesinambungan. Hal tersebut dilakukan dengan menselaraskan kompetensi lulusan dengan kebutuhan stakeholder. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kompetensi yang dibutuhkan oleh stakeholder atas lulusan Jurusan Ilmu Agama Islam di Universitas Negeri Jakarta. Hal ini dilakukan dengan studi kinerja mahasiswa yang sedang melakukan praktik kerja lapangan di beberapa lembaga / perusahaan. Penelitian ini berguna untuk sinkronisasi kompetensi yang harus dimiliki oleh mahasiswa dengan kurikulum yang berlaku di Jurusan Ilmu Agama Islam. Penelitian ini menjadi refleksi dan bahan pendukung perencanaan pengembangan kurikulum berbasis KKNI untuk Jurusan Ilmu Agama Islam Metode penelitian ini kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data diperoleh dari kuesioner yang terdiri dari pertanyaan tertutup dan terbuka. Temuan disusun dengan sajian data untuk dianalisis dan ditarik kesimpulan, serta masukan dan saran yang bisa diajukan.
Sejarah Keberadaan Muhammadiyah di Minangkabau Perspektif Hamka dalam Karya “Ayahku” Muhamad Ikbal; Rihlah Nur Aulia; Khairil Ikhsan Siregar
Jurnal Studi Al-Qur'an Vol 14 No 1 (2018): Jurnal Studi Al-Qur'an
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FIS UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSQ.014.1.06

Abstract

This research is aimed to describe of the first origin of Muhamadiyah in Minangkabau beside on Hamka perspective on his book “Ayahku”, about whom lead Muhamadiyah to Minangkabau, what is the background of Muhamadiyah brought to Minangkabau, and what about the response of Minangkabau society regarding the arrival of Muhamadiyah. This research using history method, mean while for presentation the result of research using descriptive narrative. The Phase of this research method has four elements, such as heuristic (collecting data), critic, interpretative, and historiography (written). The result of this research shows that Muhamadiyah brought to Minangkabau individually where it brought by Haji Abdul Karim Amrullah in 1925. Known Men who spread Muhamdiyah in Minangkabau is Syekh Jamil Jambek, St. Mansur, Sj St Mangkuto and his brother Yusuf Amrullah. Support factor that makes Muhamdiyah accepted in Minangkabau society is because Abdul Karim Amrullah and founder of Muhamdiyah K.H Ahmad Dahlan is a student of Syekh Khatib al Minangkabaui when studying in Mecca also when H.Abdul Karim Amrullah goes to java and his art asked by K.H.Ahmad Dahlan for rewritten in java language. Keywords : History, Muhammadiyah, Minangkabau, Hamka. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah awal keberadaan Muhammadiyah di Minangkabau perspektif Hamka dalam karyanya “Ayahku”, tentang siapa yang membawa Muhammadiyah ke Minangkabau, apa latarbelakang Muhammadiyah dibawa ke Minangkabau, dan bagaimana respon masyarakat Minangkabau pada saat Muhammadiyah datang.Penelitian ini mengunakan metode sejarah, sementara untuk penyajian hasil penelitian dilakukan dalam bentuk deskriptif – naratif. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa Muhammadiyah dibawa ke Minangkabau secara individual, yaitu dibawa oleh H.Abdul Karim Amrullah pada tahun 1925. Beliau membawa Muhammadiyah ke Minangkabau adalah untuk memperbaiki Agama Islam di Minangkabau. Tokoh yang ikut menyebarkan Muhammadiyah di Minangkabau adalah Syekh Jamil Jambek, St.Mansur, S.J. St.Mangkuto dan adik beliau Yusuf Amrullah. Faktor-faktor Muhammadiyah diterima di masyarakat Minangkabau adalah karena H.Abdul Karim Amrullah dan pendiri Muhammadiyah K.H.Ahmad Dahlan merupakan sama-sama murid dari Syekh Khatib Al-Minangkabaui pada saat belajar agama di Makkah serta pada saat H.Abdul Karim Amrullah ke Jawa karangan-karangan beliau di minta oleh K.H.Ahmad Dahlan untuk disalin dalam bahasa Jawa. Kata Kunci: Sejarah, Muhammadiyah, Minangkabau, Hamka
Does Transparency Effect on The Participation of Student’s Parent in Education Provisions? Nurhattati Fuad; Unifah Rosyidi; Ahmad Jauhari H.R; Rihlah Nur Aulia
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 11 No 3 (2022): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.857 KB) | DOI: 10.23887/jpiundiksha.v11i3.44728

Abstract

The low transparency and participation of parents in providing education at State Elementary Schools is the background to prove whether or not there is a direct effect of transparency in the dimensions of information availability, accuracy of media use and ease of access to information on school management on the participation of parents in SDN education. The aims of this study is to analyze the effect of transparency on the participation of parents in education. The unit of research analysis is the school committee management, totaling 2867 people. With Slovin's formula, 348 samples were selected randomly. Through the use of the causal expost facto method, data was collected using a questionnaire in the form of an attitude scale as outlined in the google form and manual questionnaire. Analyzed with descriptive statistical techniques and parametric inferential statistics, which was preceded by a normality test using the Lilifors technique. Regression significance test and regression linearity test were performed and analyzed using path analysis techniques. The results of the statistical test concluded that there is no direct effect of the availability of school management information on the participation of parents in the provision of education; there is no direct effect of the accuracy of the school management information media on the participation of parents in the administration of education, accessibility of school management information on the participation of parents in the provision of education. The availability of management information in schools has a significant direct effect on information accessibility.
MENUJU SEKOLAH SEHAT BERBUDAYA LINGKUNGAN SMPN SATU ATAP PULAU PARI KEPULAUAN SERIBU Faisal M. Jasin; Rihlah Nur Aulia; Haerul Anwar; Alvin Pratya Aryansyah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The purpose of this service is to provide reinforcement in increasing understanding and implementation towards environmentally friendly healthy schools in archipelagic schools. Creating a healthy school environment is the most important thing that must be prepared by educational units, especially in archipelagic schools. A healthy school environment can be used as a fun learning resource for the achievement of optimal learning processes and outcomes, a healthy school with Environmental Culture which is based on awareness and understanding of the current condition of the school environment and the surrounding environment as one of the smallest environmental units, in order to develop creations, tastes, karsa and works to maintain, improve, and improve the quality of the current and future environment, especially in the archipelago. The method used is through socialization to go to a healthy school with environmental culture. The results of the service are first, the principal, teachers are able to understand and be aware of the current environmental conditions. Second, school principals and teachers, staff are able to formulate efforts to maintain, improve, and improve the quality of the environment. Third, school residents care about the environment, and are able to realize their concern for nature and island preservation in daily life, especially the school environment and the surrounding environment as a school in the archipelago as an ecosystem unit. Keywords: school; healthy; cultured environment; archipelago Abstrak Tujuan pengabdian ini untuk memberikan penguatan dalam peningkatan pemahaman dan implementasi menuju sekolah sehat berbidaya lingkungan di sekolah kepulauan. Menciptakan lingkungan sekolah yang sehat merupakan hal terpenting yang harus disiapkan oleh satuan pendidikan terutama di sekolah kepulauan.. Lingkungan sekolah yang sehat dapat dijadikan sebagai sumber belajar yang menyenangkan demi tercapainya proses dan hasil belajar yang optimal, sekolah sehat Berbudaya Lingkungan yang dilandasi oleh kesadaran dan pemahaman atas kondisi lingkungan sekolah dan lingkungan sekitar saat ini sebagai satu unit lingkungan terkecil, dalam rangka mengembangkan cipta, rasa, karsa dan karya untuk memelihara, memperbaiki, dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup saat ini dan yang akan datang terutama di kepulauan. Metode yang digunakan adalah melalui sosialisasi untuk menuju sekolah sehat berbudaya lingkungan. Hasil pengabdian adalah : pertama, kepala sekolah, guru Mampu memahami dan sadar terhadap kondisi lingkungan saat ini. Kedua, kepala sekolah dan guru, tendik mampu merumuskan upaya untuk memelihara, memperbaiki, dan meningkatkan kualitas lingkungan. Ketiga, warga sekolah Peduli terhadap lingkungan, dan mampu mewujudkan kepeduliannya tersebut alam dan pelestarian pulau dalam kehidupan sehari-hari Terutama lingkungan sekolah dan lingkungan sekitarnya sebagai sekolah di kepualauan sebagai satu unit ekosistem. Kata Kunci: sekolah; sehat; berbudaya lingkungan; kepulauan
PENGUATAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH KEPULAUAN MELALUI BIMTEK MODEL IN-ON-IN SMPN SATU ATAP PULAU PARI KEPULAUAN SERIBU Rihlah Nur Aulia; Faisal M. Jasin; M. Ridwan Effendi; Sari Narulita; Ismayati Afifah; Ummu Hani; Fitri Laila
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Tujuan pengabdian ini untuk memberikan penguatan dalam peningkatan pemahaman dan penguasaan implementasi kurikulum merdeka (IKM) melalui model in-on-in. Implementasi Kurikulum Merdeka berupaya memulihkan pembelajaran demi mewujudkan transformasi pendidikan di Indonesia ke arah yang lebih baik. Pada Kurikulum Merdeka, guru dapat mengenali potensi murid lebih dalam guna menciptakan pembelajaran relevan. Namun IKM cukup menimbulkan kegagapan di lingkungan sekolah, khususnya bagi para guru. Metode yang digunakan adalah model pembelajaran in-on-in dengan kemasan bimbingan teknis (bimtek) yang diselenggarakan dengan melibatkan multistakeholders. Hasil pengabdian adalah: (1)bimtek mampu meningkatkan pemahahaman IKM disekolah kepulauan. (2) bimtek bahkan mampu menyuguhkan sebentuk solusi perbaikan mutu pendidikan bentuk Implementasi kurikulum merdeka berbasis sekolah kepulauan (3)bimtek meningkatkan pemahaman dan penguasaan signifikan guru dalam implementasi kurikulum merdeka berbasis kearifan lokal sekolah kepulauan, dan (4) penyelenggaraan bimtek implementasi kurikulum merdeka berpengaruh positif kepala sekolah, guru dan tendik dalam berkolaborasi membuka wawasan dan kerjasama konkrit dalam meningkatkan pendidikan di masyarakat kepulauan, khususnya pulau pari kepulauan seribu dengan Pemerintah, swasta, serta NGO, seperti membuat modul ajar Masyarakat kepualauan.. Pengabdian memberikan rekomendasi penguatan implementasi IKM menggunakan model in-on-in dengan kolaborasi sejumlah sekolah, perguruan tinggi (PT), swasta, NGO layak terus dilakukan untuk peningkatan pemahaman penguasaan IKM dan peningkatan kinerja pendidik di sekolah kepulauan. Abstrak The purpose of this service is to provide reinforcement in increasing understanding and mastery of the implementation of the independent curriculum (IKM) through an in-on-in model. The implementation of the Independent Curriculum seeks to restore learning in order to realize the transformation of education in Indonesia for the better. In the Independent Curriculum, teachers can recognize the potential of students more deeply to create relevant learning. However, IKM is enough to cause stuttering in the school environment, especially for teachers. The method used is an in-on-in learning model with technical guidance packaging (technical guidance) which is held by involving multi-stakeholders. The results of the service are: (1) technical guidance is able to improve the understanding of SMEs in archipelagic schools. (2) technical guidance is even able to present a form of solution to improve the quality of education in the form of the implementation of the independent curriculum based on archipelagic schools (3) technical guidance increases teachers' understanding and significant mastery in the implementation of the independent curriculum based on local wisdom of archipelagic schools, and (4) the implementation of technical guidance for the implementation of the independent curriculum has a positive effect on school principals, teachers and staff in collaborating to open up insights and concrete cooperation in improving education in the island of the islands, especially the island of Pari Islands with the Government, the private sector, and NGOs, such as making teaching modules for the archipelago community. The service provides recommendations to strengthen the implementation of SMEs using an in-on-in model with the collaboration of a number of schools, universities (PT), the private sector, and NGOs that are feasible to continue to be carried out to increase understanding of IKM mastery and improve the performance of educators in archipelagic schools.
Pengaruh Penggunaan Chatgpt terhadap Kompetensi Mahasiswa Pascasarjana Chika Amalia Azhari; Arita Marini; Rihlah Nur Aulia
Katalis Pendidikan : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Matematika Vol. 2 No. 3 (2025): Katalis Pendidikan : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Matematika
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/katalis.v2i3.2094

Abstract

This study aims to review the literature on the effects of using ChatGPT on postgraduate students' competencies. The method applied in this study is a literature review of 420 journals from 500 journals. References were obtained from the Emerald Journal, Elsevier and Google Scholar by utilizing the Publish or Perish application. Data processing uses the VOSviewer application. With this literature review, it was found that.In the network visualization data, it was found that the widest link in the largest Red cluster was GPT, Chat GPT, Ability, Artificial Intelligent, Student, Chat, Higher education which was related to Postgraduate-student. In the overlay visualization based on the year, it was found that the projection of the year of collection at the time of the study. It can be seen from the darkest keywords, namely ability, student, skill, which have a longer research projection. Meanwhile, the research projections included in the latest research are with the keywords conversation, generative ai, education, and research. The results of Density Visualization show that the keywords ChatGPT, Ability, Higher Education, and Skill are included in the most frequently conducted research results. Meanwhile, the keywords generative AI, research, challenge, opportunity, conversation, artificial intelligent are included in the least conducted research. This shows that there is a significant relationship between the keywords mentioned.The recommendations given include strengthening the policies implemented in each university in each country for the use of AI as a medium for information and data processing. In addition, training on plagiarism in the preparation of various research journals and final assignments for postgraduate students needs to be intensified. The results of this study are expected to provide insight and breadth to related agencies that these opportunities can be further developed in Indonesia.
Pengembangan Capacity Building Ulama Dalam Prespektif Keterampilan Mengajar Rudi M Barnansyah; Rihlah Nur Aulia; Yusuf Ismail; Ismi; Kamilah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan capacity building ulama khususnya dalam keterampilan mengajar melalui pelatihan di wilayah Jakarta Timur. Latar belakang program ini adalah kebutuhan untuk memperkuat moderasi beragama dan kompetensi pedagogik ulama, yang selama ini sering dipersepsikan hanya sebagai penceramah, padahal juga berperan sebagai pendidik. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, workshop, simulasi mengajar, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Sebanyak 36 peserta yang terdiri dari pengurus MUI kecamatan dan mahasiswa Pendidikan Dasar Ulama mengikuti kegiatan ini. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pedagogik, penyusunan kurikulum, pemanfaatan media ajar, serta kemampuan komunikasi. Sebanyak 94% peserta mengalami peningkatan nilai lebih dari 30% dari skor awal. Tingkat kepuasan peserta mencapai 87,9% yang menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat relevan dan dibutuhkan. Kesimpulannya, program ini berhasil memperkuat peran ulama sebagai pendidik sekaligus menanamkan nilai moderasi beragama di masyarakat.ABSTRACK This community service program aimed to enhance the capacity building of ulama, particularly in teaching skills, through structured training in Jakarta Timur. The background of this program is the need to strengthen religious moderation and pedagogical competence of ulama, who are often perceived only as preachers but also serve as educators. The method employed consisted of lectures, discussions, workshops, teaching simulations, and evaluation using pre-test and post-test. Thirty-six participants, including local MUI leaders and students of the Ulama Basic Education Program, joined the program. The results showed a significant increase in pedagogical competence, curriculum design, use of teaching media, and communication skills. Ninety-four percent of participants improved their test scores by more than 30%. Furthermore, participant satisfaction reached 87.9%, reflecting the relevance and urgency of this program. In conclusion, this program successfully contributed to strengthening the role of ulama as educators while fostering the values of religious moderation in society.