Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

STUDI PERBANDINGAN KUALITAS AIR PADA SISTEM RESIRKULASI ANTARA SISTEM YANG MENGGUNAKAN TANAMAN KANGKUNG DAN TANPA TANAMAN KANGKUNG DILIHAT DARI VARIABEL AMONIA (NH3), NITRIT (NO2), NITRAT (NO3) Ni Putu Indah Swardiani; Ida Bagus Jelantik Swasta; Jasmine Masyitha Amelia; Kadek Lila Antara
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 3 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i3.330

Abstract

Air merupakan media budidaya yang sangat penting dalam perikanan, seiring berjalannya waktu, ketersediaan air bersih semakin sulit untuk didapat, sehingga menjadi kendala dalam berbudidaya, dengan menggunakan sistem resirkulasi akan memutar air secara terus menerus sehingga mampu menghemat air dan kualitas air tetap terjaga. Adapun kualitas air yang dapat mempengaruhi ikan lele yakni, Amonia, Nitrit dan Nitrat. Sistem resirkulasi menggunakan filter dengan perbandingan menggunakan filter konvensional dan filter konvensional yang diambah dengan filter biologi menggunakan tanaman kangkung. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat apakah terdapat perbedaan konsentrasi amonia, nitrit, dan nitrat dari sistem resirkulasi yang tidak menggunakan tanaman dengan sistem resirkulasi yang menggunakan tanaman kangkung serta melihat sistem mana yang lebih efektif dalam memperbaiki kualitas air. Pengambilan sampel air dilakukan 7hari sekali selama 1bulan. Parameter yang diamati adalah Amonia, nitrit, nitrat. Data disajikan dalam bentuk grafik serta dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Amonia dan nitrit perakuan A, nilai rata-rata yang diperoleh cenderung lebih tinggi dibanding dengan perlakuan B namun rata-rata masih berada di bawah ambang batas yang telah ditentukan, sedangkan konsentrasi nitrat menunjukkan nilai yang tinggi pada perlakuan B dibandingkan perlakuan A. Terdepat perbedaan kualitas air dari kedua perlakuan, kualitas air perlakuan B lebih baik dilihat dari variabel amonia nitrit dan nitrat dengan menghasilkan SR tertinggi sebanyak 86,6%.
WATER QUALITY ASSESSMENT ON THE COAST OF DESA MUSI, KECAMATAN GEROKGAK, BALI Amelia, Jasmine Masyitha; Maharani, Made Dwipa Kusuma
AQUASAINS Vol 13, No 1 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aqs.v13i1.p1596-1604

Abstract

The northern coast of Bali possesses significant natural resource potential, particularly in Desa Musi, Kecamatan Gerokgak, which serves as a site for fish and seaweed cultivation managed by the local communities. However, some of these aquaculture activities lack adequate wastewater management systems. This study aimed to evaluate the water quality along the coast of Desa Musi, Kecamatan Gerokgak, Bali. A quantitative descriptive approach was employed, with purposive sampling conducted at selected locations along the coastal area. The water quality parameters assessed included salinity, pH, temperature, phosphate, ammonia, lead, and cadmium concentrations. The findings revealed that the coastal waters of Desa Musi generally support marine biota. However, the concentrations of lead and cadmium exceed the threshold values stipulated by Kep-51/MenKLH/2004. These results underscore the need for regular water quality management and monitoring to ensure environmental sustainability and support the livelihoods of the local community.Keywords: Coastal ecosystems, environmental monitoring, heavy metals.
Pemantauan Kualitas Air: Analisis Logam Berat Timbal (Pb) dan Kadmiun (Cd) Guna Mendukung Kegiatan Perikanan Berkelanjutan di Perairan Jembrana, Bali Maharani, Made Dwipa Kusuma; Prasetia, I Nyoman Dodik; Wulandari, Dewi; Amelia, Jasmine Masyitha; Sitepu, Gressty Sari Br
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 15 No 2 (2024): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v15i2.4621

Abstract

The purpose of this research was to identify heavy metals in Jembrana waters and analyze water quality to determine water fertility. This study used direct observation and quantitative descriptive. Primary production, biological chemical physical parameters, and heavy metal data were collected in this study. The results showed that Jembrana waters had the highest primary productivity value of 1051.01 mgC/m3/day and the lowest value of 112.61 mgC/m3/day. Water quality in Jembrana is considered quite good. The results of this study showed that the water conditions at the observation site remained stable and within the tolerance limits for marine biota. This is due to the fact that during the sampling period, there was no significant activity from fishermen and local residents. Observations of heavy metals lead and cadmium at the study site showed that some stations exhibited values that exceeded the threshold, but these values were still acceptable for the waters. The heavy metal levels at the stations exceeded the threshold due to sewage effluents from companies and ships in the local harbor.
WATER QUALITY ASSESSMENT ON THE COAST OF DESA MUSI, KECAMATAN GEROKGAK, BALI Amelia, Jasmine Masyitha; Maharani, Made Dwipa Kusuma
Aqusains: Jurnal Ilmu Perikanan dan Sumberdaya Perairan Vol. 13 No. 1 (2024): November 2024
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aqs.v13i1.p1596-1604

Abstract

The northern coast of Bali possesses significant natural resource potential, particularly in Desa Musi, Kecamatan Gerokgak, which serves as a site for fish and seaweed cultivation managed by the local communities. However, some of these aquaculture activities lack adequate wastewater management systems. This study aimed to evaluate the water quality along the coast of Desa Musi, Kecamatan Gerokgak, Bali. A quantitative descriptive approach was employed, with purposive sampling conducted at selected locations along the coastal area. The water quality parameters assessed included salinity, pH, temperature, phosphate, ammonia, lead, and cadmium concentrations. The findings revealed that the coastal waters of Desa Musi generally support marine biota. However, the concentrations of lead and cadmium exceed the threshold values stipulated by Kep-51/MenKLH/2004. These results underscore the need for regular water quality management and monitoring to ensure environmental sustainability and support the livelihoods of the local community.Keywords: Coastal ecosystems, environmental monitoring, heavy metals.
Pengaruh Suplementasi Probiotik Lactobacillus spp.Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Dan Rasio Konversi Pakan Ikan Lele (Clarias sp.) Rismayanti, Ni Luh Putu; Martini, Ni Nyoman Dian; Amelia, Jasmine Masyitha
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 19 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v19i2.101268

Abstract

Ikan lele merupakan salah satu komoditas air tawar dan bernilai ekonomis serta memiliki kandungan gizi yang tinggi. Budidaya ikan lele menghabiskan 60-70% pakan dari total biaya produksi yang dikeluarkan sementara pasar ikan dapat mengalami fluktuasi harga yang tidak stabil. Solusi yang dapat dilakukan yaitu dengan menambahkan probiotik Lactobacillus spp ke dalam pakan, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi probiotik Lactobacillus spp. dalam pakan terhadap pertumbuhan dan rasio konversi pakan (FCR) ikan lele (Clarias sp.). Penelitian ini dilakukan di Desa Tukadmungga selama 30 hari. Metode eksperimen yang digunakan adalah eksperimen rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu: P1 (kontrol tanpa probiotik), P2 (pakan dengan tambahan probiotik 10 ml/kg), dan P3 (pakan dengan tambahan probiotik 8 ml/kg). Metode analisis yang digunakan adalah uji ANOVA satu jalur dan uji Duncan sebagai uji lanjutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi probiotik Lactobacillus spp. berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot mutlak, panjang mutlak, SGR, FCR, dan EPP ikan lele (p < 0,05). Perlakuan P2 memberikan hasil pertumbuhan terbaik dengan bobot mutlak 37,65 ± 1,74 g, panjang mutlak 8,68 ± 0,73 cm, dan SGR 1,25 ± 0,00 %/hari, FCR 3,68±0,17, dan EPP 27,22± 1,26, namun tidak berpengaruh nyata terhadap survival rate. Kata kunci: Lactobacillus spp., Ikan lele, Pertumbuhan, Rasio konversi pakan, Probiotik
Pemetaan Potensi Bambu Laut (Isis sp.) Prasetia, I Nyoman Dodik; I Gede Iwan Setiabudi; Kadek Lila Antara; Jasmine Masyitha Amelia; Ni Luh Putu Ananda Saraswati
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.974 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v11i2.49448

Abstract

Potensi bambu laut hidup untuk dijadikan produk budidaya yang bernilai ekonomi tinggi. Program konservasi bambu  laut (Isis sp) merupakan kegiatan yang berkelanjutan untuk memetakan potensi bambu laut secara ekologi, ekonomi, dan sosial. Penelitian studi pemetaan potensi bambu laut (Isis sp) merupakan bagian dari program konservasi bambu laut. Kegiatan saat ini bertujuan untuk memetakan potensi bambu laut (Isis sp) hidup untuk dijadikan produk budidaya yang bernilai ekonomi tinggi. Lokasi penelitian di Kawasan Perairan. Metode yang digunakan Manta Tow survey, Line Transect dengan pencatatan jumlah koloni pada daerah reef flat dan reef slope. Pencatatan jumlah koloni dilakukan sebanyak 2 kali yakni pada daerah reef flat dan reef slope, selain jumlah koloni juga dilakukan pengukuran koloni berdasarkan pengelompokan ukuran yaitu 10 - 30 cm, 30 - 50 cm, dan lebih dari 50 cm. Hasil penelitian menunjukkan perairan Lovina memiliki potensi bambu laut (Isis sp) yang ditemukan di semua stasiun penelitian, dengan rincian: Stasiun 1 dengan kelimpahan 255 koloni / 500 m2 dalam kategori melimpah dan Stasiun 2 dengan 17 koloni dan Stasiun 3 dengan 25 koloni dalam kategori jarang.
Pengaruh Pemberian Pakan Kombinasi Nannochloropsis oculata Dan Terasi Dengan Dosis Yang Berbeda Terhadap Laju Pertumbuhan Rotifera (Branchionus Plicatilis) Paramitha, Komang Putri Regina; Amelia, Jasmine Masyitha; Fain, Hamdanul; Astuti, Ni Wayan Widya
Journal of Tropical Marine Science Vol 7 No 2 (2024): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v7i2.4150

Abstract

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pakan Chlorella dan terasi yang berbeda terhadap laju pertumbuhan populasi rotifera (Branchiounus plicatilis). Penelitian dilakukan dari bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2023 di Kawasan Konservasi Ilmiah Biota Laut Badan Riset dan Inovasi Nasional Gondol Bali. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan A sebagai kontrol hanya diberikan pakan Chlorella sebanyak 6,66 x 105 sel/ml perlakuan B yakni Chlorella 6,66 x 105 sel/ml dan terasi 1gr/L. perlakuan C yakni Chlorella 6,66 x 105 sel/ml dan terasi 2gr/L, dan perlakuan D yakni Chlorella 6,66 x 105 sel/ml dan terasi 3gr/L. dengan dosis pemberian pakan kombinasi dilakukan setiap 2 hari sekali. Parameter yang dianalisis hanya laju pertumbuhan populasi dan mencari dosis yang terbaik. Data di olah menggunakan One Way ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95% dan jika hasil menunjukkan berbeda signifikan maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan populasi Rotifera meningkat dengan pemberian kombinasi pakan Chlorella ditambah terasi dengan dosis 1gr/L. pada perlakuan B pertumbuhan populasi memiliki puncak kepadatan sebanyak 53 ind/ml dengan laju pertumbuhan 0,8741 ind/ml/hari. Jadi dosis terasi terbaik yang diberikan untuk kultur rotifera sebanyak 1gr/L.
Analisis Komparasi Kandungan Vitamin Anggur Laut (Caulerpa lentillifera) Antara Hasil Budidaya Terkontrol Dengan Hasil Dari Alam Syahputro, Ichsan; Martini, Ni Nyoman Dian; Amelia, Jasmine Masyitha; Antara, Kadek Lila
Journal of Tropical Marine Science Vol 7 No 1 (2024): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v7i1.4423

Abstract

Seaweed has various genera, one of which is the Caulerpa genus or known as sea grapes. This research aims to determine the highest content of vitamins A, C, and E in Caulerpa lentillifera between cultivation and nature. The HPLC content test results detected in cultivated C. lentillifera were only vitamin E with a content value of 0.97 mg/100 gr, while vitamin A and vitamin C could not be detected. The HPLC test results for vitamin content in C. lentillifera from nature detected vitamin A with a value of 57.07 mg/100 gr and vitamin E 0.86 mg/100 gr, while vitamin C content could not be detected. Air quality parameters in cultivation ponds range from 27-31℃, pH 7.9-9.7, salinity 29-33 ppt, nitrate 0.1-2.5 mg/l and phosphate 0.1-2.0 mg/l. Parameters in the water of the Serangan area range from temperature 28-31℃, pH 9.0-10.3, salinity 30-32 ppt, nitrate 0.1-0.2 mg/l, and phosphate 0.1-0.5 mg/l.
Hubungan Kelimpahan Zooplankton Terhadap Hasil Tangkapan Alat Tangkap Togok Di Kelurahan Kampung Nelayan Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi Prabowo, Tri; Asra, Revis; Amelia, Jasmine Masyitha
Biospecies Vol. 12 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.054 KB) | DOI: 10.22437/biospecies.v12i1.6572

Abstract

This study aimed to determine the parameters of aquatic environments based on physical-chemical factors, zooplankton diversity, and zooplankton abundance relationships on togok catch results. The sampling is done 3 times with 1 week interval. Based on the value of DO note that station 1 is categorized as moderate polluted, while stations 2 and 3 are still in the low polluted category. During the study there were 8 types of zooplankton consisting of Brachionusdimidiatus, Brachionus quadratus, Calanus gracilis, Calanus minor, Euterpina acutifrons, Oikopleura laboradoriensis, Oithona attenuate, and Nauplius. An index value of zooplankton averages of 1.12-1.44 indicates that moderate diversity with moderate distribution of individuals and levels of contaminated pollution is moderate. The zooplankton dominance index value shows that there is no dominant type with value 0,29-0,34. Pearson correlation results show there is no relationship between zooplankton abundance of togok catches, with a value of 0.882.