Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Central Publisher

STRATEGI GURU PAI DALAM MEMBANGUN MODERASI BERAGAMA PADA SISWA MULTIKULTURAL Nana Nuryana; Rifa’i
Journal Central Publisher Vol 2 No 10 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i10.532

Abstract

Latar Belakang : Fenomena keberagaman dalam lingkungan sekolah menuntut guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk memiliki strategi yang efektif dalam membangun sikap moderat pada siswa yang berasal dari latar belakang multikultural. Permasalahan ini menjadi semakin penting ketika perbedaan suku, budaya, dan keyakinan dapat menjadi potensi konflik apabila tidak dikelola dengan baik. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang digunakan oleh guru PAI dalam membangun nilai-nilai moderasi beragama di tengah keberagaman siswa. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi pada salah satu SMA yang memiliki karakter multikultural. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan beberapa strategi, seperti pembelajaran kontekstual berbasis nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, pendekatan dialogis dalam diskusi keagamaan, serta integrasi nilai toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan dalam setiap materi ajar. Kesimpulan : Strategi ini terbukti mampu meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya hidup berdampingan secara damai, serta membentuk karakter siswa yang inklusif dan toleran terhadap perbedaan. Temuan ini merekomendasikan penguatan kapasitas guru PAI dalam mengelola kelas multikultural melalui pelatihan moderasi beragama secara berkelanjutan.
ULIL AMRI DAN TANTANGAN KEPEMIMPINAN DI ERA MODERN Egi Orenza Ganda; Rifa’i
Journal Central Publisher Vol 2 No 10 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i10.537

Abstract

Latar Belakang : Konsep ulil amri merupakan elemen penting dalam fiqih siyasah yang menegaskan peran otoritas dalam menjaga kemaslahatan umat dan menegakkan syariat. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengkaji ulang konsep tersebut dalam konteks kepemimpinan Islam di era modern yang ditandai oleh sekularisme, demokrasi, dan disrupsi digital Metode : Menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, penelitian ini menelaah teks-teks klasik dan kontemporer untuk memahami makna dan legitimasi ulil amri di tengah perubahan sosial-politik. Hasil dan Pembahasan : Hasil analisis menunjukkan bahwa tantangan ideologis, krisis integritas, fragmentasi umat, dan globalisasi nilai menuntut reinterpretasi terhadap peran ulil amri. Dibutuhkan kepemimpinan yang adaptif, bermoral, dan kontekstual agar tetap relevan dalam masyarakat multikultural dan negara-negara yang tidak sepenuhnya berbasis syariat. Kesimpulan : Penelitian ini menegaskan pentingnya ijtihad politik Islam untuk memperkuat fungsi ulil amri sebagai penjaga keadilan, etika publik, dan stabilitas umat di tengah dinamika global yang kompleks.
PENDIDIKAN SEBAGAI INSTRUMEN PERUBAHAN DALAM PEMBENTUKAN PRANATA SOSIAL PADA MASYARAKAT MODERN Mahise Okten Ramadhani; Linda Maryani; Muhammad Hanafi; Rika Oktavia Damayanti; Rifa’i
Journal Central Publisher Vol 2 No 10 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i10.538

Abstract

Latar Belakang : Pendidikan memiliki peran sentral dalam membentuk nilai dan norma sosial. Di era modern, perubahan sosial terjadi cepat dan pendidikan menjadi instrumen utama dalam membentuk pola pikir serta struktur masyarakat yang adaptif terhadap tantangan global. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis pendidikan dalam pembentukan pranata sosial di era masyarakat modern serta tantangan yang dihadapi dalam proses tersebut. Metode : Penelitian menggunakan pendekatan hukum normatif dengan metode kualitatif melalui studi pustaka. Data diperoleh dari literatur sekunder berupa jurnal, kitab klasik, dan dokumen relevan lainnya sebagai dasar analisis peran pendidikan terhadap struktur sosial. Hasil dan Pembahasan : Pendidikan terbukti sebagai agen perubahan sosial yang membentuk kesadaran baru tentang kesetaraan, lingkungan, dan partisipasi sosial. Namun, peran ini masih terhambat oleh ketimpangan akses, kurikulum yang tidak kontekstual, dan metode pembelajaran yang belum partisipatif. Kesimpulan : Pendidikan berperan penting dalam transformasi pranata sosial, namun perlu pendekatan yang inklusif dan kontekstual agar dapat menjawab dinamika masyarakat modern secara efektif dan menyeluruh.
PERAN SEKOLAH DALAM PEMBENTUKAN MORALITAS DAN PENGENDALIAN PENYIMPANGAN SOSIAL MASYARAKAT Sandi Deca Saputra; Nadia Putri Fardila; Nora Fitriya; Martasi Jum’attia; Rifa’i
Journal Central Publisher Vol 2 No 10 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i10.544

Abstract

Latar Belakang : Moralitas adalah seperangkat prinsip atau standar perilaku yang digunakan untuk membedakan antara tindakan yang benar dan salah. Ini adalah panduan yang membantu individu dan masyarakat menentukan apa yang dianggap baik atau buruk, adil atau tidak adil, dan dapat diterima atau tidak dapat diterima. Pendidik seharusnya dapat memahami dengan baik imperatif kategoris model Kantian untuk menjalankan fungsinya sebagai manusia otonom. Tujuan : Penelitian ini menganalisis peran strategis lembaga sekolah dalam menanamkan nilai-nilai moral dan sosial dan memberikan pendidikan yang komprehensif untuk mencegah perilaku menyimpang. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan mendeskripsikan secara mendalam kontribusi sekolah terhadap moral siswa dan efeknya dalam pengendalian penyimpangan sosial. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam konteks meningkatnya kasus kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, kekerasan, dan budaya permisif, penting untuk melihat kembali fungsi sekolah tidak hanya sebagai pusat pembelajaran akademik, tetapi juga sebagai agen pembentukan karakter. Kesimpulan : Hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan kebijakan pendidikan yang lebih berorientasi pada pembentukan karakter dan nilai-nilai sosial