Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL PENDIDIKAN BAHASA

Fungsi dan Makna Tindak Tutur Ilokusi dalam Parno Maloa Ijab Qobul pada Prosesi Akad Nikah Adat Masyarakat Kerinci di Kecamatan Koto Baru Dilsa Sismadika; Andiopenta Purba; Helty Helty
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i4.3730

Abstract

Parno merupakan tradisi tutur yang hidup dalam masyarakat Kerinci dan digunakan dalam berbagai upacara adat, termasuk prosesi pernikahan. Salah satu bentuknya adalah Parno Maloa Ijab Qobul, yaitu rangkaian tuturan adat yang mengiringi pelaksanaan akad nikah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis, fungsi, dan makna tindak tutur ilokusi yang muncul dalam upacara adat tersebut. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka analisis pragmatic teori Searle, data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan ninik mamak dan teganai rumah, serta dokumentasi teks Parno di Kecamatan Koto Baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima kategori tindak tutur ilokusi representatif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif muncul secara dominan dalam tuturan Parno. Tuturan-tuturan ini tidak hanya berfungsi sebagai media komunikasi ritual, tetapi juga sebagai sarana pewarisan nilai budaya, seperti tanggung jawab, kesopanan, penghormatan, dan legitimasi sosial. Dari segi makna, tindak tutur representatif merepresentasikan situasi adat secara faktual untuk meneguhkan kesadaran kolektif terhadap aturan turun-temurun, sedangkan tindak tutur lainnya berperan mengatur, mengesahkan, dan memperkuat hubungan sosial antarpelaku adat. Temuan ini menunjukkan bahwa Parno Maloa Ijab Qobul memainkan peran penting dalam mempertahankan identitas budaya masyarakat Kerinci melalui bahasa yang kaya simbolisme dan nilai-nilai adat.
Bentuk Bahasa Sindiran dalam Tuturan Sehari-hari Masyarakat Melayu Riau di Desa Pulau Aro Kabupaten Kuantan Singingi Popy Aprilia Ningsih; Andiopenta Purba; Deri Rachmad Pratama
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v16i2.4233

Abstract

Kehidupan sehari-hari masyarakat Melayu yang tinggal di Desa Pulau Aro, Kabupaten Kuantan Singingi, sering menggunakan bahasa kiasan. Dalam situasi sosial tertentu, bahasa kiasan sering digunakan untuk menyindir. Tulisan ini membahas tentang bentuk bahasa sindiran yang dituturkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Melayu Riau di Desa Pulau Aro. Adapun tujuan tulisan ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan berbagai bentuk sindiran yang ditemukan dalam tuturan orang Melayu Riau di Desa Pulau Aro. Selain itu, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna dan fungsi serta konteks penggunaan dari setiap bentuk sindiran yang ditemukan dalam interaksi sosial di masyarakat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui teknik pengumpulan data wawancara tak terstruktur. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung bahasa sindiran. Hasil analisis data menunjukkan bahwa bahasa sindiran dalam tuturan masyarakat Melayu Riau di Desa Pulau Aro terdiri atas lima bentuk yaitu ironi, sinisme, sarkasme, satire, dan antifrasis, sedangkan bentuk innuendo tidak ditemukan dalam data. Setiap bentuk sindiran memiliki makna konotatif yang berbeda dan berfungsi sebagai sarana kritik sosial, teguran, nasihat, serta penilaian terhadap perilaku seseorang tanpa menyampaikan secara langsung.