Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGARUH TEPUNG KACANG MERAH (PHASEOLUS VULGARIS L) DAN TEPUNG SUKUN (ARTOCARPUS COMMUNIS) TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK, KADAR PROKSIMAT, SERAT PANGAN, DAN KADAR PATI RESISTEN PADA SNACK BAR SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL PADA DIABETISI Astuti, Rini Wuri; Sitasari, Almira; Widyawati, Herni Endah; Rooiqoh, Qothrunnadaa Fajr
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v18i4.910

Abstract

Latar belakang: Penatalaksanaan penderita Diabetes Melitus (DM) salah satunya yaitu terapi gizi. Pangan fungsional  yang dapat dijadikan pelaksanaan terapi gizi bagi penderita DM  adalah  kacang merah dan buah sukun. Kedua bahan tersebut dikombinasikan untuk dikembangkan menjadi makanan selingan yaitu snack bar yang, tinggi protein, rendah lemak dan tinggi serat. Tujuan: Dihasilkan formula/resep produk pangan fungsional diabetisi snack bar yang diterima secara fisik, organoleptik, proksimat, kadar serat pangan, dan kadar pati resisten. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu dan dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Bahan Makanan dan Uji Cita Rasa Jurusan Gizi Poltekkes. Peneliti memberikan perlakuan dengan membuat 4 variasi pencampuran tepung kacang merah  dan tepung sukun  yang terdiri dari; A (kontrol ), B (75% : 25%), C (50% : 50%), dan D (25% : 75%) pada snack bar.  Setelah itu, dampak yang akan diamati dan diukur serta hasilnya dianalisis, meliputi sifat fisik, organoleptik, uji proksimat, kadar serat pangan dan kadar pati resisten pada snack bar. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji ANOVA didapatkan hasil bahwa, adanya perbedaan yang signifikan (p<0,05) antara kadar air:0,000, abu: 0,016, protein: 0,000, karbohidrat: 0,000, serat pangan: 0,001, energi: 0,000 dan pati resisten: 0,002 pada snack bar pencampuran t epung kacang merah dan tepung sukun. Kesimpulan: Formula produk yang direkomendasikan adalah B snack bar (tepung kacang merah 75% : tepung sukun 25%).
THE RELATIONSHIP BETWEEN ULTRA-PROCESSED (UPF) AND CARDIOVASCULAR DISEASE AMONG ADULT: A SCOPING REVIEW Sitasari, Almira; Putri, Qorina Rizkia; Wulandari, Adinda Maesa; Siswati, Tri; Wijanarka, Agus
Mandala Of Health Vol 18 No 1 (2025): Mandala of Health: A scientific Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mandala.2025.18.1.14961

Abstract

Background: The global increase in ultra-processed food (UPF) consumption has raised significant public health concerns due to its association with cardiovascular disease (CVD). UPFs are typically high in sodium, saturated fats, added sugars, and artificial additives, which contribute to metabolic disturbances and increase CVD risk. This scoping review aims to synthesize the current evidence on the relationship between UPF consumption and CVD risk in adults. Methods: A systematic search was conducted using PubMed and Google Scholar for studies published between 2019 and 2024. Eligible studies included observational research assessing UPF consumption and its impact on cardiovascular health. A total of 172 articles were initially identified, and after applying inclusion criteria, nine relevant studies were selected for review. Results: The findings consistently indicate that high UPF consumption is linked to an increased risk of hypertension, obesity, dyslipidemia, and elevated triglyceride levels—key contributors to CVD. Several studies also highlight a significant association between frequent UPF intake and higher rates of cardiovascular mortality, particularly among high-risk populations. Conversely, diets rich in minimally processed foods, such as whole grains, fruits, and vegetables, demonstrate protective effects against CVD. Conclusions: There is a strong positive correlation between UPF consumption and heightened CVD risk. Public health interventions should focus on reducing UPF intake while promoting healthier dietary patterns to mitigate cardiovascular disease burden. Further longitudinal studies are needed to explore the long-term effects of UPF consumption on cardiovascular health
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Untuk Peningkatan Produksi Sayur Mayur Mandiri Iskandar, Slamet Iskandar; Waluyo, Waluyo; Sitasari, Almira; Pratamawati , Diana Andriyani; Martati, Endah
Jurnal Kesehatan Pengabdian Masyarakat (JKPM) Vol. 3 No. 1 (2022): 1
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/jkpm.v3i2.1789

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) merupakan wadah pembinaan bagi wanita yang dikembangkan pemerintah dalam proses transfer teknologi pertanian. Desa Trimulyo, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul memiliki perkumpulan kelompok wanita tani. Namun keberadaan kelompok wanita tani di tengah-tengah kaum perempuan di pedesaan cenderung belum optimal.  Hal ini seperti terlihat dalam kegiatan yang dilaksanakan belum dapat mandiri dan cenderung pasif keberadaannya di masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk mendampingi meningkatkan keterampilan kelompok wanita tani dalam memanfaatkan lahan kebun desa untuk meningkatkan produksi bahan pangan sayur mayur yang berkualitas, berkuantitas dan beragam.  Berdasarkan hasil kegiatan, pendampingan kelompok wanita tani (KWT) ini  ini telah berhasil menggerakan kegiatan peningkatan produksi sayur mayur untuk ketahanan pangan  rumah tangga khususnya di RT 02 dan RW 05 Dusun Ponggok II Trimulyo Jetis Bantul. Selama enam bulan kegiatan budidaya sayur mayur bisa panen beberapa kali sesuai dengan jenis tanamannya.  Jenis tanaman yang ditanam di kebun kelompok wanita tani adalah cabe rawit, terong ungu, terong biasa, sawi hijau, dan papaya. Rata-rata hasil panen sayur mayur tiap bulan kurang lebih Rp. 315.000,-. Sehingga selama enam bulan dengn enam kali panen menghasilkan Rp. 1.890.000,-. 
EDUKASI IBU BALITA SEBAGAI UPAYA PENGABDIAN MASYARAKAT UNTUK MENCEGAH STUNTING DAN OBESITAS Damayanti, Deliana Sufi; Deza, Chiquitita Lativa; Suhardi, Choirani Nur Fadhillah; Labiba, Sabita Busain; Sitasari, Almira; Kurdanti, Weni; Hidayat, Nur
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v7i2.5775

Abstract

Kegiatan gizi mengabdi kepada ibu-ibu PAUD ini dilatarbelakangi oleh sebagian dari ibu PAUD Cahaya Pelangi Bayumeneng RT 10 RW 04, Gamping, Sleman masih ada yang belum tahu tentang Stunting dan Obesitas . Pengetahuan terkait Stunting dan obesitas ini sangatlah penting bagi orangtua dikarenakan dapat dijadikan tonggak untuk memperbaiki atau mempertahankan status gizi anak. Oleh karena itu, pengabdian ini menggunakan metode pemberdayaan masyarakat. Metode ini telah dilakukan dengan teknik ceramah yang dimana materinya dijelaskan oleh narasumber dengan melibatkan para ibu-ibu balita. Tidak hanya menggunakan teknik ceramah, penyuluhan yang telah dilakukan juga mengadakan Pre-test dan Post-test untuk mengetahui persentase mengenai tingkat pengetahuan ibu tentang stunting dan obesitas yang sudah diketahui. Penyuluhan ini di awali dengan pemberian link Pretest , ceramah pemaparan materi dan diselingi dengan pertanyaan langsung dari peserta kepada pemateri, setelah itu adanya diskusi tanya jawab antara peserta dan pemateri, lalu diberikan link Post-Test untuk peserta. Target yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah peningkatan terhadap pemahaman pengetahuan Stunting dan Obesitas bagi ibu-ibu balita. Target tersebut telah tercapai yang dapat dilihat dari persentase hasil pre-test dan hasil dari post-test.
FORMULASI DAN KARAKTERISASI MI BEBAS GLUTEN TINGGI PROTEIN BERBAHAN PATI SAGU YANG DISUBSTITUSI TEPUNG KACANG-KACANGAN Agustia, Friska Citra; Subardjo, Yovita Puri; Sitasari, Almira
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 11 No. 3 (2016)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.76 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2016.11.3.183-190

Abstract

The aims of the research were to determine the best formula and characteristics of free gluten with high protein sago starch noodles substituted with beans flour. A factorial random design was used for the experiment. Ratio of sago starch to red and green bean substitution were 100:0; 90:10; 80:20; 70:30. Variables analyzed were 1) chemical properties (water content, total fat, total protein, carbohydrate by difference and ash content) and 2) sensory properties. Hedonic test was conducted to determine the level of consumer acceptance of 15 semi-trained panelists. Data were analyzed by F-test and Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The best formula was sago starch noodle from sago starch 70% and red bean 30% with protein content 10.47% dry weight (dw); fat content 1.17% dw; water content 68.99% wet weight (ww); ash was 1.19% dw and carbohydrate by different was 18.18% dw. The hedonic test values were 2.44 (like slightly); color 2.77 (yellow-brown), texture 2.59 (chewy slightly) and flavour 2.50 (rather good).Keywords: green bean, red bean, sago starch noodle 
Enhancing nutritional literacy and improving dietary patterns in obese adolescents through e-booklets Bektiningrum, Afifah; Sitasari, Almira; Rialihanto, Muhammad Primiaji; Nurhidayat, Nurhidayat; Waluyo, Waluyo; Suryani, Isti; Azizan, Nurul Ain; Siswati, Tri
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 13 ISSUE 6, 2025
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2025.13(6).433-443

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Obesitas merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan peningkatan prevalensi di semua kelompok usia di dunia. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap obesitas pada remaja adalah rendahnya literasi gizi dan pola makan yang tidak sehat. Tujuan: untuk mengetahui dampak intervensi edukasi dengan media e-booklet terhadap pengetahuan dan asupan makanan. Metode: single group pre-posttest intervention pada remaja di SMA di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, Indonesia. Sampel ditentukan dengan kriteria inklusi siswa SMAN 1 Sentolo, kelas X dan XI, bersedia menjadi responden, hadir saat pengumpulan data dan mempunyai skor IMT/U > 1 SD, sehingga berjumlah 46 orang. Intervensi edukasi diberikan dengan media e-booklet melalui grup WhatsApp sedangkan data pengetahuan dan asupan makanan diobservasi pada saat pre-test, posttest-1 dan posttest-2. Data pengetahuan dikumpulkan dengan kuesioner dan data asupan makanan dikumpulkan dengan food recall 2 x 24 jam lalu dianalisis dengan t-test dan Wilcoxon.Hasil: Skor pengetahuan siswa pre, posttest-1 dan posttest-2 masing-masing adalah 56,3; 94,5; dan 98,5. Terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan baik pada posttest-1 maupun posttest-2. Tingkat asupan energi, protein, karbohidrat dan lemak pada pengukuran pre, posttest-1 dan posttest-2. Asupan energi menurun dari 126%, 110% dan 91%; asupan protein menurun dari 163%, 156% dan 106%; asupan lemak menurun dari 153%, 137% dan 106%; asupan karbohidrat menurun dari 100%, 91%, 76%. Hasil analisis menyatakan ada perbaikan asupan yang signifikan baik pada posttest-1 maupun posttest-2 kecuali asupan karbohidrat pada posttest-1. Kesimpulan: Edukasi gizi dengan media e-booklet berdampak pada peningkatan pengetahuan tentang obesitas dan memperbaiki asupan makanan pada remaja yang mengalami overweight dan obesitas.  KATA KUNCI: asupan;edukasi; e-booklet; pengetahuan; protein; remaja.  ABSTRACTBackground: Obesity is a public health problem with increasing prevalence in all age groups in the world. One of the factors that contribute to obesity in adolescents is low nutritional literacy and unhealthy diets.Objective: To determine the impact of educational interventions with e-booklet to knowledge and  food intakeMethod: A single group pre-posttest intervention study was conducted on adolescents in senior high school Sentolo 1 (SMAN 1 Sentolo), Kulon Progo, Yogyakarta, Indonesia. The sample was chosen by criteria for grades X and XI, willing to be responders, present during data collection, and had BMI-for-age-score >1 SD, as many as 46 participants included this study. Educational interventions were provided with e-booklet was shared through WhatsApp groups, while knowledge and food intake were observed during the pre-test, post-test 1, and post-test 2. Knowledge was collected by questionnaire, and food intake was collected by food recall 2x24 hours. We apply t-test and Wilcoxon to analyze the data. Results: The knowledge scores significantly improved from 56.3 (pre-test) to 94.5 (post-test 1) and 98.5 (post-test 2) (p< 0.05). Significant reductions were observed in energy, protein, carbohydrate, and fat intake between pre-test, post-test 1, and post-test 2, demonstrating the intervention's effectiveness in improving dietary habits among adolescents.Conclusion: Nutrition education using e-booklet has an impact on increasing knowledge about obesity and improving food intake in adolescents who are overweight and obese. KEYWORDS: adolescent; education; e-booklet; intake; knowledge; protein. Article submitted on January 19, 2025; Articles revised on February 17, 2025; Articles received on July 25, 2025; Articles available online on November 28, 2025 
Effectiveness of an interactive nutrition education kit on mothers’ knowledge and attitudes toward stunting prevention: a quasi-experimental study Ainiyyah, Az Zahra Nur; Siswati, Tri; Waluyo; Sitasari, Almira; Ar-Rasyid, Muhammad Abdul Halim; Attawet, Jutharat
Berita Kedokteran Masyarakat Vol 42 No 04 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v42i04.27998

Abstract

Purpose: This study aimed to evaluate the effectiveness of KIT DENTING, an interactive multimodal nutrition education kit, in improving mothers’ knowledge and attitudes toward stunting prevention compared with conventional leaflet-based education. Methods: A quasi-experimental study with a nonequivalent pre–post-test control group design was conducted among 60 mothers of children aged 0–23 months in the working area of Pakem Primary Health Center, Sleman Regency, Yogyakarta. Participants were assigned to an intervention group that received nutrition education using KIT DENTING or a control group that received leaflet-based education. Knowledge and attitudes were assessed at baseline (pre-test), 1 week after the intervention (post-test 1), and 4 weeks after the intervention (post-test 2). Data were analyzed using paired and independent statistical tests to examine within- and between-group differences. Results: Both groups showed significant improvements in knowledge following the intervention. In contrast, the intervention group demonstrated greater and more sustained improvements in knowledge and attitudes at both follow-up points. Compared with the control group, the intervention group sustained knowledge gains and showed improvements in attitudes, but with reduced effect consistency at four weeks of follow-up. Conclusion: Nutrition education using the interactive multimodal KIT DENTING was more effective than leaflet-based education in improving and sustaining mothers’ knowledge and attitudes toward stunting prevention. These findings support the integration of interactive, multimodal nutrition education tools into community-based IYCF and stunting-prevention programs at the primary health care level.
The Impact of Sugar-Sweetened Beverages on Type 2 Diabetes Mellitus: A Scoping Review Tri Siswati; Fifi Novianti Puspita Sari; Hanifah Salsabila; Almira Sitasari; Agus Wijanarka; Nugraheni Tri Lestari
Ficco Public Health Journal Vol. 2 No. 02 (2025): August 2025
Publisher : Ficco Scientific Corner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.16995753

Abstract

Background: The increasing consumption of sugar-sweetened beverages (SSBs) has become a major public health concern due to its link with metabolic diseases, particularly Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM).  Understanding the relationship between SSB consumption and the risk and progression of T2DM, particularly in adult populations, is crucial for developing targeted interventions. This scoping review aims to summarize observational studies that investigate the association between SSB consumption and T2DM risk and progression in adult populations. Methods: This scoping review included nine studies published between 2017 and 2023. The inclusion criteria were studies that involved adult populations (≥18 years) and explored the relationship between SSB consumption and T2DM. Databases such as PubMed and Google Scholar were searched using keywords like ‘sugar-sweetened beverages,’ ‘type 2 diabetes,’ and ‘adult,’ and ‘progression.’ Results: The studies reviewed consistently showed a positive association between frequent SSB consumption and the risk of developing T2DM. Overall, the evidence supports that SSBs contribute significantly to the incidence and progression of T2DM, often through weight gain and increased insulin resistance. Conclusion: This review shows the strong association between SSBs and T2DM, urgent public health interventions are needed to regulate consumption, particularly among high-risk groups.  Future research was needed to examine the long-term impact of SSB on diabetes.