Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISIS KESEDIAAN MEMBAYAR (WILLINGNESS TO PAY) KONSUMEN TERHADAP PEMBELIAN BUAH DURIAN KROMO BANYUMAS DI DESA ALASMALANG, KECAMATAN KEMRANJEN, KABUPATEN BANYUMAS Lestari, Kusdiana Riska; Hartati, Anny; Putri, Dindy Darmawati
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 1 (2022): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i1.1487

Abstract

Buah durian Kromo Banyumas memiliki variasi harga jual, sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai kesediaan membayar konsumen (Willingness to Pay). Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan karakteristik konsumen buah durian Kromo Banyumas, menganalisis besarnya nilai rata-rata WTP maksimal yang bersedia dibayarkan konsumen untuk memperoleh buah durian Kromo Banyumas dan mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kesediaan membayar konsumen buah durian Kromo Banyumas. Responden ditentukan menggunakan sampling incidental, yaitu konsumen buah durian pada bulan Maret sampai dengan Juli 2020 berjumlah 100 orang. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis desrkriptif, analisis rata-rata WTP, dan analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik konsumen buah durian Kromo Banyumas didominasi laki-laki rata-rata usia antara 18 sampai dengan 25 tahun, tingkat pendidikan adalah Sarjana, pekerjaan sebagai pegawai swasta, rata-rata pendapatan sebesar Rp 1.000.000 sampai dengan Rp 4.000.000 didominasi konsumen belum menikah, jumlah anggota keluarga didominasi sebanyak empat orang, frekuensi pembelian sebanyak sekali dalam musim panen, harga durian yang dibeli paling banyak sebesar Rp 85.000 dan kualitas durian didominasi nilai empat dari lima. Nilai rata-rata kesediaan membayar konsumen (Willingness to Pay) yaitu sebesar Rp 88.050. Faktor yang berpengaruh yaitu pendidikan dan pendapatan. Kata kunci: durian, konsumen, kesediaan membayar
KAJIAN RANTAI PASOK KOMODITAS KAPULAGA DI KECAMATAN GUMELAR, KABUPATEN BANYUMAS Sandra, Talitha; Eka Wijayanti, Irene Kartika; Putri, Dindy Darmawati
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1979

Abstract

Kecamatan Gumelar lahannya terluas untuk budidaya kapulaga di Banyumas. Permasalahannya saat ini fluktuasi harga memengaruhi pendapatan petani dan petani belum mampu mengendalikan harga pasar, karena terbatasnya informasi pasar. Tujuan penelitian: (1) mengetahui margin pemasaran komoditas kapulaga di Kecamatan Gumelar, (2) mengetahui aliran produk, aliran keuangan, dan aliran informasi komoditas kapulaga di Kecamatan Gumelar, dan (3) membuat pemetaan rantai pasok kapulaga di Kabupaten Banyumas. Teknik pengambilan sampel petani memakai probability sampling sebanyak 41 orang dan lembaga pemasaran ditentukan secara non probability sampling yang terdiri pedagang pengepul I & II sebanyak 8 orang dan pedagang besar sebanyak 2 orang. Metode analisis data yang digunakan analisis deskripstif, marjin pemasaran dan farmer’s share. Hasil penelitian menunjukkan :1) margin pemasaran yang paling rendah terdapat pada saluran ke III yaitu sebesar Rp 15.000 per kilogram, 2) Aliran rantai pasok kapulaga di Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas memiliki 3 saluran yaitu : A. Aliran produk mengalir memiliki 2 sistem yaitu diantar dan mengantar, B. Aliran keuangan memiliki 2 sistem tunai dan non tunai, C. Aliran Informasi mengalir dua arah yaitu dari petani hingga ke konsumen dan sebaliknya, dan 3) Pemetaan rantai pasok komoditas kapulaga di Kabupaten Banyumas terdiri 3 aliran yaitu aliran 1 mulai dari petani lalu ke pedagang pengepul I ke pedagang besar dan konsumen, aliran 2 dari petani lalu ke pedagang pengepul I ke pedagang pengepul II dan konsumen, dan aliran 3 dari petani lalu ke pedagang pengepul II ke pedagang besar dan konsumen.
PERILAKU PETANI TERHADAP RISIKO PRODUKSI KEDELAI DI KECAMATAN KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS Boru Saragih, Selvani Damaryanty; Wijayanti, Irene Kartika Eka; Nurdiani, Ulfah; Putri, Dindy Darmawati; Mulyani, Altri; Saputro, Wahyu Adhi; Kusnaman, Djeimy
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3928

Abstract

The purpose of this study was to determine the factors affecting soybean production, the level of risk of soybean production, and farmers' behavior towards soybean production risk. This research was conducted using the cluster sampling method. The number of samples in this study was 61 soybean farmers. The results showed that the factors of land area, and the number of seeds partially had a significant effect on soybean production. The level of risk of soybean production is included in the medium production risk. The behavior of soybean farmers in facing production risk is mostly risk aversion. This can be seen from farmers who reduce the use of production inputs so that in the event of crop failure, the losses experienced by farmers are not large. Keywords: Farmer behavior, production risk, soybean INTISARITujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kedelai, tingkat risiko produksi kedelai, dan perilaku petani terhadap risiko produksi kedelai. Penelitian ini dilakukan dengan metode cluster sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 61 petani kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor luas lahan, dan jumlah benih secara parsial berpengaruh nyata terhadap produksi kedelai. Tingkat risiko produksi kedelai termasuk dalam risiko produksi sedang. Perilaku petani kedelai dalam menghadapi risiko produksi sebagian besar adalah menghidari risiko. Hal ini dapat dilihat dari petani yang mengurangi penggunaan input produksi sehingga apabila terjadi kegagalan panen, kerugian yang dialami petani tidak besar. Kata Kunci: Kedelai, perilaku petani, risiko produksi
KAJIAN IMPLEMENTASI DAN STRATEGI CLIMATE SMART AGRICULTURE (CSA) DI INDONESIA Rochmawan, Hendra; Putri, Dindy Darmawati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 4 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Perubahan iklim telah menjadi ancaman serius bagi sektor pertanian Indonesia, yang memainkan peran penting dalam ketahanan pangan nasional. Climate Smart Agriculture (CSA) diperkenalkan sebagai pendekatan integratif untuk meningkatkan produktivitas pertanian, adaptasi terhadap perubahan iklim, dan pengurangan emisi gas rumah kaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan utama dalam implementasi CSA di Indonesia, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun teknis, serta merumuskan strategi solusi berbasis analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Metode Systematic Literature Review (SLR) digunakan untuk menganalisis literatur terkait, diintegrasikan dengan analisis SWOT untuk menghasilkan strategi implementasi. Hambatan utama yang ditemukan mencakup literasi teknologi yang rendah, keterbatasan finansial, infrastruktur digital yang belum memadai, dan resistensi sosial terhadap inovasi. Strategi SO (Strengths-Opportunities) menekankan optimalisasi kebijakan pemerintah dan kolaborasi dengan sektor swasta. Strategi ST (Strengths-Threats) difokuskan pada pengurangan resistensi sosial melalui pendekatan berbasis komunitas. Strategi WO (Weaknesses-Opportunities) melibatkan peningkatan literasi teknologi petani, sementara strategi WT (Weaknesses-Threats) menargetkan penguatan infrastruktur digital di pedesaan. Penelitian ini memberikan panduan strategis untuk meningkatkan efektivitas implementasi CSA guna mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim. Kata kunci: analisis SWOT, Climate Smart Agriculture.
ANALISIS KARAKTERISTIK DAN MOTIVASI SOSIAL EKONOMI PETANI KAPULAGA DI LAHAN PERHUTANI KABUPATEN BANYUMAS Zulkifli, Lutfi; putri, dindy darmawati; Wijayanti, Irene Kartika Eka; Setiawati, Indah
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 20, No 1 (2023): FEBRUARY
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v20i1.62114

Abstract

Cardamom is a leading export commodity. The demand for cardamom continues to increase from year to year, where the increase in cardamom production is inseparable from the role of farmers as the main actors in supporting cardamom productivity. This study aims to analyze the characteristics and socio-economic motivations of cardamom farmers in Pekuncen and Kedungbanteng Districts, Banyumas Regency, Central Java. This research was conducted using descriptive analysis method using a Likert scale. Determining the number of respondents was carried out using stratified random sampling technique,where in this study the number of respondents was 97 farmers. The results of this study are that the majority of cardamom farmers are male and are of productive age. Cardamom farmers have the last education in elementary school (SD) and are in the low education category. Cardamom farmers have only started cultivating cardamom in less than 5 years. The average cardamom farmer has a family of 3-5 people. The socio-economic motivations that encourage farmers to cultivate cardamom are divided into three, namely economic, psychological and sociological motivations. Cardamom farmers in Pekuncen and Kedungbanteng Districts are driven by economic motivation which is in the moderate category. The majority of cardamom farmers are in the low category for fulfilling psychological motivation in cultivating cardamom. Cardamom farmers are driven by sociological motivation which is in the high category.
ANALISIS EFISIENSI BIAYA PEMUPUKAN KELAPA SAWIT: PERBANDINGAN METODE MANUAL DAN MEKANIS DI PT BUMI SAWIT KENCANA, KALIMANTAN TENGAH Riyanto, Agus; Santoso, Jaka; Putri, Dindy Darmawati
Agricore Vol 11, No 1 (2026): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v11i1.70055

Abstract

AbstrakPemupukan merupakan salah satu komponen biaya utama dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit dan berpengaruh terhadap kinerja produksi tanaman. Dalam praktiknya, pemupukan manual masih banyak diterapkan sehingga membutuhkan tenaga kerja besar dan biaya operasional yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi biaya pemupukan kelapa sawit melalui perbandingan metode pemupukan manual dan mekanis di PT Bumi Sawit Kencana, Kalimantan Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis struktur biaya yang didukung oleh observasi lapangan, pengukuran waktu kerja, dan wawancara dengan operator serta pengawas pemupukan. Analisis difokuskan pada kebutuhan tenaga kerja, kapasitas kerja, kecepatan operasional, dan biaya pemupukan per hektare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan mekanis mampu menurunkan kebutuhan tenaga kerja dan mempercepat penyelesaian pekerjaan sehingga berdampak pada penurunan biaya pemupukan. Temuan ini menegaskan bahwa mekanisasi pemupukan merupakan strategi manajerial yang efektif untuk meningkatkan efisiensi biaya dan produktivitas tenaga kerja pada perkebunan kelapa sawit berskala besar. Hasil ini dapat menjadi referensi praktis bagi manajemen dalam merancang kebijakan pemupukan yang lebih efisien dan berkelanjutan.Kata kunci: Efisiensi Biaya, Manajemen Pemupukan, Mekanisasi, Produktivitas Tenaga Kerja, Perkebunan Kelapa SawitAbstract Fertilization is a major cost component in oil palm plantation management and plays an important role in determining production performance. In many plantations, fertilization is still carried out manually, resulting in high labor dependency and increased operational costs. This study aims to analyze the cost efficiency of oil palm fertilization by comparing manual and mechanized application methods at PT Bumi Sawit Kencana, Central Kalimantan. A quantitative descriptive approach was applied using cost structure analysis supported by field observations, time measurements, and interviews with fertilization operators and supervisors. The analysis focused on labor requirements, work capacity, operational speed, and fertilization costs per hectare. The results show that mechanized fertilization reduces labor requirements and shortens work duration, leading to lower fertilization costs compared to manual methods. These findings indicate that fertilization mechanization is an effective managerial strategy to improve cost efficiency and labor productivity in large-scale oil palm plantations. The results also provide practical references for plantation management in formulating more efficient fertilization policies.Keywords: cost efficiency, fertilization management, mechanization, labor productivity, oil palm plantation
Determinan Modal Manusia terhadap Produktivitas Pemanen Kelapa Sawit: Bukti Empiris dari Analisis Data Panel Riyanto, Agus; Wijayanti, Irene Kartika Eka; Putri, Dindy Darmawati
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol. 16 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v16i1.106194

Abstract

Human Capital Determinants of Oil Palm Harvester Productivity: Evidence from Panel Data Analysis. Harvester productivity is a key determinant of operational performance in oil palm plantations, where variations in individual output reflect differences in human capital characteristics. This study aims to examine the effects of human capital, represented by age, length of service, and regional origin, on oil palm harvester productivity. The research was conducted at PT Karunia Kencana Permaisejati, Central Kalimantan, using monthly panel data from December 2024 to November 2025 covering 118 harvesters. A panel data regression approach with a random effects model was employed to capture both individual and temporal variations. The results indicate that age has a positive and statistically significant effect on productivity, suggesting that accumulated experience enhances work efficiency, although the magnitude remains limited due to physical constraints. In contrast, length of service has a negative and significant effect, revealing a non-linear relationship characterized by diminishing productivity beyond an optimal tenure period. Regional origin also significantly influences productivity, with harvesters from East Java outperforming others. These findings confirm that human capital plays a crucial but non-linear role in determining labor productivity and contribute to the literature by providing panel-based empirical evidence to support more effective workforce management strategies in plantation systems.