Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

KELAYAKAN USAHA PETERNAKAN AYAM PETELUR KELOMPOK WANITA TANI TERNAK “WANITA KARYA” KABUPATEN BANYUMAS Mulyani, Altri; Satriani, Ratna
Pembangunan Pedesaan Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KWTT “Wanita Karya” adalah satu-satunya kelompok tani di Desa Karanggude Kulon yang mengusahakan ayam buras. KWTT “Wanita Karya” dibentuk pada tanggal 21 April 2004 dan beranggotakan 20 orang wanita. Usaha utama KWTT “Wanita Karya” adalah beternak ayam Lokal mulai dari pembibitan, produksi dan penjualan telur konsumsi, produksi telur tetas, penjualan jantan muda, penjualan ayam afkir, dan penjualan pupuk yang berasal dari kotoran ayam. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui profil usaha dan kelayakan usaha peternakan ayam petelur KWTT “Wanita Karya”. Metode penelitian yang digunakanadalah studi kasus.Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis yang digunakan adalah : analisis deskriptif, analisis biaya produksi, penerimaan dan keuntungan, analisis kelayakan usaha atau kelayakan finansial dengan melihat empat kriteria investasi yaitu NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), Net B/C Ratio (Net Benefit Cost Ratio), dan ARR(Average Rate of Return).Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya untuk operasional selama satu tahun pada tahun 2012 sebesar Rp134.439.300,00 dengan prosentase 47% berasal dari biaya tetap dan 53% adalah biaya variabel. Biaya variabel untuk pakan dan obat-obatan per ekor ayam sebesar Rp692,00. Total penerimaan yang diperoleh kelompok dari hasil penjualan telur ayam, ayam afkir dan kotoran ayam sebesar Rp166.756.200,00. Total keuntungan yang diperoleh Rp32.316.900,00. Hasil analisis kelayakan usaha diperoleh nilai NPV adalah sebesar Rp8.170.876,09, IRR sebesar 9,28%, Net B/C sebesar 1,074, dan ARR sebesar 11,07%. Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha peternakan ayam petelur tersebut layak untuk dikembangkan.
DAMPAK KENAlKAN BARGA MINYAK GORENG TERHADAP KELAYAKAN USAHA INDUSTRI RUMAH TANGGA KERIPIK TEMPE DI KECAMATAN RAWALO KABUPATEN BANYUMAS Altri Mulyani; Masyhuri Masyhuri; Ken Suratiyah
Agro Ekonomi Vol 15, No 2 (2008): DESEMBER 2008
Publisher : Department of Agricultural Socio-Economics Faculty of Agriculture Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3412.166 KB) | DOI: 10.22146/jae.18215

Abstract

The objectives are to know: (1) the impact of cooking oil price increasing to the feasibility of tempe chips home industry; (2) income decreasing of tempe chips home industry after cooking oil price increasing; (3)factors affecting the profit of tempe chips home industry; (4) strategy of the tempe chips home industry when the production cost increase as cooking oil price increase. The research area is Rawalo sub-district, Banyumas district. Data collected by census method of 49 tempe home industries. Analyses used are RIC ratio, 1C/Cratio, BEP production, BEP revenue, BEP price, and Unit-Output-Price Cobb-Douglas Profit Function. The results show that: (1) tempe chips home industries have to be maintained although cooking oil price increasing has increased the product's price also; (2) after cooking oil price increasing period, tempe chips home industry has decreasing income; (3) UOP Cobb-Douglas Profit Function shows that cooking oil price, soybean price, cassava powder price, production capacity, dummy variable of before and after increasing cooking oil price period affect the profit function of tempe chips home industry; (4) strategy have been practiced by tempe chips home industries tempe chips product's size, decrease the tempe chips per pack capacity, decrease the production capacity, decrease the production frequency, and add cassava in the processing of tempe making.
PROFIL DAN PROSPEK BISNIS MINYAK DARA (Virgin Coconut Oil/VCO) DI KABUPATEN CILACAP Anny Hartati; Altri Mulyani
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 16, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.268 KB)

Abstract

Cilacap regency is an area significantly potential for virgin coconut oil (VCO) business development. Mostly consisted of coastal areas where coconut trees are abundant, it can support the development of VCO business as the needed raw materials can be met easily. The research aims were to identify the profile business of VCO in Cilacap regency and the level of profit the business making from VCO, to determine the amount of inputs used in the business and the efficiency of the inputs, to determine the efficiency of making VCO business, to determine the added value gain from VCO business, to determine labors absoRp.tion from VCO business and to identify the potential VCO business in the future based on the business strengths, opportunities, weaknesses and challenges. The research material included were the VCO business data, production factors, products number, production costs, product price, productivity, and profitability. A survey method was used in which samples were puRp.osively taken. The targets were 25 VCO households industry in Cilacap regency which are partners of Department of Forestry and Plantation of Cilacap Regency. Data analysis used were descriptive analysis, the analysis of costs and revenue, the analysis of R/C ratio, the analysis of B/C ratio, the analysis of Return on Investment (ROI), the analysis of Break Even Point (BEP), and the value added analysis. The mean benefit cost ratio (B/C ratio) and VCO ROI on agroindustry were 0.318 and 31.77%, respectively, indicating that the VCO agro industry in this research area has the ability to create benefit. The added value of the agroindustry was IDR 1,376 per unit generated from the labor component (12.86%), the input (49.52%), and the profits (37.62%). The labor absoRp.tion during production process was varied from 75 HKSP to 320 HKSP, with an average of 129,20 HKSP. The strategies of VCO agro industry development in the future need to consider the potential strengths, opportunities, weaknesses and challenges the business encounters as found in the research. The prospective of VCO business development in Cilacap is thus very promising.
UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI BERAS ORGANIK MELALUI PENGELOLAAN PASCA PANEN PADA KELOMPOK TANI SIDAMUKTI DESA KALISUBE Ulfah Nurdiani; Altri Mulyani; Rifki Andi Nofia; Syahrul Ganda Sukmaya
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 9: February 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i9.4823

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi waktu dan biaya dalam kegiatan penggilingan Gabah Kering dan mengatasi masalah pengemasan melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan. Pengabdian ini dilakukan di Kelompok Tani Sida Mukti di Desa Kalisube Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas. Kegiatan PKM berbasis riset tahun 2023 pada Kelompok Tani Sida Mukti Desa Kalisube Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas terlaksana dengan baik dan sesuai dengan rencana. Kegiatan yang telah terlaksana antara lain pengadaan penyosoh padi mini, penyuluhan tentang produk organik, pelatihan sortasi dan grading, analisis usahatani, kemasan dan labelling produk.
DETERMINAN PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH IRIGASI MENGGUNAKAN UNIT OUTPUT PRICE COBB DOUGLAS PROFIT FUNCTION DI KABUPATEN BANYUMAS Ulfah Nurdiani; Rifki Andi Novia; Altri Mulyani
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 9, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v9i1.8296

Abstract

This study aimed to examine the determinants of income for irrigated rice farming in Banyumas Regency. This research was used analytical descriptive method with the survey method for the technical implementation. Determination of the research location used purposive method, considering that the majority of the research locations were technically irrigated rice fields. Determination of irrigated rice farming income in Banyumas Regency used the Cobb-Douglass type UOP profit function (Unit Output Price of Cobb-Douglass Profit Function). The results showed that the income of irrigated rice farming in Banyumas Regency was negatively affected by the price of Urea fertilizer and the price of pesticide, and positively influenced by the area of land used for irrigated rice farming. Meanwhile, the price of seeds, Phonska & TSP fertilizer prices, labor wages, and depreciation of the equipment used did not significantly affect the income of irrigated rice farming in Banyumas Regency.
Pemberdayaan Ibu PKK Desa Kedungwringin dalam Pengembangan Olahan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Saputro, Wahyu Adhi; Wijayanti, Irene Kartika Eka; Mulyani, Altri; Putri, Dindy Darmawati
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 7, No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v7i1.3250

Abstract

Sampah masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan secara sempurna. Permasalahan sampah yang ada sebagian besar berasal dari tingkat rumah tangga khususnya minyak jelantah. Permasalahan sampah bisa ditangani dari tingkat rumah tangga yang dimulai dari ibu. Kumpulan dari ibu-ibu rumah tangga seperti PKK merupakan target ideal yang bisa diberdayakan dalam mengelola minyak jelantah menjadi produk yang berdaya guna. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemberdayaan kepada ibu PKK Desa Kedungwringin dalam mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah service learning dimana edukasi dan penyuluhan diberikan terlebih dahulu kemudian baru dilakukan pendampingan dan praktik mandiri. Berdasarkan hasil kegiatan pemberdayaan ini diukur dari kuesioner yang ada skor pengetahuan ibu PKK Desa Kedungwringin sebanyak 50 orang dalam mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi memiliki skor 72 persen dan termasuk dalam kriteria tinggi. Kenaikan skor diukur dari penilaian before after dimana penilaian sebelumnya mendapatkan skor 50 persen sehingga terjadi peningkatan sebesar 22 persen.  Keberhasilan ibu PKK Desa Kedungwringin dalam mengolah minyak menjadi lilin aromaterapi ini diharapkan mampu menularkan kepada lingkungan sekitarnya.   Kata kunci: Lilin, Minyak, Sampah, Pemberdayaan.
Analisis Faktor Penyebab Resiliensi Petani Padi Menghadapi Perubahan Iklim Di Desa Krendetan Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo Prakoso, Ove Anom; Mulyani, Altri; Situmorang, Sawitania Christiany D.U Boru
J-SEA (JOURNAL SOCIO ECONOMIC AGRICULTURAL) Vol. 20 No. 1 (2025): Februari 2025 (Journal Socio Economic Agricultural)
Publisher : Program Studi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jsea.v20i1.19551

Abstract

Pertanian padi di Indonesia sudah berjalan dengan cukup baik namun akhir-akhir ini mulai muncul perubahan iklim yang dapat mengganggu dan membahayakan pertanian padi. Penurunan intensitas hari hujan pada musim penghujan, suhu global yang semakin panas, dan adanya indikasi mundurnya musim penghujan merupakan dampak dari perubahan iklim yang mulai dirasakan dan mengancam petani. Upaya mengatasi perubahan iklim yang dihadapi petani tersebut, maka dibutuhkan resiliensi yang baik untuk menghadapi ancaman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat resiliensi petani padi dan faktor yang mempengaruhi tingkat resiliensi petani padi di Desa Krendetan Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik sampling yang digunakan ialah simple random sampling. Subjek yang diteliti yaitu petani padi sebanyak 61 responden. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – April 2024. Analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi liniear berganda dan analisis tingkat resiliensi menggunakan CD-RISC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani padi di Desa Krendetan resilien terhadap perubahan iklim dengan Tingkat resiliensi sebesar 84,68. Nilai tersebut mengindikasikan adanya resiliensi yang tinggi pada petani padi di Desa Krendetan Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo. Faktor yang mempengaruhi resiliensi petani padi di Desa Krendetan Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo yaitu tingkat optimisme, kompetensi petani, orang lain yang dianggap penting, kapasitas sumber daya pertanian, dan teknologi pertanian.
KINERJA AGRIBISNIS KEDELAI DI KABUPATEN BANYUMAS Wijayanti, Irene Kartika Eka; Putri, Dindy Darmawati; Kusnaman, Djeimy; Mulyani, Altri; Saputro, Wahyu Adhi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3884

Abstract

Banyumas Regency is one of the soybean producers in Central Java. The development of soybean agribusiness will be successful if the performance of all sub systems is well integrated. This research aims to examine the performance of the soybean agribusiness system in Banyumas Regency. The research location was determined purposively on the basis of four main soybean producing sub-districts in Banyumas Regency, including Kebasen, Jatilawang, Banyumas, and Kembaran. The research sample of 101 people was determined using a simple random sampling method from 1,867 soybean farmers. The data used is data from the 2022 planting season. The input supply, cultivation, harvest and post-harvest handling, marketing and support subsystems were analyzed using the average percentage index of perceptions of soybean farmers. Based on the agribusiness system approach consisting of upstream, farming, agro-industry, marketing and supporting subsystems, it shows that the performance of the soybean agribusiness subsystem in Banyumas district obtained an average performance score for the entire soybean agribusiness subsystem of 3.58 in the good category. The highest value is in the upstream sub system and the lowest is in the farming sub system. Thus, various policies are needed to improve the performance of soybean farming in order to realize the welfare of soybean farmers in Banyumas Regency. Keywords: performance; agribusiness system; soya bean INTISARIKabupaten Banyumas merupakan salah satu produsen kedelai di Jawa Tengah. Pengembangan agribisnis kedelai akan berhasil apabila kinerja semua sub system nya terintegrasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kinerja system agribisnis kedelai di Kabupaten Banyumas. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive atas dasar empat kecamatan penghasil utama kedelai di Kabupaten Banyumas,  diantaranya Kebasen, Jatilawang, Banyumas, dan Kembaran. Sampel penelitian sebanyak 101 orang ditentukan menggunakan metode simple random sampling dari 1.867 petani kedelai. Data yang digunakan adalah data musim tanam tahun 2022. Subsistem penyediaan input, budi daya, penanganan panen dan pascapanen, pemasaran dan penunjang dianalisis dengan menggunakan persentase indeks rata-rata persepsi petani kedelai. Berdasarkan pendekatan sistem agribisnis yang terdiri atas subsistem hulu, usahatani, agroindustri, pemasaran dan penunjang menunjukkan bahwa kinerja subsistem agribisnis kedelai di kabupaten Banyumas memperoleh skor kinerja rata untuk keseluruhan subsistem agribisnis kedelai sebesar 3,58 dengan kategori baik. Nilai tertinggi pada sub system hulu dan terendah pada sub sistem usahatani. Dengan demikian diperlukan berbagai kebijakan untuk meningkatkan kinerja usahatani kedelai guna mewujudkan kesejahteraan petani kedelai di Kabupaten Banyumas. Kata kunci: kinerja; system agribisnis; kedelai
Farm Management and Factors Influencing Farmers' Adaptation Strategies in the Serayu Dam Area to Climate Change Mulyani, Altri; Wijayanti, Irene Kartika Eka; Saputro, Wahyu Adhi; Sarno, Sarno; Sukmaya, Syahrul Ganda
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i3.2055

Abstract

Unpredictable climate change impacts several sectors, one of which is the agricultural sector. Extreme climate change causes a decrease in farmer production. The Serayu movable dam area is an area that is prone to flooding, where farmers around this area own land. Farmers can make anticipatory efforts to overcome losses farmers suffer to adapt to the management system and farmer resilience. This study aims to analyze the farm management and factors influencing farmers' adaptation strategies to climate change in the Serayu Dam area. The research was conducted using a descriptive quantitative analytical method. This study used 30 rice farmers as respondents in the Serayu movable dam area. The data analysis method used farm business analysis and logistic regression. The results of the study also stated that the rice farming carried out by farmers earned a profit of IDR 7,639,324 with a total income received by farmers of IDR 10,726,000 and a total farmer expenditure of IDR 3,086,676. Farmers in the Serayu movable dam area have also experienced a decrease in crop production due to climate change. The adaptation strategy carried out by farmers is to postpone or advance planting based on the pranoto mongso used. The results of the study also stated that factors influence farmers' adaptation strategies, namely farmer education, farmer experience, farmer profession as the main job and farmer activity in farmer groups.
PERILAKU PETANI TERHADAP RISIKO PRODUKSI KEDELAI DI KECAMATAN KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS Boru Saragih, Selvani Damaryanty; Wijayanti, Irene Kartika Eka; Nurdiani, Ulfah; Putri, Dindy Darmawati; Mulyani, Altri; Saputro, Wahyu Adhi; Kusnaman, Djeimy
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3928

Abstract

The purpose of this study was to determine the factors affecting soybean production, the level of risk of soybean production, and farmers' behavior towards soybean production risk. This research was conducted using the cluster sampling method. The number of samples in this study was 61 soybean farmers. The results showed that the factors of land area, and the number of seeds partially had a significant effect on soybean production. The level of risk of soybean production is included in the medium production risk. The behavior of soybean farmers in facing production risk is mostly risk aversion. This can be seen from farmers who reduce the use of production inputs so that in the event of crop failure, the losses experienced by farmers are not large. Keywords: Farmer behavior, production risk, soybean INTISARITujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kedelai, tingkat risiko produksi kedelai, dan perilaku petani terhadap risiko produksi kedelai. Penelitian ini dilakukan dengan metode cluster sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 61 petani kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor luas lahan, dan jumlah benih secara parsial berpengaruh nyata terhadap produksi kedelai. Tingkat risiko produksi kedelai termasuk dalam risiko produksi sedang. Perilaku petani kedelai dalam menghadapi risiko produksi sebagian besar adalah menghidari risiko. Hal ini dapat dilihat dari petani yang mengurangi penggunaan input produksi sehingga apabila terjadi kegagalan panen, kerugian yang dialami petani tidak besar. Kata Kunci: Kedelai, perilaku petani, risiko produksi