Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGEMBANGAN WISATA BERKELANJUTAN TERHADAP PULAU LUSI DI KABUPATEN SIDOARJO Wulandari, Mega; Hasyim, Abdul Wahid; Rachmawati, Turniningtyas Ayu
Tata Kota dan Daerah Vol. 17 No. 1 (2025): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2025.017.01.5

Abstract

Pulau Lusi merupakan pulau buatan terbentuk sebagai solusi dari penanganan endapan sedimen muara Sungai Porong oleh semburan lumpur panas yang kemudian menjadi objek wisata pada 2015. Namun pengelolaan dan pengembangan Pulau Lusi sebagai daya tarik wisata jangka panjang belum tersedia. Potensi dan keunikan Pulau Lusi apabila dikelola dengan baik dapat memiliki peran signifikan dalam pembangunan situs wisata berkelanjutan yang menekankan pada terciptanya pengelolaan berkelanjutan terhadap ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan masyarakat terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun prioritas strategi dalam upaya mengembangkan situs wisata berkelanjutan pada Pulau Lusi menggunakan analisis AHP dengan memperhatikan empat kriteria yaitu: (1) Daya Tarik Wisata, (2) Lingkungan, (3) Aksesibilitas, (4) Fisik; dengan 18 alternatif strategi. Hasil penelitian menunjukkan kriteria persentase tertinggi yaitu aspek lingkungan (41,31%). Hal tersebut dikarenakan lingkungan merupakan aspek primer pada situs wisata, yaitu pengunjung cenderung lebih tertarik pada destinasi yang menawarkan lingkungan bersih dan indah. Persentase tertinggi untuk alternatif strategi adalah penambahan dan perbaikan transportasi air menuju Pulau Lusi (14,72%). Pulau Lusi tidak memiliki akses langsung ke daratan utama sehingga penambahan dan perbaikan transportasi air menjadi alternatif tertinggi pada penelitian ini.
Alih Fungsi Lahan Pertanian di Kawasan Perkotaan Karangplsoso, Kabupaten Malang sebagai Dampak dari Urban Sprawl Aprildahani, Baiq Rindang; Hasyim, Abdul Wahid; Rachmawati, Turniningtyas Ayu
Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari
Publisher : Postgraduate School of Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan ruang untuk aktivitas perkotaan yang semakin besar menyebabkan pertumbuhan Kota Malang mulai bergerak menjauh dari pusat kota (urban sprawl)dengan menyebar ke wilayah pinggiran, salah satunya adalah Kawasan Perkotaan Karangploso (KPK), Kabupaten Malang.Urban sprawlditandai dengan alih fungsi lahan pertanian di wilayah pinggiran kota karena peningkatan penduduk dan pertumbuhan kegiatan. Alih fungsi lahan pertaniandapat diketahui dengan analisis perkembangan guna lahan, yaitumelakukan overlaypada satu area dalam waktu yang berbeda dengan menggunakan ArcGISv.10.0. Oleh karena itu, dilakukan tinjauan spasial di wilayah studi pada tahun 2010 dan 2013 dengan bantuan media peta.Hasilnya,KPK adalah wilayah pingggiran Kota Malang yang diidentifikasi terkena perluasan kegiatan perkotaan dari Kota Malang dengan ditandai tingginya alih fungsi lahan pertaniandi KPK. Dari tahun 2010 hingga tahun 2013, luas sawah irigasi berkurang 60,7 Ha dan luas tanah ladang berkurang 0,93 Ha. Lahan pertanian dialihfungsikan menjadi lahan terbangun, seperti kawasan perumahan, perdagangan dan jasa serta industri, sehingga disimpulkan kebijakan larangan alih fungsi lahan pertanian irigasi di KPK tidak memberikan dampak bagi implementasi di lapangan.Alih fungsi lahan tidak mungkin dapat dicegah karena kebutuhan akan lahan yang meningkat, namun alih fungsi lahan harus tetap direncanakan agar tidak menimbulkan dampak negatif. Kata kunci:Urban sprawl, Alih fungsi lahan pertanian, Wilayah pinggiran kota
Disaster risk analysis of technological failure of industrial estate: a case study: Rachmawati, Turniningtyas Ayu; Rahmawati, Dwi
Jurnal Sistem dan Manajemen Industri Vol. 7 No. 1 (2023): June
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jsmi.v7i1.4673

Abstract

The world has agreed on reducing disaster risks through Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR) 2015–2030. Efforts to reduce disaster risks are one way to attain Sustainable Development Goals related to "sustainable cities and communities." The first points of disaster risk reduction priorities inscribed in the SFDRR 2015–2030 incorporate disaster risk studies. While studies on natural disaster risks have been widely conducted, non-natural (manmade) disaster risk studies are relatively scant, parti­cularly for technological failure disasters. In this paper, the author investigates the levels of technological failure disaster risks in Gresik Regency, Indonesia, one of the National Strategic Areas in East Java Province. This study employs a disaster risk analysis encompassing aspects of hazard and vulnerability through map overlays with the help of a Geo­graphical Information System (GIS) to identify areas with risks of techno­logical failure. Results illustrate that a high risk is predominantly spread in areas with high hazards, which is 60 m radius of the industrial area. The findings in this study may help shed light on the hazards that may arise due to technological failures that span not only around the source of hazard, i.e., the industrial areas, but also beyond them, and also conclude that the higher the disaster risk is, the higher the vulnerability of an area will be.