Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Kontribusi Motivasi Kerja dan Etos Kerja terhadap Mutu Layanan Tutor pada Program Paket B di Kabupaten Barito Kuala Jumriadi, Jumriadi; Hafiz, Abdul
Nuris Journal of Education and Islamic Studies Vol. 3 No. 2: Oktober 2023
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jeis.v3i2.35

Abstract

Penelitian ini bermaksud mengetahui kontribusi motivasi berprestasi dan kegiatan komunikasi terhadap semangat kerja pegawai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskrifitif dengan tehnik korelasional. Tehnik korelasional, yaitu penelitian yang sifatnya melukiskan hubungan yang terdapat di antara dua variabel atau lebih. Populasi penelitian ini adalah seluruh pegawai PLS pada Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Kuala yang berjumlah 56 orang. Dalam penelitian ini juga berhasil menemukan bahwa kegiatan komunikasi Pegawai PLS berada pada klasifikasi yang sedang. Karena itu Pegawai PLS diharapkan terus meningkatkan kegiatan komunikasinya, baik secara vertikal maupun secara horizontal. Dalam penelitian ini juga ditemukan semangat kerja Pegawai PLS termasuk pada tingkat yang sedang. Oleh karena itu perlu ditingkatkan peran Pegawai PLS dalam: kesungguhan, disiplin, kegairahan, keramahan, kerjasama, melakukan inovasi, memelihara etika dan keberhasilan.
Penguatan resiliensi tokoh muda dalam mengahadapi radikal terorisme di ITSKes Muhammadiyah Selong Lombok Timur Nusa Tenggara Barat Palahuddin Palahuddin; Harry Irawan Johari; Ibrahim Ibrahim; Adi Gunawan; Zaenudin Zaenudin; Erwin Erwin; Abdul Hafiz; Yusron Saudi; Sukuryadi Sukuryadi; Fatman Nurjan; Nurul Isnaeni Rahmat; Mintasrihardi Mintasrihardi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.27983

Abstract

Abstrak Radikal terorisme masih menjadi ancaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Meskipun sepanjang tahun 2023 hingga Oktober 2024 aksi terorisme nihil, tetapi konsildasi dan propaganda mereka di bawah tanah tetap berjalan nelalui berbagai instrumen yang ada. Hampir semua lini dan elemen masyarakat telah menjadi sasaran dan target mereka. Telah terjadi pergeseran pola aksi mereka dari gerakan hard approach ke soft approach. Kondisi ini harus terus disosialisasikan dan disuarakan ke tengah masyarakat, terutama kepada tokoh muda. Oleh karena itu, tujuan kegiatan ini adalah untuk melakukan penguatan resiliensi tokoh muda dalam mengahadapi radikal terorisme di ITSKes Muhammadiyah Selong Lombok Timur Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini bermitra dengan BNPT, FKPT dan ITSKes Muhammadiyah Selong dengan menghadirkan peserta kegiatan dari tokoh muda dari berbagai latar belakang di ITSKes Muhammadiyah Selong. Kegiatan ini menggunakan pendekatan service learning dengan metode training, dialog interaktif, dan workshop. Evaluasi dan refleksi dilakukan melalui kuesioner. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan hasil yang positif, dimana para pemuda memiliki kesadaran yang kuat terhadap ancaman radikal terorisme. Melalui kegiatan ini mereka mengetahui eksistensi jaringan radikal terorisme di dunia, Indonesia, dan khususnya di NTB, serta dapat memperkuat resiliensi menghadapi ancaman tersebut. Kata kunci: resiliensi; radikal; terorisme; hard approach; soft approach Abstract Radical terrorism is still a threat to the life of the nation. Although throughout 2023 until October 2024 there were zero acts of terrorism, their underground consolidation and propaganda continued through various existing instruments. Almost all lines and elements of society have become their targets. There has been a shift in their pattern of action from hard approach to soft approach. This condition must continue to be socialized and voiced to the community, especially to young leaders. Therefore, the aim of this activity is to strengthen the resilience of young leaders in dealing with radical terrorism in ITSKes Muhammadiyah Selong East Lombok, West Nusa Tenggara. This activity partnered with BNPT, FKPT and ITSKes Muhammadiyah Selong by presenting participants from young figures from various backgrounds at ITSKes Muhammadiyah Selong. This activity uses a service learning approach with training, interactive dialog, and workshop methods. Evaluation and reflection were conducted through questionnaires. The results of this community service show positive results, where the youth have a strong awareness of the threat of radical terrorism. Through this activity they know the existence of radical terrorism networks in the world, Indonesia, and especially in NTB, and can strengthen resilience to face these threats. Keywords: resilience; radical; terrorism; hard approach; soft approach.
Optimizing the Performance of the NTB Information Commission in Resolving Public Information Disputes in the Digital Era muh ihsan; Dimas Kurniawan; M. Basisal Abid; Abdul Hafiz
Jurnal Pengabdian Masyarakat Tropis Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): April
Publisher : Yayasan Siti Widhatul Faeha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65622/jpmti.v2i1.274

Abstract

This article examines the optimization of the performance of the NTB Information Commission (KI NTB) in resolving public information disputes in the digital era. The study aims to analyze the dispute resolution process, identify existing challenges, and explore opportunities for institutional improvement using a qualitative descriptive method through observation, interviews, and document analysis during a student internship at the University of Muhammadiyah Mataram from January 22 to March 13, 2026. The findings show that KI NTB has implemented a systematic dispute resolution mechanism consisting of application intake, mediation, and non-litigation adjudication, while maintaining the principles of transparency and accountability in accordance with Law No. 14/2008. However, several obstacles remain, including limited human resources, low public awareness, resistance from certain public bodies, and the underutilization of digital technology. In conclusion, KI NTB has demonstrated a significant role in safeguarding citizens’ rights to information and promoting accountable governance, although further optimization is still required. The implications of this study indicate that service digitalization through online registration and e-archiving, capacity building, and more intensive public outreach can strengthen KI NTB’s effectiveness in delivering fair and efficient dispute resolution services.