Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Kinerja Mesin Perajang Daun Cengkeh (Crusher) Tipe Sisir Impi Widuri Aprillianingtias; Musthofa Lutfi; Wahyunanto Agung Nugroho
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.849 KB)

Abstract

Pada proses penyulingan minyak daun cengkeh, terlebih dahulu daun cengkeh dirajang. Tujuan dilakukannya perajangan sebelum bahan mengalami proses penyulingan adalah agar kelenjar minyak dapat terbuka sebanyak mungkin sehingga laju penguapan minyak atsiri dari bahan berjalan cepat. Tujuan dari penelitian ini : (1) Mengetahui kapasitas kerja dari mesin perajang daun cengkeh, (2) Mengetahui efisiensi perajangan dari mesin perajang daun cengkeh, (3) Mengetahui pengaruh hasil rajangan daun cengkeh terhadap hasil penyulingan minyak daun cengkeh, (4) Mengetahui pengaruh hasil rajangan terhadap volume minyak yang dihasilkan. Pada penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk menentukan hasil penelitian. Terdapat tiga kali pengulangan pada setiap perlakuan untuk menentukan keragaman data yang diperoleh. Data yang diperoleh, selanjutnya akan dianalisa apakah terdapat perbedaan antara masing-masing perlakuan dengan parameter yang diukur. Hasil dari penelitian ini adalah mengacu pada perbedaan ukuran daun yang disuling dan penyulingan dalam waktu 5 jam. Hasil yang didapat ini merupakan gabungan volume rendemen tiap jam yang sama pada tiga kali proses destilasi. Hal ini disebabkan oleh hasil yang terlalu sedikit sehingga sulit dipisahkan. Dalam prosesnya setiap jam cacahan kasarlah yang memiliki rendemen tertinggi.. Kadar minyak dalam kondensat tertinggi adalah volume 6078 ml yang dihasilkan cacahan kasar, volume 6146 ml yang dihasilkan cacahan halus memiliki kadar minyak dalam kondensat sebesar 0,0585%, dan volume 3390 ml yang dihasilkan daun tanpa cacahan memiliki kadar minyak dalam kondensat sebesar 0,0188%.Namun Massa jenis minyak daun cengkeh yang dihasilkan dari penelitian ini tidak memenuhi standar. Diantara ketiga jenis daun tersebut yang paling banyak menghasilkan minyak adalah daun cacahan kasar. Kata Kunci : Cengkeh, mesin perajang, kapasitas
Uji Kinerja Kompor Spiral Tipe Vertikal Dengan Bahan Bakar Minyak Jelantah Dian Yulianto; Wahyunanto Agung Nugroho; Bambang Dwi Argo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.09 KB)

Abstract

Kebutuhan masyarakat terhadap bahan bakar untuk konsumsi rumah tangga maupun industri yang didominasi oleh gas LPG masih belum dapat terpenuhi. Bumi Indonesia yang memiliki sumber daya alam melimpah telah menyediakan berbagai jenis energi alternatif yang masih belum dimanfaatkan salah satunya yaitu minyak goreng. Sebagai minyak atau lemak, minyak sawit adalah suatu trigliserida, yaitu senyawa gliserol dengan asam lemak. Minyak jelantah adalah minyak makan hasil penggorengan yang telah digunakan berulang-ulang kali, kebanyakan minyak jelantah sebenarnya merupakan minyak yang telah rusak sehingga tidak baik untuk kesehatan. Minyak yang telah rusak ini dapat diubah menjadi bahan bakar alternatif dengan metode pembakaran secara langsung. Dalam penelitian ini dilakukan uji performansi kompor tekan dengan menggunakan bahan bakar campuran minyak tanah dan jelantah dengan konsentrasi 75%, 90% dan 100%. Performansi kompor dapat diketahui dengan melakukan beberapa pengujian antara lain: lama penyalaan, tekanan minimal, waktu operasi, laju konsumsi bahan bakar, panas sensibel, panas laten, input energi panas dan efisiensi termal. Pada masing-masing proses pengujian dilakukan ulangan sebanyak tiga kali. Pengujian kinerja kompor menggunakan bahan bakar 100% minyak jelantah didapatkan hasil lama penyalaan 11 menit, tekanan optimal 4 bar, laju konsumsi bahan bakar 0,375 kg jam-1 dan efisiensi termal 36,99%. Hasil pengujian menggunakan bahan bakar 90% minyak jelantah membutuhkan lama penyalaan selama 10,85 menit, tekanan optimal 5 bar, laju konsumsi bahan bakar 0,4 kg jam-1 dan efisiensi termal 29,7%. Hasil pengujian menggunakan bahan bakar 75% minyak jelantah diperoleh lama penyalaan sebesar 7,62 menit, tekanan optmal 4 bar, laju konsumsi bahan bakar 0,968 kg jam-1 dan efisiensi termal 20,53% Kata Kunci: Bahan Bakar, Minyak Sawit, Performansi
Uji Performansi Motor bakar Bensin (On Chassis) Menggunakan Campuran Premium dan Etanol Fintas Afan Agrariksa; Bambang Susilo; Wahyunanto Agung Nugroho
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada pendapat dari masyarakat yang menyatakan bahwa hanya dengan memakai bahan bakar premium yang ada saat ini kendaraan yang mereka miliki sudah bisa berjalan. Akan tetapi dalam penelitian ini penulis ingin mengajak masyarakat untuk lebih memahami situasi yang terjadi pada satu atau dua generasi ke depan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh campuran bahan bakar bensin dan etanol terhadap unjuk kerja motor bakar bensin berdasarkan nilai kalor bahan bakar. Prosedur pengujian dibagi menjadi tiga tahap, yaitu: Pengujian nilai kalor bahan bakar; Pengujian motor bensin; Pengujian emisi gas buang. Pengujian menggunakan bahan pencampuran bensin dan bioetanol (0%, 5%, 15%, 25% etanol). Hasil pengujian nilai kalor bahan bakar diperoleh nilai kalor premium 11.414,453 kal/gram; campuran etanol 5% = 8905,921 kal/gram; campuran etanol 15% = 8717,552 kal/gram; campuran etanol 25% = 8358,941 kal/gram. Hasil pengujian performansi diperoleh daya tertinggi ada pada campuran 15% yaitu 9,02 kW dan mampu menghabiskan 10 ml bahan bakar dalam waktu 35,87 detik. Hasil pengujian emisi gas buang diperoleh nilai CO terendah ada pada campuran 25% etanol yaitu 0,85% volume udara; nilai CO2 tertinggi ada pada campuran 25% etanol yaitu 10,6% volume udara. Kata Kunci: Etanol, Oktan, Bom Kalorimeter, Hofman Dynatest 
Pengaruh Kecepatan Putaran Mesin pada Proses Ekstraksi Pati Garut dengan Mesin Ekstraksi Tipe Spinner Kerucut . Herianto; Musthofa Lutfi; Wahyunanto Agung Nugroho
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.211 KB)

Abstract

Maranta arundinaceae L. atau arrowroot adalah salah satu tanaman umbi-umbian penghasil karbohidrat yang potensial. Proses pembuatan pati meliputi beberapa tahap. Pertama, umbi-umbian dikupas atau dicuci hingga bersih. Setelah itu dilakukan pemarutan dengan mesin ataupun manual agar umbi-umbian tadi menjadi bubur (pulp). Apabila proses pemarutan sudah dilakukan maka proses seterusnya adalah ekstraksi, agar pati dan ampasnya terpisah. Penggunaan mesin ekstraktor pati garut dengan sistem spinner kerucut memungkinkan proses ekstraksi berlangsung secara kontinyu. Keunggulan penggunaan mesin ini adalah pengoperasian yang mudah, tidak membutuhkan banyak air dan tenaga dalam pengoperasiannya sehingga diharapkan proses produksi pati dapat berlangsung efektif dan efisien. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dengan melakukan percobaan. Percobaan terdiri dari 6 perlakuan kecepatan putaran mesin, yaitu 420 rpm, 550 rpm, 700 rpm, 940 rpm, 1230 rpm, dan 1480 rpm dengan 3 kali pengulangan. Bahan yang digunakan adalah garut kultivar banana seberat 2 kg dengan penambahan air 3 liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin  besar putaran mesin  yang dipakai akan semakin besar pula massa pati yang dihasilkan. Berdasarkan uji statistic, menunjukkan bahwa kecepatan putaran mesin memberikan pengaruh yang nyata dalam proses ekstraksi pati garut. Rerata massa pati terbesar dihasilkan pada putaran 1480 rpm yaitu sebesar 330.10 gram, sedangkan yang terkecil pada putaran mesin 420 rpm yaitu 57.67 gram. Nilai massa pati yang berhasil diekstrak besarnya dinyatakan dalam persen (%). Nilai terbesar pada putaran 1480 rpm yaitu sebesar 16.5 %, sedangkan yang terkecil pada putaran 420 rpm yaitu sebesar 3.22%. Kapasitas kerja terbesar juga pada putaran 1480 rpm yaitu sebesar 1055.69 gram/menit, sedangkan yang terkecil pada putaran 700 rpm yaitu sebesar 618.56 gram/menit. Kata Kunci: Garut, Pati Garut, Kecepatan Putaran Mesin
Uji Kinerja Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) Menggunakan Lapisan Capacitive Touchscreen Sebagai Substrat dan Ekstrak Klorofil Nannochloropsis Sp. Sebagai Dye Sensitizer dengan Variasi Ketebalan Pasta TiO2 Rino Ardianto; Wahyunanto Agung Nugroho; Sandra Malin Sutan
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi merupakan kebutuhan yang penting bagi kelangsungan hidup manusia. Ketergantungan pada energi fosil menyebabkan persediaan sumber ini menjadi semakin tipis. Sinar matahari merupakan salah satu sumber energi alternatif yang sangat berpotensi di Indonesia. Dye sensitized solar cell (DSSC) adalah sel surya generasi ketiga yang menjadi terobosan baru dalam pembuatan sel surya yang murah dengan kinerja tinggi. DSSC memiliki struktur sandwich yang tersusun dari material organik dye (zat warna) dan beberapa komponen lain yaitu semikonduktor oksida, elektrolit dan substrat (counter elektroda dan elektroda kerja). Substrat terbuat dari kaca konduktif (TCO) yang biasanya menggunakan kaca jenis Indium in Oxide (ITO) atau Fluorine-doped Tin Oxide (FTO). Dalam pembuatan DSSC pada penelitian ini digunakan substrat ITO yang diperoleh dari lapisan capacitive touchscreen dengan menggunakan dye (zat warna) dari klorofil nannochloropsis sp. yang diekstrak dengan pelarut aseton. Capacitive touchscreen merupakan salah satu jenis lapisan touchscreen yang didalamnya terdapat lapisan konduktif ITO sehingga dapat dijadikan alternatif untuk bahan baku substrat DSSC. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pengaruh ketebalan lapisan pasta TiO2 terhadap kinerja DSSC dengan memanfaatkan Capacitive touchscreen sebagai substrat dan ekstrak nannochloropsis sp. sebagai dye sensitizer. Penelitian ini membuat DSSC dengan 3 variasi ketebalan pasta TiO2 (DSSC 1: 0.36 mm, DSSC 2: 0.45 mm, dan DSSC 3: 0.54 mm). Absorbansi larutan dye di uji dengan spektrofotometri UV-Vis. Untuk pengujian DSSC dilakukan dalam 2 tahap. Tahap pertama adalah pengujian pada 5 variasi pencahayaan (2000 lux, 4000 lux, 6000 lux, 8000 lux, 10000 lux) untuk mengetahui respon terhadap cahaya. Tahap kedua merupakan pengujian pada 8 variasi hambatan (1 KΩ, 5 KΩ, 10 KΩ, 20 KΩ, 40 KΩ, 60 KΩ, 80 KΩ, 100 KΩ) untuk mengetahui efisiensi DSSC. Pengujian dilakukan dengan cahaya dari lampu CFL daylight 15 W. Berdasarkan penelitian diperoleh kinerja DSSC terbaik pada DSSC 1 dengan rata-rata kenaikan tegangan dan arus saat penambahan pencahayaan 2000 lux sebesar 37 mV dan 40x10-4 mA serta nilai efisiensi 0.8596%. Sedangkan DSSC 2 rata-rata kenaikan tegangan dan arus saat penambahan pencahayaan 2000 lux masing-masing sebesar 26 mV dan 14x10-4 mA dengan efisiensi 0.1249% diikuti DSSC 3 sebesar 1.8 mV dan 0.35x10-4 mA dengan efisiensi 0.00109%. Kata Kunci: Dye Sensitized Solar Cell, DSSC, Capacitive touchscreen, Nannochloropsis sp., Klorofil,  Pasta TiO2.
Pengukuran Efektivitas Mesin Rotary Vacuum Filter Dengan Metode Overall Equipment Effectiveness (Studi Kasus: PT. PG. Candi Baru Sidoarjo) Maulita Farah Zevilla; Wahyunanto Agung Nugroho; Gunomo Djojowasito
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.077 KB)

Abstract

Mesin Rotary Vacuum Filter merupakan salah satu mesin yang digunakan dalam proses produksi gula di PT. PG. Candi Baru Sidoarjo. Kerusakan pada mesin ini akan menurunkan tingkat efektivitasnya. Sehingga perlu dilakukan pengukuran. Metode yang digunakan adalah Overall Equipment Effectiveness. Dengan metode ini maka akan dapat diketahui tingkat ketersediaan (Availability Rate), performa (Performance Rate), dan kualitas hasil (Rate of Quality) sehingga dapat dilakukan identifikasi enam kerugian besar (six big losses) pada mesin/peralatan. Dari hasil perhitungan menunjukan bahwa rata-rata nilai OEE mesin Rotary Vacuum Filter sebesar 97,14% dengan rata-rata nilai availability 99,75%, performance rate 97,72% dan rate of quality sebesar 99,65%. Angka ini menunjukan bahwa mesin RVF telah memenuhi standar OEE World Class. Losses yang berpengaruh paling besar tehadap nilai efektivitas mesin ini adalah reduced speed losses sebesar  94,2371 jam.
Rancang Bangun Sistem Pendinginan Pada Mesin Screw Press Sandro Niko Gultom; Musthofa Lutfi; Wahyunanto Agung Nugroho
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.501 KB)

Abstract

Teknik pengepresan biji jarak dengan menggunakan ulir (screw) merupakan teknologi yang lebih maju dan banyak digunakan di industry pengolahan minyak jarak saat ini. Dengan cara ini, biji jarak dipres dengan pengepresan berulir (screw) yang berjalan secara kontinyu. Proses pengepresan terjadi karena adanya tekanan antar bahan pada ruang pengepresan, dimana semakin mendekati ujung, tekanan semakin tinggi karena volume ruang yang semakin kecil. Panas yang terjadi akibat gesekan pada ruang clearance mampu menghambat performansi mesin screw press.Pengujian dilakukan dengan pada tiga titik yaitu suhu air masuk pada pipa besi (Tin), suhu keluar dari pipa besi (Tout) dan suhu pada ruang clearance (TL) dengan selang waktu 5 menit. Sistem pendinginan yang telah diuji mampu memberikan penurunan laju perpindahan panas dari 31.72 W menjadi 33.84 W dan kemudian diturunkan lagi menjadi 26.54 W. Suhu pada ruang clearance sebelum menggunakan sistem pendinginan memiliki rata rata peningkatan suhu sebesar 4.63 oC, sedangkan setelah menggunakan sistem pendinginan rata rata peningkatan suhu menjadi 2.26 oC. Kata Kunci: Screwpress, Jarak pagar ( jatrophacurcas L.), Sistem pendinginan
Pengaruh Dosis Penambahan Bakteri (Azospirillum sp.) Terhadap Kelimpahan Populasi Mikroalga (Chlorella sp.) pada Media Kultur Limbah Cair Biogas (Setelah Proses Anaerob) Fatma Ridha Nurlaili; Yusuf Hendrawan; Wahyunanto Agung Nugroho
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.135 KB)

Abstract

Mikroalga merupakan mikroorganisme yang berpotensi sebagai bahan baku biofuel yang merupakan energi alternatif terbarukan sehingga sangat dibutuhkan dalam menangani krisis energi. Salah satu jenis mikroalga yang  banyak diteliti adalah jenis Chlorella sp. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis penambahan  bakteri (azospirillum sp.) terhadap kelimpahan populasi mikroalga (chlorella sp.) pada media kultur limbah cair biogas yang diambil setelah proses anaerob. Terdapat empat perlakuan dengan tiga kali pengulangan dimana masing-masing perlakuan yaitu  A0 (tanpa penambahan bakteri), A3 (dengan penambahan bakteri 3x108 cfu/ml), A6 (dengan penambahan bakteri 6x108 cfu/ml), serta A9 (dengan penambahan bakteri 9x108 cfu/ml). Hasil menunjukkan bahwa semakin tinggi dosis penambahan bakteri maka semakin tinggi pula kelimpahan populasi mikroalga yang didapat. Populasi tertinggi terdapat pada perlakuan A9 dengan penambahan dosis bakteri sebesar 9x108 cfu/ml yakni dengan populasi puncak sebesar 9,24x108 sel/ml.   Kata kunci: Bakteri Azospirillum sp., Kelimpahan populasi mikroalga, Limbah cair biogas, Mikroalga Chlorella sp. 
Perbandingan Efektivitas Mesin Gilingan Susunan 3 Rol dan 4 Rol dengan Penerapan Total Productive Maintenance (TPM) di PT. PG. Candi Baru Sidoarjo Mayadiana Susilowati Ningsih; Wahyunanto Agung Nugroho; Bambang Dwi Argo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.19 KB)

Abstract

Penambahan 1 rol pada susunan rol mesin gilingan di unit gilingan I dan IV (menjadi susunan 4 rol) sebagai upaya peningkatan kapasitas giling telah dilakukan, oleh karena itu informasi mengenai efektivitas pada masing-masing susunan rol sangat dibutuhkan. Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) sebagai alat ukur efektivitas dalam implementasi TPM banyak diterapkan di Jepang. Pengukuran efektivitas dilakukan pada perbandingan mesin gilingan susunan 3 rol dan 4 rol menggunakan metode OEE, selanjutnya mengkaji besarnya kontribusi penyebab rendahnya efektivitas pada efektivitas terkecil dari perbandingan tersebut menggunakan metode Six Big Losses. Berdasarkan hasil penelitian, nilai efektivitas antara mesin gilingan susunan 3 rol dan 4 rol telah memenuhi standar. Namun dari perbandingan, mesin gilingan susunan 3 rol mempunyai nilai efektivitas terkecil dengan rata-rata 96,434% dimana rata-rata nilai availability 99,076%, performance efficiency 97,815% dan rate of quality product 99,514%. Serta faktor six big losses yang berkontribusi besar terhadap rendahnya efektivitas yaitu pada reduced speed losses.
Analisis Efektivitas Mesin Penggiling Tebu dengan Penerapan Total Productive Maintenance (In Press, JKPTB Vol 1 No 2) Agus Jiwantoro; Bambang Dwi Argo; Wahyunanto Agung Nugroho
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.91 KB)

Abstract

Tujuan TPM adalah untuk mengetahui six big losses yang terdapat pada mesin produksi. Overall equipment effectiveness (OEE) digunakan sebagai alat ukur dalam penerapan total productive maintenance (TPM) di PG. Jatitujuh. Analisa mesin penggiling tebu ini diukur melalui availability, performance efficiency dan rate of quality product serta menentukan komponen-komponen kritis mesin penggiling tebu. Pengukuran efektivitas mesin penggiling tebu I-IV dilakukan mulai tanggal 16 Mei -22 Agustus 2011. Data kerusakan komponen peralatan mesin penggiling I-IV yang diambil yaitu; ampas plate, metal roll gilingan, rantai feeding roll, roll gilingan (roll pengisi/feeding roll, roll depan, roll atas/top roll dan roll belakang (bagasse roll), skraper, dan alat kelengkapan gilingan (hidraulik gilingan, intermediate carrier (IMC), reducer dan turbin (elektromotor penggerak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerusakan komponen mesin penggiling I paling besar. Faktor yang mempengaruhi efektivitas mesin penggiling yaitu breakdown (kerusakan peralatan) dan setup (penyetelan peralatan), hal ini mengakibatkan kinerja mesin turun, tingkat menganggur mesin tinggi serta produktivitas rendah. Nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) mesin penggiling tebu PG. Jatitujuh mulai tanggal 16 Mei – 22 Agustus 2011 telah memenuhi standart dengan nilai rata-rata 92,36%, dimana nilai availability 93,8%, performance efficiency 99,09% dan rate of quality product 99,34%. Kata Kunci: TPM , OEE, Six Big Losses
Co-Authors . Herianto . Muryanto, . . Rosydiena Adi Mas Sulthon Agung Cahyono Agus Jiwantoro Agus Susanto Ahmad Saiful Haq Ahmad Syamsun Injilauddin Al Riza, Dimas Firmanda Al Riza Anang Lastriyanto Aris Fanani Ary Drajad Prasetyo Ary Mustofa Ahmad Azhar, Wilda Aulia Bambang Dwi Argo BAMBANG SUSILO Bobby Wirasantika Choirul Adhar Chusnul Arif Dani Pratama Putra Darmanto Darmanto Darwin Kadarisman Dian Yulianto Dony Fahmi Eva Widiarti Budi Wardani Evi Kurniati Fajri Anugroho, Fajri Fatma Ridha Nurlaili Febi Damayanti Rahayu Fiedro Dimiyadi Fintas Afan Agrariksa Gunomo Djojowasito Gunomo Djojowasito Gunomo Djoyowasito Handono, Setiyo Yuli Hj Hassan, Ummul Hasanah Ibrahim Maina Idriss Impi Widuri Aprillianingtias Isya Al Hanif Izzati, Syifa Rahadian Jannur Majesty Johan Ari Sandra Joko Prasetyo Joko Prasetyo La Choviya Hawa Maharsih, Inggit Kresna Maulita Farah Zevilla Mayadiana Susilowati Ningsih Moh. Risal Siregar Mufidah, Elya Muhammad Roil Bilad Muhammad, Defghi Arsy Musthofa Lutfi Musthofa Lutfi Nurul Fadillah Nurwahyuningsih Nurwahyuningsih Oktaviana, Luluk Rendi Hadi Santoso Rini Yulianingsih Rino Ardianto Riski Kurniawan Saiful Imron Sandra Sandra Sandro Niko Gultom Sembiring, Rinawati Souma Wiryo Pamungkas Sulianto, Adi Sumardi Hadi Sumarlan Sutrisno Hadi Wibisono Taif Maharsyah Tiara Ika Susanti Titik Nurhidayah Tri Priyo Utomo Vincentia Veni Vera Widyaningrum widyaningrum Yahya Wahyu Prasetya Yusron Sugiarto Yusuf Hendrawan Yusuf Wibisono Zaqlul Iqbal Zulfa Musyaffa, Amirah