Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Kinerja Traktor Roda Empat Tipe Iseki TG5470 Untuk Pengolahan Tanah Menggunakan Bajak Rotari Pada Lahan Lempung Berpasir Bobby Wirasantika; Wahyunanto Agung Nugroho; Bambang Dwi Argo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.094 KB)

Abstract

Pengolahan tanah adalah semua pekerjaan pendahuluan sebelum proses penanaman. Pengolahan tanah merupakan bagian proses terberat dari keseluruhan proses budidaya, dimana proses ini mengkonsumsi energi sekitar 1/3 dari keseluruhan energi yang dibutuhkan dalam proses budidaya pertanian. Cara pengolahan tanah akan berpengaruh terhadap hasil pengolahan dan konsumsi energinya. Tipe pengolahan yang dipakai adalah tipe tepi dan tipe pola kijang. Dari hasil penelitian menunjukkan hasil slip dalam 20 putaran roda rata-rata sebesar 59 %. Pemilihan perlakuan terbaik untuk konsumsi bahan bakar adalah pengolahan tanah tipe tepi dengan rata-rata sebesar 91,2 liter/ha. Pemilihan perlakuan terbaik untuk penelitian kapasitas kerja adalah pola tepi, yaitu rata-rata sebesar 46 jam/ha. Dan pemilihan perlakuan terbaik untuk penelitian efisiensi lapang adalah pola tepi, yaitu rata-rata sebesar 4 %.
Rancang Bangun Kinerja Alat Adsorpsi Limbah Cair Pewarnaan Industri Batik Tulis Sidoarjo . Rosydiena; Wahyunanto Agung Nugroho; Evi Kurniati
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.208 KB)

Abstract

Adsorpsi adalah fenomena fisik yang terjadi saat molekul-molekul gas atau cair dikontakkan dengan suatu permukaan padatan dan sebagian dari molekul-molekul tadi mengembun pada permukaan padatan tersebut (Suryawan. 2004). Adsorben yang digunakan yaitu zeolit. Pemilihan zeolit dikarenakan kemampuan zeolit untuk mengadsorpsi limbah pewarnaan batik tulis jauh lebih efektif dibandingkan dengan karbon aktif yang bisa dibeli dipasaran. Adanya alat adsorbsi yang digunakan pada penelitian sebelumnya dirasa kurang efektif untuk penurunan baku mutu limbah. Selain itu penelitian tersebut sebagian hanya pada skala laboratorium. Desain rancang bangun alat adsorpsi ini terdiri atas 4 komponen utama meliputi kerangka alat, kolom adsorpsi, pompa, dan bak penampung yang dirancang seperti anak tangga. Prinsip kerja alat adsorpsi ini yaitu Recirculated Batch menggunakan bantuan pompa air. Empty Bed Contact Time (EBCT) dalam penelitian ini ditetapkan 23 jam. Dalam satu siklus resirkulasi dibutuhkan waktu 1-1,5 menit. Sehingga dalam 23 jam akan terjadi 1045-1314 siklus. Uji kinerja alat ini ditentukan melalui tiga kali ulangan untuk hasil limbah pewarnaan yaitu limbah pewarna coklat+kuning, biru, dan ungu dengan parameter penurunan terhadap BOD 58,27%; COD 53,31%; TSS 93,93%; dan Warna 62,98%. Untuk adsorpsi isoterm dengan menggunakan persamaan Freudlich dengan adsorben zeolit diperoleh 0,6506 mg/liter untuk BOD; 0,8687 mg/liter untuk COD; 0,536 mg/liter untuk TSS; 1,5581 mg/liter untuk warna. Sehingga dari hasil ini dapat menjadi parameter untuk solusi alternatif alat adsorpsi limbah cair batik dan dapat menurunkan parameter kandungan limbah dibawah standart air limbah yang sesuai untuk baku mutu air limbah. Kata kunci: Adsorpsi, Limbah Batik, Rancang Bangun, Zeolit
Pengaruh Penambahan Sukrosa dan Lama Fermentasi terhadap Kadar Serat Nata dari Sari Nanas (Nata de Pina) Jannur Majesty; Bambang Dwi Argo; Wahyunanto Agung Nugroho
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.879 KB)

Abstract

Nanas (Ananas Comosus L. Merr) merupakan salah satu buah di Indonesia yang sangat disukai oleh masyarakat dan memiliki nilai gizi cukup tinggi, dibandingkan dengan jenis buah lain. Nanas memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh karena mengandung enzim bromelin untuk meghidrolisa protein, melunakkan daging, dan khasiat untuk penyembuhan. Kandungan air pada nanas segar dapat mengundang mikroorganisme untuk tumbuh cepat dan menyebabkan pembusukan. Pengolahan produk dari buah nanas untuk keanekaragaman pangan dilakukan dengan memanfaatkan sari nanas sebagai bahan baku pembuatan nata dari sari buah nanas. Nata memiliki kalori rendah karena mengandung serat tinggi hasil sintesis gula oleh bakteri Acetobacter xylinum berbentuk agar, berwarna putih dan mengandung air. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan sukrosa dan lama fermentasi terhadap kadar serat nata de pina. Variasi konsentrasi sukrosa adalah 40 gr, 45 gr dan 50 gr dengan lama fermentasi 11 hari, 13 hari dan 15 hari. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) tiga kali ulangan dengan 27 perlakuan. Hasil penelitian diperoleh bahwa buah nanas dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan nata yaitu nata de pina. Konsentrasi penambahan sukrosa terbaik dari hasil penelitian yaitu pada konsentrasi 50 gram dan lama fermentasi terbaik selama 15 hari dengan kadar serat optimum sebesar 1,776 %.Kata kunci: Acetobacter xylinum,kadar serat, lama fermentasi,nata de pina, sukrosa
Diseminasi Ekoenzim Limbah Kulit Biji Kopi dan Rumah Tangga di Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur Wibisono, Yusuf; Mufidah, Elya; Sugiarto, Yusron; Nugroho, Wahyunanto Agung; Maharsih, Inggit Kresna
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 30, No 2 (2024): APRIL-JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v30i2.59290

Abstract

Limbah kulit biji kopi dan limbah rumah tangga menjadi perhatian utama dalam pengabdian ini yang memiliki potensi untuk dijadikan sumber daya bernilai melalui penggunaan ekoenzim. Kegiatan pengabdian ini melakukan diseminasi ekoenzim limbah kulit biji kopi dan limbah rumah tangga di Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Tujuannya adalah memperkenalkan dan mengimplementasikan ekoenzim sebagai solusi inovatif untuk pengelolaan limbah organik pada tingkat masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan kelompok masyarakat setempat dalam proses diseminasi. Kegiatan pengabdian meliputi workshop, pelatihan, dan kegiatan edukatif lainnya. Tim pengabdian berinteraksi dengan kelompok tani, kelompok lansia mandiri, kelompok PKK, dan masyarakat untuk memberikan pemahaman tentang manfaat ekoenzim dalam berbagai aspek kehidupan. Pelatihan juga dilakukan dalam pembuatan ekoenzim dari limbah kulit biji kopi dan limbah rumah tangga, seperti kulit buah dan sisa sayur, mengubah limbah yang kurang bermanfaat menjadi sumber daya bernilai. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan limbah organik secara efektif dan ramah lingkungan. Implementasi ekoenzim di kehidupan sehari-hari membawa perubahan positif. Penggunaan ekoenzim membantu mengurangi dampak negatif limbah terhadap lingkungan. Kontribusi inovatif melalui diseminasi ekoenzim ini diharapkan dapat diakui dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak guna mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan, sejalan dengan alam.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI MEMBRAN POLISULFON DAN SELULOSA ASETAT DARI LIMBAH FILTER ROKOK Zulfa Musyaffa, Amirah; Nurul Fadillah; Ibrahim Maina Idriss; Wahyunanto Agung Nugroho; Muhammad Roil Bilad; Wibisono, Yusuf
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.02.3

Abstract

Membran merupakan salah satu teknologi pengolahan air untuk menyaring partikel-partikel dalam air. Polisulfon (PSf) adalah polimer yang umum digunakan untuk membuat membran ultrafiltrasi. Namun, permasalahan utama PSf adalah sifatnya yang hidrofobik sehingga menyebabkan rendahnya permeabilitas serta mempercepat terjadinya pengotoran. Selulosa asetat (CA) adalah material hidrofilik yang dapat menimbulkan hidrofilisitas pada membran PSf. Hampir 90% rokok diproduksi dengan filter yang berasal dari CA. Filter rokok mengandung hingga 97% CA yang dapat digunakan kembali sebagai bahan baku pembuatan membran. Fokus dari penelitian ini adalah melakukan sintesis membran melalui pendekatan metode inversi fasa dengan bahan dasar berupa polimer PSf yang dikombinasikan dengan polimer CA dari limbah filter rokok yang diharapkan dapat meningkatkan sifat hidrofilisitas membran. Variasi PSf dan filter rokok (PSf/CA) yang digunakan pada penelitian adalah 100:0, 75:25, 50:50, dan 25:75. Hasil dari membran dilakukan karakterisasi melalui analisis sudut kontak air, analisis permeabilitas membran, serta analisis gugus senyawa selulosa asetat pada membran. Nilai sudut kontak statis membran berturut-turut adalah 126,754º, 83,291º, 80,223º, 71,929º. Permeabilitas air bersih membran masing-masing adalah 4.145 L/m2.h.bar, 3.125 L/m2.h.bar, 13.145 L/m2.h.bar, dan 7.187 L/m2.h.bar.
The Efektivitas Jet Aerator dalam Pengolahan Limbah Cair Penyamakan Kulit Vera, Vincentia Veni; Lastriyanto, Anang; Anugroho, Fajri; Sulianto, Adi; Nugroho, Wahyunanto Agung
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 29 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.29.3.408

Abstract

Finished leather, a primary material for making shoes, bags, and wallets, is processed through tanning to remove veins and feathers. Liquid waste contains a high demand for chemical oxygen (COD), chloride, chromium, and sulfide that can affect river water quality if not treated further. This research was conducted at PT X in Malang City, where liquid waste treatment using an aerator is considered less effective. The tool used in this study is a jet aerator to increase the spread of oxygen in the aeration process. The study aimed to assess changes in the characteristics of tanning liquid waste (pH, temperature, total suspended solids/TSS), and COD) and the effectiveness of using jet aerators in aeration methods in tanning liquid waste treatment. Aeration is carried out for three days. The treatment carried out is aerator + 15 L (A15), jet aerator + 15 L (JA15), and jet aerator + 20 L (JA20). The data were analyzed using Factorial Complete Randomized Design followed by the Smallest Significant Difference test. pH and temperature have met quality standards, while TSS and COD have not. The results showed that the jet aerator +15 L (JA15) decreased maximum tanning liquid waste characteristics on day 1. In contrast, aerator +15 L (A15) and jet aerator +20 L (JA20) decreased maximum waste characteristics on day 2. The jet aerator+15 L (JA15) treatment provides the highest effectiveness value compared to other treatments. COD decreased 49.2%, and TSS decreased 49.7%. Keywords: jet aerator, leather tanning liquid waste
Diseminasi Ekoenzim Limbah Kulit Biji Kopi dan Rumah Tangga di Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur Wibisono, Yusuf; Mufidah, Elya; Sugiarto, Yusron; Nugroho, Wahyunanto Agung; Maharsih, Inggit Kresna
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 30 No. 2 (2024): APRIL-JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v30i2.59290

Abstract

Limbah kulit biji kopi dan limbah rumah tangga menjadi perhatian utama dalam pengabdian ini yang memiliki potensi untuk dijadikan sumber daya bernilai melalui penggunaan ekoenzim. Kegiatan pengabdian ini melakukan diseminasi ekoenzim limbah kulit biji kopi dan limbah rumah tangga di Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Tujuannya adalah memperkenalkan dan mengimplementasikan ekoenzim sebagai solusi inovatif untuk pengelolaan limbah organik pada tingkat masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan kelompok masyarakat setempat dalam proses diseminasi. Kegiatan pengabdian meliputi workshop, pelatihan, dan kegiatan edukatif lainnya. Tim pengabdian berinteraksi dengan kelompok tani, kelompok lansia mandiri, kelompok PKK, dan masyarakat untuk memberikan pemahaman tentang manfaat ekoenzim dalam berbagai aspek kehidupan. Pelatihan juga dilakukan dalam pembuatan ekoenzim dari limbah kulit biji kopi dan limbah rumah tangga, seperti kulit buah dan sisa sayur, mengubah limbah yang kurang bermanfaat menjadi sumber daya bernilai. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan limbah organik secara efektif dan ramah lingkungan. Implementasi ekoenzim di kehidupan sehari-hari membawa perubahan positif. Penggunaan ekoenzim membantu mengurangi dampak negatif limbah terhadap lingkungan. Kontribusi inovatif melalui diseminasi ekoenzim ini diharapkan dapat diakui dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak guna mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan, sejalan dengan alam.
Performance evaluation of forward osmosis and ultrafiltration membranes in harvesting Chlorella vulgaris Muhammad, Defghi Arsy; Maharsih, Inggit Kresna; Nugroho, Wahyunanto Agung; Wibisono, Yusuf
Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.afssaae.2025.008.02.7

Abstract

Chlorella vulgaris is a widely studied microalga due to its applications in food, pharmaceutical, and bioenergy sectors. Traditional harvesting methods often require chemical agents and energy-intensive processes. This study evaluates and compares two membrane-based harvesting technologies—Forward Osmosis (FO) and Ultrafiltration (UF) on key performance parameters: water flux, reverse solute flux (RSF), membrane fouling, biomass concentration, and energy/cost efficiency. The FO process, operated with varying NaCl draw solution concentrations (3–5 M), achieved maximum fluxes of 1735.3 LMH (FS) and 1930.4 LMH (DS), with the highest biomass yield of 10.8 mg/L. The UF process, using PVDF membranes, reached a peak flux of 4367.8 LMH and higher membrane fouling. While UF showed faster dewatering with lower electrical energy (50.6W vs. 136W), FO demonstrated lower fouling and potential for continuous sustainable operation. These findings inform optimization strategies for scalable, energy-efficient microalgae harvesting systems.
Evaluation of Peroxide Value and Free Fatty Acid Content in Coconut Oil and Palm Oil under Different Heating Temperature Treatments using Reflectance–Fluorescence-based computer vision: Evaluasi Bilangan Peroksida dan Asam Lemak Bebas Minyak Kelapa dan Minyak Sawit dengan Perlakuan Pemanasan Temperatur Berbeda Menggunakan Computer Vision Reflektansi-Fluoresensi Oktaviana, Luluk; Nugroho, Wahyunanto Agung; Al Riza, Dimas Firmanda Al Riza
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2025.013.02.4

Abstract

AbstractThis study aims to develop a rapid method for assessing the quality of coconut oil and palm oil based on peroxide value and free fatty acid (FFA) content, using a reflectance–fluorescence-based computer vision system. The background of this research lies in the need for a more efficient analytical method compared to conventional laboratory testing, which is often time-consuming and costly. In this study, oil samples were subjected to heating treatments at 180 and 200 °C to simulate frying conditions. The peroxide value and FFA were analyzed using standard laboratory methods, while the computer vision system acquired image data of the oil samples using a reflectance and fluorescence imaging setup. A classification model was developed using a Convolutional Neural Network (CNN) algorithm to automatically extract color features contributing to oil quality classification. The results showed that the *a* (redness) and *b* (yellowness) values increased in samples treated at 180  and 200 °C, indicating Maillard reactions and thermal degradation. Conversely, the *L* value (lightness) decreased due to prolonged exposure to high temperatures. The CNN model was able to classify coconut oil quality with accuracies of 57.07% and 57.41%, while for palm oil, the model achieved accuracies of 85.77% and 94.22%. These findings suggest that the reflectance–fluorescence computer vision approach holds potential as an alternative method for evaluating the quality of cooking oils.   AbstrakPenelitian ini bertujuan mengembangkan metode cepat untuk penilaian kualitas minyak kelapa dan minyak sawit berdasarkan nilai bilangan peroksida dan kandungan asam lemak bebas (FFA), berbasis computer vision reflektansi-fluoresensi. Latar belakang penelitian ini didasari oleh kebutuhan akan metode analisis yang lebih efisien dibandingkan pengujian laboratorium konvensional, yang umumnya memerlukan waktu lama dan biaya tinggi. Dalam penelitian ini, sampel minyak diberikan perlakuan pemanasan pada suhu 180 dan 200 °C untuk mensimulasikan kondisi kualitas minyak yang berbeda. Nilai bilangan peroksida dan FFA dianalisis menggunakan metode laboratorium, sementara sistem computer vision memperoleh data dari citra minyak yang diambil menggunakan setup computer vision reflektansi dan fluoresensi. Model klasifikasi dikembangkan dengan menggunakan algoritma Convolutional Neural Network (CNN) yang akan mengekstrak fitur warna yang berkontribusi untuk klasifikasi secara otomatis. Hasil menunjukkan bahwa nilai a (kemerahan) dan b (kekuningan) meningkat pada sampel dengan perlakuan suhu 180 dan 200 °C, yang mengindikasikan reaksi Maillard dan degradasi termal. Sebaliknya, nilai L (kecerahan) menurun akibat lamanya waktu pemanasan pada suhu tinggi. Model CNN mampu mengklasifikasikan kualitas minyak kelapa dengan akurasi masing-masing sebesar 57,07% dan 57,41%, sedangkan akurasi pada minyak sawit mencapai 85,77% dan 94,22%. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan computer vision reflektansi-fluoresensi berpotensi digunakan sebagai metode alternatif dalam evaluasi kualitas minyak goreng.
Integrating Social Empowerment and Membrane Technology for Clean Water Access in a Rural Indonesian Community Case Study in Nganti Village, Bojonegoro Handono, Setiyo Yuli; Wibisono, Yusuf; Nugroho, Wahyunanto Agung; Arif, Chusnul
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 24 NO 02 2025 (SEPTEMBER)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagrisep.24.02.633-660

Abstract

Human resilience is related to the availability of natural resources, such as water, which is developed through community empowerment and technology. Nganti Village, Bojonegoro is one of the villages that is vulnerable to the availability of clean water for daily consumption. So, this research aims to  (1) analyze the problems and potential of water sources that are not utilized by the Nganti community, (2) analyze community strategies in dealing with water problems, and (3) simulate alternative membrane technology based on community empowerment. This research used a combined approach, quantitative and qualitative, involving key informants, including the Village Head, Head of the Clean Water Association, Ngraho Sub-district Head, and Community Leaders, in addition to a survey of 40 Nganti-Ngraho residents. Data analysis is descriptive statistical and qualitative. The water quality of a spring in Nganti Village shows that the water is not suitable for drinking, washing and latrines (MCK) due to the high content of iron and other metals. Meanwhile, the community's strategy is to use water reservoirs as an alternative water source and introduce membrane technology through community empowerment activities.
Co-Authors . Herianto . Muryanto, . . Rosydiena Adi Mas Sulthon Agung Cahyono Agus Jiwantoro Agus Susanto Ahmad Saiful Haq Ahmad Syamsun Injilauddin Al Riza, Dimas Firmanda Al Riza Anang Lastriyanto Aris Fanani Ary Drajad Prasetyo Ary Mustofa Ahmad Azhar, Wilda Aulia Bambang Dwi Argo BAMBANG SUSILO Bobby Wirasantika Choirul Adhar Chusnul Arif Dani Pratama Putra Darmanto Darmanto Darwin Kadarisman Dian Yulianto Dony Fahmi Eva Widiarti Budi Wardani Evi Kurniati Fajri Anugroho, Fajri Fatma Ridha Nurlaili Febi Damayanti Rahayu Fiedro Dimiyadi Fintas Afan Agrariksa Gunomo Djojowasito Gunomo Djojowasito Gunomo Djoyowasito Handono, Setiyo Yuli Hj Hassan, Ummul Hasanah Ibrahim Maina Idriss Impi Widuri Aprillianingtias Isya Al Hanif Izzati, Syifa Rahadian Jannur Majesty Johan Ari Sandra Joko Prasetyo Joko Prasetyo La Choviya Hawa Maharsih, Inggit Kresna Maulita Farah Zevilla Mayadiana Susilowati Ningsih Moh. Risal Siregar Mufidah, Elya Muhammad Roil Bilad Muhammad, Defghi Arsy Musthofa Lutfi Musthofa Lutfi Nurul Fadillah Nurwahyuningsih Nurwahyuningsih Oktaviana, Luluk Rendi Hadi Santoso Rini Yulianingsih Rino Ardianto Riski Kurniawan Saiful Imron Sandra Sandra Sandro Niko Gultom Sembiring, Rinawati Souma Wiryo Pamungkas Sulianto, Adi Sumardi Hadi Sumarlan Sutrisno Hadi Wibisono Taif Maharsyah Tiara Ika Susanti Titik Nurhidayah Tri Priyo Utomo Vincentia Veni Vera Widyaningrum widyaningrum Yahya Wahyu Prasetya Yusron Sugiarto Yusuf Hendrawan Yusuf Wibisono Zaqlul Iqbal Zulfa Musyaffa, Amirah