Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan Pola Pemberian Makan Dan Riwayat Penyakit Infeksi Dengan Status Gizi Balita Usia 12-36 Bulan Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Ibu Dan Anak Puri Betik Hati Bandar Lampung Tahun 2024 Nilawati, Ayu Enggar; Lestari, Lara Ayu; Nurhayati, Aftulensi; Akhriani, Mayesti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wasting merupakan masalah status gizi dimana berat badan balita menurun drastis, atau bahkan berada di bawah rentang normal dimana berat badan balita tidak sesuai dengan tinggi badan. Wasting pada awal kehidupan anak terutama pada periode dua tahun pertama, dapat menyebabkan kerusakan yang permanen. Berdasarkan hasil riset Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, permasalahan wasting di Indonesia masih cukup tinggi yakni 8,5%. Prevalensi wasting di Provinsi Lampung mencapai 7%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola pemberian makan dan riwayat penyakit infeksi dengan status gizi balita di Rumah Sakit Ibu dan Anak Puri Betik Hati Bandar Lampung Bandar Lampung tahun 2024. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2024. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pasien anak usia 12-36 bulan dalam kurun waktu bulan Mei-Juni yang berjumlah 75 balita dan sampel pada penelitian ini sebanyak 49 balita menggunakan teknik Purposive Sampling. Analisis data yang digunakan adalah korelasi gamma. Hasil penelitian menyatakan bahwa sebagian besar anak memiliki wasting yaitu 27 anak (51,9%), sebagian besar dengan pola pemberian makan tidak tepat yaitu 30 anak (57,7%), dan sebagian dengan riwayat penyakit infeksi dan tidak memiliki masing-masing 26 (50%). Ada hubungan yang signifikan antara pola pemberian makan dengan status gizi dengan p = 0,001 dan angka koefisien korelasi sebesar 0,492 atau cukup kuat. Ada hubungan yang signifikan riwayat penyakit infeksi dengan status gizi dengan p = 0,021 dan koefisien korelasi sebesar 0,320 atau lemah.
Hubungan Tingkat Kecukupan Zat Besi, Asam Folat, dan Vitamin B12 dengan Anemia Remaja Putri Aulia, Novia Sari; Desti Ambar Wati; Lara Ayu Lestari; Abdullah
JURNAL RISET GIZI Vol. 13 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i2.12470

Abstract

Background: Anemia happens when the body has too few red blood cells or low hemoglobin. It usually comes from not having enough iron. Not getting enough folic acid can also cause anemia because folic acid and vitamin B12 help make healthy red blood cells. Globally, the WHO identifies adolescent girls as a group at high risk of anemia, with prevalence rates in developing countries reported to range from 40–88%, and some studies suggest figures as high as 50–60% depending on regional conditions. In Indonesia, the 2023 Indonesian Child Health Survey (SKI) recorded an anemia prevalence of 15.5–18% among adolescents aged 15–24, although some regions still show much higher rates, reaching 40–50%. This data confirms that anemia in adolescent girls remains a priority health issue related to micronutrient adequacy.Objective: This research seeks to examine the association between the adequacy of iron, folic acid, and vitamin B12 intake and the occurrence of anemia in adolescent girls within the Rama Indra Community Health Center service area in 2024. Method: This research employed a quantitative method with a cross-sectional design. The sample included 80 adolescent girls, selected through stratified random sampling. The research was conducted from October 14 to December 17, 2024, at the selected schools. Data were collected through interviews using the SQ-FFQ to evaluate the adequacy of iron, folic acid, and vitamin B12 intake, while hemoglobin levels were measured using the Easytouch GCHb device. Kendall’s Tau-c test in SPSS was used to analyze correlations. Results: Most participants exhibited poor nutritional status, with deficiencies observed in iron (71.25%), folate (67.5%), and vitamin B12 (48,8%). Bivariate analysis revealed significant correlations between anemia and the adequacy of iron (p=0.000), folate (p=0.006), and vitamin B12 (p=0.024). Conclusion: A significant relationship exists between the adequacy of iron, folic acid, and vitamin B12 and the occurrence of anemia among adolescent girls in the Rama Indra Health Center’s service area.